NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mars Is Blue

Monitor medis di sudut kamar VVIP sebuah rumah sakit modern di Manhattan berdetak dengan irama yang semakin lambat. Beep... beep... beep...

​Di atas ranjang pesakitan, terbaring sesosok pria tua berusia delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, kulitnya mengeriput dimakan usia, namun sorot matanya di balik kacamata baca masih menyiratkan ketajaman yang luar biasa.

Namanya Arthur Sterling.
Di dunia bisnis internasional dan bursa Wall Street, namanya adalah legenda—seorang taipan yang mengendalikan gurita bisnis raksasa dari balik layar, pria yang namanya selalu menghiasi halaman utama majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor satu di muka bumi.

​Namun, di detik-detik terakhir hidupnya, harta triliunan dolar, gedung-gedung pencakar langit di distrik finansial utama dunia, dan kekuasaan mutlak atas pasar keuangan global terasa tidak ada artinya.

​Bagaimana kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars Is Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Jumat, 11 November 2016 — New York

Pukul tujuh pagi, Arthur Sterling sudah duduk di depan laptopnya ketika sebuah pesan masuk dari Daniel Brooks.

Daniel: Ada kabar baik dan kabar buruk.

Arthur menatap layar dengan ekspresi datar.

Arthur: Mulai dari kabar buruk.

Daniel: Thomas mengirimkan satu foto tambahan yang harus kita ganti. Robert juga punya beberapa pertanyaan mengenai formulir yang kita buat.

Arthur membalas tanpa ragu.

Arthur: Itu bukan kabar buruk. Itu pekerjaan.

Balasan Daniel datang beberapa detik kemudian.

Daniel: Aku mulai mengerti mengapa orang-orang menganggapmu menyebalkan.

Arthur tertawa kecil.

Ia meletakkan ponsel, kemudian kembali memeriksa dokumen keuangan mereka. Sejak memulai usaha kecil bersama Daniel, Arthur belajar bahwa perkembangan bisnis tidak selalu terlihat dalam bentuk kontrak besar atau lonjakan pendapatan.

Kadang-kadang, perkembangan justru terlihat dari hal sederhana: pelanggan mulai mengajukan pertanyaan yang lebih terperinci karena mereka percaya pekerjaan yang dilakukan benar-benar penting.

Namun, kepercayaan juga membawa tanggung jawab.

Ketika pelanggan mulai mengandalkan mereka, kesalahan kecil bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Informasi yang salah dapat membuat pelanggan kehilangan kesempatan. Formulir yang terlalu rumit bisa membuang waktu pegawai. Rekomendasi yang tidak didukung data bahkan dapat membuat pemilik usaha mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkannya.

Arthur memahami hal itu dengan sangat baik.

Dalam kehidupan pertamanya, ia pernah melihat perusahaan bernilai miliaran dolar kehilangan kepercayaan pasar hanya karena para pemimpinnya terlalu sibuk mengejar pertumbuhan hingga mengabaikan persoalan mendasar.

Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Meskipun perusahaannya saat ini bahkan belum memiliki kantor sendiri.

Arthur menutup spreadsheet dan menulis pesan kepada Daniel.

Arthur: Kita bertemu di kampus pukul sembilan. Bawa semua catatan pekerjaan pelanggan minggu ini.

Daniel: Baik, Bos.

Arthur menggeleng sambil tersenyum.

Panggilan itu terdengar berlebihan untuk usaha yang bahkan belum memiliki nama resmi.

Namun, setidaknya mereka mulai memahami satu hal: mereka tidak sedang mengerjakan proyek-proyek terpisah semata. Mereka sedang membangun cara kerja yang kelak dapat menentukan apakah usaha mereka mampu bertahan.

1. Bisnis Kecil\, Standar Besar

Pukul sembilan tepat, Arthur tiba di perpustakaan kampus.

Daniel sudah menunggu di salah satu meja dengan laptop terbuka dan dua cangkir kopi.

"Aku sudah memeriksa pekerjaan Thomas," kata Daniel. "Informasi bisnisnya sudah diperbarui. Jam operasionalnya juga sudah sesuai dengan konfirmasi terakhir."

Arthur duduk dan memeriksa hasil pekerjaan tersebut.

Mereka memeriksa alamat, nomor telepon, jam buka, serta foto-foto yang disediakan Thomas. Daniel juga memastikan bahwa perubahan telah tersimpan dengan benar pada layanan yang mereka kelola.

Arthur menemukan satu hal yang perlu diperiksa kembali: salah satu foto memiliki keterangan yang kurang tepat.

"Ini bukan foto ruang makan utama, kan?" tanyanya.

Daniel mendekat.

"Benar. Itu bagian luar kafe."

"Kalau begitu, keterangan fotonya perlu diubah."

Daniel segera memperbaikinya.

"Kadang aku merasa kita menghabiskan lebih banyak waktu memeriksa pekerjaan daripada mengerjakannya."

"Pada tahap awal, itu mungkin memang perlu."

Arthur menggeser laptop agar Daniel dapat melihat catatan mereka.

"Kalau kita membuat kesalahan yang sama pada lima pelanggan, kita akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memperbaikinya. Lebih baik kita mengetahui sumber kesalahan sekarang."

Daniel membaca daftar pemeriksaan yang dibuat Arthur.

"Jadi, kita perlu membuat prosedur tetap?"

"Prosedur sederhana. Bukan buku panduan setebal ensiklopedia."

Daniel mengangguk.

Mereka kemudian menyusun daftar pemeriksaan untuk setiap proyek pembaruan informasi bisnis.

Sebelum pekerjaan dimulai, mereka harus memastikan bahwa informasi yang diberikan pelanggan telah dikonfirmasi. Selama pengerjaan, perubahan dicatat agar tidak ada informasi penting yang terlewat. Sebelum pekerjaan dinyatakan selesai, seluruh hasil diperiksa kembali oleh orang yang berbeda jika waktu memungkinkan.

Mereka juga sepakat untuk mencatat permintaan tambahan di luar ruang lingkup awal.

Jika pelanggan meminta pekerjaan tambahan, mereka harus menjelaskan apakah permintaan tersebut termasuk dalam kesepakatan atau membutuhkan persetujuan baru.

Daniel memandang daftar itu.

"Ini masuk akal. Tapi apakah kita benar-benar membutuhkan semua ini untuk pekerjaan bernilai tujuh puluh lima dolar?"

Arthur menjawab dengan tenang.

"Kita tidak membutuhkan prosedur rumit. Kita membutuhkan prosedur yang sesuai dengan risiko pekerjaan."

Ia menunjuk daftar di layar.

"Kalau informasi yang salah bisa membuat pelanggan kehilangan kepercayaan, pemeriksaan ulang layak dilakukan. Kalau permintaan tambahan membutuhkan waktu dua jam, kita harus membicarakannya sebelum mengerjakan sesuatu yang tidak dibayar."

Daniel terdiam sejenak, lalu mengangguk.

"Baiklah. Kita mulai dengan ini dan memperbaikinya setelah mendapatkan pengalaman."

Arthur tersenyum.

"Itulah tujuannya."

Mereka menghabiskan hampir satu jam menyusun prosedur sederhana tersebut.

Pekerjaan itu tidak menghasilkan pendapatan tambahan secara langsung. Namun, Arthur menganggapnya sebagai investasi waktu yang masuk akal.

Ia tidak ingin usaha mereka bergantung pada ingatan Daniel tentang detail teknis atau kemampuannya sendiri mengawasi setiap percakapan dengan pelanggan.

Jika suatu hari mereka memiliki sepuluh pelanggan sekaligus, mereka membutuhkan cara kerja yang tetap dapat diandalkan meskipun tidak semua pekerjaan diawasi langsung olehnya.

Itulah perbedaan antara seseorang yang sekadar menjual jasa dan seseorang yang sedang membangun perusahaan.

Yang pertama menjual waktunya.

Yang kedua perlahan membangun sistem yang membuat waktu dapat digunakan dengan lebih baik.

Namun, Arthur juga tahu bahwa sistem tidak akan berguna jika dibuat terlalu rumit. Karena itu, mereka sepakat untuk mengujinya selama beberapa minggu sebelum menambahkan aturan baru.

Mereka tidak ingin menghabiskan waktu membuat prosedur untuk masalah yang bahkan belum pernah mereka hadapi.

2. Pertanyaan dari Pemilik Bengkel

Menjelang siang, Arthur menerima telepon dari Robert Hayes.

Pemilik bengkel itu terdengar sedang berada di tengah kesibukan.

"Arthur, aku sudah melihat rancangan formulir yang kalian kirimkan."

"Bagaimana menurut Anda?"

"Secara umum, cukup sederhana. Tetapi aku punya satu pertanyaan. Bagaimana jika seseorang menelepon hanya untuk menanyakan harga, lalu menutup telepon sebelum kami sempat bertanya dari mana dia mengetahui bengkel ini?"

Arthur membuka catatannya.

"Itu tidak masalah, Pak Hayes. Kita bisa mencatat bahwa sumbernya tidak diketahui. Yang penting, pegawai tidak perlu menebak."

Robert terdengar puas.

"Bagus. Aku juga ingin tahu apakah formulir itu bisa membantuku mengetahui mengapa beberapa orang tidak jadi menggunakan layanan kami."

"Bisa membantu memberikan gambaran, tetapi kita tidak boleh berharap formulir itu langsung memberikan semua jawabannya."

Arthur menjelaskan bahwa mereka dapat mencatat beberapa informasi sederhana: jenis pekerjaan yang ditanyakan, apakah perkiraan harga telah diberikan, apakah pelanggan membuat janji, dan alasan pembatalan jika pelanggan bersedia menjelaskannya.

Namun, ia tidak menyarankan pegawai menekan calon pelanggan untuk memberikan alasan.

"Kalau mereka tidak ingin menjelaskan, kita cukup mencatat bahwa alasan tidak diketahui," kata Arthur. "Kita ingin memahami pola, bukan membuat pelanggan merasa sedang diinterogasi."

Robert tertawa kecil.

"Aku suka pendekatan kalian. Aku tidak membutuhkan laporan yang terlihat canggih. Aku ingin tahu apakah ada sesuatu yang bisa diperbaiki."

Arthur kemudian membahas rencana pelaksanaan.

Mereka akan menyiapkan formulir yang bisa digunakan pada kertas maupun spreadsheet sederhana. Robert dapat memilih cara yang paling nyaman bagi pegawainya. Setelah digunakan selama periode awal, mereka akan meninjau apakah formulir itu cukup praktis dan apakah data yang dikumpulkan berguna.

Mereka tidak menjanjikan bahwa jumlah pelanggan akan meningkat.

Mereka juga tidak menjanjikan bahwa Robert akan menemukan jawaban dalam beberapa hari.

Setelah percakapan berakhir, Daniel menatap Arthur.

"Dia terdengar cukup serius."

"Karena dia memiliki masalah yang ingin diselesaikan."

"Dan kita punya kesempatan untuk membantu."

Arthur mengangguk.

"Ya. Tetapi ingat, keberhasilan proyek ini bukan ditentukan oleh seberapa banyak halaman laporan yang kita buat. Keberhasilannya ditentukan oleh apakah Robert bisa menggunakan hasil pekerjaan kita."

Daniel menutup laptopnya.

"Kalau begitu, kita harus membuatnya sederhana."

Arthur tersenyum.

"Kau mulai memahami prinsip perusahaan kita."

Daniel menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi pura-pura tersinggung.

"Aku sudah memahaminya sejak awal. Aku hanya menunggu kesempatan untuk membuatmu merasa bijaksana."

Arthur tertawa.

Untuk beberapa saat, mereka kembali menjadi dua mahasiswa biasa yang bercanda di tengah pekerjaan.

Arthur menyukai momen-momen seperti itu.

Dalam kehidupan pertamanya, ia memiliki banyak rekan bisnis, tetapi tidak semuanya menjadi sahabat. Semakin besar kekayaannya, semakin sulit membedakan orang yang benar-benar peduli kepadanya dari mereka yang tertarik pada kekuasaan dan pengaruhnya.

Daniel berbeda.

Setidaknya, Arthur berharap hubungan mereka tetap demikian.

Ia tidak ingin mengulangi kesalahan dengan menganggap persahabatan sebagai sesuatu yang dapat dikorbankan demi ambisi.

Karena itu, setiap kali mereka membuat keputusan besar, Arthur berusaha memastikan Daniel memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Mereka sedang membangun usaha bersama.

Bukan kerajaan pribadi Arthur.

3. Satu Kesalahan dalam Perhitungan

Pada sore hari, Arthur kembali ke apartemennya untuk mengevaluasi keuangan usaha.

Ia membuka spreadsheet yang telah diperbarui bersama Daniel, lalu memeriksa waktu yang mereka habiskan untuk masing-masing proyek.

Hasilnya tidak sepenuhnya menyenangkan.

Pekerjaan Thomas memang hanya bernilai tujuh puluh lima dolar, tetapi waktu komunikasi, pemeriksaan informasi, pengolahan foto, dan revisi membuat proyek itu lebih menyita waktu daripada perkiraan awal mereka.

Jika seluruh waktu tersebut dihitung sebagai biaya tenaga kerja, keuntungan proyek itu mungkin tidak sebesar yang mereka bayangkan.

Arthur mengernyit.

Ia membuka catatan proyek dan menghitung ulang.

Kesalahan mereka bukan pada harga yang disepakati. Paket tersebut memang sengaja dibuat sederhana untuk pelanggan dengan anggaran terbatas.

Kesalahannya terletak pada perkiraan waktu.

Mereka mengira pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan cepat karena ruang lingkupnya kecil. Padahal, pekerjaan sederhana tetap membutuhkan komunikasi dan pemeriksaan.

Arthur menuliskan hasil perhitungan baru.

Kemudian ia mengirimkan pesan kepada Daniel.

Arthur: Aku sudah menghitung ulang waktu proyek Thomas. Kita terlalu optimistis dalam memperkirakan waktu komunikasi dan revisi.

Daniel membalas beberapa menit kemudian.

Daniel: Aku juga merasakannya. Tapi bukankah ini pengalaman pertama kita untuk paket seperti itu?

Arthur: Benar. Kita tidak perlu menyesali harga yang sudah disepakati. Kita perlu memperbaiki perhitungan untuk proyek berikutnya.

Daniel mengirimkan tanda setuju.

Arthur lalu membuat dua catatan tambahan.

Pertama, mereka harus membatasi jumlah revisi yang termasuk dalam paket, selama batas itu dijelaskan dengan jelas sejak awal dan sesuai dengan kesepakatan pelanggan.

Kedua, mereka harus menyediakan waktu untuk komunikasi dan pemeriksaan, bukan hanya menghitung waktu yang digunakan untuk mengerjakan bagian teknis.

Ia tidak ingin mengubah harga Thomas setelah pekerjaan dimulai. Kesepakatan tetap harus dihormati.

Namun, untuk pelanggan berikutnya, mereka perlu menggunakan perkiraan biaya yang lebih realistis.

Arthur bersandar di kursi.

Inilah salah satu bagian yang jarang terlihat dalam kisah sukses para pengusaha.

Orang-orang sering membicarakan keputusan besar, akuisisi, investasi, atau strategi ekspansi.

Mereka jarang membicarakan kesalahan kecil dalam memperkirakan waktu kerja yang perlahan menggerogoti keuntungan.

Padahal, perusahaan dapat kehilangan uang bukan hanya karena keputusan buruk yang dramatis.

Perusahaan juga bisa kehilangan uang karena puluhan keputusan kecil yang tidak pernah dievaluasi.

Arthur tahu bahwa ia memiliki keunggulan berupa pengalaman dari kehidupan sebelumnya. Namun, pengalaman itu tidak berarti ia akan selalu benar ketika menghadapi kondisi yang berbeda.

Dunia yang ia ingat tidak sepenuhnya sama dengan dunia yang sedang dijalaninya.

Bahkan jika ia mengingat sebuah perusahaan yang kelak sukses besar, ia tidak dapat menganggap setiap keputusan yang pernah diambil perusahaan itu akan berhasil jika diterapkan pada usaha kecilnya sekarang.

Skala, sumber daya, waktu, dan keadaan pasar berbeda.

Karena itu, ia harus tetap belajar.

Arthur menutup spreadsheet setelah selesai memperbarui catatan.

Mereka belum menghasilkan banyak uang.

Tetapi mereka baru saja menemukan satu cara untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Dan untuk saat ini, itu sudah cukup berharga.

4. Tawaran yang Datang Terlalu Cepat

Menjelang pukul lima sore, Arthur menerima pesan dari seseorang yang tidak ia kenal.

Pesan itu dikirim melalui alamat email yang berbeda dari pelanggan mereka.

Pengirimnya memperkenalkan diri sebagai pemilik sebuah toko pakaian kecil di Queens. Ia mengatakan bahwa ia mendengar Arthur dan Daniel membantu beberapa usaha lokal memperbaiki informasi bisnis mereka.

Ia ingin mengetahui apakah mereka dapat membuat situs web sederhana untuk tokonya.

Arthur membaca pesan tersebut dengan penuh perhatian.

Ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan proyek yang nilainya mungkin lebih besar daripada paket-paket sebelumnya.

Namun, membuat situs web memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas dibandingkan memperbarui informasi bisnis.

Mereka harus memahami kebutuhan toko, menyiapkan struktur halaman, mengelola materi yang diberikan pemilik, memeriksa tampilan pada perangkat berbeda, serta memastikan bahwa pemilik toko mampu memperbarui informasi setelah proyek selesai.

Daniel memang memiliki kemampuan teknis yang cukup baik untuk membuat situs sederhana.

Namun, Arthur tidak ingin langsung menerima pekerjaan hanya karena ada kemungkinan pendapatan lebih besar.

Ia membalas email tersebut dengan meminta informasi mengenai kebutuhan utama toko, fitur yang diinginkan, materi yang sudah tersedia, dan anggaran yang disiapkan.

Ia juga menjelaskan bahwa mereka perlu meninjau ruang lingkup sebelum memberikan harga dan jadwal.

Setelah mengirim balasan, Arthur menghubungi Daniel.

"Seorang pemilik toko pakaian menghubungi kita. Dia tertarik membuat situs web sederhana."

Daniel segera merespons.

"Bagus! Itu bisa menjadi proyek yang lebih besar."

"Mungkin."

"Kau terdengar seperti biasa."

Arthur tertawa kecil.

"Aku hanya ingin memastikan kita memahami pekerjaannya sebelum menerima."

Daniel setuju untuk meninjau kebutuhan teknis setelah pemilik toko memberikan informasi tambahan.

Mereka kemudian sepakat bahwa proyek tersebut tidak akan diterima sebelum ruang lingkup, harga, jadwal, dan kemampuan mereka dipastikan.

Arthur meletakkan ponsel.

Ia teringat betapa seringnya perusahaan dalam kehidupan pertamanya tumbuh terlalu cepat karena para pemimpinnya takut kehilangan kesempatan.

Mereka menerima kontrak besar tanpa memperhitungkan kebutuhan tenaga kerja, memperluas layanan sebelum memahami biaya, atau meminjam uang untuk membiayai pertumbuhan yang belum terbukti.

Sebagian berhasil.

Sebagian lainnya berakhir dengan masalah yang sebenarnya dapat dihindari.

Arthur tidak ingin menjadikan ketakutan kehilangan peluang sebagai alasan untuk mengambil keputusan yang buruk.

Jika tawaran tersebut memang layak, mereka akan menemukan cara untuk mengerjakannya dengan baik.

Jika tidak, mereka harus berani menolaknya.

Ia mengingat satu prinsip yang telah lama ia pelajari.

Kesempatan yang baik bukanlah kesempatan yang harus selalu diterima, melainkan kesempatan yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan kita.

5. Sebuah Percakapan dengan Richard Coleman

Malam itu, Arthur membuka email yang baru masuk dari Richard Coleman.

Richard menanyakan perkembangan catatan investasi Arthur setelah hasil uji klinis Aurelia Therapeutics diumumkan.

Arthur menjelaskan bahwa ia telah menyusun catatan mengenai alasan pembelian, risiko yang dipertimbangkan, perubahan informasi setelah pengumuman, dan alasan menjual sebagian besar posisi.

Ia juga menyebutkan bahwa ia sedang mencoba menerapkan pendekatan serupa dalam mengevaluasi usaha kecil.

Tidak ada hubungan langsung antara kedua kegiatan tersebut, tetapi ia ingin melatih kebiasaannya membedakan asumsi, bukti, dan hasil.

Richard membalas beberapa saat kemudian.

Pendekatan itu masuk akal. Namun, jangan menyamakan keputusan investasi dengan keputusan operasional. Dalam investasi, Anda dapat menjual aset ketika tesis berubah atau risiko menjadi tidak sebanding dengan potensi keuntungan. Dalam bisnis, Anda mungkin harus memperbaiki proses, melatih orang, atau menanggung biaya transisi sebelum hasilnya terlihat.

Arthur membaca pesan tersebut dua kali.

Richard benar.

Investasi dan pengelolaan bisnis sama-sama membutuhkan penilaian terhadap risiko, tetapi cara mengambil keputusan tidak selalu sama.

Seorang investor dapat mengurangi posisi ketika risiko meningkat.

Seorang pemilik bisnis tidak selalu dapat meninggalkan pelanggan hanya karena proyek menjadi lebih merepotkan daripada perkiraan awal. Ia tetap memiliki kewajiban untuk memenuhi kesepakatan, menjaga kualitas, dan mengelola hubungan profesional.

Arthur membalas bahwa ia memahami perbedaan tersebut.

Kemudian ia menutup email.

Pertukaran pesan itu tidak menghasilkan tawaran pekerjaan atau akses istimewa ke dunia investasi.

Namun, Richard terus memberinya kesempatan untuk mempertajam cara berpikirnya.

Arthur menghargai hal itu.

Ia tidak ingin memanfaatkan hubungan tersebut dengan berpura-pura memiliki kemampuan yang belum terbukti.

Jika suatu hari Richard menganggapnya layak mendapatkan kesempatan lebih besar, Arthur ingin kesempatan itu datang karena kualitas pekerjaannya.

Bukan karena ia mengaku mengetahui masa depan.

Rahasia tentang kehidupan pertamanya harus tetap terkunci rapat.

Tidak seorang pun boleh mengetahui bahwa di balik wajah mahasiswa berusia dua puluh tahun itu terdapat ingatan tentang enam puluh tahun kehidupan yang belum dialami orang lain.

6. Hal yang Tidak Bisa Dibeli

Sebelum tidur, Arthur berdiri di dekat jendela apartemennya.

Lampu-lampu kota berkilauan di kejauhan. Suara kendaraan terdengar samar dari jalan di bawah.

Hari itu, ia tidak memperoleh keuntungan besar.

Tidak ada kontrak bernilai ribuan dolar yang tiba-tiba mengubah keadaan keuangannya. Tidak ada investor yang menawarkan modal. Tidak ada perusahaan besar yang meminta bantuannya.

Yang ia peroleh hanyalah beberapa kemajuan kecil.

Pekerjaan Thomas semakin dekat dengan penyelesaian.

Robert siap memulai proyeknya.

Peter bersedia menguji formulir pencatatan yang lebih sederhana.

Daniel dan Arthur memperbaiki cara mereka menghitung biaya kerja.

Richard memberinya pandangan baru tentang perbedaan antara investasi dan pengelolaan bisnis.

Semua itu mungkin tampak biasa.

Namun, Arthur tahu bahwa perusahaan yang bertahan lama dibangun melalui banyak keputusan semacam itu.

Ia juga memikirkan Clara.

Percakapan mereka malam sebelumnya masih melekat dalam ingatannya. Clara sedang menghadapi persoalan keluarga yang tidak sepenuhnya ia pahami, dan Arthur ingin membantu.

Namun, ia tidak boleh menganggap keinginannya untuk melindungi Clara sebagai alasan untuk mencampuri semua urusannya.

Dalam kehidupan pertama, ia pernah membiarkan ketakutan menghalanginya mendekati Clara.

Kini, ia tidak ingin mengulangi kesalahan itu.

Tetapi ia juga tidak ingin berubah menjadi seseorang yang menganggap perasaannya memberinya hak atas kehidupan orang lain.

Arthur menghela napas panjang.

Ada begitu banyak hal yang ingin ia perbaiki dalam kehidupan kedua ini.

Ia ingin membangun perusahaan yang suatu hari mampu bersaing dengan perusahaan terbesar di dunia. Ia ingin mengumpulkan kekayaan yang bahkan melampaui pencapaiannya dahulu. Ia ingin menggunakan ingatannya untuk menghindari kesalahan yang pernah ia saksikan.

Namun, ia mulai memahami bahwa keberhasilan bukan sekadar tentang seberapa banyak hal yang dapat ia kendalikan.

Keberhasilan juga bergantung pada kemampuannya menerima bahwa orang lain memiliki pilihan sendiri, bahwa bisnis memiliki risiko yang tidak dapat dihapus, dan bahwa pengalaman masa depan tidak selalu memberikan jawaban untuk persoalan hari ini.

Arthur kembali ke meja dan mematikan laptop.

Besok, ia masih harus bekerja.

Ia harus memastikan bahwa pelanggan mendapatkan hasil yang dijanjikan, bahwa Daniel diperlakukan sebagai rekan yang setara, dan bahwa uang yang dimilikinya tidak digunakan secara sembrono.

Ia juga harus terus belajar.

Tidak ada jalan pintas yang dapat menggantikan proses tersebut.

Ketika akhirnya berbaring, Arthur memandang langit-langit apartemennya dalam kegelapan.

Dahulu, ia mengukur kekuatan melalui jumlah aset yang dikuasai dan pengaruh yang dimilikinya di pasar keuangan.

Sekarang, ia mulai mengukur kekuatan melalui sesuatu yang lebih mendasar.

Apakah seseorang dapat mempercayainya ketika keadaan menjadi sulit?

Apakah rekan bisnisnya dapat mengandalkannya ketika keputusan tidak berjalan sesuai harapan?

Apakah ia mampu memenuhi janji tanpa harus mengorbankan prinsipnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak memiliki jawaban sederhana.

Namun, Arthur berniat menemukan jawabannya melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Di luar sana, dunia bisnis terus bergerak. Perusahaan-perusahaan besar berlomba merebut pasar, investor mencari peluang berikutnya, dan teknologi baru perlahan mengubah cara orang bekerja.

Arthur mengetahui sebagian dari apa yang akan datang.

Tetapi kali ini, ia tidak ingin hanya menjadi orang yang mampu melihat masa depan.

Ia ingin menjadi orang yang mampu membangun sesuatu yang layak bertahan ketika masa depan itu tiba.

Dan untuk melakukannya, ia harus memulai dari satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang, tidak dapat dipaksakan dengan kekuasaan, dan tidak dapat diperoleh hanya dengan mengetahui apa yang akan terjadi.

Kepercayaan.

1
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
saras
keren siiib ceritanya👍👍👍
saras
👍
saras
semangaaaaaat💪💪💪💪💪👍
saras
ssemangat tor
saras
🙏🙏💪
saras
👍
saras
👍💪
saras
👍
saras
novel yang bagus. lanjutkan tor semangat bikin cerita yang keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!