NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:33.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlindungan Yang Berlebih

Raifan sudah menerima laporan dari Pandi beserta sebuah foto yang menunjukan Seruni bertemu seseorang di sebuah Restoran. Raifan tentu terkejut melihat istrinya yang bertemu dengan Mawar.

"Untuk apa mereka bertemu?" Raifan langsung mencari kontak seseorang di ponselnya, menghubunginya segera. "Hallo, apa yang kau bicarakan dengan istriku tadi?"

"Hah? Kamu tahu? Aku kira Seruni tidak bilang padamu akan bertemu denganku. Ternyata dia bilang ya"

"Bukan, dia tidak bicara apapun padaku tentang akan bertemu denganmu. Tapi, aku pasti tahu apa saja yang dia lakukan. Karena pengawalnya akan selalu laporan padaku"

Mawar masih berada di Restoran itu, dan dia cukup tertegun mendengar ucapan Raifan barusan. Lalu ingat tentang seorang pria yang datang mengikuti Seruni tadi.

"Jadi benar ada pengawal ya, kenapa kamu sampai segitunya?"

"Karena aku takut dia celaka, banyak hal yang aku takutkan tentang dia"

Mawar kembali terdiam, seperti hancur hatinya ketika mendengar Raifan memperlakukan istrinya dengan penuh keistimewaan. Melindunginya dengan cara apapun hanya karena takut Seruni celaka.

"Kamu berubah ya, dulu kamu tidak pernah mengekang seseorang seperti ini. Bahkan aku saja tidak pernah kamu lindungi sampai seperti itu, tapi sekarang istrimu mendapatkan perlindungan yang berlebih darimu"

"Semuanya karena aku tidak mau seseorang yang sekarang di sampingku, pergi lagi seperti yang kau lakukan dulu"

Deg... Mawar terdiam, memegang ponselnya semakin erat. Menunduk pelan. "Maaf, bukannya aku tidak ingin berjuang bersamamu. Tapi, aku..."

"Tidak papa, semuanya sudah berlalu. Sekarang hiduplah lebih baik. Soal sakitmu, aku sudah mencarikan Dokter terbaik untuk kesembuhanmu"

"Rai, apa aku dan kamu tidak bisa bersama la-"

"Maaf Mawar, aku tutup dulu teleponnya. Ada rapat"

Mawar hanya menghela napas pelan, menatap layar ponselnya dengan sendu. "Ternyata kamu mulai menerima perjodohan yang dulu kamu tolak mentah-mentah itu ya"

Mawa menghela napas, lalu dia beranjak dari duduknya dan menyelempangkan tas di bahu. Pergi keluar dari Restoran itu.

*

Seruni sedang berdiri di balkon kamar, menatap langit malam yang bertabur bintang. Tersenyum sendu dengan air mata menggenang di pelupuk. Mengingat saat kecil dia sering menatap langit malam penuh bintang bersama Ibunya.

"Bu, sekarang aku menatap bintang itu sendirian. Apa Ibu ada diantara para bintang itu? Baik-baik disana ya, tetap cintai anakmu dari sana"

Grepp... Pelukan yang tiba-tiba, mengejutkannya. Wangi aroma parfum dan keringat yang maskulin dari suaminya membuat Seruni langsung tahu siapa yang memeluknya. Lagi pula siapa yang akan berani memeluknya seperti ini jika bukan suaminya. Jika ada yang berani, yakinlah nyawa orang itu akan langsung melayang.

"Sedang apa kau disini? Angin malam tidak baik untuk kesehatan"

Seruni menghela napas pelan, memegang tangan Raifan yang melingkar di perutnya. "Hanya ingin melihat bintang saja. Dulu, Ibuku pernah bilang kalau seseorang yang sudah tiada di dunia ini, dia akan menjadi salah satu bintang itu. Aku berharap Ibu juga ada diantara para bintang itu"

Raifan mengecup lembut bahu istrinya, dia ikut merasakan kesedihan istrinya ketika mengingat Ibunya yang sudah tiada. "Ibumu akan selalu melihatmu, dan dia yakin kamu bisa hidup lebih baik meski tanpa dia disisimu"

Seruni mengangguk pelan, terlalu kecil untuknya di tinggalkan seorang Ibu. Kasih sayangnya masih sangat dibutuhkan. Dan hanya beberapa bagian bayangan yang bisa Seruni ingat tentang kebersamaan dengan Ibunya. Kebanyakan ingatan bersama dengan Ibunya hanya abu-abu dan sekilas saja. Karena usianya yang masih kecil saat Ibunya pergi.

"Besok aku libur, kita pergi jalan-jalan"

Seruni berbalik, menatap suaminya yang sudah duduk di kursi rotan disana. Seruni menatapnya dengan antusias, tapi juga tidak cukup percaya dengan ucapan Raifan.

"Benarkah?"

"Ya, bukannya kau selalu mengeluh karena terus berada di rumah sampai akhirnya memaksa untuk kembali bekerja. Ah, sebenarnya aku kesal mengingat itu. Seharusnya kau tidak kembali jadi model. Aku sudah melihat hasilnya, dan banyak orang yang mengagumi kau sekarang"

Seruni tertawa kecil, melihat Raifan yang memegang majalah yang ada di atas meja, dan sampul majalah itu adalah fotonya. "Memangnya kenapa? Kamu tidak mungkin cemburu 'kan?"

"Kenapa tidak mungkin?"

"Hah?"

Seruni hanya diam, ucapan Raifan seolah membuatnya terus berpikir jika suaminya memang merasa cemburu padanya. Sementara orang yang merasakan cemburu, hanya seseorang yang mencintai.

"Kemarilah" Raifan menarik tangan Seruni ke dalam kamar, menutup pintu balkon dan tirainya.

Lalu, semuanya berawal dari ciuman lembut yang berubah jadi panas dan penuh gairah. Seruni yang mulai tidak bisa mengendalikan gairah suaminya dan dia sendiri tidak menolak. Tubuh keduanya jatuh ke atas tempat tidur dan semuanya berlanjut sampai tengah malam hampir dini hari.

*

Suara dering ponsel mengganggu tidurnya, Seruni perlahan membuka kelopak matanya yang masih terasa perih. Kantuk masih menyerangnya. Dia menekan ikon hijau tanpa melihat jelas dulu siapa yang menghubunginya pagi ini.

"Hallo" Suaranya bahkan masih terlalu serak karena baru bangun tidur. "Siapa ya?"

"Ini aku, kamu baru bangun tidur ya?"

Seruni langsung membuka matanya lebih lebar lagi, dia melirik suaminya yang masih terlelap. Perlahan Seruni bangun terduduk dan membenarkan tangan Raifan yang tadi memeluk perutnya.

"Ada apa, Mas?"

"Hari ini ada pemotretan"

"Loh, bukannya besok ya. Hari ini jadwalku harusnya kosong" ucap Seruni pelan, melirik ke arah suaminya yang masih terlelap. Takut saja jika suaranya membangunkannya.

"Iya, tapi produk kecantikan itu ingin segera launching. Jadi, kamu harus melakukan pemotretannya sekarang"

Seruni menggigit bibir bawahnya, melirik Raifan lagi. semalam mereka sudah janji untuk pergi bersama hari ini. Tapi, jika seperti ini Seruni juga bingung harus bagaimana. Pekerjaan juga tidak bisa di abaikan.

"Tapi, aku-"

"Kalau sampai pemilik produk ini marah dan kecewa, maka semuanya akan kacau. Aku sudah terlanjur mengiyakan juga, karena dia begitu memaksa untuk melakukan pemotretan hari ini"

Seruni menghembuskan napas panjang, sepertinya dia harus siap menerima kemarahan suaminya hari ini. Tapi, dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya sekarang. Semua pekerjaan mempunyai tanggung jawab dan resiko masing-masing. Seruni hanya selalu ingat itu, meski hatinya ketar-ketir, takut jika Raifan kembali mengurungnya dan tidak mengizinkannya bekerja lagi.

"Baiklah, nanti aku kesana Mas"

"Baiklah"

Bersambung

1
Yani Suryani
mulut Raifan ini benar" ya
saat sama mawar juga ngomongnya ketus, bahkan kata"nya langsung aja bilang kasihan gitu kan bisa bilang karena kemanusiaan rasa empati gitu, memang setelannya gitu 🤦
sama mertua pun gak ada bedanya seperti orang lain
Yani Suryani
cepat sembuh ya mawar dan raihlah kebahagiaan mu, tetap semangat 🔥
walau tidak mudah kau pun juga mendoakan seruni dan Raifan bahagia, jadi kamu harus semangat untuk sembuh biar tidak menyia nyiakan bantuan Raifan 🔥🔥
Yani Suryani
semoga penyakit mawar sembuh dan dia juga mendapatkan kebahagiaannya sendiri walau tanpa Raifan, mungkin nanti ada laki" yg baik dan menerima mawar dengan kekurangannya
🌻
Oma Gavin
bikin Selina mati saja kak biar ayah nya merasakan kehilangan anak kesayangan nya
dika edsel
kamu berkata seperti itu krn mas rai udah bila tdk sama kamu.. lain cerita klo mas rai bilang masih cinta sama kamu..100pesen kamu masih ngebet kan?? ngomong2 sampe kpn kamu sakit sih...lama amat sembuhnya?? klo mati ya mati aja gitu loh..
Nurminah: HIv Atau Kanker
total 3 replies
Yani Suryani
terus semangat 🔥
Yani Suryani
nah gitu, sering komunikasi sama adikmu biar dapat pencerahan 😁
Yani Suryani
karena sudah terlanjur ya bicarakan baik baik apa lagi kondisi mawar juga memprihatinkan dan penyakit yg sudah setadium akhir, jangan sampai nanti penyesalan menghantui rumah tangga kalian,,,
bicarakan kembali tentang itu jika seruni ingin kamu berhenti maka kamu cari orang yg mau membantu mawar, tapi jika seruni mengijinkan maka terbukalah, atau biar seruni yg mengurus itu tanpa kamu , atau apalah yg terbaik, jadi pikirkan matang-matang dulu baru memutuskan tanpa emosi
Yani Suryani
dasar pencemburu akut 🤭
Nurminah
banyak ceo goblok ama kasian sama mantan
kalo aku kalau mantan kamu sekarat aja didepan kamu nggak usah sok2 an bantu cari orang lain aja apalagi sembunyi2 membantu hadeh nggak sudi siap2 dia kehilangan anak istri nya jangan pernah ada urusan sama mantan apapun bentuknya
dyah EkaPratiwi
raifan harus belajar banyak ini
Yani Suryani
semangat terus kak Nita.P 🔥
Mia Camelia
lanjut thor😁
Angga Gati
nah salah paham lg klo nguping jgn setengah donk seruni l...
MamDeyh
Lanjuuut kak
Yani Suryani
jangan lupa like 👍🌻
Yani Suryani
seruni ramah dan baik, sampai" di jahati aja masih dibaiki
Yani Suryani
kalau dengerin itu sampai tuntas biar gak salah paham
Susma Wati
nah salah paham lagi nih seruni
Yani Suryani
selalu ditunggu up selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!