NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9: Nona Tengil

System Glitch

Waktu: 14:15 PM

Jalanan distrik komersial London selalu sibuk, dipenuhi oleh orang-orang berjas rapi yang berjalan terburu-buru dengan kopi di tangan mereka.

Di antara lautan manusia itu, Stella melangkah dengan santai, kedua tangannya masuk ke dalam saku mantel beige-nya.

Penampilannya sekarang terlihat sangat elegan namun kasual, jauh dari kesan Nona Pembuat Onar yang fotonya sedang ditayangkan di seluruh layar berita kota.

Sesekali, angin musim gugur meniup rambut gelapnya, menyebarkan wangi White Tea & Peony yang menenangkan ke udara.

Beberapa pejalan kaki pria menoleh dua kali saat berpapasan dengannya, namun Stella hanya membalas tatapan mereka dengan sebelah alis terangkat dan senyum miring yang luar biasa tengil, membuat mereka buru-buru membuang muka karena salah tingkah.

Tujuannya saat ini adalah sebuah toko elektronik premium di sudut jalan. Lonceng berbunyi saat ia mendorong pintu kaca toko tersebut.

Stella berjalan lurus menuju etalase laptop dengan spesifikasi tertinggi.

Ia menunjuk sebuah laptop hitam matte yang terlihat sangat ramping namun memiliki prosesor tingkat dewa, lalu beralih menunjuk sebuah ponsel keluaran terbaru di etalase sebelahnya.

"Aku mau laptop ini, ponsel itu, dan berikan aku kartu SIM prabayar dengan paket data tak terbatas," ucap Stella santai pada penjaga toko pria yang sedang asyik mengunyah permen karet.

Pria penjaga toko itu menatap Stella dari atas sampai bawah.

Walaupun pakaian Stella terlihat bagus, ia tidak membawa tas bermerek atau perhiasan mencolok layaknya pelanggan elit yang biasa datang ke sini.

"Nona, laptop itu harganya tiga ribu Poundsterling. Ponselnya seribu lima ratus. Kau yakin tidak mau melihat seri yang lebih... ramah di kantong untuk mahasiswi sepertimu?" tanyanya dengan nada meremehkan, senyum mengejek tersungging di bibirnya.

Stella tidak marah. Sebaliknya, senyum di bibirnya mengembang semakin lebar.

Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap mata pria itu dengan ekspresi kasihan yang dibuat-buat.

"Oh, astaga. Apa gajimu di sini sangat kecil sampai-sampai kau memproyeksikan kemiskinanmu pada pelanggan mu?" Stella mendecak pelan, menggelengkan kepalanya dengan dramatis.

Sebelum pria itu sempat membuka mulut untuk marah, Stella merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan segepok uang tunai pecahan lima puluh Poundsterling dari dalam amplop cokelat.

Ia menjatuhkan tumpukan uang itu ke atas etalase kaca dengan bunyi plak yang sangat memuaskan.

"Hitung pakai mesin. Aku tidak punya waktu melihatmu mengeja angka satu per satu," ucap Stella dengan nada memerintah yang begitu alami, mengibaskan tangannya seolah mengusir lalat.

Wajah penjaga toko itu memerah padam antara malu dan kesal, namun ia tidak berani membantah saat melihat jumlah uang tunai di depannya.

Ia buru-buru mengambil uang tersebut dan memproses pesanan Stella dalam diam.

Vix, yang sedari tadi melayang di atas rak headphone, mendengus tak percaya. "Kau ini benar-benar tidak punya sopan santun, ya? Mulutmu itu seperti diolesi bisa ular."

"Dia yang mulai duluan," gumam Stella tanpa suara sambil memasukkan kartu SIM ke dalam ponsel barunya. "Lagi pula, aku sedang tidak punya waktu untuk berbasa-basi dengan figuran."

Setelah keluar dari toko dengan tas belanjaannya, Stella melangkah masuk ke sebuah kafe klasik bergaya industrial di seberang jalan.

Ia sengaja memilih meja di sudut ruangan yang menghadap langsung ke jalan raya besar melalui jendela kaca, namun cukup tersembunyi dari pantauan orang-orang di dalam kafe.

Seorang pelayan datang menghampiri. "Mau pesan apa, Nona?"

"Satu double cheeseburger dengan ekstra daging, porsi besar truffle fries, dan... iced Americano ukuran paling besar. Ah, tolong pastikan kentangnya digoreng sampai benar-benar renyah," pesan Stella sambil mengedipkan sebelah matanya dengan gaya tengil yang membuat pelayan muda itu tersipu malu sebelum bergegas pergi.

"Kau makan seperti kuli bangunan yang belum dibayar sebulan," Vix berkomentar sinis, mendarat di atas meja kayu.

"Pewaris Rosewood yang asli biasanya hanya makan salad dengan saus lemon agar pinggangnya tidak melar."

"Itu sebabnya dia gampang mati diracun, tubuhnya kurang gizi," balas Stella cuek.

Ia membuka laptop barunya, jemarinya yang lentik mulai menari di atas keyboard dengan kecepatan yang tidak wajar.

[ Ding! ]

[ Skill Diaktifkan: Peretasan Dasar Tingkat Lanjut (Durasi: 2 Jam). ]

[ Misi Menengah Terbuka: Menyusup ke server utama anak perusahaan Rosewood Media. Temukan bukti awal kejanggalan finansial. ]

[ Hadiah: 100 Poin Karma & Akses ke Identitas Palsu Tingkat Tinggi. ]

Stella menyeringai. "Ayo kita lihat seberapa busuk perusahaan keluargaku ini."

Dengan bantuan skill sementara dari sistem dan insting bisnisnya dari kehidupan sebelumnya, dinding pertahanan keamanan Rosewood Media terasa seperti terbuat dari kertas bagi Stella.

Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, layar hitam dengan deretan kode hijau di laptopnya berubah menjadi halaman database rahasia perusahaan.

Stella menggigit kentang gorengnya dengan santai, matanya menyapu deretan angka yang menunjukkan aliran dana perusahaan selama lima tahun terakhir.

"Wah, wah, wah..." Stella bergumam takjub, tawanya tertahan di tenggorokan.

"Paman kesayanganku dan Chloe ternyata luar biasa rakus. Mereka membuat puluhan perusahaan fiktif untuk menyedot dana dari Rosewood Media, lalu melaporkan kerugian palsu setiap kuartal. Pantas saja kakek tua itu membuangku ke anak perusahaan ini, dia pasti berpikir aku yang menghancurkannya."

Stella menekan beberapa tombol, menyalin seluruh data mutasi rekening gelap itu ke dalam penyimpanan awan terenkripsi yang baru saja ia buat.

Ia sama sekali tidak terlihat seperti buronan skandal yang sedang depresi.

Ekspresinya cerah, matanya berbinar licik, dan ia tampak sangat menikmati proses membongkar kejahatan keluarganya sendiri sambil mengunyah burger daging dengan penuh semangat.

Namun, Nona Tengil ini tidak menyadari bahwa ia baru saja memicu alarm tak kasatmata.

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!