NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Mas Paijo

Terjerat Cinta Mas Paijo

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:491.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rifa Mukherjee

Ini adalah kisah seorang pria bernama Ahmad Ranvir Al Ghazali. Anak tunggal seorang Kepala Desa sekaligus tuan tanah ini di beri nama alias, sebut saja Paijo. Bukan tanpa alasan, melainkan sering sakit-sakitan saat usianya baru menginjak satu tahun. Mungkin tidak kuat di beri nama sebagus itu, jadi mau tidak mau orang tuanya memberikan nama kecil itu.

Saat usianya menginjak dua puluh lima tahun Ayahnya bersikeras menjodohkannya dengan seorang gadis cantik anak dari pemilik Toko Emas Terbesar di Kabupaten Kendal.

"Apa menikah? Dengan gadis itu? Aku bahkan sudah melihatnya sejak dia masih kecil dan ingusan. Dia sangat manja dan cerewet. Demi tanah Ayah luasnya dari ujung Barat ke Timur. Aku menolak perjodohan ini!"

😤😤😤😤

"Apa menikah? Dengan Paijo? Apa tidak ada pria lain yang lebih tampan dan punya nama keren daripada dia. Aku TIDAK MAU!!!

"Heh, aku memang tidak tampan, tapi aku Paijo adalah pria yang berkharismatik! CATAT!

Selanjutnya, kita simak perjalanan mereka. Akankah mereka berjodoh???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32: Di Kebun Binatang

"Aku ga mau Jo, malu ih mending pulang aja."

Paijo menghela nafas, harus banyak mengalah kalau sama cewek mokongan macam Saraswati."

"Ya udah ayok cari baju sama sandal,"

"Beli Jo, cari ga ada yang ngebuang,"

"Iya-iya beli..."

Rempong sekali pikir Paijo, toh hanya ke kebun binatang di sana pasti juga bau binatang. Bau badan Saras mana mungkin tercium. Setelah muter-muter di dalam toko pakaian, akhirnya Saraswati memilih dress selutut bermotif bunga-bunga kecil dengan outfitnya berupa jaket jeans crop. Paijo hanya mengangguk dan mengulurkan sejumlah uang pada petugas kasir.

Dari toko baju, mereka pindah ke toko sepatu. Untung saja tak jauh dari sana banyak toko berjejeran. Saras meringis bahagia ketika Paijo mengiyakan pilihannya, mendapatkan sepasang flatshoes yang menurutnya sangat lucu menggemaskan, namun harganya cukup mengelus dada.

"Sudah semua? habis ini apalagi?"

"Mandi, aku mau mandi dulu sebelum masuk."

"Hemmm... berarti ini kita beli seperangkat alat mandi dulu di Alpa?" Saras mengangguk, dalam hati dia memuji Paijo yang cerdas. Bisa membaca arah pikirannya.

Setelah memberikan semua yang Saras butuhkan, Paijo masih di buat menunggu hampir setengah jam di depan toilet. Saras mandi, Paijo baru tahu jika wanita membutuhkan waktu yang lama hanya sekedar untuk mandi. Hatinya begitu lega saat pintu terbuka. Saras muncul dengan tampilan yang menyejukkan mata. Tidak rugi Paijo membelikan ini dan itu tadi.

"Jo, kita ke tempat parkir dulu ya, mau naruh ini di mobil." Padahal selangkah dari mereka pintu masuk Batu Secret zoo berada. Tiket pun sudah di beli.

"Parkiran jauh, buang ajalah. Repot banget."

"Ish, sembarangan. Ini baju bekas aku pakai. Ntar kalau di temu orang terus dibuat media guna-guna gimana?"

"Kamu mau aku di guna-guna orang?"

"Ngada-ngada. Orang gila aja males ngambil baju bekas."

"Siapa bilang?" elak Saras lagi. "Sarung Abah di jemuran pernah ilang, tau-tau di pakai orang gila keliling kampung."

"Buktinya lebih banyak orang gila yang memilih telanjang dari pada pakai baju."

Giliran Saras yang keki. "Daripada kita terus berdebat membuang waktu. Kita jalan dari tadi sudah sampai Jo."

"awas saja nanti kalau sambat capek. Bawa sini, titipin sama petugas di pintu masuk aja."

Saras setuju. "Hla itu baru bener Jo. Ayok kita masuk. Let's go!" Berhubung datang kesini juga pertama kali bagi Saras. Dia merasa bersemangat, apalagi baru mandi dan pakai baju baru.

Batu Secret Zoo adalah kebun binatang modern terbesar di Asia. Berdiri di lahan seluas empat belas hektar dan masih termasuk dalam bagian Jatim Park 2, terdapat lebih dari 300 spesies hewan di belahan dunia berada di sini. Begitu masuk mereka sudah di suguhi arsitektur kebun binatang modern yang begitu memanjakan mata. Patung Jerapah dengan leher menjulang tinggi menyambut mereka.

Jembatan besi melintang di sepanjang lorong, pohon-pohon rindang dan tanaman palem yang berdaun lebar dan lebat berada di sisi kanan. Di sisi kiri, dinding buatan yang mirip bebatuan menjadi background khas dari BSZ. Begitu masuk mereka merasa sedang berada di Jurassic Park, meski tidak ada dinosaurus. Kebun binatang ini memang amazing.

Mereka melewati kandang jeruji besi berisi hewan-hewan reptil seperti ular, buaya, komodo, kura-kura, dan penyu.

"Wah kalau kadal sudah biasa lihat ya Jo. Kalau itu apa Jo? Mirip kadal tapi sedikit berbeda."

"Di baca aja, itu ada papan informasi."

"Kalau datang ke tempat edukasi begini, biasakan membaca. Jangan cuman foto-foto."

"Tiketnya lumayan mahal, jadi lumayan juga kalau dapet ilmu." Saras mencibir tapi menurut.

"Di sini tertulis 'tuatara' hewan endemik dari Selandia baru. Ordo Rhynchocaphalia." "Berkembang biak dari 200 juta tahun yang lalu,"

"Pantas namanya tua, sudah benar-benar tua kalau 200 tahun yang lalu, iya 'kan Jo?"

"Hmm..." Jawaban yang menjengkelkan. Padahal Saras sedang berusaha melucu.

Mereka menyusuri jembatan besi yang berkelok-kelok. Saat melewati kandang beruk, bau pesing tercium menyengat. "Ah dasar beruk, pipis sembarangan mesti ini."

"Bau ya Jo?" tanya Saras dengan tangan memetot hidungnya sendiri. Si beruk nampak cuek lompat sana sini.

"Namanya juga kebun bintang, jelas bau kotoran binatang. Kalau bau roti boy itu berarti kita sedang ngemall."

Wah dari tadi rasa-rasanya Paijo menyebalkan. Ga bisa apa sedikit aja romantis. Jalan gandengan tangan gitu, misalkan.

Sebenarnya Paijo tidak berniat menyebalkan seperti itu. Paijo hanya sedikit gugup dan bingung. Bagaimana caranya mengungkapkan perasaan. Apa dia harus berjoget-joget dulu, baru berlutut dengan mempersembahkan sekuntum bunga mawar? dari mana bunganya, dia sama sekali tidak menyiapkan apa-apa.

Paijo terbengong, aungan harimau Sumatera mengagetkannya. Ternyata tidak sadar mereka sudah berdiri di depan kandang harimau. Beruntung kandang itu terbuat dari kaca tebal. Kalau hanya berbentuk jeruji mungkin Paijo sudah tidak sadar memasukan tangannya sendiri untuk santap siang sang harimau. Mengerikan, makannya fokus Jo!

Mereka kembali menjelajah, memasuki sebuah goa buatan dengan cahaya yang minim. Lampu hias berwarna-warni tertempel di dinding. Ternyata mereka sedang berada di Zona aquarium. Ikan berwarna-warni dengan ukuran yang bermacam-macam berenang menghiasi tabung-tabung kaca berisi air. Di dalam sini, suasana nampak lebih tenang dan lengang.

Apa aku katakan saja sekarang?

"Sar---" baru akan memanggil nama Saras tubuh Paijo sudah bergetar. Dredeg nyaris drodok.

Saras langsung menoleh, padahal tadi dia terlihat fokus mengamati ikan-ikan kecil yang berenang tanpa henti. Hingga pikiran Saras bertanya-tanya bagaimana cara ikan tidur? merem atau melek? tapi sebelah mana matanya, kecil sekali tidak terlihat.

Mendapat tatapan Saras yang begitu memukau, mulut Paijo kaku. "Eh... itu-- aku haus."

"Oh... aku kira ada apa. Nanti beli minum kalau sudah di luar."

Setelah berfoto-foto beberapa kali di depan aquarium. Mereka berjalan lagi. Saras menekuni foto-foto hasil jepretan Paijo. Dia mengomel karena ternyata semua hasil fotonya jelek, ada yang blur, ada yang gelap karena kurangnya pencahayaan. Tidak ada satu foto pun yang bagus.

"Ah, kamu ya Jo. Mestinya tadi kamu atur dulu, pakai flash kalau gelap."

"Percuma tadi aku gaya-gaya, senyum tak buat semanis-manisnya, ternyata ga ada yang bagus."

"Wah ini malah parah banget. Masak iya aku kelihatan giginya doang."

"Paijo-Paijo," Saras sebal sampai menghentakkan kakinya sesekali. Untung dewa bumi tidak muncul. Coba kalau Sun go kong yang menghentakkan kaki pasti dewa bumi kelabakan langsung muncul sambil megang kepala, pusing.

Paijo merasa bersalah tapi tidak mau di salahkan sepenuhnya. "Sudah tahu di dalam gelap. Lagipula hp juga tidak support."

"Heleh... makanya beli hp yang baru. Yang kameranya expert jadi bagus buat foto."

Paijo mengalah, "iya besok beli, udah jangan marah-marah terus, cuma fotonya yang jelek, yang penting orangnya cantik..."

Saras melongo, "Ini Paijo? aku ga sedang di gombalin 'kan?"

Asem, baru pemanasan udah langsung di buat down. "Ahh, sudahlah. Ayo beli es krim saja,"

Paijo ngacir menutupi kegelisahan hatinya.

"Jo kalau haus beli air putih aja!" teriakan Saras tak di dengarkan. "yang ada tambah haus kalau makan es krim, huh dasar Paijo." gumam gadis yang belum sadar diri, jika ada jejaka yang gugupnya setengah hidup gara-gara dia.

Keluar dari zona aquarium, di tengah perjalanan mereka menemukan food court dengan tema alam terbuka. Paijo mengantri untuk membeli dua cup es krim dan kentang goreng. Setelah berhasil mendapatkan makanan untuk mengganjal perut, mereka berdua duduk di bawah pohon tak jauh dari sana.

"Saras,"

"Hmm...?"

"A--aku su-ka,..." Paijo terbata, mulutnya benar-benar kaku. Tenggorokan terasa semakin kering. Saras merasa heran. Dari tadi Paijo aneh.

"Suka es krim?"

"Sama, aku juga suka" jelas Saras cepat.

Paijo menggeleng, "bukan! a--ku suka...ka-"

Uuuuukkk....uuukkk....uuukkkk...uukkk...UK...

UKk...UUKK...UUUkkkk....!!!!

Suara siamang bersahut-sahutan memekikkan telinga. Menarik perhatian siapa saja yang berada di dekat sana. Hewan primata itu ternyata sedang akrobatik, dengan lengannya yang panjang dia sangat lincah bergelantungan, kantung tenggorokannya otomatis mengembang saat dia bersuara. Suaranya yang khas, membuyarkan konsentrasi Paijo. "Dasar monyet!"

Saras yang terlihat takjub melihat siamang dari kejauhan sontak menoleh. "Hah, apa?"

"Eh...itu monyet berisik!" elak Paijo. Padahal dia benci gara-gara gagal lagi mengungkapkan perasaan.

.

.

.

.

.

like, komen, vote, buat Paijo biar lancar update 🙊🙊🙊🙊

1
zeus
Laah.. Kok sdh tamat
zeus
Emg riilnya gitu sich.. Susah klo watek(Bukannya g Bisa)
Kenyataanya di sekitar kita emg gitu, org klo sdh bebal y susah berubah...
zeus
Kok bagong ya sirik...
Punya camry nyinyir punya motor butut Dia ribut...
Syaitonirrojim emg..
zeus
Paijo anak kandung serasa anak tiri.. 😂😂😂😂
zeus
Paijo kaget g tuch kira2?
zeus
😂😂😂
Lambene kubro Jan Joss tenan
zeus
Msh g sadar2 juga si bagong
Emg klo mati hartanya ngaruh?
zeus
Lbh suka bagong g sadar2 spe akhir hayatnya..
zeus
😂😅
zeus
So tutik(untune metu sitik) ini emg bener2 yah jd orang
zeus
Ceritanya lumayan bagus tp spt yg sdh2 di NT itu kdg yg bagus sedikit pemirsanya yg ecek2 dan murahan mlh bnyk peminatnya,...
Aneh memang...
Jd g heran bnyk author berkelas yg mandek g nglanjutin karyanya
zeus
G usah peduli Kan tetangga kamar jo
Aduk terus
zeus
G usah nunggu restu bagong Kan Dia sendiri yg bilang ga ngakui anak
Minta ja restu Umi nya saras
zeus
Kita santet online so bagong
zeus
Etdah.. Udh di kasih mlh ngatai ireng tur Ora bagus..
zeus
PHK itu udh kyk kumpul an emak2 arisan saja..
zeus
Jos jo
Orang Tua model an bagong emang mesti di gitu in..
zeus
Orang Tua model bagong ini msh bnyk hidup di Jmn ini...
zeus
Bambang...
zeus
😂
Saras ini meski di gitu in tetep ja kocaknya keluar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!