NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Clarissa kehilangan segalanya setelah bisnis ayahnya hancur dan sang ayah meninggal dalam kesengsaraan. Saat hidupnya kembali berubah karena pernikahan rahasia ibunya dengan seorang pengusaha kaya, Clarissa menemukan kenyataan yang jauh lebih pahit.

Pria itu ternyata menyimpan rahasia tentang kehancuran keluarganya.

Clarissa berniat mendekatinya demi membalas dendam. Namun, permainan yang awalnya hanya penuh kebencian perlahan berubah menjadi perasaan yang tak seharusnya ada.

Jika dendam membawanya ke dalam pelukan pria yang sama sekali tak boleh ia cintai… apakah Clarissa mampu berhenti sebelum semuanya terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar Dinasti Baru dan Takhta Tanpa Celah

Tujuh bulan berlalu sejak pengakuan kehamilan di ruang makan mansion dan penutupan babak masa lalu di rumah Jakarta Selatan. Waktu berjalan membawa perubahan besar bagi Perkasa Group dan kehidupan privat kami. Skandal masa lalu kini telah sepenuhnya terkubur di bawah deretan angka pertumbuhan saham yang melambung tinggi dan ekspansi bisnis yang tak terbendung di bawah kendali tunggal kami.

Pagi itu, suasana di penthouse lantai 50 Perkasa Tower begitu sunyi. Sinar fajar keemasan menerobos masuk menembus dinding kaca raksasa, membiaskan pendar lembut di atas lantai marmer hitam.

Aku berdiri di depan cermin besar ruang rias, mengenakan gaun malam berpotongan longgar berbahan sutra berwarna champagne yang jatuh anggun menutupi perutku yang kini telah membesar secara nyata. Di usia kehamilan delapan bulan ini, jalanku memang tak selincah dulu, namun aura dominan dan ketegasan di mataku tak berkurang sedikit pun. Cincin pernikahan platina murni dan cincin berlian canary yellow 10 karat tetap melingkar kokoh di jari manisku, beradu indah dengan liontin blue sapphire yang tak pernah melepas posisinya di cekungan dadaku.

Langkah kaki tegap Raymond terdengar mendekat. Pria 35 tahun itu melangkah masuk dengan setelan jas serba hitam tanpa dasi, memancarkan wibawa mengintimidasi yang sangat alami.

Ia berdiri tepat di belakangku, melingkarkan kedua tangannya yang besar dan hangat di perutku yang membuncit dari belakang. Raymond menundukkan kepalanya, menyapukan bibirnya yang hangat di perpotongan leherku, mengalirkan sensasi panas yang seketika menenangkan seluruh syarafku.

"Kamu bekerja terlalu keras minggu ini, Clarissa," bisik Raymond parau di dekat telingaku. Suara bass-nya yang berat dan dalam bergema halus di dalam ruang rias. "Dewan direksi sudah mematuhi setiap instruksimu. Kamu seharusnya beristirahat di vila Bali."

Aku menyunggingkan senyuman tipis, memutar sedikit kepalaku untuk menatap profil wajah tegasnya yang memukau. Tanganku terangkat, membelai garis rahangnya yang kokoh.

"Menyerahkan seluruh pengawasan pembentukan holding company baru pada para komisaris tanpa pengawasanku langsung?" balasku jernih dengan nada menantang yang halus. "Aku tidak akan membiarkan celah sekecil apa pun tercipta menjelang kelahiran anak kita, Raymond."

Raymond terkekeh rendah suara bariton yang sarat akan dominasi pekat dan rasa bangga yang luar biasa. Jemari tangannya mengusap perutku dengan sentuhan posesif yang begitu tajam.

"Anak kita akan lahir di tengah kekaisaran yang paling solid di Asia Tenggara," kata Raymond tegas, matanya mengunci pandanganku melalui pantulan cermin. "Pagi ini, rapat pleno terakhir untuk pengesahan restrukturisasi total Perkasa Nusantara Investama akan digelar. Setelah itu... aku akan menutup seluruh akses rapat umum untukmu hingga proses persalinan selesai."

"Apakah itu sebuah perintah dari Presiden Direktur?" tanyaku dengan sudut bibir terangkat.

"Itu adalah perintah dari suamimu," jawab Raymond parau di depan bibirku sebelum menundukkan kepala dan mengunci bibirku dalam sebuah ciuman hangat yang dalam dan sarat akan kepemilikan mutlak.

Jam sepuluh pagi, ruang rapat utama di lantai 48 Perkasa Tower telah dipadati oleh puluhan pemegang saham utama, jajaran direksi, serta tim pengacara internasional. Atmosfer di dalam ruangan bernuansa kayu mahoni dan marmer itu dipenuhi oleh rasa segan yang mendalam.

Begitu pintu ganda terbuka, keheningan seketika menyelimuti ruangan.

Raymond melangkah masuk terlebih dahulu dengan aura predator puncak yang membuat seluruh peserta rapat berdiri secara refleks. Aku melangkah anggun di sisinya, membiarkan gaun sutra champagne dan perhiasan mewahkan memetakan posisiku sebagai Executive Chairperson yang tak tertandingi.

Raymond membimbingku menuju kursi utama di ujung meja konferensi, menarik kursi tersebut dengan tangannya sendiri sebelum ia berdiri tegak tepat di samping kananku sebuah pemandangan mutlak yang menegaskan pada seluruh isi ruangan bahwa kekuasaan tertinggi ada di dalam genggaman kami berdua.

"Selamat pagi, Tuan-tuan," suara bariton Raymond memecah kesunyian ruangan dengan kejernihan yang mengintimidasi. "Agenda hari ini adalah pengesahan akhir pengalihan seratus persen aset pertambangan Kalimantan, Halmahera, dan konsorsium investasi Singapura di bawah naungan Perkasa Nusantara Investama."

Pak Herman mengedarkan draf dokumen hukum akhir ke hadapan jajaran komisaris. Tak ada satu pun suara keberatan. Kemenangan mutlak atas Julian Vance lima bulan lalu serta penyingkiran Siska dari struktur perusahaan telah membuktikan bahwa melawan kami adalah bentuk bunuh diri finansial.

"Apakah ada pertanyaan atau penolakan sebelum penandatanganan berkas oleh Executive Chairperson?" tanya Raymond, pandangan hazel-nya menyapu belasan pria berkuasa di hadapannya dengan tatapan yang sanggup membekukan keberanian siapa pun.

Seorang komisaris senior berdiri perlahan, membungkuk kecil penuh penghormatan. "Tidak ada, Tuan Perkasa. Seluruh jajaran dewan komisaris sepenuhnya mendukung kepemimpinan Nona Clarissa dan pengalihan aset ini."

Aku menyunggingkan senyuman dingin yang terukir sempurna. Dengan gerakan tangan yang anggun dan presisi, aku membubuhkan tanda tangan basahku di atas lembar berkas emas tersebut, disusul oleh tanda tangan Raymond sebagai saksi dan penjamin utama.

Ketukan palu sidang bergema nyaring di dalam ruangan, mengesahkan pembentukan dinasti baru yang sepenuhnya bersih dari bayang-bayang masa lalu. Kemenangan ini bukan lagi sekadar pembalasan dendam atas Ayah atau pembuktian di depan Ibu; ini adalah fondasi kekuasaan abadi yang akan kami wariskan pada garis keturunan kami.

Sore hari menjelang malam, konvoi SUV hitam berlapis kaca anti-peluru membawa kami kembali ke mansion utama. Langit Jakarta dihiasi oleh pendar jingga keemasan yang megah saat mobil memasuki gerbang besi tinggi yang dijaga ketat oleh pengawal pribadi.

Mansion kini terasa hangat dan hidup. Taman belakang yang dahulu dipenuhi tanaman hias mewah yang kaku kini telah diubah menjadi area hijau terbuka dengan kolam renang berdesain alami dan paviliun santai beratap kayu jati.

Usai membersihkan diri dan berganti pakaian dengan gaun tidur santai berbahan sutra putih, aku melangkah menuju balkon kamar utama di lantai dua. Embusan angin sore yang sejuk menyapu lembut kulit wajah dan leherku.

Raymond melangkah keluar membelakangiku dari dalam kamar. Pria itu telah melepas jas dan dasinya, menyisakan kemeja putih santai yang terbuka di dua kancing atasnya. Tangannya membawa dua gelas minuman satu gelas wiski tua untuk dirinya dan satu gelas jus buah segar untukku.

Ia menyerahkan gelas jus padaku, lalu melingkarkan lengan tegapnya di pinggangku, menahan tubuhku tetap rapat bersandar pada dada bidangnya.

"Bagaimana perasaanmu malam ini, Clarissa?" tanya Raymond rendah, suaranya yang parau menyatu harmonis dengan suara desiran daun di taman.

Aku menyesap jusku perlahan, memandangi pendar lampu-lampu kota yang mulai menyala di kejauhan.

"Aku merasa... papan catur ini akhirnya benar-benar kosong, Raymond," balasku pelan, menyandarkan kepalaku di bahu kokohnya. "Tidak ada lagi benteng musuh yang harus dihancurkan, tidak ada lagi raja yang harus diskakmat. Yang tersisa hanya kita dan kerajaan yang kita bangun di atas puing-puing itu."

Raymond menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan dominasi dingin. Pria itu meletakkan gelas wiskinya di atas pagar balkon, lalu memutar tubuhku perlahan hingga aku berhadapan langsung dengannya. Tangannya yang besar meraih jemariku, mengusap lembut cincin pernikahan platina murni di jari manisku.

"Papan catur ini tidak pernah kosong, Clarissa," bisik Raymond parau di depan bibirku, manik mata hazel-nya memancarkan pendar kepemilikan mutlak dan rasa cinta terlarang yang kini telah menjadi hukum abadi di hidup kami. "Papan ini sekarang milik dinasti kita. Dan mulai malam ini... kamu tidak lagi perlu bertarung. Cukup berdiri di sisiku dan biarkan aku yang menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenanganmu dan anak kita."

Kata-kata itu meluncur dengan ketegatan yang tak tergoyahkan. Pria paling dominan dan dingin di Jakarta ini telah membuktikan janji-janjinya dari awal: ia tak pernah membiarkanku jatuh, ia menyerahkan tahtanya padaku, dan ia siap membakar dunia demi melindungiku.

"Aku mencintaimu, Raymond," bisikku lirih sebuah pengakuan jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam, tanpa ada lagi topeng manipulasi atau keraguan.

Manik mata hazel Raymond berkilat pekat mendengarnya. Sebuah senyuman paling tampan dan hangat terukir di bibirnya. Pria itu menundukkan kepalanya, menyatukan bibir kami dalam sebuah ciuman yang sarat akan kehangatan, kebuasan, dan obsesi yang telah lebur menjadi ikatan tak terpisahkan.

Di bawah langit Jakarta yang bertabur bintang, di atas tanah kekaisaran bisnis bernilai ratusan triliun yang kami kuasai bersama, pertempuran dendam masa lalu telah resmi usai. Kami tidak hanya memenangkan pertaruhan ini kami telah menjelma menjadi penguasa abadi yang tak akan pernah bisa diruntuhkan oleh siapa pun.

1
Nda
ditunggu double upnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!