NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 32. Akhirnya Sah

Lanjut ya Readers

Selamat Membaca 😊😊

"Assalamualaikum," ucap Yasmin dan Yudha bersamaan.

"Waalaikumsalam," jawab pak Danu dan bu Ratna.

"Gimana, Nak acaranya sudah selesai?" tanya bu Ratna.

"Alhamdulillah, Bunda, semuanya lancar berkat doa Ayah dan Bunda" jawab Yasmin.

"Syukurlah kalau begitu, mari, Nak Yudha masuk dulu," ajak pak Danu.

"Iya, Om," jawab Yudha.

Mereka berempat masuk ke dalam rumah, Yasmin segera ke belakang mengambilkan minuman.

"Bagaimana tadi, Nak Yudha, nikah kantornya?. Apa Yasmin mengalami kesulitan?" tanya pak Danu.

"Memang awalnya, Dek Yasmin gugup dan tidak percaya diri, tapi saya meyakinkan dia bahwa semua akan baik-baik saja dan Dek Yasmin bisa melalui semua ini dengan baik," ujar Yudha.

"Terima kasih atas semua bantuan dan bimbingan juga pengertian, Nak Yudha pada Yasmin. Oh ya pernikahan kalian tinggal satu minggu lagi. Tanpa mengurangi rasa hormat kami, sebaiknya kalian tidak bertemu dulu, sesuai dengan adat kami. Om harap, Nak Yudha mengerti," ucap pak Danu.

"Iya, Om saya mengerti.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan keluarga, Nak Yudha," ucap bu Ratna.

"Sama-sama, Tante," ucap Yudha sambil tersenyum.

Tak lama kemudian Yasmin keluar membawa empat gelas teh hangat.

"Diminum, Mas tehnya," pinta Yasmin

Yudha pun segera minum teh buatan Yasmin, sambil mengobrol sebentar dengan kedua orang tua Yasmin. Setelah itu Yudha segera pamit untuk kembali ke kantor.

******

Satu minggu kemudian

Akhirnya acara sakral untuk Yasmin dan Yudha pun tiba. Hari Minggu tanggal 11 April pukul 09.00 WIB bertempat di masjid dekat rumah Yasmin, janji suci akan segera terlaksana.

Yasmin memakai Kebaya putih pemberian calon ibu mertuanya ditambah hijab dan make-up dari MUA membuat Yasmin seperti bidadari.

Di dalam masjid sudah ada semua keluarga Yasmin dan keluarga Yudha beserta sahabat para mempelai.

Yudha duduk berhadapan dengan ayah Yasmin. Yudha mulai menjabat tangan pak Danu untuk mengucapakan ijab qobul.

"Ananda, Yudha Tama Dewantara bin Dimas Aji Dewantara, Aku nikahkan dan kawinkan Engkau dengan anak kandungku Yasmin Kusuma Putri binti Danuarta Wibisana dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai seratus juta rupiah berserta lima puluh gram emas dibayar tunai," ucap pak Danu

"Saya terima nikah dan kawinnya Yasmin Kusuma Putri binti Danuarta Wibisana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Yudha lantang dengan satu tarikan nafas.

" Bagaimana saksi?, sah?" tanya penghulu.

"Sah...," ucap para saksi.

"Alhamdulillah," ucap semua orang.

Yasmin kemudian diantar duduk berdampingan dengan Yudha. Yudha menyematkan cincin ke jari manis Yasmin begitu pula sebaliknya. Lalu Yasmin mencium tangan Yudha dengan penuh takzim, kemudian Yudha mencium kening Yasmin disertai untaian doa.

"Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi," Yudha memengang ubun-ubun Yasmin dan melafalkan doa tersebut

Artinya: Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.

Yasmin hampir menitikkan air mata mendengar Yudha yang sekarang berstatus suaminya melafalkan doa seindah itu. Yasmin kira seorang Yudha hanya pandai ilmu militer.

Yudha dan Yasmin kemudian menandatangani berkas pernikahan dari KUA. Selah urusan penandatanganan selesai. Yudha dan Yasmin sungkem pada orang tua mereka.

Tangis haru ketika Yasmin sungkem kepada bundanya. "Yasmin, anakku sekarang kamu sudah menjadi istri, jadilah istri sholehah, patuhi suamimu karena sekarang di sanalah surgamu, doa terbaik dari ayah dan bunda selalu menyertaimu," ucap sang bunda sambil menitikkan air mata, melepas malaikat kecilnya untuk kehidupan barunya.

"Makasih, Bunda untuk semuanya, maafkan Yasmin karena Yasmin punya banyak salah sama Bunda," ucap Yasmin sambil terisak.

Kini giliran Yudha sungkem ke ayahnya Yasmin, disini Yudha sedikit mendapat wejangan dari sang ayah mertua, sebuah wejangan yang langsung tembus ke ulu hatinya.

"Yudha, anakku, aku serahkan putri kesayanganku kepadamu. Dia adalah malaikat kecil bagi keluarga kami. Terimalah segala kekurangan dan kelebihannya. Tegurlah dia dengan kata-kata yang baik jika Yasmin salah. DAN JIKA KAU SUDAH TAK MENCINTAINYA LAGI JANGAN PERNAH KAU KHIANATI DIA, KATAKANLAH PADAKU MAKA AKU AKAN MENJEMPUTNYA," ucap pak Danu. Kalimat terakhir dari sang ayah mertua benar-benar seperti sebuah peringatan keras meski terdengar lembut. Yudha sangat mengerti kode yang terbersit di kalimat terakhir dari ayah mertuanya itu.

"Siap! Ayah, aku berjanji akan menjaga Yasmin dengan seluruh hidupku dan nyawaku. Dan aku pastikan ayah tidak akan pernah menjemput Yasmin, karena aku tak akan pernah mengkhianatinya. Hanya Yasmin yang aku inginkan menemaniku sampai ke jannah," ucap Yudha tegas sambil memegang tangan pak Danu, menatap ayah mertuanya dengan penuh keyakinan.

Mendengar jawaban menantu barunya, pak Danu tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Yudha sambil mengucapkan terima kasih.

Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Raka dan sahabat Yudha yan lain turut hadir menyaksikan pengucapan janji suci Yudha dan Yasmin. Dinda dan teman-teman dekat Yasmin juga turut hadir.

"Selamat ya, Bro, akhirnya lu menikah juga," ucap Raka sambil memeluk Yudha.

"Makasih sudah mau nemenin gue ijab qobul, cepetan nyusul jangan ngejomlo terus ntar karatan tuh pisang," ucap Yudha mengucapkan terima kasih sambil meledek sahabatnya.

"S*alan lu, sudah ditemenin ijab malah ngeledekin melulu," ucap Raka kesal.

Sedangkan Dinda juga tak kalah berisik, Dinda langsung memeluk Yasmin sambil mengucapkan selamat.

"Selamat menempuh hidup baru. Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir. Semoga cepat dapat momongan dan berikan aku ponakan yang lucu ya ,Say, ucap Dinda memberikan selamat dan mengucapkan doa untuk Yasmin.

"Terima kasih, Din, sudah mau datang. Semoga kamu cepet nyusul," balas Yasmin pada Dinda.

Setelah sesi foto bersama dilanjutkan makan bersama di yang bertempat di rumah Yasmin.

Raka dan sahabat Yudha yang lain menikmati makanan yang sudah di hidangkan. Pada saat Raka mengambil minuman tak sengaja dia menyenggol lengan seorang wanita yang membuat minuman Raka tumpah mengenai baju wanita tersebut.

"Aduh, gimana sih masnya ini, hati-hati dong!, ucap wanita itu kesal.

"Maaf Mbak saya nggak sengaja, saya bantu bersihkan ya?" tawar Raka.

Pada saat Raka membantu membersihkan baju wanita tersebut, pandangan mereka bertemu.

Deg

Entah kenapa jantung keduanya tiba berdebar. Ya, wanita tersebut adalah Dinda sahabat Yasmin.

" Sudah Mas, nggak apa-apa kok," jawab Dinda gugup setelah pandangan matanya bertabrakan dengan mata Raka.

"Maaf, sekali lagi maaf ya, Mbak," ucap Raka

" Jangan panggil Mbak, aku bukan kakakmu," ucap Dinda sewot.

"Jadi saya harus panggil apa?" tanya Raka.

"Panggil saya Dinda saja, saya sahabat mempelai wanita," jelas Dinda.

"Oh, kenalkan saya Raka, saya sahabat Yudha," ucap Raka sambil mengajak Dinda berjabat tangan.

Insiden kecil tersebut malah membuat Dinda dan Raka terlibat obrolan kecil yang membuat mereka berdua terlihat akrab.

Sedangkan Yudha dan Yasmin sudah duduk di pelaminan sederhana tapi terkesan mewah untuk menyambut para tamu. Resepsi pernikahan Pedang Pora akan dilaksanankan pukul 13.00, maka tak lama kemudian Yudha dan Yasmin turun dari pelaminan karena harus istirahat sebentar.

Yasmin dan Yudha memasuki kamar pengantin yaitu tepatnya kamar Yasmin. Yasmin duduk di depan meja riasnya sambil berusaha melepas hijabnya yang penuh dengan jarum penyangga.

"Ya ampun banyak benar jarumnya, ada berapa jarum sih yang dipakai," gumam Yasmin menggerutu karena kesusahan melepas jarum dari hijabnya.

"Sini Mas bantu, kalau kesusahan kenapa tidak minta tolong sih?", ucap Yudha sambil memulai membantu mulai melepas jarum di hijab Yasmin.

"Memang Mas Yudha bisa?" tanya Yasmin.

Yudha terkekeh mendengar pertanyaan konyol istrinya. Merakit senjata saja bisa apa lagi cuma melepas jarum dihijab sang istri.

Setelah semua jarum di hijab Yasmin terlepas, Yudha dengan sangat hati-hati melepas hijab Yasmin. Terlihat rambut panjang Yasmin sebatas punggung. Yudha terpana dengan pemandangan tersebut.

"Masyaallah, kamu cantik banget, Dek," puji Yudha.

"Ah, Mas Yudha bisa aja. Mas, boleh tidak aku memelukmu," tanya Yasmin malu-malu.

"Apa kamu perlu ijinku untuk itu setelah ijab qobul tadi?. Sayang, jangankan memeluk lebih dari itu boleh kok, aku malah seneng," ucap Yudha sambil menggoda Yasmin, sungguh istrinya ini sangat mengemaskan.

Yudha lalu menarik Yasmin dalam pelukannya, Yasmin mendekap erat tubuh Yudha, menyadarkan kepalanya ke dada bidang milik Yudha. Menghirup wangi maskulin milik lelaki yang sekarang sudah berstatus suaminya. Sungguh Yasmin masih seperti mimpi bisa bersuamikan laki-laki yang nyaris sempurna untuk ukurannya.

"Terima kasih Ya Allah atas anugerah-Mu ini, kumohon lindunglah pernikahan kami, jadikan Mas Yudha jodohku hingga ke surga-Mu. Aamiin," doa Yasmin dalam hati sambil masih memeluk Yudha.

________________________________________________

Minta dukungannya ya Readers, ku tunggu like, vote dan komennya 🥰🥰🥰

Terima Kasih 🙏🙏🙏

I LOVE YOU ALL 😍😍😍

Bersambung ....

1
Ros_10
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!