"Derajat kita berbeda, hidup kita tidaklah sama, aku tak pantas untukmu, walau aku mencintaimu"
Pada awalnya Nisa lebih dulu mengenal Ryan, saat ia menggantikan posisi bibinya sebagai seorang baby sitter untuk menjaga Viona, gadis kecil anak dari seorang Ryan Brawster.
Semakin hari Viona mulai merasa nyaman saat berada didekat Nisa, hingga membuat Viona ingin menjadikan Nisa sebagai ibu sambungnya. Namun, ternyata keinginan itu ditentang oleh Katty yang sudah menjodohkan Ryan anaknya dengan seorang wanita yang bernama Merry.
Akankah takdir menyatukan Nisa dan Ryan?
Apa keinginan Viona bisa terwujud?
Ikuti kisah mereka yang berliku dan penuh haru dalam menuju kebahagiaan.
Terima kasih semua.
Jangan lupa vote dan like ya.
Selamat membaca!
Terima kasih ya all.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung
Selamat membaca!
Setelah tiba di pelataran rumah kediaman Ryan. Merry dan Katty pun turun dari mobil dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah. Suasana rumah kala itu tampak hening, hanya terlihat beberapa pelayan yang sedang bekerja di sana.
"Sepertinya Ryan sudah berangkat kerja deh," ucap Katty menyimpulkan, setelah di ruang keluarga tak menjumpai putranya di sana.
Katty sangat paham kebiasaan Ryan, yang menjadikan ruang keluarga sebagai tempat favoritnya dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan, sebelum berangkat ke kantor.
"Ya sudah enggak apa-apa kok Mom, aku kan masih bisa bertemu dengan Viona," jawab Merry dengan senyuman di wajahnya.
"Iya betul itu, kamu harus berusaha untuk bisa mengambil hati Viona, karena sebentar lagi kan kamu akan menjadi ibu sambungnya."
"Iya Mom, hanya saja aku ingin tahu apa pendapat Ryan tentang perjodohan ini," jawab Merry dengan menautkan kedua alisnya.
"Ryan itu pernah mengecewakan Mommy dengan menolak perjodohan dengan Daisy, sampai akhirnya, anak sahabat Mommy itu patah hati dan pergi meninggalkan Birmingham. Sejak saat itu hubungan Mommy dengan kedua orang tua Daisy, menjadi renggang dan putus komunikasi. Pokoknya Mommy tidak mau, jika sampai Ryan menolak perjodohan ini!" ucap Katty sambil mengusap lengan Merry dengan lembut.
Merry menatap Katty dengan senyum tipisnya, yang seketika sirna bersama keraguan di dalam hatinya.
"Aku berharap Ryan setuju dengan perjodohan ini, walau aku masih belum tahu pasti apa pendapatnya, tapi tidak ada salahnya jika aku menanyakan secara langsung padanya. Aku tidak ingin bila perjodohan ini malah membuatnya menjadi tak bahagia," batin Merry yang kalut dengan rasa bimbangnya.
Merry terus melangkah, masih mengekor di belakang tubuh Katty yang terus mengarah ke sebuah kamar. Setibanya di kamar Viona, Katty tiba-tiba menghentikan langkah kakinya sejenak, saat mendengar tawa yang riang dari cucunya itu.
"Viona kedengarannya sangat bahagia sekali ya," ucap Katty dengan rasa heran yang berkutat di dalam pikirannya.
"Iya Mom, sepertinya Viona sedang bercanda dengan seseorang. Mungkin saja dengan baby sitter-nya, Mom?" tanya Merry yang juga mendengar hal yang sama dengan apa yang didengar oleh Katty.
"Tapi sejak Bella meninggal biasanya Viona itu murung dan tak pernah sekalipun tertawa, ini benar-benar aneh sekali. Apa mungkin baby sitter pengganti Mia itu yang membuat Viona menjadi begitu riang?" batin Katty penuh tanda tanya.
Katty pun tanpa membuang waktu lagi, langsung membuka pintu kamar Viona dan saat pintu itu terbuka, kedua matanya seketika membulat dengan sempurna, saat melihat tubuh Viona dipeluk erat oleh seorang wanita yang baru saat ini dilihatnya.
"Siapa wanita itu?" tanya Katty dalam hatinya, sambil memutar otaknya.
Kedatangan Katty dan Merry, membuat gadis kecil itu langsung mengalihkan pandangan mata untuk melihat keduanya, yang masih berdiri di ambang pintu.
"Oma..." teriak Viona sambil melepas pelukan Nisa, lalu turun dari atas ranjang dan berlari cepat mendekati Katty.
Nisa kini merasa amat canggung. Ia pun bangkit sambil merapikan dress yang dikenakannya itu. Setelah selesai merapikan dressnya, pandangan matanya kini menatap ke arah Katty dengan rasa tak enak, karena saat ini sosok yang baru ditemuinya itu, sedang menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Oma, aku kangen sama Oma. Oh ya Oma, kemana saja sih kok baru main ke rumah Viona?" tanya gadis kecil itu yang sudah menghamburkan rasa rindunya pada pelukan Katty.
"Iya sayang maaf ya, Oma baru datang. Oh ya, Ayah kamu kemana?" tanya Katty pada cucunya yang saat ini masih memeluknya dengan erat. Namun, pandangan matanya tetap melihat sinis ke arah Nisa.
Nisa menelan salivanya dengan kasar. Tatapan mata Katty membuatnya sangat gugup, hingga dahinya kini tampak basah oleh keringat.
"Jadi itu orang tua Tuan Ryan, berarti dia akan menjadi ibu mertuaku ya, tapi siapa wanita yang datang bersamanya itu?" batin Nisa penuh tanda tanya besar di dalam pikirannya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya.
Mampir ke YouTube channel saya ya, bantu subscribe, like dan share juga ya :
Partner Ranjang
Perfect Honeymoon
Oh My Jasmine
update di sana..