NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.

Beberapa jam kemudian, Ravian sudah berada di ruang pertemuan di salah satu lantai gedung Arkatama Group. Proposal terbaru Vardhana Resources terbuka di hadapannya, tetapi meski sudah lima belas menit berlalu, tidak satu halaman pun berpindah.

Pertemuan sebelumnya masih terlalu jelas dalam ingatannya. Bukan karena penawaran Kresna, melainkan karena dirinya sendiri. Saat itu ia diberi satu tugas sederhana oleh ayahnya.

Mengatakan tidak.

Namun bahkan satu kata itu terasa begitu sulit keluar ketika Kresna mulai menekan.

Ravian mengembuskan napas pelan.

“Kamu terlihat tegang.”

Suara teguran itu membuat Ravian menoleh, dan mendapati Gatra tengah duduk santai di sampingnya sambil membaca proposal yang sama.

“Tidak juga.”

Gatra tersenyum tipis. “Paman sudah membaca penawaran mereka.” ia meletakkan dokumen di tangannya ke meja. “Secara angka, jauh lebih menarik dibanding sebelumnya.”

Ravian menatap pamannya. “Tapi Ayah sudah menolaknya.”

“Yang ditolak ayahmu adalah proposal pertama,” ucap Gatra. “Dalam bisnis, perubahan penawaran berarti ada penilaian baru. Bukan berarti kita harus menerima, tapi menutup pintu tanpa melihat perubahan juga tidak bijak.”

Ravian tidak segera menjawab. Kalimat itu masuk akal, tetapi justru itulah yang membuatnya sedikit terganggu.

Pintu ruang pertemuan terbuka setelah terdengar tiga ketukan. Sesaat kemudian, seorang staf masuk, membungkuk sopan, lalu berkata,

“Pak, Pak Kresna Vardhana sudah tiba.”

Ravian menegakkan duduknya. “Persilakan.”

Beberapa detik kemudian Kresna masuk bersama dua orang stafnya. Langkah pria itu tetap tenang, percaya diri, seolah dirinya tidak pernah dipaksa pulang dengan penolakan tegas dari Damar beberapa hari sebelumnya.

“Pak Ravian.” Kresna mengulurkan tangan.

“Pak Kresna,” sambut Ravian.

Tatapan Kresna kemudian berpindah kepada Gatra. “Pak Gatra. Senang melihat Anda di sini.”

“Saya hanya mendampingi," sahut Gatra.

Mereka mengambil tempat duduk masing-masing. Tidak membutuhkan waktu lama sampai salah satu staf Vardhana menyalakan layar proyektor yang sudah disediakan di dalam ruangan dan menghubungkannya dengan laptop yang mereka bawa.

Kresna langsung masuk pada inti pembicaraan. “Kami sudah melakukan beberapa perubahan sejak pertemuan terakhir.”

Grafik pertama muncul di layar, Kresna melanjutkan.

“Harga turun dua puluh tiga persen dari penawaran awal. Kami juga memberikan jaminan pasokan selama dua belas bulan serta fleksibilitas pembayaran untuk enam bulan pertama.”

Ravian menatap angka-angka di layar. Penawarannya memang jauh lebih menarik.

Kresna melanjutkan tanpa memberi terlalu banyak ruang untuk menyela. “Arkatama akan mendapat prioritas dalam distribusi. Untuk volume seperti milik Anda, keuntungan operasionalnya cukup besar.”

Gatra menggeser satu lembar dokumen. “Berapa lama harga ini berlaku?”

“Tiga tahun.”

“Itu cukup agresif.”

Kresna tersenyum. “Karena kami serius.”

Ravian masih diam. Ia membaca lembar yang diberikan kepadanya, mencoba mencari sesuatu yang terasa salah. Akan tetapi, angka yang muncul justru semakin menguntungkan.

Gatra menoleh ke arah keponakannya. “Kalau dari sisi biaya, penawaran ini layak dipertimbangkan.”

Ravian mengangguk pelan. “Tapi masih ada persoalan lain dari Vardhana.”

Kresna tidak terlihat terganggu dengan komentar yang Ravian lontarkan. “Dan sebagian besar sudah kami perbaiki.”

“Sebagian besar?” ulang Ravian.

“Tidak ada perusahaan besar yang benar-benar bersih dari sengketa atau keterlambatan, Pak Ravian,”

Kresna menyandarkan punggungnya. “Arkatama juga pasti pernah menghadapi masalah.”

Kalimat itu membuat rahang Ravian mengeras.

“Kita tidak perlu memperdebatkan sejarah. Yang penting sekarang apakah skema baru mereka menguntungkan Arkatama atau tidak,” ucap Gatra tenang sebelum Ravian sempat membuka suara.

Kresna mengangguk puas.

Ravian kembali melihat proposal, tekanan yang sama perlahan muncul. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Kresna tidak memaksanya secara terang-terangan. Pria itu justru memberikan angka, data, keuntungan. Dan Gatra, seseorang dari keluarganya sendiri, tidak melihat alasan untuk langsung menolak.

“Kami tidak meminta keputusan emosional,” ujar Kresna. “Hanya keputusan bisnis.”

Ravian mengangkat wajah. “Dan kalau saya tetap menolak?”

Kresna tersenyum tipis. “Setidaknya kali ini saya berharap keputusan itu benar-benar milik Anda.”

Kalimat itu menghantam tepat pada bagian yang masih mengganggu Ravian sejak pertemuan sebelumnya. Jari-jarinya mengepal perlahan di bawah meja.

Gatra menoleh sesaat, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Kresna mendorong dokumen utama sedikit lebih dekat ke arah Ravian. “Tidak perlu menjawab sekarang. Tapi kalau Arkatama ingin mempertahankan harga ini, kami membutuhkan kepastian paling lambat akhir minggu.”

Ravian menatap halaman terakhir. Ada ruang tanda tangan di sana. Belum berupa kontrak final, hanya kesediaan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Ketegangan yang terasa familiar bagi Ravian mulai menyelimuti ruang pertemuan.

“Mungkin kita bisa—”

Tok...Tok...

Sebelum Ravian sempat menyelesaikan kalimatnya, suara ketukan pintu menyela, menarik atensi semua orang menoleh ke arah pintu.

. . .

. . .

To be continued...

1
Zhu Yun💫
Ditunggu karya selanjutnya kak Zira... semangat 💪🥳
Zhu Yun💫
Tambah bonchap kak 😁
Zhu Yun💫
Mau ngelamar ya... 🤭
Zhu Yun💫
Mau jadi power rangers 😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
😍😍😍😍😍
〈⎳ FT. Zira: tengkyuu ibuuu/Kiss//Kiss/
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lahhh... kok gak sampai mereka menikah sih, gantung amat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: heh, maksud nya?
total 2 replies
Endah Puji Lestari
😍😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: terima kasih sudah setia menemani kaka🥰
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
eh... ciyus ini 😱😱😱🤔🤔🤔
〈⎳ FT. Zira: dari yg nanya🤣🤣🤣..kaborrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini sih kopernya🤭
〈⎳ FT. Zira: emang🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
affa affaan ini 🤦‍♀️🤦‍♀️
〈⎳ FT. Zira: kaborrrr🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
karakter si elang ini cool banget dah. bkn kyk karakter utama novel biasanya yang bucin abis ama pasangannya. cinta tapi ga lebay
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: hidung mana ini
total 6 replies
Muft Smoker
selamat menikmati hidup mu Bram ,,
Zhu Yun💫
Ya nikmati sajalah Bram dari apa yang kamu tabur di masa lalu 🤭
Zhu Yun💫
Sudah matang kan mereka berdua buat diajak ngadon /Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Cihuy.. terpesona nih ya 🤭
Zhu Yun💫
Dan sekarang mereka sudah semakin dewasa, semakin tampan, semakin kokoh, semakin kekar, semakin tegak juga anunya /Facepalm//Facepalm//Hammer//Hammer/ tubuhnya maksudnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Kirain pak Raksa sudah... 🤭
Endah Puji Lestari
😍🙏
Muft Smoker
dsnii pak raksa bersikap adil agar gx da yg tersakiti ,, dan merasa di rebut posisi ny ,, meski secara gx langsung posisi elang emnk sejak lahir di rebut ma ravi Krn pertukaran tsb ,,
semoga setelah ni kebenaran segera di bongkar biar si Bram mempertanggung jawab kan perbuatan ny ,,




ayoo kak zira jgn lama2 ,,
Sutono jijien 1976 Sugeng
sudah kuduga bulan bapak nya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!