NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

amarah aji

teriakan suci di Dengar oleh penghuni kos

brok Brok brok.. suara pintu kamar suci di pukul dari arah luar

"mbak... kenapa mbk?"

"tolong... " suci bangkit dari posisinya. pak eko bersandar di tembok sambil memegangi kepalanya yang berdarah

suci membuka dengan cepat kunci kamarnya dan berlari pergi meninggalkan tempat itu

"lho mbak... kenapa?" tanya beberapa orang disana. pak eko berdiri di belakang pintu, suci terus berlari

Ketika salah satu penghuni kos masuk kedalam kamar. dia melihat apa yang terjadi, pak eko muncul dari balik pintu sambil memegangi kepalanya.

"bapak kenapa disini? Kepala bapak kenapa?" tanya penghuni yang lain, melihat darah segar berceceran di lantai yang keluar dari kepala pak eko

"dasar perempuan gila, minta tolong benahi pintu. kepalaku malah di pukul" kilah pak eko

Sebagian penghuni kos membantu pak eko keluar dari kamar suci

*****

Suci trus berlari sampai kejalan raya, berlari menangis

Dari arah berlawanan mela melihat suci lari di sebrang jalan

"ngapain suci joging pake baju seperti itu" ucap mela melihat suci dari jauh, berlari masih mengenakan baju rapi dari kampus

"lho... kok nangis" seketika Itu mela memutar arah motornya

"suci.... " teriak mela

Suci menoleh melihat mela

"mbak... tolong aku mbak..." teriak suci sambil memenangis

"kamu kenapa?" mela bingung

"cepat tolong aku mbak" tanpa mela suruh, suci naik ke boncengan motor mela

"oke... oke..." mela melajukan motor kembali ke rumahnya.

"masuk ci... " mela membuka pintu rumah, menyuruh suci masuk

Suci masih terisak

"kamu aman disini" ucap mela lalu masuk ke ruang makan untuk mengmbil segelas air

"sekarang kamu tenang. kamu sudah aman" ucap mela menyodorkan air putih yang dia ambil

Suci masih menangis

mela mengambil ponsel di sakunya

"halo mas"

"ya mel"

"kamu sekarang ada diamana?"

"di minimarket ujung gang. mau ke rumahmu"

"aku bisa minta tolong jemputkan ajeng mas?"

"kapan?"

"sekarang. waktunya dia pulang"

"oke"

Mela mengakhiri percakapannya

"ya ampun ci. kamu kenapa?" mela membelai punggung suci.

suci masih terisak, sesekali dia meneguk air pemberian Mela

"tenang... cerita pelan-pelan" Mela menenangkan suci

"aku hampir di perkosa mbk... huaawwwww... " tangis suci kembali pecah

"ya ampun... dengan siapa? kamu sampai di... " Mela tak meneruskan kata-katanya

"ndak mbak... endak. belum sampai. tapi dia sudah memegang area sensitifku mbk, menciumi aku dengan sangat berutal" suci menceritakan sambil terus terisak

"kurang ajar. kamu kenal orangnya?"

"pemilik kos"

"ya ampun ci... " Mela memeluk tubuh suci

"bajumu sampai seperti ini? dasar Bajingan" ucap Mela geram "trus bagaimana ceritanya kamu bisa lolos?"

suci menceritakan awal kejadian sampai selesai

"ya ampun ci... sabar ya ci"

Tak lama kemudian aji pulang bersama dengan ajeng

"assalamu'alaikum ma... "

"Walaikumsalam anak cantiknya mama. ayah mana?"

"tuh.... " ucap ajeng menunjuk aji yang sedang berjalan di belakang

"sekarang ajeng masuk. ganti baju terus makan. oke"

Ajeng masuk kedalam rumah

"makasih ya mas. maaf merepotkan"

"Sama-sama. tadi ajeng nunggu. kasian mel. sambil manyun di depan kelas"

"maaf mas. oh ya di dalam ada suci"

"suci?"

aji masuk kedalam rumah Mela

"ci... " aji bingung melihat suci dengan mata sembab dan baju yang sedikit terkoyak

"mel... suci kenapa?"

"duduk dulu mas. tenang"

setelah aji duduk Mela menceritakan kejadian yang menimpa suci

"kamu sampai di itu kan?" aji tak kuasa meneruskan kata-katanya. suci menggeleng

"cukup mas. suci masih syok. suci sudah cerita ke aku semaunya. yang jelas dia ndak sampai di rudal, tapi hampir di rudal. lihat bajunya sampai seperti ini"

"siapa orangnya mel?" aji mulai naik pitam

"pemilik kos mas"

"siapa namanya?"

"pak eko" ucap suci masih menangis

aji keluar rumah

"mas. kamu mau kemana?" tanya mela

"datangi yang nama eko"

"waduh... emangnya mas aji tau tempat kosnya suci"

"tau. mana kunci motormu mel"

Mela memberikan kunci motornya

"aku ikut mas. ci... kamu disini. jangan kemana-mana" ucap Mela sambil menyusul aji dan menutup pintu rumahnya

******

"pelan-pelan mas... jangan ngebut"

aji melajukan motornya dengan kencang, gundukan polisi tidur dia terjang sampai Mela hampir terpental

Sesampainya di depan tempat kos suci. di tempat kos itu masih berkerumun orang

"siapa disini yang namanya eko?" setelah memarkirkan motor dengan sembarangan, aji masuk membuyarkan kerumunan itu

"pak eko di bawa ke rumah sakit mas" ucap salah satu dari mereka

"bagaimana mas?" ucap mela

"kita tunggu saja mel"

sambil menunggu pak eko, aji bertanya kepada beberapa orang disana bagaimana kejadiannya

"mel... sekarang kamu pulang. ambil mobil" perintah aji sambil menyodorkan kontak mobilnya

aji melihat di tempat itu ada CCTV, pasti bisa melihat kejadian yang sebenarnya

"dimana kamar dwi?"

salah satu orang mengantarkan aji ke kamar suci. kamar yang berada di pojok samping kamar mandi dan dapur.

aji masuk kedalam kamar suci, bau anyir darah yang dia cium. darah segar masih tercecer disana

"kamu tinggal disini ci? ya ampun" aji merasa iba melihat kamar suci. "tidak sepantasnya kamu tinggal ditempat ini" gumam aji

Tak lama kemudian Mela datang membawa mobil aji

"mel.. kita bawa semua barang- barangnya suci"

tanpa banyak pertanyaan Mela membantu aji membereskan barang-barang suci

"lho.. mau di bawa kemana mas?" cegah seseorang.

aji dan Mela tak menjawab pertanyaan itu

"dwi harus bertangung jawab. karena memukul pak eko sampai seperti itu"

"kalau kamu tidak tau lebih baik kamu diam" bentak aji. dan membuat orang itu seketika diam

mela dan aji lanjut membereskan barang-barang suci. penghuni kos itu hanya bisa diam tak berani mencegah.

setelah membereskan semua barang suci, aji dan Mela menunggu kedatangan pak eko

sedang pak eko mendapatkan 7 jahitan di kepalanya

"nah itu pak eko" ucap salah seorang

aji langsung bangkit dari duduknya

"kamu yang namanya eko?"

Ceprakkkkk....

Aji mendaratkan kepalan tangannya tepat di mulut pak eko

Belum sempurna pak eko turun dari boncengan motor yang membawanya ke rumah sakit sudah di hadiahi bogem mentah oleh aji

Aduhhh.... pak eko meringis kesakitan. giginya mungkin copot

dengan aksi brutalnya aji sontak menarik perhatian orang-orang disekitarnya. aji meraih krah baju pak eko, hendak menghajarnya lagi namun di tahan oleh Mela dan teriakan orang-orang di sana semakin membuat gaduh

"sudah mas... sudah.. urusannya nanti jadi panjang" melari Mela

"biar mel, aku bunuh sekalian"

pak eko masih berteriak kesakitan "kamu siapa? aduh... sakit" ucapnya sambil memegangi bibirnya yang berdarah

"diam kamu. kamu yang melecehkan dwi?"

"dasar perempuan kurang ajar. setelah menyakiti saya, sekarang memfitnah saya" kilah pak eko

"jangan berbohong pak. bicara yang jujur" ucap Mela

aji merasa Mela sudah melepaskan pegangannya

lalu

Ceprak... ceprak...

aji kembali menghadiahi bogem metah ke wajah pak eko.

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!