Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ragu
Nadia masih terus mencari alasan untuk mengelak dari semua ucapan Arya.
" Kamu jangan terlalu banyak berhayal Mas, itu bukan anakmu tapi anak Mas Ray dan kamu tidak punya hak untuk mencampuri urusanku, apa pun yang aku lakukan itu bukan urusanmu. Lagi pula kedua anak itu adalah anak Mas Ray, aku hanya menukarnya saja karena aku tidak menyukai anak perempuan. Jadi mulai sekarang menjauh dari hidupku dan jangan pernah ikut campur urusanku lagi "
Arya tersenyum sinis, sungguh Ia sangat menyayangkan kebodohan wanita yang pernah di cintai nya itu.
" Apa kamu perlu bukti sayang, aku punya semuanya. Sekarang pun aku bisa memberikannya padamu bahwa tes DNA suamimu itu tidak sama dengan tes DNA Putriku "
Nadia terkejut mendengar ucapan Arya.
" Bagaimana mungkin, ah palingan juga dia hanya mengancam ku " Batin Nadia.
" Jangan menganggap ku berbohong atau sekedar mengancam dirimu Nadia, karena akulah yang sudah menukar hasil tes DNA ku dengan tes DNA suami mu itu sehingga tes nya positif dan kamu masih aman saat ini. Aku bisa kapan saja menemui suamimu yang kaya raya itu dan memberikan semua bukti yang ku punya, dan aku tahu apa yang akan terjadi padamu kalau aku melakukan itu. Kamu akan terdepak dari Istana mewah itu, gelar mu sebagai Nyonya di rumah itu juga akan di ganti dengan wanita yang sudah merawat Putriku dengan penuh cinta dan kasih sayang "
*
*
*
Nadia kembali ke rumah dengan sangat gelisah, Ia tidak percaya semua yang Ia rencanakan malah menjadi bomerang baginya.
" Ah..... sial......! kenapa harus seperti ini, kenapa Mas Arya harus tahu masalah ini dan berani nya dia mengancam ku, dasar Pria tidak egois tahu malu. "
Nadia mengomel ngomel sepanjang jalan, makin mendekati kediaman nya rasa gelisah nya semakin menjadi jadi.
" Tenang Nadia, kamu harus bisa tenang tidak boleh gelisah seperti ini, jangan sampai kegelisahan mu ini justru malah membuatmu dalam masalah " Nadia menenangkan dirinya sendiri.
Ia menarik nafas panjang ketika akan memasuki kediaman nya. Baru saja beberapa langkah Ia melangkah masuk Ia sudah di kejutkan dengan sebuah suara yang begitu sangat di kenali nya dan sontak menghentikan langkahnya
" Dari mana saja kamu "
Nadia bingung harus memberi alasan apa pada suaminya itu.
" Aku bertanya Nad, kamu dari mana saja. " Rayyan mengulang pertanyaannya.
" Aku keluar sebentar menemui Ibu, tadi Ibu memintaku ke rumah " Jawab Nadia.
Hanya itu yang terbesit di pikiran nya, alasan apa yang memungkinkan untuk nya.
..." Maafkan aku Bu, tapi aku terpaksa berbohong. Semoga Ibu tidak marah dan semoga Ibu bisa membantuku kali ini, aku harus segera memberitahu Ibu sebelum Mas Ray yang menghubungi Ibu lebih dulu. Kalau sampai itu terjadi maka tamatlah riwayat ku " Batin Nadia....
" Menemui Ibu dan meninggalkan anakmu "
Nadia memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat agar dirinya bisa terhindar dari pertanyaan suaminya itu.
" Iya Mas, aku kan hanya sebentar saja, lagi pula di rumah kan ada Bibi dan juga Suster yang merawatnya. Dia juga tenang tenang saja waktu aku pergi "
Jawaban Nadia membuat Rayyan menggeleng geleng kan kepalanya
" Tenang katamu, bahkan dia sudah menangis sebelum kamu meninggalkan rumah tapi kamu masih tega meninggalkan nya bersama Bibi dan juga Suster yang kebingungan menenangkannya. Melihatmu seperti ini aku jadi ragu sebenarnya kamu itu Ibunya atau bukan "
Nadia terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya.
" Kenapa Mas bicara seperti itu, tentu saja aku Ibunya. Kalau bukan Ibunya untuk apa aku membawanya kemari. Iya..... iya itu tadi karena aku meninggalkan nya karena terburu buru ya karena ada hal yang sangat penting " Jawab Nadia gagap.
" Sudah Mas, sekarang aku ingin melihat Baby Al dulu "
Nadia melangkah menaiki anak tangga menuju lantai atas, Ia mendapati Baby Al yang sudah tertidur nyenyak di atas tempat tidur.
..." Hm... kalau bukan hanya karena anak itu yang penyakitan dan perempuan aku tidak akan menukarkan dirimu dengan nya wahai anak ha*** , kehadiranmu hanya bisa menyusahkan saja. Coba diam saja, aku disini bukan Suster yang harus mengurus mu sepanjang hari. Aku juga punya hal lain yang harus aku jalani di luar sana "...
Nadia mengomel ketika melihat wajah Baby Al yang tertidur pulas, tentu saja hanya di dalam hati saja tanpa berani Ia keluarkan. Ia merasa kebebasan nya hilang dan juga hidupnya berada dalam masalah karena anak itu.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat