NovelToon NovelToon
TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

Shofiyya Mardhia, 30 tahun menikah dengan seorang pria yang ternyata telah menikah dan Memiliki 2 orang putra.

Syafiq Azwar Maliki, 28 tahun terpaksa menikah yang kedua atas keinginan istri pertamanya.

Nuha Syafura, 26 tahun terpaksa meminta dimadu karena sakit yang dideritanya.

Semua menjadi dilema saat Shofii mengetahui kebenaran setelah janji suci terucap.

Sanggupkah mereka terus harmonis?
Bagaimana ketiganya membawa hati yang ingin memiliki namun tak ingin menyakiti ...
Mampukah Syafiq adil, tak berpihak dan tak condong pada salah satunya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Satu

Shofi mendekati Fura yang juga sedang terbelalak menangkap bayangnya. Kedua netra itu saling mengunci hingga akhirnya mereka saling tersenyum.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Hei ... Mbak datang ke sini juga?" Shofi melontar tanya. Fura mengangguk.

"Materinya belum selesai kenapa keluar?" Giliran Fura yang bertanya setelahnya.

Shofi meletakkan telapak tangan di sisi bibirnya seakan berbisik. "Aku tidak suka hal yang sedang dibahas di dalam!" lontarnya.

"Bukankah bagus mengenai sunnah Rasulullah?" Fura melontar kata.

"Iya materinya bagus, tapi pertanyaan yang diajukan jamaah aku tidak suka!" Shofi kembali meletakkan telapak tangan di sudut bibirnya, lagi-lagi ia berbisik tak ingin di dengar panitia atau orang di sekitar sana. Ia berkata lirih, "Aku tidak suka pembahasan berbagi suami!" Ia tersenyum setelahnya.

Fura mengamati wajah Shofi, ia tersenyum getir. Dalam batin Fura berucap, "Andai kamu tau Shof! Bahkan kamu sendiri adalah wanita kedua dalam hubungan aku dan mas syafiq. Aku membagi suamiku denganmu!"

"Oh ya, Mbak hanya berdua ke sini? Putri cantik tempo hari tidak diajak?"

"Diajak tapi sedang berkeliling," lirih Fura menahan sesak mengamati detail wajah wanita yang sering menghabiskan malam bersama suaminya.

"Oh iya sampai lupa kita belum berkenalan! Aku Shofi," ujar Shofi penuh percaya diri.

"Fura." Setelah beberapa saat terdiam Fura bicara pada Shofi yang sedang menekan-nekan rekan pintarnya. "Boleh aku bertanya, mba-k Sho-fi?" ucap Fura.

"Silahkan Mbak, dengan senang hati." Lagi-lagi Shofi tersenyum dengan manisnya tanpa beban.

"Kenapa Mbak tidak suka pembahasan poligami?"

"Menurutku suami yang mencintai istrinya akan cukup dengan satu istri yang dimiliki, menjaga haknya dengan baik dan tidak menyakitinya." Shofi mengemukakan pendapatnya.

Ucapan Shofi langsung menghujam hati Fura. "Bahkan mas Syafiq terus menolak saat itu, tapi aku terus memaksanya," batin Fura.

"Bagaimana jika sang istri yang memintanya menikah lagi?"

Seketika Shofi menoleh dan duduk diundakan menatap Fura. "Istrinya sangat bodoh!" Sebelah bibir Shofi terangkat, tampak ia tak suka, meremehkan dan menyesalkan jika ada wanita seperti itu.

"Bagaimana jika sang istri terpaksa melakukan karena memiliki kekurangan?" cecar Fura.

"Kekurangan, mak-sudnya?"

"Seperti ia tidak bisa melayani suaminya mungkin," jawab Fura.

"Hubungan ranjang, kah?" Shofi menegaskan, Fura mengangguk.

Shofi menyapu keringat yang membasahi pelipisnya dan menelan kasar salivanya. Udara panas nampak mulai membuat Shofi tak nyaman dan membuatnya dahaga. "Bagaimana jika kita cari tempat berbincang, sambil minum sesuatu mungkin?" ucap Shofi sambil tersenyum.

"Boleh," jawab Fura datar. Ia masih ingin bersama madu suaminya, mendengar pendapatnya akan keputusan sensitif yang telah ia ambil beberapa saat lalu.

Dengan cekatan teh Rani mendorong kursi roda yang dinaiki Fura hingga keduanya tampak beriringan kini. Shofi yang melihat banyak bakulan gerobak di sisi jalan, seketika menginginkannya.

"Mbak, kita mengobrol sambil makan cuanki, yuk!" Melihat wajah antusias Shofi, Fura mengangguk.

Shofi langsung memesan 3 bakso cuanki dan duduk di taman alun-alun. Tak berselang lama pesanan mereka sampai. Fura mengingatkan teh Rani yang tampak semangat memotong bakso di mangkuknya untuk tetap awas memperhatikan jika mbak Kinan datang.

Sembari mengunyah Fura bicara, "Jadi bagaimana pendapat mbak Shofi atas tanyaku?"

"Oh iya, obrolan kita tadi terjeda ya, Mbak. Sampai di mana tadi kita?" Shofi mengingat-ingat.

"Bagaimana jika seorang istri meminta suaminya menikah lagi lantaran ia tak mampu melayani sang suami?" jelas Fura.

Shofi menarik napasnya panjang. "Jujur saya sedih dan tidak setuju. Apa pernikahan sebatas itu, Mbak? Bentuk cinta bisa banyak hal, perhatian, pengertian, pengorbanan, juga keikhlasan menerima kekurangan. Saya mengasihani cara berpikir wanita seperti itu!"

"Berarti mbak Shofi mengasihani saya!" lirih Fura.

"Mak-sud Mba-k Fu-ra?"

"Sayalah wanita yang sangat bodoh dan patut dikasihani itu, saya meminta suami saya menikah lagi!"

Seketika wajah Shofi berubah, tampak rasa penyesalan atas ucapan yang beberapa saat lalu dilontarkan. "Ma-af, Mbak ... saya tidak bermaksud menyinggung Mba-k," lirih Shofi menghentikan makannya dan menatap lekat Fura.

"Tidak apa-apa, saya memang bodoh. Saya mengambil keputusan itu semata-mata untuk kebahagiaan suami saya, namun saat hati suami----- Fura mengehentikan kalimatnya menatap Shofi.

------mulai condong pada wanita itu, hati saya sangat sakit. Ya ... semua memang karena kebodohan saya!"

Shofi menggenggam jemari Fura. "Boleh saya tau apa yang menyebabkan kondisi mbak seperti i-ni?"

"Sebuah sedan menghantam tubuh saya."

Shofi menunduk getir, desiran kesedihan memenuhi hatinya. "Apa tidak bisa disembuhkan?"

"Terdapat gangguan fungsi saraf yang menyebabkan kerusakan dari otak atau sumsum tulang belakang yang tidak dapat mengirimkan sinyal ke tubuh bagian bawah, yang akhirnya mengakibatkan kelumpuhan di bagian perut ke bawah saya. Dulu saya sering melakukan terapi, tapi semuanya seakan sia-sia, tak ada perubahan yang saya rasakan! Saya pun pasrah dan menerima takdir berada di atas kursi roda ini." Fura menunduk dan memaksa tersenyum setelahnya.

"Jujur bagi kami yang pernah mengenyam pendidikan kedokteran, pantang berkata sia-sia atau tidak mungkin, Mbak. Memang tugas kita hanya sebatas usaha dan semua kembali pada perencanaan sang Esa. Tapi ingat tidak ada yang tidak mungkin jika sang Esa berkehendak. Jika Mbak ingin, saya bisa mereferensikan seorang dokter syaraf untuk Mbak." Shofi menatap lekat Fura penuh kesungguhan.

"Saya tidak memiliki semangat itu lagi!"

"Kenapa? Jika saya jadi Mbak, saya akan bersemangat untuk pulih! Saya akan tarik suami saya dalam pelukan saya lagi. Suami saya hanya milik saya! Tidak akan saya biarkan wanita lain merenggut kebahagiaan saya!" Fura yang mendengar Shofi begitu bersemangat kembali tersenyum. "Bahkan wanita itu kamu, Shof," batin Fura.

"Terima kasih atas support mbak Shofi," lontar Fura. Shofi tersenyum hingga ia menyadari suatu hal yang sejak tadi luput dari perhatiannya.

"Ahh ... saya baru menyadari ternyata kita menggunakan outfit yang serupa," ujar Shofi.

Fura tampak menatap pakaian yang Shofi kenakan dan tersenyum. "Gamis ini dibelikan suami saya," ucap Fura.

"Waw, kenapa bisa begitu kebetulan. Ini juga dari suami saya." Berbinar Shofi.

"Berarti suami kita memiliki selera berpakaian yang sama!" tambah Shofi lagi.

Fura mengangguk. "Bagaimana tidak, memang suami kita satu orang, Shof. Tapi aku senang setidaknya mas Syafiq terfikir membelikanku juga, tak hanya untukmu saja," monolong Fura.

"Jujur ya, Mbak. Sebetulnya saya tidak terbiasa memakai gamis. Tapi karena suami yang meminta, okelah! Supaya bayi kami nyaman bergerak katanya."

Uhuk ... hukk ...

Fura yang tengah meneguk air minum botol tampak kaget, ia langsung melihat ke arah perut Shofi. Dadanya sesak ....

"Jadi Shofi tengah ha-mil, kah?" gemuruh batin Fura.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

💔Happy reading😘

💔Jika menyukai karya ini, bantu vote, rate, like dan komen ya❤❤

1
Endang Supriati
S2 KEDOKTERAN ITU APA!!!
Dewa Rana
ternyata Billy dan Fura kakak adik kandung
Dewa Rana
berhenti baca ah
Dewa Rana
shofie lemah
Dewa Rana
kecewaaaaa
Dewa Rana
shofie gak tegas, masak nurut aja diatur fura
Dewa Rana
kasian sofi
Dewa Rana
Luar biasa
Dewa Rana
hamil tuh
Dewa Rana
kapan ketauannya
Dewa Rana
ternyata shofie mengalami masalah yg sama
Dewa Rana
ya Raihan selingkuh
Dewa Rana
nama anaknya Raihan shofie juga /Grin/
Dewa Rana
makanya jadi orang yg jujur, Shafiq
Dewa Rana
salahmu sendiri fura
Dewa Rana
Shafiq masih belum jujur
Dewa Rana
kalimat aneh
Dewa Rana
kasian shofie
Dewa Rana
fura jahat
Dewa Rana
orang ngerti agama kok gak jujur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!