Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 - PERTARUNGAN TERAKHIR: BINTANG BIDUK VS AWAN HITAM
Puncak Teratai Emas Huashan, malam hari ke-7 tahun.
Kawah 10 kaki di tengah arena masih mengepulkan sisa uap panas-dingin dari pertarungan Mu Chen dan Yang Lie yang sama-sama tumbang. 9 keping mangkuk goni emas pecah masih tergeletak di dasar kawah, darah emas kehitaman dan darah merah menyala membasahi pecahan itu. Di atas, tunas teratai emas yang tadi tumbuh menjadi 5 inci karena air dan matahari tumbang bersamaan, kini layu setengahnya, karena bayangan menutupinya.
Di dalam kawah, berdiri dua orang.
Li Changan, 34 tahun, jubah biru tua Jiangnan, wajah tenang seperti danau di malam hari, 7 pedang kayu Bintang Biduk yang tadi jatuh menancap membentuk Biduk terbalik di sekeliling kakinya. Bukan karena takut, tapi karena ia sengaja melepasnya.
Qin Wuyu, 32 tahun, jubah hitam pekat seperti tinta yang tidak pernah kering, mata hitam pekat tanpa putih, mata ketiga bayangan di dahi yang masih tertutup. Adik kandung Qin Ye, Paman Qin Ruyan, Wakil Ketua Paviliun Awan Hitam yang 7 tahun tidak pernah muncul.
Di bibir kawah, 6 lawan 6.
Di sisi Bintang: Li Qingzhou kipas besi, Su Meiyin payung hujan jarum hitam, Shen Wuyou guqin tanpa senar, Xiao Yusheng kuas raksasa Hakim Lukis, Yan Beifei payung besi Gagak Api, Ye Liuxiang Tuan Muda Sakit yang tenaga dalamnya sangat kuat.
Di sisi Bayangan: 6 Wakil Paviliun Awan Hitam, jubah hitam, payung besi hitam berlubang, wajah tertutup topeng bayangan, tanpa nama, hanya angka: Ying Yi sampai Ying Liu.
10.000 pendekar di kaki gunung tidak bisa melihat jelas karena puncak gelap oleh bayangan, hanya melihat 7 bintang Biduk di langit malam yang tiba-tiba redup, dan awan hitam yang tidak ada di ramalan cuaca menutupi puncak.
Hong Wei Jun menggendong Mu Chen yang pingsan ke luar kawah, Zhuo Fan menggendong Yang Lie, Ling Feng dan Shi Potian membuat lingkaran pelindung dengan air dan gunung agar Qi bayangan tidak masuk ke tubuh dua pemuda yang tumbang.
Qin Wuyu di dalam kawah membuka mata, mata hitam pekatnya menatap 7 pedang kayu yang menancap terbalik.
"Li Changan, 7 tahun lalu kau yang menulis kalimat emas Tujuh Tahun Lagi, Murid Menentukan Langit di Puncak Teratai Emas ini dengan 7 pedangmu. Hari ini muridmu sudah menentukan, naga dan matahari seimbang, tumbang bersama. Bagus."
"Tapi kau lupa, Li Changan. 7 tahun lalu sebelum kalimat itu muncul, Puncak Teratai Emas ini milik siapa? Milik Wang Chongyang? Bukan. Milik Lin Chaoying? Bukan. Puncak ini milik... bayangan. Karena setiap bintang butuh bayangan untuk terlihat terang."
Li Changan tidak menjawab dengan kata. Ia menghentakkan kaki kanan.
Bang!
7 pedang kayu Bintang Biduk yang menancap terbalik di sekelilingnya, bergetar, lalu terbang, bukan ke tangannya, tapi ke langit, membentuk Biduk yang benar, Biduk yang tidak terbalik, berputar di atas kepalanya.
"Qin Wuyu, Paviliun Awan Hitam 20 tahun bersembunyi di bayangan, 2 tahun terakhir muncul karena darah 9 Yin putri kakakmu. Hari ini, di hari murid menentukan langit, kau ingin bintang menentukan bayangan? Silahkan."
Qin Wuyu tersenyum, mata ketiga di dahinya yang tertutup, terbuka sedikit, celah kecil, dari celah itu keluar asap hitam.
"Silahkan."
Dan pertarungan terakhir yang begitu sengit Paviliun Awan Hitam vs 7 Pendekar Jiangnan dimulai.
DI DALAM KAWAH - LI CHANGAN VS QIN WUYU
Qin Wuyu bergerak lebih dulu, bukan berjalan, tapi bayangannya yang berjalan. Tubuh aslinya masih di tempat, tapi bayangannya melesat, bayangan itu membawa payung besi hitam berlubang, menusuk ke arah dada Li Changan.
Li Changan tidak bergerak, 7 pedang kayu di atas kepalanya berputar, satu pedang kayu - Tian Shu - bintang pertama Biduk - turun, menahan payung bayangan.
CLANG!
Kayu melawan besi bayangan. Pedang kayu tidak patah, payung bayangan tidak robek, tapi kawah 10 kaki retak lebih dalam menjadi 12 kaki karena getaran.
Qin Wuyu yang asli menghilang, masuk ke dalam bayangan 9 keping mangkuk pecah di dasar kawah.
"Di dalam bayangan, bintang tidak bersinar, Li Changan!"
Suara Qin Wuyu keluar dari semua bayangan di dalam kawah, dari bayangan 7 pedang kayu, dari bayangan Li Changan sendiri.
Li Changan memejamkan mata. 7 pedang kayu di atasnya berhenti berputar, lalu jatuh, menancap di sekelilingnya lagi, tapi kali ini ujung pedang di bawah, gagang di atas, membentuk penjara kayu.
Qi Men Dun Jia - Xing Luo Qi Bu!
7 pedang kayu itu menyala, cahaya bintang Biduk murni, cahaya itu tidak mengusir bayangan, tapi membuat bayangan memiliki bentuk. Bayangan Qin Wuyu yang bersembunyi di dalam bayangan mangkuk pecah, terlihat, bentuknya jelas, seperti tinta hitam di atas kertas putih.
"Kau ada di sana!"
Li Changan mengangkat tangan, 2 pedang kayu - Tian Xuan dan Tian Ji - melesat ke dalam bayangan mangkuk pecah.
Qin Wuyu terpaksa keluar, payung besi hitamnya terbuka, menahan 2 pedang kayu.
BOOM!
Payung besi hitam berlubang itu menyerap 2 pedang kayu, lubang-lubang di payung itu menghisap cahaya bintang.
Qin Wuyu tertawa, "Bidukmu hanya 7 bintang, Li Changan. Lubang payungku ada 36, 36 lubang bayangan Paviliun Awan Hitam 20 tahun mengumpulkan cahaya bintang untuk dihisap!"
Li Changan tidak menjawab, ia mencabut 1 pedang kayu lagi - Tian Quan - bintang ke-4, bintang yang paling redup di Biduk, tapi bintang yang paling dekat dengan manusia - dan ia menusukkan pedang itu bukan ke Qin Wuyu, tapi ke dadanya sendiri.
Darah segar keluar, darah Li Changan, darah bintang.
7 pedang kayu yang lain yang menghisap cahaya, melihat darah itu, menyala lebih terang, 7 kali lebih terang, karena bintang Biduk bersinar lebih terang jika ada darah manusia yang tulus.
Cahaya itu terlalu terang, 36 lubang bayangan di payung Qin Wuyu tidak bisa menghisap lagi, lubang-lubang itu penuh, pecah.
Payung besi hitam Qin Wuyu meledak.
Qin Wuyu terpental, punggungnya menghantam dinding kawah, mata ketiga di dahinya terbuka penuh, mata bayangan penuh, dari mata itu keluar 9 cakar bayangan.
Jiu Ying Zhao Hun - Sembilan Bayangan Pencabut Nyawa!
Li Changan yang dada berdarah, mengangkat 3 pedang kayu terakhir - Yu Heng, Kai Yang, Yao Guang - 3 bintang ekor Biduk, 3 pedang itu menyatu menjadi satu pedang kayu raksasa.
Bei Dou Ding Tian!
Pedang Biduk Penentu Langit.
Satu pedang kayu raksasa melawan 9 cakar bayangan.
Di dalam kawah 12 kaki, cahaya bintang dan bayangan bertabrakan, tidak ada suara, hanya hitam dan putih yang saling menghapus.
DI BIBIR KAWAH - 6 VS 6
Di atas, pertarungan lebih kacau, lebih nyata.
Li Qingzhou kipas besi melawan Ying Yi payung besi berlubang. Kipas besi Li Qingzhou yang biasanya meneteskan cahaya bintang, kini meneteskan darah karena setiap tebasan kipasnya mengiris lubang payung yang menghisap. Ying Yi payungnya berputar, lubang-lubangnya mengeluarkan angin hisap yang membuat jubah Li Qingzhou robek.
Kipas Besi - Xing He Fan Juan! Li Qingzhou memutar kipas, galaksi bintang keluar dari kipas, galaksi itu masuk ke lubang-lubang payung Ying Yi, lubang-lubang itu kenyang, meledak, Ying Yi terpental, topeng bayangannya pecah, terlihat wajah pucat tanpa mulut.
Su Meiyin payung hujan jarum hitam melawan Ying Er. 10.000 jarum hitam dilepaskan bersamaan, hujan jarum. Ying Er membuka payung berlubang, jarum-jarum itu masuk ke lubang, hilang. Su Meiyin tersenyum dingin, "Jarumku bukan untuk masuk lubang, tapi untuk membuat lubang baru." Ia menekan gagang payung, payungnya meledak, 10.000 jarum yang hilang tadi keluar dari dalam payung Ying Er, dari dalam tubuh Ying Er, Ying Er berteriak, tubuhnya menjadi landak jarum hitam.
Shen Wuyou guqin tanpa senar melawan Ying San. Ia tidak punya senar bintang lagi, senar bintangnya putus. Ia memetik kayu guqinnya dengan kuku, suara kayu patah keluar, suara yang membuat bayangan Ying San retak. Ying San payungnya ia lempar, payung itu menjadi mulut besar berlubang ingin menelan Shen Wuyou. Shen Wuyou mengangkat guqinnya, membanting guqin itu ke mulut payung. Guqin pecah, mulut payung pecah, keduanya berdarah telinga karena suara.
Xiao Yusheng kuas raksasa Hakim Lukis melawan Ying Si. Tintanya bukan tinta bintang lagi, tinta hitam pekat yang ia buat dari darahnya sendiri. Ia melukis di udara, melukis pintu. Pintu hitam. Ying Si payungnya ia tusukkan ke pintu itu, pintu itu terbuka, dari dalam pintu keluar... bayangan Xiao Yusheng sendiri. Ying Si kaget, bayangan Xiao Yusheng memeluk Ying Si, masuk ke dalam tubuh Ying Si, Ying Si berteriak, dua bayangan dalam satu tubuh.
Yan Beifei payung besi Gagak Api melawan Ying Wu. Gagak Api di payungnya yang biasanya api, kini hitam, karena bayangan Paviliun terlalu tebal. Yan Beifei membakar jubahnya sendiri, api dari jubahnya ia transfer ke gagak, gagak hitam menjadi gagak api lagi, gagak itu mematuk lubang-lubang payung Ying Wu, setiap patukan, satu lubang tertutup dengan api. Ying Wu payungnya menjadi payung api, ia kepanasan, membuang payungnya, payung itu meledak.
Ye Liuxiang, Tuan Muda Sakit yang tenaga dalamnya sangat kuat, yang sudah tidak batuk darah 1 tahun, melawan Ying Liu yang paling kuat di antara 6 Wakil. Ying Liu payungnya tidak berlubang, payungnya cermin hitam. Ye Liuxiang mengeluarkan jurus Shen Zhao Jing - Kitab Dewa - yang 1 tahun ini ia sempurnakan di klinik gratis Jiangnan dengan menyembuhkan 1.000 orang. Cahaya putih penyembuh keluar dari telapaknya. Ying Liu cermin hitam memantulkan cahaya putih itu kembali, Ye Liuxiang terkena cahaya penyembuhnya sendiri, batuk darah lagi, tapi darah yang keluar hitam, darah penyakit 10 tahun yang belum keluar. Ia tertawa, "Terima kasih, kau menyembuhkanku." Ia maju, memeluk Ying Liu, cahaya putih penyembuh masuk ke dalam cermin hitam, cermin hitam retak, Ying Liu berteriak, bayangannya terbakar putih.
6 pertarungan di bibir kawah, semua berdarah, semua seimbang, semua sengit, tidak ada yang main-main dengan bakpao atau teh, hanya besi, jarum, guqin pecah, kuas darah, gagak api, dan cahaya penyembuh.
AKHIR DI DALAM KAWAH
Di dalam kawah 12 kaki, cahaya bintang dan 9 cakar bayangan masih bertabrakan.
Li Changan dada berdarah, 7 pedang kayu hanya tersisa 1 pedang kayu raksasa Bei Dou Ding Tian yang retak. Qin Wuyu mata ketiga terbuka penuh, 9 cakar bayangan hanya tersisa 1 cakar bayangan terbesar, cakar yang memegang jantung bayangan.
Keduanya tahu, satu jurus lagi, selesai.
"Qin Wuyu, bintang Biduk tidak pernah ingin menguasai langit, hanya ingin menunjukkan arah," kata Li Changan, darah di mulutnya.
"Dan bayangan tidak pernah ingin menghapus bintang, hanya ingin bintang tahu, tanpa bayangan, bintang tidak terlihat," jawab Qin Wuyu, mata ketiganya berdarah hitam.
Mereka melesat bersamaan.
Pedang kayu raksasa Biduk Penentu Langit melawan cakar bayangan Pencabut Nyawa.
BENTURAN TERAKHIR TIDAK BERSUARA.
Hanya cahaya putih dan hitam yang menyatu menjadi abu-abu.
Saat abu-abu itu hilang, di dasar kawah 12 kaki yang kini menjadi 15 kaki karena ledakan terakhir...
Li Changan berdiri, pedang kayu raksasa di tangannya patah menjadi 7 pedang kayu kecil lagi, 7 pedang itu jatuh, menancap di tanah, tidak lagi membentuk Biduk, membentuk lingkaran.
Qin Wuyu berlutut satu kaki, mata ketiga di dahinya tertutup lagi, 9 cakar bayangan hilang, payung besi hitamnya hancur menjadi serpihan.
Keduanya tidak bergerak, napas berat, darah di seluruh tubuh.
Seimbang. Lagi.
Qin Wuyu tertawa pelan, batuk darah hitam.
"Seimbang lagi, Li Changan... seperti 7 tahun lalu..."
Li Changan mengangguk, jatuh duduk, punggungnya bersandar pada 7 pedang kayu kecil yang membentuk lingkaran.
"Seimbang... bagus... karena langit... tidak perlu ditentukan oleh satu orang..."
Di bibir kawah, 6 Pendekar Jiangnan dan 6 Wakil Paviliun juga semua terbaring, tumbang, tidak ada yang bisa berdiri, semua berdarah, semua seimbang.
7 Pendekar Jiangnan vs Paviliun Awan Hitam, pertarungan terakhir yang begitu sengit, hasilnya... seimbang.
Malam di Puncak Teratai Emas, setelah naga dan matahari tumbang seimbang, bintang Biduk dan awan hitam juga tumbang seimbang.
Mu Chen dan Yang Lie yang pingsan di luar kawah, yang baru saja dirawat oleh Duan Lang dan Tao Yaoyao, perlahan membuka mata, melihat puncak yang gelap, melihat 7 pedang kayu yang membentuk lingkaran, melihat 6 payung besi hancur, melihat Li Changan dan Qin Wuyu yang duduk berhadapan di dalam kawah 15 kaki.
Mu Chen berbisik pada Yang Lie, suara lemah:
"Kak Yang Lie... lihat... Bintang dan Bayangan... juga seimbang..."
Yang Lie yang mata merahnya redup, mengangguk lemah:
"Jadi... langit hari ini... ditentukan oleh... semua yang seimbang..."
Di langit malam Puncak Teratai Emas, 7 bintang Biduk yang tadi redup karena bayangan, kini bersinar lagi, sangat terang, karena di bawahnya, di dalam kawah 15 kaki, ada lingkaran 7 pedang kayu yang berkilau, dan di atas lingkaran itu, bayangan Qin Wuyu yang berlutut, bayangannya memanjang, menghubungkan 7 pedang kayu itu menjadi Biduk yang utuh.
Bintang butuh bayangan untuk terlihat terang.
Dan Janji 7 Tahun, malam itu, benar-benar genap, dengan semua yang seimbang, semua yang tumbang, tapi tidak ada yang mati.
"VOLUME 1 SELESAI"