NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 SURAT DARI GARIS DEPAN

Dua bulan berlalu sejak kampanye militer utara dimulai. Berkat efisiensi rantai pasok yang dirancang oleh Anya, Pasukan Zirah Hitam Han berhasil menahan laju invasi Temur Khan di celah Pegunungan Helan. Sistem distribusi berantai milik Istana Phoenix terbukti bekerja dengan keunggulan mutlak; di saat pasukan berkuda Mongol-Khitan mulai mengalami kelaparan akibat taktik bumi hangus dan kegagalan mereka menjarah desa, para prajurit Han justru tetap mendapatkan pasokan makanan hangat dan amunisi segar setiap minggu tanpa pernah terlambat satu hari pun.

Namun, perang tetaplah perang. Di tengah ketegangan yang terus meningkat, sebuah pengantar pesan berkuda khusus dari garis depan tiba di Istana Phoenix pada larut malam. Pria itu membawa sebuah kotak besi kecil berperekat lilin kerajaan berwarna hitam—sebuah kode rahasia yang berarti isi kotak tersebut hanya ditujukan khusus untuk mata Permaisuri Xian, tanpa boleh melewati sensor dewan menteri luar.

Anya menerima kotak tersebut di ruang kerja pribadinya, menyuruh Kasim Wang dan seluruh dayang untuk keluar dan mengunci pintu rapat-rapat. Dengan tangan yang sedikit bergetar—sebuah kelemahan fisik yang jarang sekali diperlihatkannya di depan umum—Anya merusak segel lilin tersebut dan mengeluarkan selembar kain perkamen kulit domba yang berisi tulisan tangan kasar dengan guratan tinta hitam yang tebal dan tegas. Itu adalah tulisan tangan Kaisar Liang.

"Untuk Xian, wanita yang memegang belahan jiwaku di Istana Phoenix.

Malam ini, badai salju pertama telah turun di kaki Pegunungan Helan. Suhu di sini begitu dingin hingga sanggup membekukan ujung pedang dalam hitungan detik. Namun, setiap kali para prajuritku membuka ransum kering yang kau kirimkan dan merasakan kehangatan makanan tersebut, semangat tempur mereka kembali berkobar laksana api yang membakar padang rumput. Desain sistem distribusimu telah menyelamatkan nyawa puluhan ribu anak bangsa Han dari kematian akibat kelaparan. Para jenderal perangku kini menyebut namamu dengan rasa hormat yang setara dengan penghormatan mereka kepadaku.

Temur Khan mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Dia telah kehilangan lebih dari dua puluh ribu pasukan berkuda akibat hantaman meriam mesiu Jiangnan yang kau pasok ke lini depan. Dalam waktu tiga minggu ke depan, aku akan melancarkan serangan jepit terakhir untuk memotong jalur pelarian mereka kembali ke dataran tinggi Siberia kuno.

Xian... di tengah kegelapan malam parit perang yang dingin ini, saat aroma darah dan besi menyelimuti sekelilingku, satu-satunya hal yang menjaga akal sehatku tetap utuh adalah ingatan tentang aroma wangi kayu cendana di rambutmu dan kehangatan jemarimu saat kita berdiri bersama di dermaga Jiangnan. Menjadi seorang kaisar berarti aku harus memikul beban seluruh dunia di pundakku, namun berada di dekatmu membuatku menyadari bahwa aku juga hanyalah seorang pria biasa yang merindukan jalan pulang menuju wanita yang dicintainya.

Tunggu aku, Permaisuriku. Aku akan membawa kepala Temur Khan sebagai hadiah kemenangan untukmu, dan aku akan memastikan bahwa saat aku kembali nanti, tidak akan ada lagi jarak atau dinding politik yang bisa memisahkan kita berdua."

Anya membaca surat tersebut berulang kali, merasakan kehangatan yang luar biasa menjalar ke seluruh aliran darahnya, mengusir rasa dingin musim gugur yang menusuk ruangan. Air mata tipis yang hampir tidak pernah keluar sejak dia dikhianati di dunia modern perlahan menggenang di sudut mata indahnya, sebelum dia buru-buru menghapusnya dengan ujung lengan jubahnya.

“Pria bodoh ini... di tengah medan pertempuran yang mempertaruhkan nyawa, dia justru menulis surat cinta yang begitu emosional,” batin Anya, sebuah senyuman kebahagiaan yang sangat tulus terukir di wajah cantiknya. “Dia mengira dia sedang menanggung beban dunia sendirian, padahal dia tidak tahu bahwa aku di sini sedang mengendalikan seluruh roda finansial dunia kuno ini hanya untuk memastikan dia bisa menang dengan mudah. Baiklah, Liang... jika kau berjanji untuk kembali dengan selamat, maka aku di sini akan menyelesaikan bagian akhir dari papan catur kita: mengunci pergerakan finansial klan utara dari belakang meja kerjaku.”

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!