NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jenderal Tua dan Panggilan Negeri

​Di bagian terdalam Gua Lembah Angin Puyuh, keheningan meraja.

​Hu Jin duduk bersila di atas batu datar. Tiga helai Rumput Jiwa Es berumur seratus tahun melayang di depannya, hancur menjadi kabut energi berwarna biru jernih yang memancar murni. Melalui pori-pori kulitnya, Hu Jin menyerap kabut spiritual tersebut, mengalirkannya lurus ke dalam Dantian.

​WUUUUUSH

​Di dalam tubuhnya, aura Tulang Kaisar yang berwarna keemasan menyambut gelombang energi es tersebut. Dua kekuatan raksasa itu berpusar hebat, membentuk badai energi yang memperluas dan memperkuat setiap rute meridiannya.

​Satu hari... tiga hari... lima hari...

​BUMMM

​Ledakan Qi yang teramat kuat merebak keluar, menggetarkan dinding-dinding batu gua hingga retak. Aura biru-emas membubung tinggi, memancarkan tekanan keagungan yang padat.

​Mata Hu Jin terbuka lebar. Manik matanya berkilat bagai pendar bintang di malam hari.

​Ia berhasil menerobos ke Ranah Pembentukan Qi Puncak (Peak Qi Foundation) di usianya yang baru menginjak tiga belas tahun! Hanya satu langkah lagi, dan ia akan menginjakkan kaki ke Ranah Inti Jiwa (Soul Core)—ranah para pakar sejati.

​"Ranah Puncak..." gumam Hu Jin seraya mengepalkan tangan, merasakan aliran Qi di tubuhnya kini begitu melimpah.

​Setelah merapikan jubah dan membenahi letak pedang hitam di punggungnya, Hu Jin melangkah keluar dari gua, bersiap melanjutkan perjalanan ke arah timur.

​Saat menyusuri celah jalan keluar dari Lembah Angin Puyuh, telinganya yang tajam menangkap suara benturan senjata yang riuh dan jeritan panik dari arah jalan utama perbatasan.

​"Bertahan! Lindungi rombongan!"

​"Sialan! Mereka Pasukan Pelindung Istana Kerajaan Timur! Kenapa mereka menyerang rombongan pedagang?!"

​Hu Jin bergerak cepat bagai bayangan, melompati dahan-dahan pohon untuk melihat situasi. Di jalan berbatu bawah tebing, sebuah rombongan pedagang sedang dikepung puluhan prajurit berzirah besi hitam dengan lambang Naga Timur di dada.

​Para prajurit itu bertindak kejam, membantai pengawal pedagang tanpa ampun. Di tengah pertumpahan darah, seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan wajah penuh parut luka bertarung mati-matian menggunakan pedang lebar untuk melindungi para wanita dan anak-anak.

​Pria itu adalah Jenderal Gu—bekas jenderal setia Raja Hu Yan yang kini menjadi buronan faksi Zhao Feng karena menolak tunduk pada pengkhianatan.

​"Hahaha! Jenderal Gu, kau pikir bisa lari dari buronan Tuan Zhao Feng?!" cemooh pimpinan prajurit berzirah hitam. "Hari ini adalah hari kematianmu!"

​Mendengar nama Zhao Feng, dada Hu Jin mendadak bergejolak hebat. Darah dan instingnya menolak kehadiran prajurit pengkhianat itu!

​"Prajurit yang menindas rakyat biasa..." suara Hu Jin mengalun dingin dari atas pohon, "...tidak layak menyebut diri mereka pelindung kerajaan."

​SRING

​Sebelum prajurit sempat menoleh, kilatan cahaya es meluncur turun bagai meteor!

​CRACK BUMM

​Hu Jin mendarat di tengah arena. Gelombang aura es meledak dari pijakan kakinya, membekukan dan menghempaskan belasan prajurit berzirah hitam hingga terlempar puluhan meter!

​Jenderal Gu dan sisa pengawalnya membelalakkan mata tak percaya. Di hadapan mereka berdiri seorang pemuda berusia tiga belas tahun dengan jubah pengembara dan topi jerami, memegang pedang hitam yang memancarkan hawa dingin mencekam.

​"B-bocah sialan! Siapa kau?!" teriak pimpinan prajurit panik.

​Hu Jin tak menjawab. Ia meluncur cepat di antara barisan musuh. Gerakannya bagai tarian es—efisien, mematikan, dan tanpa celah. Hanya dalam kurun waktu sepuluh tarikan napas, seluruh prajurit pengkhianat itu telah dilumpuhkan dan tergeletak di tanah!

​Keheningan jatuh di jalan perbatasan.

​Jenderal Gu menyarungkan kembali pedangnya yang berdarah, lalu melangkah mendekati Hu Jin dengan rasa takjub dan hormat. Namun, saat menatap mata hitam jernih Hu Jin dari dekat, tubuh veteran perang itu mendadak gemetar.

​Ada sesuatu dari pembawaan pemuda ini—postur tubuhnya yang tegap, ketenangannya yang dingin, dan aura keemasan yang samar di balik aura esnya—yang terasa teramat familiar.

​Aura keagungan ini... kenapa rasanya persis seperti Yang Mulia Raja Hu Yan sewaktu muda?! batin Jenderal Gu terhenyak, dadanya berdebar keras.

​"Anak Muda..." panggil Jenderal Gu dengan suara bergetar. "Terima kasih atas bantuanmu. Jika boleh tahu, siapa namamu dan dari mana asalmu?"

​Hu Jin menatap pria berwajah jujur itu. Mengingat pesan gurunya untuk tidak sembarangan membocorkan identitas, Hu Jin menatapnya tenang tanpa menyebutkan nama.

​"Nama tidak penting, Paman," jawab Hu Jin halus. "Aku hanya pengembara yang kebetulan lewat. Kenapa prajurit Kerajaan Timur bertindak kejam seperti perampok pada rakyat sendiri?"

​Jenderal Gu menghela napas panjang, wajahnya dipenuhi duka dan kepahitan.

​"Kerajaan Timur yang dulu makmur kini hancur, Anak Muda," cerita Jenderal Gu pelan. "Sejak Raja kami mengasingkan diri karena duka, kekuasaan direbut oleh Zhao Feng—pria licik dan tamak. Dia memungut pajak mencekik, membantai siapa pun yang setia pada Raja, dan membiarkan prajuritnya berbuat sesuka hati. Tanah kelahiran kami menangis meminta keadilan..."

​Mendengar penuturan itu, hati Hu Jin terasa diremas tajam.

​Meskipun belum tahu pasti identitas aslinya sebagai Putra Mahkota, darah dan nalurinya berteriak keras. Ia tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan rakyat di tanah tersebut.

​Hu Jin mengepalkan tangan rapat-rapat, lalu menatap lurus ke arah timur—ke arah Kota Kerajaan Timur.

​"Paman," ucap Hu Jin dengan suara yang begitu mantap dan berwibawa, "kerajaan yang dikuasai oleh pengkhianat dan penindas tidak akan bertahan lama. Aku akan pergi ke Kerajaan Timur dan menegakkan keadilan!"

​Jenderal Gu menatap pemuda tiga belas tahun itu dengan pandangan haru. Di dalam hatinya, harapan baru yang lama mati mendadak berkobar kembali.

​Dengan langkah mantap dan tekad bulat untuk membela kebenaran, sang pangeran terbuang mulai mengayunkan langkahnya menuju tanah kelahiran!

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!