NovelToon NovelToon
Kisah Tanpa Dirimu

Kisah Tanpa Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maara Hayuning menikah dengan putra wanita yang telah menyebabkan ibunya mengalami koma.

Mira, ibunda Revan tak sengaja menabrak Maara dan ibunya karena kurang berkonstrasi hingga menyebabkan rahim Maara bermasalah dan ibunya koma lalu meninggal setelah berjuang untuk hidup.

Tak ingin rasa bersalah itu makin menderanya, Mira memaksa putranya Revan Adiyasa menikahi Maara sebagai bentuk tanggung jawab meski pria itu awalnya menolak karena telah memiliki kekasih.

Akankah Maara bertahan atau justru menemukan cinta yang bisa menerima kekurangannya?

Lalu bagaimana perjuangan seorang duda bernama Kenan Jayadi demi bisa menadapatkan hati Maara?

yuk simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kisah ayah dan anak

Kenan tiba dirumah setelah maghrib usai karena dia memilih melakukan kewajiban di saat dalam perjalanan agar tak terlewat.

"Assalamualaikum.... Mamaa... Lolitaa...?" panggilnya dari arah pintu utama.

"Papaaa..." gadis kecil dengan mukena pink bergambar Frozen berlari kearahnya.

Hup...

Kenan mengangkat putri kecilnya dalam gendongan.

"Cantiknya papa.... Wangi banget kamu... Lagi ngaji ya...?" ucapnya menciumi pipi Lolita.

"Hmmm.... lagi ngaji sama oma..." angguk Lolita.

Bibir mungil Loli mendekat ke arah telinga Kenan "Tapi oma kalau ngajar ngaji galak... Loli takut" bisiknya.

Kenan tak dapat menahan senyum dan mencubit pipi Loli yang semakin bulat.

"Itu karena oma sayang sama Loli... Dan berharap kalau nanti Loli bisa doain mama, oma dan papa... Makanya oma galak... Biar Loli tambah pintar... Jadi, harus nurut sama oma ya..."

"Iya papa... Loli akan terus doain mama di surga, papa dan oma supaya selalu sehat dan semakin sayang sama Loli..."

"Gadis pintar... " puji Kenan mencubit hidung mungil Loli.

"Kamu udah pulang? Tumben cepat?" seru wanita paruh baya dari arah ruang tengah.

"Lagi bisa ma..." sahut Kenan menyalami punggung tangan ibunya.

"Mau mandi dulu atau langsung makan malam...?"

"Mandi dulu deh, sekalian nunggu sholat isya..."

"Ayo Loli, sama oma... Biar papa mandi dulu..." ajak bu Rosa kepada cucunya.

Loli menurut dan turun dari gendongan Kenan.

"Oh ya ma... Kata pak Budi, mbak Tini udah nggak ngasuh Loli lagi...? Benaran?" tanya Kenan yang mendapat kabar dari supir pribadi mamanya.

"Nanti deh mama cerita sama kamu... Sekalian ada yang mau mama bicarain sama kamu... Siap-siap sana, mama tunggu di meja makan..." sahut bu Rosa dengan wajah serius.

Kenan tak lagi bertanya dan memilih naik ke kamarnya untuk bersih-bersih.

...*******^**^********...

"Mama baru tahu jika Tini itu sering kasar pada Loli.. Dan nggak cuma itu, Tini juga bawa pengaruh buruk pada cucu oma...." bu Rosa menarik nafas sejenak.

Keduanya duduk di ruang keluarga usai makan malam dan setelah Loli masuk kedalam kamarnya di lantai 2.

"Dia sering video call dengan pacarnya saat bekerja, dan kata-katanya juga tergolong vulgar kalau ngobrol dengan pacarnya dan itu kedengaran sama Loli... Terakhir, dia pernah bawa pacarnya nginap di rumah saat mama dan Loli lagi kunjungin kamu di sini.... Mama kesal banget... Dia jadiin rumah mama tempat berzin*... Rumah yang selalu mama sholatin dan doain... Mama akhirnya pulangkan dia ke yayasan dan bayar pinalti karena memutus kontrak sebelum waktunya... Tapi nggak pa-pa deh daripada Loli kena pengaruh buruk..." tutur bu Rosa meluapkan semua uneg-unegnya.

"Mama yakin berita itu benar? Siapa tahu yang fitnah atau apalah namanya..." seru Kenan tak menelan mentah-mentah aduan sang mama.

"Yakinlah... Mama kan ada pasang cctv di sekitar rumah... Makanya mama tahu kelakuan si Tini... Mbok Yem juga ngomong gitu setelah mama interogasi.... Ternyata semua yang kerja dirumah mama tahu kelakuannya cuma mereka takut ngadu ke mama karena si Tini itu ngamcam... Kata mbok Yem, pacarnya itu kepala ormas yang biasa pegang pasar disana... Mbok Yem jadi ngeri kalau ngadu macam-macam... Issh.. kesal mama..."

Kenan ikutan kesal setelah mendengar cerita bu Rosa.

"Makanya Kenan... Mama mau kamu nikah lagi biar ada yang jaga Loli dan kamu juga pastinya... Mama juga nggak bakalan selamanya sama kalian... Mama udah umur dan mama takut jika nanti mama nggak bisa jagain Loli dan cucu mama tumbuh dengan pengasuh... Iya kalau dia baik dan tulus, kalau kayak si Tini lagi... Iih, mama ngeri. Apalagi lihat berita-berita sekarang yang aneh-aneh" ujar bu Rosa meluapkan keresahannya.

"Mama akan selalu panjang umur... Dan menikah juga bukan sebuah solusi... Diluar sana banyak ibu tiri yang punya image negatif apalagi jaman sekarang, nyari perempuan baik yang bisa menerima duda punya anak itu susah ma... kebanyakan dari mereka cuma mau papanya, nggak mau anaknya... Dan aku hanya akan memberikan luka baru pada Loli nantinya..." jelas Kenan.

"Makanya kamu buka hati nak... Atau mau mama kenalin dengan anak teman mama... Namanya Syifa. Dia itu lulusan universitas ternama dari luar negeri... Gadis berhijab dan sopan tutur katanya. Mama pernah ketemu dua kali dan mama lihat dia anak yang baik dan lembut... Kamu mau ya... Mama atur waktunya biar kalian kenalan..." ucap bu Rosa akhirnya sampai pada puncak persoalan yakni acara perjodohan putranya dan putri dari salah satu teman arisannya.

"Aku sudah punya pilihan sendiri ma... Dia juga perempuan baik, hanya saja, takdirnya yang kurang baik" tutur Kenan.

Bu Rosa mengerutkan dahi.

"Siapa? Dari keluarga mana dia? Terus latarbelakang pendidikannya bagaimana?" kepo bu Rosa menggali lebih dalam perempuan yang katanya disukai oleh putra sulungnya ini.

"Mama mau cari mantu atau cari pegawai buat yayasan mama sih?" rajuk Kenan.

Bu Rosa terlihat cemberut. "Ya.. Kan mama cuma pengen tahu..."

Kenan sedikit menyerongkan duduknya pada bu Rosa.

"Dia perempuan baik-baik dan lembut dan yang pasti dia juga pintar karena dia merupakan salah satu guru disebuah sekolah... Hanya itu yang bisa aku katakan sekarang...." sahut Kenan dengan pikiran melayang pada satu nama yakni Maara.

"Kok gitu? Kamu ditolak olehnya? Atau dia masih punya pacar?" tebak bu Rosa.

"Bukan gitu ma..." Kenan terkekeh dengan pikiran mamanya.

"Bagaimana mau ditolak, kalau aku saja belum bilang suka padanya... " tutur Kenan dengan nada suara rendah.

"Kok bisa...? Mama jadi penasaran dengannya... Kok bisa dia merebut hatimu yang sekeras batu ini... Pasti dia sangat istimewa? "

"Banget... Tapi sayang, hidupnya tak seindah namanya..." kenang Kenan.

"Bawa dia kemari deh.. Biar mama yang jadi mak comblangnya..." ujar bu Rosa antusias.

"Nggak bisa ma... Belum waktunya... Aku mau pelan-pelan dekatin dia..."

"Okey deh kalau gitu... Mama tunggu kabar baik dari kamu... Jangan lama-lama. Nanti diambil orang, kamu yang gigit jari" imbuh bu Rosa akhirnya.

"Doain semoga kami berjodoh... Dan semoga niat baikku di lancarkan oleh Allah..."

"Aamiin..."

"Oh ya, mama besok pulang ke Lembang... Masa liburan sekolah Loli udah habis... Sekalian mau lihat kondisi yayasan... Lagi masuk tahun ajaran baru soalnya... Yang disini udah dihandle oleh bude Atik jadi mama urus yang di Lembang"

"Yah... Padahal aku masih kangen Loli... " desah Kenan sedih.

"Makanya jangan kerja terus... Duit banyak juga nggak dibawa mat*... Jangan sia-siakan waktu kanak-kanak putrimu karena ini sangat singkat... Nanti nyesal kalau dia udah beranjak remaja, terus kuliah, kerja dan menikah...." nasehat bu Rosa sebelum akhirnya kembali ke kamarnya.

Kenan meringis mendengarnya dan dia tanpa sadar bergidik ngeri kala membayangkan Loli-nya digandeng seorang laki-laki yang akan jadi pendampingnya.

"Iihh... nggak dulu... Masih lama... Loli masih kecil..." gumamnya.

...*********^*******...

Kenan membuka perlahan pintu kamar Loli dan mendapati putrinya tidur terlelap sembari mendekap boneka kelinci pemberiannya ketika Loli ulangtahun yang ke 4 tahun.

Perlahan, Kenan merebahkan diri disisi Loli agar tak mengusik tidurnya.

Jari-jarinya terangkat membelai sisi wajah Loli.

Alisnya begitu mirip dengan Gayatri mendiang istrinya pun dengan bibirnya yang mungil. Mata dan hidung lebih mirip Kenan.

Sungguh perpaduan yang cantik.

"Maafkan papa sayang... Papa terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa dengan putri cantik papa... Gayatri.... Kamu meninggalkan hadiah terindah untukku tapi aku terlalu sibuk dan tenggelam dalam rutinitas pekerjaan hingga sering melupakannya.... Maafkan aku....."

Loli membuka matanya dan mendapati Kenan sudah berbaring disisinya.

"Papa?" panggilnya dengan suara serak.

"Hmmm.... Loli kok bangun? Papa ganggu ya....?"

Loli menggeleng lalu melingkarkan lengan mungilnya ke dada Kenan yang lebar.

"Papa nggak ganggu... Loli kangen papa..." ujarnya.

Kenan tersenyum.

Loli-nya selalu saja bisa meruntuhkan hatinya.

Sikapnya sama persis Gayatri yang lembut sehingga mampu meluluhkan keras hati Kenan.

Kenan memiringkan badannya dan membalas pelukan putrinya.

"Bobok lagi.... Papa akan jaga Loli.." ucap Kenan mencium puncak kepala Loli yang wangi shampoo buah.

Loli kembali terlelap dengan nafas teratur, pun dengan Kenan yang juga ikut tertidur disisi Loli.

Bu Rosa yang punya kebiasaan mengecek Loli tengah malam dibuat terharu karena mendapati ayah dan anak tidur saling berpelukan.

Sungguh pemandangan yang manis disaat anak-anak lain yang tidak terlalu mendapat perhatian dari ayahnya.

Kenan sebenarnya menjalankan perannya sebagai ayah yang baik namun kadang pekerjaan selalu membuat waktunya lebih banyak dihabiskan di Bandung ketimbang di Lembang.

Hanya ketika weekend atau libur tanggal merah Kenan akan balik ke Lembang untuk menjenguk putrinya, itupun tak bisa lama.

"Semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagian selamanya... Dan semoga putraku mendapatkan pendamping yang baik, sholehah serta menerima dan menyayangi Loli.... aamiin " batin bu Rosa memanjatkan doa untuk putra dan cucunya.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!