Demon Emperor ( Kaisar iblis )
Bercerita tentang seorang anak yatim piatu yang hidup sebatang kara, umurnya 23 tahun. Pemuda tersebut memiliki catatan kriminal yang membuatnya tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.
Hingga suatu ketika disaat ia melakukan tindakan kejahatan, ia mati konyol karena berusaha melarikan diri dari kepungan petugas.
Kemudian pemuda itu bereinkarnasi menjadi iblis dan hidup di dunia lain bersama system.
Mimpi mempunyai keluarga akhirnya tercapai akan tetapi banyak sekali rintangan yang terus berdatangan.
Simak terus perjalanan Cyrus Alexander untuk menguasai dunia dan menjadi kaisar iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M R H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.32 - Upacara Kematian Amelia
Malam hari di dalam kamar Cyrus setelah kembali dari taman, Cyrus masih penasaran dengan segel yang tertanam di tubuh Eliza.
Cyrus berulang-ulang kali bertanya ke Qwerty bagaimana cara untuk membuka segel tersebut dengan cara yang lebih mudah, tetapi jawaban Qwerty tetap saja sama yaitu menjadikan budak atau membuka paksa segel tersebut dengan 1.000.000 poin kehormatan.
“Baiklah kalau begitu, aku akan mengumpulkan 1.000.000 poin untuk membuka segel Eliza.” Bagaimanapun juga Cyrus tidak ingin menodai garis keturunan Charlotte dengan menjadikan Eliza sebagai budaknya.
Setelah membulatkan tekad untuk mengumpulkan poin, kini Cyrus memiliki ide untuk menambah jumlah makhluk summon untuk mempercepat mendapatkan banyak poin kehormatan.
“Qwerty, buka statusku.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**STATUS
NAMA : Cyrus Alexander
RAS : Iblis
LEVEL : 93 ( Exp : 10.572 / 90.000 ) *Double Exp.
HP : ( 220.000 / 220.000 )
MP : ( Infinite )
+ Soul Eater : Tahap 1 [ 340 / 1.000 Jiwa ]
+ Jiwa/Roh : 2 jiwa manusia
40 jiwa iblis
528 jiwa monster
Poin Kehormatan : 17.123 Poin
Skill : Memperkuat tubuh, Sihir darah.
Job : Warlock.
Keterangan : Makhluk pertama, Tubuh abadi, Berbicara dengan makhluk kontrak, Raja Iblis.
Summon : 1. Shadow ( Lv. 300 )
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Aku ingin men-summon creatures dengan 2 jiwa manusia, 40 jiwa iblis, 528 jiwa monster dan 300 inti monster.”
[ Silahkan pilih makhluk…. ]
Ketika Qwerty menawarkan sebuah pilihan untuk makhluk summon, Cyrus memotong ucapannya. “Aku tidak ingin memilih… Summon saja secara acak.” ucap Cyrus dengan cepat.
[ Men-summon sedang dalam proses… 25%... 50%... 70%... 100% ]
Proses pembuatan makhluk summon sama persis seperti Shadow, hanya saja kali ini tercipta sesosok iblis yang berbeda.
Makhluk summon Cyrus yang ke-2 ini memiliki bentuk tubuh seperti manusia dengan bulu panjang di sekujur tubuhnya dan berwajah seperti monster yang memiliki dua tanduk. Dengan postur tubuh berbadan besar yang di penuhi otot kekar dan membawa sebuah kapak besar di tangan kanannya.
“Terima kasih yang mulia raja telah memanggilku…” suara besar yang keluar dari mulut makhluk summon.
[ Menampilkan status. ]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
STATUS
Nama : ???
Level : 500 ( Exp. : 0 / 500.000 )
Skill : Penghancur
Keterangan : Makhluk summon raja iblis ke-2
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Baiklah, mulai sekarang namamu adalah Mino, karena sangat cocok dengan keahlianmu.” ucap Cyrus tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
Cyrus memberinya nama Mino karena terinspirasi dari makhluk yang bernama minotaur yang pernah ia lihat di buku sejarah kehidupan sebelumnya.
Mendengar Cyrus telah memberinya nama, makhluk berbadan besar itu memberikan rasa hormatnya, “Duaaannggg…” sesuatu benda berat saling bertabrakan dan menghasilkan suara keras.
“Terima kasih yang mulia raja telah memberiku nama. Saya akan menjadi pelindung anda, yang mulia.” Mino berkata sambil menghentakkan gagang kapak besar di tangan kanannya ke lantai istana.
Seketika malam hari di istana kerajaan Red Blood yang terasa sepi dan sunyi kini terdengar sangat kacau. Semua iblis di dalam istana mendengar suara keras, bahkan membuat raja iblis Cleo terbangun dari tidurnya.
“Suara apa itu? Musuh menyerang?” Cleo berbicara dengan dirinya sendiri sambil beranjak keluar dari kamar besar miliknya. Ketika membuka pintu, Cleo mendengar keributan yang di ucapkan beberapa pelayan dan penjaga yang sedang berjaga.
“Suara itu berasal dari kamar tuan muda Cyrus.”
“Benarkah? Ayo kita lihat kesana…”
Kini suara keras yang di ciptakan Mino mengundang semua penghuni istana kerajaan pergi menuju ke tempat Cyrus.
“Tuan muda, apa yang terjadi di dalam?” ucap salah satu prajurit istana dari luar kamar Cyrus.
“Tidak terjadi apapun, kalian diam dan pergilah.” Jawab Cyrus tanpa membuka pintu kamarnya.
Mendengar jawaban Cyrus, mereka semua merasa tenang karena tidak terjadi hal buruk yang menimpa calon putra mahkota. Akhirnya mereka semua satu persatu pergi meninggalkan kamar Cyrus dan kembali ke tempatnya masing-masing.
Satu hari berlalu, hari upacara kematian putri mahkota kerajaan Red Blood telah mengundang banyak perhatian kerajaan lain.
Banyak kerajaan lain juga ikut serta dalam upacara ini, untuk mempererat hubungan internal mereka. Semua sekutu kerajaan Red Blood datang untuk ikut serta dalam upacara kematian putri kerajaan.
Kali ini semua mata rakyat iblis kerajaan Red Blood tertuju kearah iblis yang tampak masih sangat muda, terlihat oleh mereka sosok iblis muda sedang berdiri di samping raja iblis Cleo dan berada di antara keluarga kerajaan. Dengan gaya yang terhormat layaknya keluarga kerajaan itu membuat kehebohan semua rakyat.
“Siapa anak muda itu?”
“Aku tidak pernah melihat dia selama ini.”
“Apa dia anak muda yang di rumorkan oleh orang-orang?”
….
….
Semua topik pembicaraan sedang membicarakan Cyrus, karena dia belum di publikasikan ke seluruh warga, jadi hanya pelayan dan pengawal kerajaan saja yang mengetahui wajah Cyrus, Bahkan pangeran dan bangsawan dari kerajaan lain juga penasaran dengan sosok wajah iblis baru yang muncul di kerajaan Red Blood.
Setelah semua persiapan acara mengenang putri mahkota telah selesai, kini raja iblis Cleo melangkah maju ke balkon istana untuk memimpin upacara tersebut.
Semua rakyat iblis terdiam dan memperhatikan sosok raja iblis yang sedang berada di atas balkon istana kerajaan, mereka semua sangat menghormati raja iblis Cleo karena dia memang layak disebut sebagai raja karena kekuatannya.
Raja iblis Cleo pun memulai perkataannya, “Wahai rakyatku… aku meminta kalian untuk tundukkan kepala dan tanamkan dalam hati sosok putri mahkota kerajaan Red Blood untuk beberapa saat…”
….
….
Pidato mengenang Amelia Charlotte membuat semua iblis juga ikut merasakan kesedihan yang amat dalam, semua menjadi sangat emosional karena kematian Amelia di sebabkan oleh pembantaian ras lain.
Mendengar pidato dari kakeknya yaitu raja iblis Cleo, membuat hati Cyrus penuh dengan kebencian, “Aku tidak akan membiarkan satu makhluk di planet Pixma dapat hidup dengan tenang...” ucapnya dalam hati.
Beberapa menit berlalu, setelah pidato dan acara inti selesai kini semua rakyat kembali ke kesibukannya masing-masing. Sedangkan di dalam atau di luar istana kerajaan hanya tersisa bangsawan-bangsawan dari kerajaan lain, setelah acara selesai mereka tidak langsung kembali ke kerajaannya tetapi mereka semua sedang mencari kesempatan untuk memperetan hubungan dengan raja iblis Red Blood.
Terlihat Eliza merasa terganggu karena setiap ada pertemuan antar kerajaan ia selalu di kelilingi oleh bangsawan-bangsawan berhidung belang yang tertarik karena kecantikan Eliza.
Tetapi pertemuan kali ini berbeda dengan sebelumnya ketika Eliza sedang di kelilingi laki-laki iblis, dia melihat sosok Cyrus yang sedang duduk santai di atas kursi tempat makanan dan minuman mewah di hidangkan.
Eliza pun kini pergi meninggalkan mereka dan bergegas mendatangi Cyrus dan berkata, “Cyrus, ayo pergi ke taman.” Eliza menarik paksa tangan Cyrus untuk meminta mengikutinya ke taman.
Semua iblis-iblis itu melihat kearah mereka berdua membuatnya semakin penasaran dengan identitas Cyrus sebenarnya.
“Ada apa?” tanya Cyrus sambil mengikuti Eliza dari belakang.
“Aku tidak suka dengan mereka.”
Setelah beberapa saat Cyrus dan Eliza dalam perjalanan menuju taman, terlihat salah satu bangsawan dari kerajaan lain sedang memberi salam ke Cyrus karena penasaran tentang dirinya.
“Salam tuan… Namaku Hanz. Boleh saya bergabung dengan anda?”
lu nggak ngapa ngapain