"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama masih hidup?
"Tuan,nyonya besar menyuruh saya mengantarkan anda ke mansion utama"
"Aku sedang ingin sendiri, pergilah"
"Tapi tuan kondisi anda masih belum pulih,saya khawatir jika anda menyetir sendiri.
Alih-alih mendengarkan asisten nya,Damar begitu saja langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju begitu saja meninggalkan sekretaris nya yang sejak tadi terus menghalangi.
"Selain keras hati anda juga sangat keras kepala tuan huh"
***
Mobil Bentley hitam masuk ke dalam lokasi sebuah perumahan,jika biasanya rumah itu selalu terang tapi malam ini terasa berbeda.
Tidak ada penerangan sama sekali di dalam rumah itu,Ia keluar dari dalam mobil dan menatap ke lantai dua tepat pada kamar yang langsung mengarah ke halaman depan.
Kamar itu selalu terang,tidak pernah gelap ketika Ia kembali dari mana pun.Namun hari ini kamar itu ikut padam seperti rumah itu.
Menghela nafas,Ia masuk ke dalam rumah yang baru saja sehari Ia tinggalkan tapi rasanya begitu dingin, rasanya tidak ada udara hingga seakan membuat dadanya sesak dan kesulitan bernafas.
Ia menyentuh saklar lampu,hingga ruang tamu dan dapur langsung terang benderang.
Tidak ada aroma makanan, tidak ada suara yang selalu menyambut nya dan menyuruh nya membersihkan diri dan langsung makan.
"Dia sudah pergi?"
Ia kemudian duduk di meja makan, tempat terakhir dirinya dan Adeline duduk bersama.
"Tapi aku ingin membuat makan malam terakhir kita berkesan,ini adalah masakan terakhir dan ulang tahun terakhir mu yang akan ku rayakan, setidaknya kau akan mengingat ku untuk ini"
Sejak malam itu, kata-kata itu terus terngiang di kepalanya.bahkan saat ini juga terasa nyata wanita itu mengatakan nya di depan matanya.
Tapi itu semua hanya ilusi,dan saat ini hanya ada kue ulang tahun malam itu yang bahkan tidak Ia sentuh sama sekali.
Wajah nya datar,namun matanya memerah menatap kue ulang tahun mini yang di bentuk seunik mungkin, pembuatan nya jelas tidak mudah.
"Maaf"
Hanya itu yang keluar dari dalam mulut pria itu,dan dengan tangan sedikit kaku Ia menyuapi cake itu ke dalam mulutnya.
Tersenyum samar setelah suapan pertama,Ia kembali menyantap hingga habis karna itu adalah rasa kesukaan nya.
Hingga setelah sekian detik menghabiskan kue itu sorot matanya langsung berubah,tanpa sadar tangan nya mengepal.
"Tidak,aku sudah menyuruh nya untuk tidak meninggalkan rumah ini!.Dia harus tinggal di sini"
Setelah mengatakan itu,Ia langsung merogoh sakunya mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Temukan dimana Adeline berada sekarang,dan beritahu pada ku paling lama besok pukul delapan"
📞"Baik tuan"
Alasannya tidak menelepon Adeline,itu karna sejak semalam nomornya sudah tidak aktif dan seluruh akun media sosial nya di arsipkan sehingga Ia tidak bisa melacak keberadaan nya sekarang.
"Aku sudah memberikan rumah ini padanya,kenapa dia harus pergi?,dasar bodoh"
Umpatnya,dan melangkah menaiki tangga masuk ke dalam kamar untuk segera mengistirahatkan tubuhnya.Namun baru saja Ia masuk dan menyalakan lampu, kehampaan dan kekosongan kamar itu langsung terlihat jelas menyambut nya,Kamar itu jelas bukan kamar seperti sebelumnya yang benar-benar di tata dengan banyak barang dan perintilan berwarna warni yang membuat nya selalu protes sakit mata.
Bahkan sprei yang selalu berwarna kini semuanya berubah dengan warna hitam putih.
Dan di seluruh ruangan itu benar-benar hanya barang-barang miliknya,yang tidak ada warna hanya hitam dan putih.
Tidak ada satu foto pun dari sekian banyak foto yang selalu terpajang di sana, tidak ada tanda-tanda dan aroma wanita itu lagi di dalam kamar saat ini.
Ia tertawa sinis,"Dia benar-benar berniat meninggalkan rumah ini dengan menghapus setiap momennya di setiap sudut manapun"
"Bagus,tapi aku juga tidak butuh rumah ini"
Setelah itu, rasa kantuk dan lelah tubuhnya benar-benar hilang dan seperti terakhir kali Ia membanting pintu dan pergi dari sana.
Keluar dari rumah itu,bahkan tidak peduli dengan kondisi rumah yang sudah terkunci atau tidak.
Entah kenapa amarahnya tiba-tiba membeludak saat ini,bahkan saat memutar mobil Ia begitu saja menabrak tong sampah di sana dan langsung menancap gas meninggalkan rumah itu.
Sementara itu, tong sampah yang di tabrak sudah ambruk dan memuntahkan seluruh isinya, termasuk sebuah koper yang sudah tidak jelas lagi bentuknya,hingga terkoyak-koyak lebar.
Namun di dalam koper yang sudah terkoyak-koyak itu,sebuah boneka beruang berwarna pink terlihat bersembunyi di dalam, dengan kondisi yang sudah kotor.
***
Pagi ini,meski rasanya berbeda namun Adeline tetap bangun seperti biasa dan menyiapkan sarapan pagi seperti rutinitas biasanya selama 4 tahun terakhir.
Saat Ia sudah duduk di meja makan,Ia tertawa sendiri melihat ada dua piring di sana bahkan Ia juga menyiapkan sarapan untuk dua orang.
"Apa yang ku lakukan,dasar".Pikirnya kemudian tanpa memikirkan apapun lagi Ia langsung mulai sarapan seorang diri.
Bertepatan saat itu,sebuah pesan masuk dari nomor yang tak di kenal terlihat di layar ponsel yang letak tepat di depannya saat ini.
Ia akan mengabaikan nya, namun sebuah panggilan dari nomor tak di kenal kembali menelpon.
Ia menghela nafas dan mengangkat nya.
"Halo,dengan saya Adeline?",sapa nya tanpa banyak ucap.
Cukup lama seseorang di balik telepon terdiam,hingga saat suaranya terdengar Adeline akan langsung memutuskan panggilan.
"Halo,ini Papa Adeline.Kamu jangan buru-buru tutup"
"Aku tidak pe..."
"Ini tentang mam kamu,dia masih hidup!"
Tangan Adeline langsung berhenti,Ia membeku dalam persekian detik.Namun Ia kembali tersadar saat menyadari kalau orang yang memberitahu nya tentang hal itu adalah seorang pria pembohong.
"Aku tidak percaya,kau jangan coba menipu ku lagi"
"Ini bukan tipuan, Beberapa hari lalu papa pergi dinas ke luar negri dan papa tidak sengaja melihatnya!"
"Dan papa yakin, itu adalah mama kamu.Papa bersumpah itu dia,dia masih hidup"
Meski sangat menginginkan kalau itu adalah nyata,namun Adeline tetap tertawa mengejek Karna tidak percaya."Kau pikir aku akan percaya pada mu begitu saja setelah apa yang kau dan istri baru mu itu lakukan pada ku selama ini!"
"Kau tidak punya alasan untuk mempertemukan ku dengan mama kandung ku,kau dan istri mu itu lebih suka melihat ku menderita seorang diri"
Pria di balik telepon itu terdengar menghela nafas berat,"Papa bersumpah Adeline,papa sudah tau kesalahan papa.Dan papa tidak ingin selalu membuat kesalahan pada mu"
"Sebenarnya papa, memberitahu mu hal ini karna...,papa tau sekarang kau seorang diri tanpa ada teman atau siapapun lagi,dan papa ingin kau ada yang menemani dan tidak selalu seorang diri"
"..."
"Papa ada mengambil fotonya,dan papa sudah mencari tau alamat rumah nya,papa akan segera kirim pada mu hari ini dan kau bisa membuktikan nya sendiri"
"Maaf,kami sudah menjadi orangtua yang gagal pada mu.Hanya itu yang bisa ku lakukan agar kau mempunyai sedikit kebahagiaan"
"Papa tau, selamanya perbuatan papa salah dan untuk itu papa ingin perlahan menebus nya"
Tut...
Saat panggilan tertutup, Adeline masih terdiam bak patung namun air matanya mengalir membasahi sedikit sarapannya.
"Mama masih hidup?,apakah ini artinya keputusan ku untuk bertahan sudah benar?"
"Mama"
***
Jangan lupa selalu dukung author ya dengan
LIKE
KOMEN
VOTE
Kasih rating
Terimakasih,satu like dan komen kalian adalah pacuan untuk author selalu semangat.
🙏🥺
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..