NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Mobil Sebastian melambat dan berhenti tepat di depan Elena. Pintu belakang terbuka, dan ia segera masuk ke dalam. Sebastian sudah duduk di sana, raut wajahnya jauh lebih serius dan kaku dari biasanya.

"Ada yang ingin kutanyakan," buka Elena sambil memasang sabuk pengaman.

"Silakan."

"Tadi aku pergi ke kantor keluarga Arvienne."

Sebastian menoleh sekilas. "Aku tahu."

Elena tertegun. "Kau tahu?"

"Aku meminta seseorang untuk menjagamu."

"Bukankah itu sama dengan mengawasiku?"

"Tidak sama."

Elena mendengus pelan. "Baiklah, itu bisa kita bahas nanti. Aku melihat sebuah dokumen di sana."

Sebastian menegang. "Elena..."

"Aku tidak membacanya sepenuhnya," cepat-cepat Elena menambahkan, "tapi aku sempat melihat sebagian kalimat. Pernikahan kita memang ada syaratnya, bukan?"

Keheningan menyelimuti kabin mobil saat kendaraan itu mulai bergerak menjauhi gedung Arvienne. Sebastian tak langsung menjawab, dan keheningan itu perlahan membuat Elena merasa semakin gelisah.

"Benar, kan?"

"Ya."

Satu kata itu terasa berat, namun sekaligus melegakan. Ia memang sudah menduga sejak lama, namun mendengar langsung dari mulut Sebastian terasa berbeda — lebih nyata, lebih pahit.

"Jadi memang benar ada perjanjian," gumamnya pelan sambil menatap keluar jendela. "Dan pernikahan kita ada hubungannya dengan itu."

"Ya."

Elena menggigit bibir bawahnya. "Lalu kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal?"

Sebastian menatapnya lekat-lekat. "Karena aku ingin menjelaskan semuanya saat waktunya tepat — saat aku bisa memastikan kau tidak akan terluka oleh kebenaran itu."

Elena tertawa hambar. "Bukankah justru lebih menyakitkan mengetahui semuanya dari orang lain, bukan darimu sendiri?"

Sebastian terdiam. Tak ada bantahan yang bisa ia berikan.

"Aku tidak marah karena adanya perjanjian itu," lanjut Elena jujur. "Aku marah karena kau terus menyembunyikannya dariku. Apakah kau menikahiku karena perjanjian itu?"

Suasana di dalam mobil mendadak hening total. Sebastian menatap wajah istrinya cukup lama, lalu menjawab dengan tegas, "Tidak."

Elena berkedip tak percaya. "Tidak?"

"Perjanjian itu memang membawa konsekuensi tertentu bagi pernikahan kita. Tapi itu bukan alasan aku memilihmu."

"Lalu apa alasannya?"

Sebastian terdiam. Ada hal-hal yang belum bisa ia ucapkan — belum saatnya. Bahkan sebagian dari alasan itu baru benar-benar ia sadari setelah mereka menikah. "Ada beberapa hal tentangmu dan keluargamu yang belum kau ketahui."

"Keluargaku?" Elena mengerutkan kening. "Memangnya ada apa dengan keluargaku?"

"Keluarga Arvienne sedang mengalami masalah keuangan yang cukup berat."

Mata Elena membelalak. "Bangkrut?"

"Belum. Tapi hampir."

Elena terdiam memproses kalimat itu. Sebenarnya ia sudah memiliki firasat buruk, namun tidak menyangka keadaannya sudah sedemikian parah. "Jadi... mereka menikahkanku denganmu demi keluarga Hale?"

"Salah satu alasannya."

"Salah satu?"

"Ada alasan lain yang lebih mendasar."

Elena menatapnya, namun Sebastian tak melanjutkan. Ia menghela napas panjang. "Baiklah. Setidaknya sekarang aku tahu satu hal bahwa pernikahan ini memang saling menguntungkan kedua keluarga, bukan?"

"Ya."

"Berarti kita pasangan bisnis, ya?" Elena tersenyum getir.

Sebastian mengerutkan kening. "Aku tidak pernah menganggapmu begitu."

"Namun kenyataannya begitu, bukan?"

Sebastian tak menjawab. Elena tersenyum tipis, berusaha menenangkan diri. "Tidak apa-apa. Jujur saja, aku juga menikahimu karena uang."

Sebastian menoleh. "Kau serius?"

"Aku tidak pernah menyembunyikannya. Sebelum bertemu denganmu, hidupku sangat sulit." Elena hampir saja menyebutkan kehidupan sebelumnya, namun segera mengoreksinya. "Jadi ketika ada kesempatan menikah dengan pria seperti dirimu, tentu saja aku menerimanya."

"Karena uang semata?"

"Benar."

Sebastian menatapnya dalam-dalam. "Kalau suatu hari nanti aku tidak punya apa-apa lagi? Tidak ada harta, tidak ada perusahaan?"

Elena menatapnya sebentar, lalu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Kalau begitu... kita buka kedai kopi bersama."

Sebastian tertegun. "Kedai kopi?"

"Ya. Dan kau tetap bersamaku?"

"Tentu saja."

Untuk pertama kalinya, ekspresi Sebastian berubah menjadi kebingungan bercampur rasa haru yang tak terucap. "Kenapa?"

"Karena kita sudah menikah," jawab Elena sederhana.

Kalimat itu begitu sederhana, namun berhasil membuat jantung Sebastian berdegup lebih kencang. Elena segera menambahkan sambil tersenyum jahil, "Lagipula, wajahmu cukup menarik. Kita pasang fotomu di depan kedai, pasti banyak pelanggan yang datang."

Sebastian menatapnya tak percaya sejenak, lalu akhirnya tertawa. Elena ikut tersenyum. Ketegangan yang memenuhi mobil sejak tadi perlahan mencair, namun di balik senyum itu, hati Sebastian merasa bergetar.

Elena mungkin masih menganggap pernikahan mereka sebagai kesepakatan, namun saat ia berkata akan tetap tinggal meskipun ia jatuh miskin... kata-kata itu terasa jauh lebih berharga daripada apa pun yang ia miliki.

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!