NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Lu yakin Tar mu cerai sama Mas Arka?" tanya Ulan yang tiba-tiba masuk setelah kedua orang tua mereka keluar.

Mentari menatap Ulan yang tiba-tiba masuk ke kamarnya, "Lu udah sembuh Kao?" Mentari tidak menjawab pertanyaan Ulan karena ia 0un kaget dengan kedatangan Ulan, bahkan ia tidak tahu kalau Ulan sudah kembali ke rumah, "Kapan lu balik?" Mentari malah balik bertanya kepada Ulan.

"Pagi tadi," jawab Ulan, ia menutup pintu kamar Mentari dan duduk di sisi ranjang, di mana Mentari juga duduk bersila di atas ranjang.

"O....." Mentari mengangguk, karena ia memang tidak tahu akan kepulangan Ulan dari rumah sakit.

"Lu ada masalah sama Arka?" tanya Ulan sambil menatap Tari dengan serius.

"Iya, gw kesel banget tau Kak....." jawab Mentari sambil mengingat wajah Arka yang menyebalkan itu

Ulan diam dan ia menatap wajah Mentari dengan cukup lama, ia menimbang-nimbang apa yang akan ia katakan, "Kenapa?" tanya Ulan.

"Gw nggak siap banget nikah muda Kak, dan ini semua gara-gara lu!" Mentari malah kesal melihat wajah Ulan di hadapannya.

"Maaf....." kata Ulan menatap Mentari dengan rasa bersalah, "Apa yang kamu mau sekarang, untuk menebus kedalam aku?" tanya Rembulan dengan serius karena ia memang membutuhkan maaf dari Mentari.

Mentari menatap Ulan dengan serius, ia merasa memiliki ide yang cukup baik, "Gw mau pisah sama Kak Arka, bantuin gw dong Kak, buat Kak Arka bisa balikan lagi sama lo!" jawab Mentari yang mulai mengutarakan pendapatnya.

Ulan sejenak menarik nafas, "Lu yakin Tar?" Rembulan bukan tidak ingin bisa bersatu dengan Arka, namun kini keadaannya memang sudah berbeda.

"Lu nggak mau Kak?" Mentari dapat melihat wajah Rembulan yang terlihat ragu dan itu membuatnya kesal, "Kalau lu nggak ikhlas nolong gw kagak usah!" Mentari memutar bola matanya dengan jenuh.

"Ok.....gw setuju, tapi lu yakin nggak Tar?" tanya Rembulan yang juga ingin Mentari serius dengan kata-kata nya.

"Yakin Kak," Mentari mengangguk dengan cepat dan ia sangat setuju dengan yang di katakan oleh Ulan, ia tersenyum bahagia karena bisa menemukan cara untuk pergi dari hidup Arka.

"Makasih ya Tar, lu udah baik banget....bahkan lu mau balikin Arka ke gw," Rembulan terharu dan ia langsung memeluk Mentari dengan erat.

"Kan Kak Arka emang seharusnya nikah sama ku Kak," jelas Mentari yang merasa tidak memiliki rasa pada Arka, apa lagi kini ia harus menikah

"Ok....kalau gitu lu udah siap buat bantuin gw buat balikan sama Arka??" tanya Rembulan dengan penuh bahagia.

"Siap Kak!" Mentari lagi-lagi mengangguk dengan penuh keyakinan.

Setelah itu keduanya mulai berbincang tentang rencana yang akan mereka lakukan, keduanya terlihat begitu antusias dalam rencana-rencana tersebut hingga sesekali Rembulan tertawa karena bahagia.

"Ok....Tar gw harap lu nggak berubah dengan kata-kata lu tadi," kata Rembulan setelah keduanya selesai berbincang.

"Kagak! Lu bawa aja tuh si Arka gw mah ogah....." ketus Mentari.

"Ok....." Rembulan tersenyum dan ia mulai keluar dari kamar Mentari sebelum ada yang melihat, sebab ia tidak mau ada yang curiga dengan apa yang akan mereka lakukan kedepannya.

Malam harinya Arka hanya duduk diam di ruang kerjanya, hingga Linda masuk dan menghampirinya.

"Arka kamu belum makan Nak," kata Linda dengan penuh kelembutan.

Arka menatap Linda dan ia baru sadar jika Linda ada di ruangannya, "Arka belum lapar Mi," jawab Arka dengan wajah yang tidak bergairah sedikit pun.

"Arka....kalau ada masalah itu sebaiknya di selesaikan dengan baik, dan dengan cepat....ayo sekarang kamu jemput Mentari ke rumah mertua mu," perintah Linda yang ingin Arka menjemput Mentari.

Arka diam dan ia terlihat tidak perduli pada apa yang di pinta oleh Linda, ia bahkan lebih memilih menyelesaikan semua pekerjaannya dari pada menemui Mentari.

"Arka......" Linda menggelengkan kepalanya karena ia tahu Arka tidak perduli, "Kamu itu gimana sih......udah di sekolah tinggi-tinggi tapi nggak ada dewasanya!" kesal Linda.

"Ada apa ini?!" tanya Anggara yang baru saja masuk ke ruangan Arka, tadinya ia tidak ingin masuk ke ruangan itu. Tapi karena ia mencari istri nya dan kata Art Linda di sana maka dari itu Anggara menyusul ke sana, namun ia malah mendengar jika Arka dan Mentari tengah bertengkar.

Linda menatap Anggara, "Ini lho Pi, Arka sama Tari bertengkar....dan sekarang Tari pulang ke rumah jeng Ranti," kelas Linda agar suaminya tahu.

"Ya udah Mi, itu urusan rumah tangga mereka, sebaiknya kita tidak ikut campur," kata Anggara yang tidak ingin tahu urusan rumah tangga putranya.

"Tapi Pi, Arka ini udah keterlaluan.....Mami nggak mau mereka pisah, karena tadi Tari udah bilang dia mau pisah sama Arka," kata Linda dengan wajah kesal karena Anggara terlihat tidak perduli.

"Apa benar begitu Arka?" Awalnya Anggara memang tidak perduli, tapi karena Linda mengatakan hal cerai ia mulai ingin tahu dan Anggara pun sama ia tidak ingin ada perceraian.

"Em....." Arka bersandar di kursinya sambil mengangguk, dan ia membenarkan apa yang di katakan oleh Linda.

"Kenapa?" tanya Anggara dengan serius.

"Karena dia tidak bisa di atur, dan dia mau hidup bebas!" jawab Arka dengan jelas.

"Apa kau mau menceraikannya?"

Arka diam tanpa menjawab pertanyaan Anggara, ia memang kesal pada Mentari namun ia pun tidak tahu masalah permintaan Mentari yang ingin bercerai.

"Arka apa kau mendengar Papa?!" tanya Anggara lagi, karena Arka hanya diam saja.

"Dia itu memang terlalu kekanak-kanakan, usianya sudah 17 tahun, sudah akan lulus SMA, tapi dia tidak bisa mencoba menjadi istri yang baik," jawab Arka karena ia tidak ingin di salahkan.

"Arka kamu tidak bisa menyalahkan Mentari, dia itu memang masih anak-anak.....pahami sedikit saja Arka, dia itu pengganti dan memang tingkahnya sangat jauh dari kata dewasa dan kamu yang sudah dewasa yang seharunya mengarahkan mentari agar lebih baik, jika nanti dia sudah berumah tangga bertahun-tahun dengan mu dan dia melakukan kesalahan kamu baru memarahinya, Papi kecewa sama kamu!" Anggara menasehati Arka dengan begitu jelas dan ia pun kecewa pada Arka yang tidak bisa membimbing istrinya.

"Entah lah Pi," Arka menunduk dan terlihat begitu, pusing.

"Kamu jemput Mentari sekarang!"

"Biarkan saja Pi, nanti kalau dia mau pulang dia akan pulang sendiri," jawab Arka dengan asal.

"Arka kamu jangan kurang ajar ya! Jemput Mentari sekarang!" titah Anggara tanpa ingin di bantah.

Arka bangun dari duduk nya,dan ia melangkah menuju pintu.

"Arka Mami ikut ya, Papi juga harus ikut!" Linda menarik lengan Anggara.

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!