Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.
Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.
Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.
Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.
Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Laura keluar dari sebuah toko mainan dengan wajah sendu. Lagi dan lagi lamaran kerja laura di tolak.
“Tuhan... Kuatkan hamba..”
Laura memejamkan kedua matanya. Laura berharap dirinya tetap kuat dan tabah dalam menghadapi semua ujian hidupnya.
“Laura.”
Laura mengeryit saat mendengar suara yang sangat tidak asing baginya. Siapa lagi kalau bukan nana. Lebih tepatnya nanda.
Laura menolehkan kepalanya dan mendapati nana yang sudah ada di belakangnya. Laura berdecak kemudian melangkah berlalu meninggalkan nana yang entah sejak kapan sudah berada di belakangnya.
“Ra tunggu ra.. Aku minta maaf soal hari itu.. Aku tau aku salah..”
Laura terus saja melangkah menghindari nana yang terus mengejarnya. Nana memang terus menghubunginya tapi laura tidak pernah menjawab. Laura bahkan sering menonaktifkan ponselnya demi menghindar dari nana.
“Laura.”
Nana mencekal lengan laura membuat langkah laura berhenti.
“Aku tau aku salah.. Aku minta maaf..” Katanya.
Laura menelan ludahnya. Laura sangat tidak suka di hina. Padahal yang laura tau nana adalah orang baik namun ternyata justru nana yang secara tidak langsung menghinanya.
“Minta maaf untuk apa? Untuk ucapan kamu? Aku nggak papa kok. Aku juga sadar diri.”
Nana menghela napas. Beberapa hari ini nana tidak bisa tidur dengan nyenyak juga tidak bisa bekerja dengan fokus karna memikirkan laura yang tidak pernah mau mengangkat telpon darinya. Akibatnya nana sering menjatuhkan barang barang di cafe ariana sehingga harus menggantinya. Nana juga mendapat amukan dari manager cafe tersebut.
“Ra.. Kamu jangan gini dong.. Aku minta maaf.. Aku menyesal mengatakan itu..”
Dengan posisi masih memunggungi nana laura menghela napas. Nana adalah teman baiknya. Nana juga sering membantunya.
“Ra.. Aku mohon.. Maafin aku..”
Nana memohon pada laura. Nana tidak mau laura mendiamkanya terlalu lama. Karna nana akan terus merasa sangat bersalah jika laura terus marah padanya.
“Ra..”
“Oke.. Aku maafin kamu. Sekarang lepasin tangan aku. Aku mau pulang. Tuan marfel sudah menungguku.”
Nana berlahan melepaskan cekalanya di lengan laura.
“Jadi bener tuan marfel suami kamu?” Tanya nana pelan.
Laura terdiam sesaat. Entah apa yang harus laura katakan pada nana. Karna pada kenyataanya marfel memang adalah suami sahnya baik menurut agama maupun negara.
“Ceritanya panjang na..”
Laura menundukan kepalanya. Laura sendiri tidak tau harus bagaimana menjelaskan asal muasal dirinya harus menikah dengan marfel.
“Sepanjang apapun itu aku siap mendengarkan laura. Aku akan selalu ada dan mendengarkan semua keluh kesah kamu.. Ya.. Mungkin aku bisa bantu kamu..”
Laura tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Laura tidak ingin lagi berhutang budi pada siapapun. Termasuk nana.
“Makasih yah.. Tapi aku rasa nggak perlu lagi. Aku bisa lakukan semuanya sendiri.”
Nana menggeleng tidak percaya.
“Jangan begitu ra.. Kamu masih anggep aku temen kan?”
“Jangan bercanda. Kamu tentu saja tetap teman aku. Kamu teman yang paling baik yang pernah aku kenal. Yah.. Meskipun kamu udah ngehina aku..”
“Aku sangat menyesal laura.” Lirih nana.
Laura tertawa pelan. Sebenarnya laura juga terlalu berlebihan. Tapi omongan nana benar benar langsung mengena di hati laura saat itu.
“Sudah nggak papa.. Kan udah di maafin..”
Nana mengangguk dengan senyuman tipisnya.
“Oya kamu ngapain disini?”
“Ini aku abis coba ngelamar kerjaan disini. Tapi ternyata malah udah ada karyawan barunya..” Senyum laura sambil menundukan kepalanya.
“Permisi mbak, mas..”
Tepat saat itu seorang karyawati dari toko tersebut keluar dan mencopot kertas berisi pengumuman bahwa toko mainan tersebut sedang membutuhkan karyawan.
Laura dan nana langsung menyingkir. Dengan sangat berat laura kemudian berbalik dan melangkah menjauh dari toko mainan itu yang tentunya langsung di kejar oleh nana.
“Mau aku temenin cari kerjaan nggak?” Tanya nana mensejajari langkah laura.
Laura menoleh dan mengangkat sebelah alisnya menatap nana.
“Kamu mau nemenin aku cari kerjaan? Memangnya kamu nggak kerja?”
Nana tersenyum.
“Untuk kamu apa sih yang enggak..”
Laura tertawa. Nana memang terkadang suka lebay dan berlebihan. Tidak jarang laura bahkan sampai mengira nana mempunyai perasaan padanya.
“Oh iya na.. Waktu itu memangnya apa sih yang mau kamu omongin sama aku? Kamu bilang nggak bisa lewat telpon. Memangnya penting banget yah?”
Senyuman di bibir nana langsung pudar mendengar pertanyaan laura. Saat itu nana ingin mengungkapkan perasaanya. Namun setelah tau laura sudah menjadi istri marfel nana menjadi ragu. Nana berpikir dirinya sudah terlambat dan tidak punya lagi kesempatan. Apa lagi melihat bagaimana kayanya marfel yang pasti akan bisa melakukan apa saja dengan uangnya.
“Na.. Kok diem sih?”
Nana langsung tersadar dari lamunanya. Nana kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Nggak terlalu penting sih sebenarnya ra.. Aku cuma mau nanya kamu udah punya kerjaan baru atau belum.. Aku sengaja nyuruh kamu datang biar bisa ngobrol ngobrol sama kamu..” Kilah nana beralasan.
Laura berdecak.
“Hhh.. Kirain mau ngomongin apa. Aku sampai debat dulu tau nggak sama tuan marfel. Dia tuh ngotot banget mau ikut..”
Nana tersenyum. Nana merasakan patah di hatinya. Gadis yang selama ini diam diam nana cintai sudah menjadi milik orang lain. Tidak tanggung tanggung laura bahkan langsung menjadi istri dari seorang pengusaha sukses.
“Eemm.. Ra maaf nih sebelumnya, kamu jangan marah yah.. Kamu kan udah nikah sama tuan marfel, untuk apa kamu cari kerjaan lagi. Dan juga kenapa kamu masih memanggil dengan embel embel tuan?”
Laura terdiam sesaat. Nana mungkin bertanya tanya bagaimana asal muasal laura bisa menikah dengan suami dari pemilik cafe tempat laura dulu bekerja.
“Aku nggak tau na.. Semuanya terjadi begitu saja. Tapi yang pasti aku lakukan semua itu demi orang orang yang aku sayang.” Senyum laura tidak ingin mengatakan apapun pada nana.
Nana menganggukan kepalanya. Nana menghargai jika memang laura belum siap bercerita apapun padanya.
“Oke.. Tapi ra kamu harus tau yah.. Apapun masalah yang sedang kamu hadapi sekarang ataupun nanti aku akan selalu ada buat bantu kamu..”
Laura tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. Nana selalu teman terbaik di matanya.
“Iya tenang aja. Kalau nanti aku ada masalah kamu orang pertama yang aku cari na. Kamu juga orang pertama yang bakal aku tuntut buat bantu aku.” Katanya.
Nana tertawa kemudian mengusap usap puncak kepala laura membuat kunciran rapi gadis itu menjadi sedikit berantakan.
“Iihh.. Nana jadi berantakan tau..” Kesal laura mengerucutkan bibirnya sambil menepis tangan nana yang malah tertawa melihat ekspresi laura yang menurutnya lucu.
Dari dalam mobil tanpa laura dan nana sadari marfel sedang memperhatikanya. Marfel mengepalkan tanganya merasa kesal melihat laura yang tertawa bersama nana.
“Tuan apa perlu saya turun dan memanggil nyonya laura kesini?” Tanya joshua.
“Tidak perlu. Kita pulang saja.”
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.