NovelToon NovelToon
SULUNG

SULUNG

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:711k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lel

"Ketika aku diberikan amanah oleh ayahku untuk melindungi ibu dan adikku, di saat itulah aku menomorsatukan kebahagiaan mereka. Termasuk melepas segala rasa yang disebut cinta." Nadya Ayu Attalita.


"Kita berdua adalah anak sulung yang rela berkorban untuk keluarga, tapi aku mohon sekali saja aku egois untuk memilikimu." Alan Presdio Wiratama.


Mungkinkah Alan dan Nadya menyatukan cinta di atas kepentingan keluarga? Atau mereka memilih berpisah demi kebahagiaan keluarga mereka?

Semoga tidak terbawa emosi hingga menangis Bombay....selamat membaca di karya keduaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERSAMA SAHABAT

Nadya sudah tidak canggung lagi bila semobil dengan Alan, meskipun ia harus mengontrol emosi dan degup jantung yang terus berdebar di dekat Alan. Pemuda tampan yang masih terlihat rapi dengan kemeja kerjanya yang dia lipat hingga ke siku, membuat Nadya ingin sekai berlama-lama menatapnya. Pemandangan yang tak boleh dilewatkan. Gadis itu mencuri pandang pada sosok yang sedang fokus mengemudi.

"Kenapa sih ngelihatin kayak gitu?" Alan menoleh ke arah Nadya sekilas, heran saja. Gadis pemalu itu biasanya akan menatap jendela, menikmati hiruk pikuk jalan raya Kota Jakarta, tapi lihatlah sekarang, seolah matanya punya penyangga agar tidak berkedip ketika melihat bos gantengnya itu.

"Ganteng banget sih kamu!" pujinya kemudian, spontan saja Alan terkekeh, pemuda itu lalu mengusap kepala Nadya yang dilapisi hijab pashminanya.

"Sejak kapan kamu jago gombal gini, Hem?"

"Dih...gombal katanya. Aku tuh muji tahu."

"Ya tapi gak segitunya kali kalau ngelihat ampe Iler netes tuh." Goda Alan jahil hingga Nadya reflek memukul lengan Alan.

"Mana ada Iler Iler."

"I love you!" cicit Alan dengan menatap sayang pada Nadya, dalam benaknya pernah punya kebaikan apa hingga dia bisa jatuh cinta pada gadis sholeha, baik, ramah dan pekerja keras.

Hem...kalau lagi jatuh cinta saja muji terosss, tapi kalau sudah dinikahi dan punya anak ke sandung dikit aja, boro-boro ditanya kamu gak pa-pa, justru dimaki duh...kamu malu-maluin aja deh. Yah begitulah para laki-laki bila sedang tebar pesona.

"Janga terlalu sering bilang i love you ah!" protes Nadya dengan cemberut, tuh kan Nadya beda dengan gadis lain. Cewek pada umumnya bakal melting bila diucapkan i love you, tapi Nadya? menolak sodara.

"Kenapa?"

"Nanti saat jadi istri kamu, ketika kamu bilang i love you gak spesial lagi."

"Ya makanya ayo nikah."

"Aku juga ingin kayak gitu, jujur kalau berdua sama kamu gini takut gak bisa nahan diri." Ucap Nadya lirih, bahkan sempat menghembuskan nafas berat.

"Kamu nahan apa memang?" goda Alan dengan senyum jahilnya.

Nadya memukul lengan Alan pelan, "Gak usah mikir jorok, aku tuh gak biasa semobil dengan cowok gini, Mas. Takut. Apalagi yang bawa aku gantengnya gak ketulungan."

"Cieeeeeee....yang pinter gombal."

"Cie....yang suka digombalin." Balas Nadya dengan senyum mengejek. Namun itulah yang membuat Alan tersenyum, Nadya cukup menggemaskan.

Hampir setengah jam berkendara dengan segala kemacetan pulang kantor, Nadya dan Alan tiba di Cafe Cokelat & me, katanya sih ini cafe miliki sahabatnya. Malam ini adalah pembukaan Cafe tersebut. Pantas saja, Alan sengaja mengajaknya pulang bareng, dia gak mau terlihat jomblo di acara banyak orang seperti ini.

"Yah...Mas, tahu gitu mandi dulu di kantor, masa' kita kucel pakai baju orang kerja ke acara gini sih."

"Gak pa-pa, yuk. Gak lama juga kok hanya say hello habis itu pulang. Udah mepet waktu Maghrib gak baik di jalan juga."

Nadya tersenyum, ia pun mengangguk juga. Bersanding dengan Alan, berjalan beriringan tak pernah ia bayangkan. Pertama kali menjalin hubungan dengan lawan jenis malah dengan bosnya. Selama ini bukan tak ada lelaki yang memintanya, namun ia urung juga menerimanya. Dengan Alan pun, di awal ia menolak. Namun hati mudah sekali berubah, terlebih pesona dan sikap Alan, begitu perhatian, perempuan mana yang tak jatuh hati.

"Wihhhh......pak bos bawa gandengan baru nih!" Ledek Bagas, pemilik Cafe. Ia langsung memeluk Alan sambil menepuk punggung bos ganteng itu, Nadya hanya menyunggingkan senyum ketika Bagas menatapnya. "Kenalin, sohib Alan." Memang dia teman SMA Alan, tapi sayang saat reuni dulu tidak hadir karena harus keluar kota.

"Nadya!" ucap Nadya sembari menyambut uluran tangan Bagas.

"Ini sahabatku yang paling playboy sayang."

"Enak aja!" protes Bagas sambil tertawa ngebas. "Jadi kapan nih undangannya?" Bagas tahu cerita Alan-Amanda, jadi kalau dia sudah berani membawa perempuan selain Amanda berarti perempuan itu spesial, dan yakin sekali Alan pasti serius.

"Yang ditanya tuh kapan undangannya."

"Undangan apa nih?" Nadya mencoba membaur dengan teman Alan, dia harus belajar mulai sekarang, adaptasi dengan dunia Alan.

"Undangan sunatnya Alan." Sambar Rilo yang tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Bagas, tak lupa sambil menonjok lengan sang pemilik Cafe.

"Raja Playboy datang, apa kabar?"

"Tetap gantenglah."

"Lah Pe'a juga nih anak, ditanya apa jawabnya apa." Protes Bagas. Mereka pun kembali terlibat obrolan, ternyata teman SMA Alan gesrek semua. Nadya sampai beberapa kali menahan rasa malunya lantaran ocehan Rilo yang kelewat vulgar. Yassalam, asisten lucknut memang. Berani sekali memojokkan Alan hingga bos ganteng itu tak berkutik, bahkan Alan juga menutup telingan Nadya gara-gara ocehan Rilo. Kurang ajar.

"Pokoknya, Nad. Kalau kamu nikah sama bos mesum itu siap-siap aja." Cetus Rilo yang langsung mendapat lemparan tisu dari Alan.

"Gak usah dengerin, Yang. Cuekkin aja." Pinta Alan dengan nada kesal, hal itu malah membuat Bagas dan Rilo tertawa ngakak.

"Orang pendiam itu garang Lo, Nad!" Bagas malah mengompori. Gesrek semua petang ini, kesambet Wewe gombel senja kali ini kayaknya. Obrolan absurd.

"Heleh....Lo yang gak pendiam aja udah habis cewek model apa aja." Ejek Alan. Bangga sudah bisa membuka aib sohib gesreknya di depan Nadya.

"Astaghfirullah!" Nadya, Rilo dan Bagas kompak beristighfar, meskipun istighfarnya beda kondisi. Nadya istighfar Karena tak menyangka Rilo dan Bagas seorang cassanova, sedangkan kedua cowok playboy itu beristighfar karena Alan sudah membuka kepribadian para playboy.

"Bos kira-kira dong, omongannya suka bener deh!" Rilo pura-pura tersinggung namun tertawa juga.

"Wah...udah nyicil sama Mbak dokter dong ya!" Nadya menimpali, berniat memojokkan Rilo sebenarnya.

"Hemmm gak hanya nyicil, tukar tambah sering nih bocah." Sahut Bagas dengan mencibir.

"Sembarangan." Tak terima sepertinya Rilo dibilang nyicil dengan Vika, meski kenyataannya dengan Bu dokter, gaya pacaran mereka kelewat batas juga.

Tepat setelah adzan Maghrib berkumandang, Nadya meminta sholat di dalam cafe saja, dan yang membuat terharu Alan mengajaknya sholat berjamaah.

"Pasangan Sholeh Sholeha." Cetus Rilo saat keduanya pamit untuk sholat terlebih dulu.

"Emang pacaran ala mereka gimana?" tanya

Bagas yang penasaran. Alan si lempeng tapi Bagas yakin ada sesi mesumnya sedangkan Nadya terlihat sekali gadis baik-baik.

"Kebanyakan cuma chat an doang. Kalau ngapel biasanya Alan yang ke rumah!" jelas Rilo sambil menghisap rokoknya.

"Bisa ya pacaran cuma gitu doang?" Bagas masih tak percaya dengan pacaran versi Alan-Nadya. Zaman sekarang loh. Bisa tahan juga dekat dengan cewek cantik.

"Ya bisalah. Bukannya Lo juga gitu?" Ejek Rilo, sedangkan Bagas hanya tertawa ngakak, gaya pacarannya sejak SMP saja sudah ada skinship, yang benar saja Bagas punya gaya pacaran yang lempeng seperti Alan, itu tidak mungkin Juneeeeddd.

1
Sayuri
nove ll k 2 yg q bca. izin mmpir tor
Lel: monggo kakak
total 1 replies
Arini Zain
semangat pak Alan.
ganbate
Arini Zain
koq q yg jdi baper ya thor heheheee
Lel: 🤣🤣🤣🤣 baper ya
total 1 replies
Vivi Zenidar
kenapa ga ibu nya aja yg.......
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Vivi Zenidar
Aamiin
aksari
selalu suka ceritanya 👍👍
Sri Ariyanti
tq thor udah mempersatukan Nadya n Alan
Sri Ariyanti
cuma bisa 😭😭😭.jangan bikin hati readers terhura apa thor
Lel: selamat menangis bombay
total 1 replies
Sri Ariyanti
Aamiin. Semoga segera qobul ya pak Alan do'anya
Sri Ariyanti
tuh kan thor dengerin kata hati nadya, dia tetep maunya sama Alan.
reader juga maunya juga gitu.
Lel: siaaappp
total 1 replies
pipi gemoy
👍🏼🌹
pipi gemoy
🌹
Ari Sawitri
iya kebangetan si Alan .. kok ya bs malah nongkrong Ama temen istri lagi hamil dibiarkan plg sendiri 🤨😏
Lel: lagi tantrum bu
total 1 replies
pipi gemoy
🌹
Santi Rizal
Kuno banget ibumu Nadya
Santi Rizal
gregetan banget sama si ibu
Santi Rizal
kasian hubungan Alan sama Nadya harus menggantung
Santi Rizal
di keluarga suamiku boleh tuh adik kakak saling menikah.. adik sama adik.. kakak sama kakak nya
Lel: beda adat kak, kalau di daerahku lebih baik dihindari ..rumah tangga kakak yang apes. wallahu alam juga
total 1 replies
Santi Rizal
duh gitu amat sih kasian Alan dan Nadya
Santi Rizal
nyesek banget ya nad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!