Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.
Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!
Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!
Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29.
Baru saja mereka keluar dari lobby hotel, Eleanor melihat Melanie akan masuk ke dalam lobby, dengan langkah yang tergesa-gesa.
Tapi mendadak Melanie menghentikan langkahnya, begitu ia melihat Eleanor keluar dari dalam lobby hotel.
"Hei! lihat siapa ini! wanita yang tidak pernah diinginkan Richard! eh.. jangan katakan kamu menyewa seorang laki-laki untuk membuat Richard cemburu padamu!" ejeknya tersenyum menyeringai.
Melanie melirik James yang tengah menggenggam tangan Eleanor, dan ia merasa senang dalam hati, seandainya kalau memang benar Eleanor bisa jadian dengan pria itu.
Ia tidak akan bersaing lagi dengan Eleanor untuk mendapatkan Richard, dan Richard akhirnya akan menerima dirinya.
"Eleanor!!"
Tiba-tiba Ricard keluar dari dalam lobby hotel, mengejar kembali Eleanor yang pergi, saat ia diam tidak dapat menjawab apa yang di katakan Eleanor.
Senyum bahagia Melanie seketika memudar melihat Ricard, yang terlihat begitu panik berlari dari dalam lobby hotel.
Sikap Melanie yang tadi begitu senang, dengan kata-kata sindirannya mengejek Eleanor, terpaku di tempatnya diam-diam merasa malu sendiri.
"Eleanor! ku mohon! jangan pergi! maafkan aku! aku janji tidak akan mengabaikan kamu lagi, aku akan mengganti pernikahan kita, menjadi pernikahan yang sangat mewah, oke?"
Nada memohon dengan raut wajah memelas Ricard, membuat Melanie mendadak terhuyung satu langkah ke belakang.
Eleanor menoleh kepada Melanie, lalu jari telunjuknya menunjuk Melanie, "Itu wanita yang selama ini kamu sayangi, kenapa kamu memohon padaku! salah orang kamu!"
Ricard menoleh ke arah Melanie, ia langsung memperlihatkan wajah marah pada Melanie.
"Apa yang kamu katakan padanya?! apa kamu mengatakan yang tidak pernah ku katakan padamu?!" Ricard memandang tajam Melanie.
Eleanor terkekeh lucu melihat raut wajah Melanie, yang terlihat membeku melihat reaksi Ricard padanya.
"Kalian bicaralah, kami tidak ingin mengganggu kebersamaan kalian, kamu sudah menikah dengannya, impian mu untuk selalu menjaganya telah terwujud, Ayo James!"
Eleanor merangkul lengan James, dan meninggalkan Ricard yang masih memandang penuh rasa kesal pada Melanie.
"Eleanor!!"
Kembali Ricard memanggil Eleanor, dan mencoba meraih tangan Eleanor saat akan masuk ke dalam mobil James.
Bruk!!
Tubuh Ricard di dorong James dengan kuat, saat Ricard nyaris meraih tangan Eleanor. Tubuh Ricard pun terjatuh.
"Kalian sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi, jangan coba-coba menyentuh sedikit pun kulit istriku! kalau tidak, aku akan buat kamu menyesalinya!!"
James sudah tidak tahan lagi, sedari tadi ia sudah ingin melakukan perhitungan pada Richard. Pria yang begitu di percaya Eleanor, ternyata pria bajingan yang tidak menjaga perasaan Eleanor.
"Apa kamu katakan?? suami?? jangan melucu kamu! aku lah calon suami Eleanor! bukan kamu!!" Richard berteriak dengan lantang, sembari bangkit berdiri.
"Richard! hentikan!!" teriak Melanie menarik tangan Richard, yang mencoba ingin meninju James.
Richard menepis tangan Melanie, "Eleanor, aku tahu kamu sangat mencintai ku, dan aku tahu kalau dia pria yang kamu sewa untuk membuat ku cemburu, iya kan?!"
Eleanor tidak menjawab Richard, ia hanya bisa geleng-geleng kepala, dan menghela nafas dengan panjang. Selain buta, Richard juga lambat dalam berpikir.
"Eleanor, kamu ternyata memiliki hati yang kejam, kamu tidak melihat kesungguhan Richard meminta maaf padamu? apa Richard harus berlutut memohon padamu, baru kamu merasa puas?"
Demi mendapatkan kembali perhatian Richard padanya, Melanie dengan nada yang sedih dan prihatin akan keadaan Richard, memojokkan sikap dingin Eleanor pada Richard.
Seketika mata Eleanor membulat memandang Melanie. Si rubah betina berbulu domba, memprovokasi Richard untuk mendapatkan perhatian Richard.
Eleanor kemudian tertawa kecil, "Kamu baru tahu kalau aku kejam? maka dari itu.. berhati-hati lah kamu berhadapan dengan ku, kalau kamu mencoba mengusikku lagi, aku akan mencukur habis rambutmu!" kata Eleanor dengan nada dingin mengancam Melanie.
"Ayo sayang, jangan pedulikan mereka!" sahut Eleanor pada James.
"Tidak! jangan pergi! Eleanor!!" kembali Richard mencoba meraih tangan Eleanor.
Buk!!
Bruk!!
Tubuh Richard kembali tersungkur ke tanah, begitu James melayangkan tinjunya ke wajah Richard. Lalu James berdiri menjulang di depan Richard.
"Ini belum seberapa aku menghajar mu! lain kali akan ku patahkan tangan mu, kalau kamu mencoba menyentuh istriku!!" mata James mendelik memberi peringatan pada Richard.
Richard menyeka sudut bibirnya yang berdarah, ia masih tidak percaya, kalau Eleanor dan James telah menikah.
Ia merasa, kalau Eleanor menyewa James berpura-pura menjadi suami Eleanor. Karena ia sangat yakin sekali, kalau Eleanor sangat mencintainya.
Hubungan mereka selama tiga tahun, ia sering mengabaikan Eleanor, tapi Eleanor tetap tidak pernah meninggalkannya.
Matanya memandang kepergian mobil James, dengan perasaan percaya diri, kalau Eleanor hanya ingin melihat ia cemburu saja.
Bersambung......