NovelToon NovelToon
Cinta & Penyesalan Azalea

Cinta & Penyesalan Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Azalea yang tidak mau dijodohkan dengan pria bernama Agam, anak dari teman ayahnya mencoba berbagai cara agar perjodohan itu tidak jadi dilaksanakan.

Segala macam cara pun dilakukan oleh Alea agar membuat Agam membenci dirinya dan mundur dari perjodohan itu.

Agam yang tidak ingin membuat Alea semakin terjerumus ke hal hal yang negatif hanya karena tidak ingin dijodohkan dengan dirinya pun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan menghilang dari kehidupan Alea.

Namun, disaat Agam sudah pergi, Alea baru menyadari jika di hatinya sudah terpaut kepada pemuda baik itu dan Alea pun merasa sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana jadinya, jika sepuluh tahun kemudian keduanya pun kembali dipertemukan dengan Agam yang akan dijodohkan dengan wanita.

Akankah Alea merelakan Agam untuk bersama dengan wanita lain di saat dia sendiri sudah jatuh cinta kepada pria itu? Atau, Alea akan berusaha untuk mendapatkannya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.32

Sementara itu, taksi yang membawa Alea sudah cukup jauh meninggalkan hotel.

Wanita itu duduk di kursi belakang dengan kedua tangan menggenggam erat tas kecil yang ia bawa.

Air mata masih terus mengalir. Sesekali ia menghapusnya dengan punggung tangan. Namun percuma.

Begitu satu tetes menghilang, tetes lainnya kembali jatuh. Alea menatap kosong ke luar jendela. Keramaian ibu kota serta indahnya pemandangan kota dimalam tidak mampu mengalihkan perhatiannya akan rasa sedih dan juga kecewa yang saat ini ia rasakan.

Pikirannya benar-benar dipenuhi oleh kejadian beberapa jam yang lalu. Dimana pria yang sangat ia cintai, berjanji akan membawa hubungan mereka ke pelaminan.

Namun, beberapa jam setelahnya, pria itu juga mengumumkan pertunangannya bersama wanita lain.

Perasaan sakit, kecewa, malu dan juga hancur, bercampur menjadi satu. Menyelimuti, menimbulkan rasa sesak yang menghimpit dadanya.

“Bodoh…” gumam Alea tersenyum getir. Menertawakan dirinya sendiri.

“Kenapa aku percaya? Apa ini, balasan akan kejadian sepuluh tahun yang lalu?” gumamnya lagi, semakin lirih.

Memikirkan semua itu, Alea merasa dadanya terasa semakin sesak. Ia tidak menyangka jika Agam akan membalas perbuatannya dengan cara yang sekejam ini.

Ditengah lamunannya, ponsel yang ada di dalam tasnya kembali bergetar. Namun, tidak ada keinginan sama sekali untuk melihat ponsel itu dan mengetahui siapa yang menghubunginya.

Alea benar-benar mengabaikan ponsel yang terus bergetar itu. Sampai akhirnya, ponsel itu pun berhenti bergetar.

Tidak lama kemudian, ponsel itu kembali bergetar. Namun, kali ini, bukan panggilan telepon, melainkan sebuah notif pesan masuk.

Meski enggan, Alea pun akhirnya merogoh tasnya, lalu mengambil ponsel itu. Ia menyalakan layarnya untuk melihat isi pesan itu lewat jendela top up.

[Agam :”Alea, angkat teleponku. Kita harus bicara.”]

Alea hanya menatap pesan itu. Tidak lama, pesan kedua pun masuk kembali.

[Agam :”Aku harus menjelaskan semuanya. Ini salah paham.”]

Setelah membaca kedua pesan yang dikirim oleh Agam, Alea kembali mematikan layar ponselnya, tanpa berniat membalas pesan-pesan itu.

Ia memalingkan wajahnya lagi ke arah jendela, menatap keramaian ibu kota di malam hari. Tanpa sadar, air matanya kembali jatuh saat mengingat kembali kejadian di ballroom tadi.

***

Sementara itu, di mobil lain, sudah hampir dua puluh menit berlalu, Agam masih mengemudi menyusuri jalanan kota untuk mencari keberadaan Alea.

Tidak menyerah begitu saja, di sela mengemudikan mobilnya, Agam pun masih terus menghubungi Alea, namun tidak pernah mendapatkan jawaban.

Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk menghubungi Pak Hartono untuk mengetahui keberadaan Alea saat ini.

Tidak butuh waktu lama, panggilan langsung tersambung setelah beberapa dering.

[Pak Hartono :“Halo.”]

Ucap Pak Hartono dengan nada yang terdengar dingin.

[Agam :“Malam, Om. Ini saya, Agam.”]

[Pak Hartono :”Saya tahu. Ada apa?”]

Agam menghela nafas panjang sebelum kembali menjawab.

[Agam :“Alea. Apa… Alea sudah sampai dirumah, Om?”]

Hening selama beberapa detik. Pak Hartono tidak langsung menjawab, lalu…

[Pak Hartono :”Memangnya kenapa?”]

[Agam :”Boleh saya kesana? Saya ingin bertemu dan bicara dengan Alea, Om.”]

[Pak Hartono :“Mau apa lagi? Kenapa masih mencari putriku?”]

[Agam :“Saya ingin menjelaskan soal kejadian tadi, Om.”]

[Pak Hartono :“Menjelaskan apa lagi? Bukankah, semua sudah jelas.”]

[Agam :“Tidak, Om. Semua itu tidak seperti yang Om dan Alea pikirkan. Itu semua salah paham.”]

Pak Hartono terdiam. Ia tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab.

[Pak Hartono :“Dia tidak pulang ke rumah. Mungkin, dia pulang ke apartemennya.”]

Jawaban itu sedikit membuat Agam merasa lega. Setidaknya, ia masih diberi kesempatan untuk menemui Alea.

[Agam :“Kalau begitu, apa saya boleh menemuinya, Om?”]

Suasana kembali hening, Pak Hartono tampaknya tengah berpikir. Hingga akhirnya…

[Pak Hartono :“Om tidak akan melarang. Hanya saja, apa sebaiknya, biarkan dia sendiri dulu. Biarkan dia menenangkan diri. Sebelum kalian bicara.”]

[Agam :“Tapi masalahnya, saya yang tidak bisa tenang, Om. Saya ingin menjelaskan semuanya sekarang juga. Saya, tidak mau kalau kesalahpahaman ini semakin berlarut-larut.”]

[Pak Hartono :“Baiklah. Tapi ingat. Jaga batasan. Kalian belum memiliki status yang sah.”]

[Agam :“Baik, Om. Agam akan mengingat pesan, Om. Dan… terima kasih.”]

[Pak Hartono :“Terima kasih? Untuk apa?”]

[Agam :“karena Om sudah memberi saya kesempatan.”]

[Pak Hartono :“Ini semua saya lakukan bukan untuk kamu. Tapi untuk putriku.”]

Panggilan pun berakhir. Namun, Agam masih menempelkan ponsel itu ditelinga nya.

Untuk beberapa saat, ia hanya terdiam. Memikirkan kembali apa yang akan ia lakukan sekarang.

Meski begitu, ia tetap melajukan mobilnya menuju ke apartemen yang saat ini ditempati oleh Alea.

Sekitar setengah jam kemudian, mobil Agam akhirnya mulai memasuki area gedung apartemen yang ditempati oleh Alea.

Agam melajukan mobilnya memasuki area basement apartemen. Tempat dimana para penghuni memarkirkan mobil mereka.

Setelah memarkirkan mobilnya di samping mobil Alea. Agam pun segera turun dari mobil. Lalu berjalan menuju ke arah lift.

Begitu pintu lift terbuka, Agam pun bergegas masuk, lalu menekan lantai dimana unit apartemen Alea berada.

Sambil menunggu lift itu tiba di tujuannya. Agam merogoh kembali ponsel yang ada di dalam saku celananya.

Seketika, Agam langsung membulatkan matanya saat layar ponsel itu menyala, ternyata, ada sebuah notif pesan yang dikirim oleh Alea.

[Alea :”Aku ingin sendiri dulu, Mas.”]

Agam menatap layar itu cukup lama. Ada rasa lega karena Alea pesannya. Namun, disaat yang bersamaan, ada rasa kecewa dan sedih karena Alea menolak bertemu dengannya.

Meski begitu, Agam tetap melanjutkan langkahnya, menuju ke unit apartemen milik Alea tanpa menghiraukan penolakan dari wanita itu.

Setibanya di depan pintu unit apartemen, ia terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya, ia menghela nafas panjang, lalu menekan bel yang ada di samping pintu.

Setelah itu, Agam langsung duduk berjongkok. Agar Alea tidak bisa melihat siapa orang yang datang bertamu ke apartemennya malam malam.

Satu menit, dua menit, terlewati tanpa adanya respon dari dalam unit. Membuat Agam kembali menekan bel meski dalam keadaan berjongkok.

Satu menit, dua menit, kembali tidak ada respon. Sampai akhirnya, Agam ingin mencoba untuk ynag ketiga kalinya.

Namun, baru saja Agam akan menekan bel itu. Tiba-tiba Agam mendengar suara knop pintu yang diputar. Menandakan kalau pintu dibuka dari arah dalam.

Tanpa menunggu lama, Agam langsung menerobos masuk ke dalam unit itu saat pintu mulai terbuka.

1
Uba Muhammad Al-varo
semoga yang direncanakan oleh Agam dan Azalea menuju pernikahan diberikan kelancaran,kemudahan dan tidak ada halangan apapun 💪💪🔥🔥
Enisensi klara
makasih up nya kk 🤗
🌸 Triyani 🌸: sama sama. maaf ya up nya suka telat 🙏😭
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Agam udah lama waktu kamu mencintai Alea sekarang bawa Alea kerumahnya kedua orang tuanya Alea, langsung kamu lamar dan menikahi Alea
dika edsel
klo udah tdk tahan mending kamu cepet nikahin dia deh gam..jgn nakutin anak org..,.,,klo begini caranya lama2 yg ada khilaf juga ntar, dr kepala turun ke pundak lanjut ke lutut akhirnya ke kaki deh😅..kepala pundak lutut kaki..lutut kaki💃💃💃
Enisensi klara
makasi up nya 😍😍😍
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua kesalah pahaman bisa terselesaikan dengan pelukan dan ciuman, semoga cintanya Agam dan Azalea cepat bersatu dalam ikatan pernikahan yang samawa
Enisensi klara
makasi up nya kk😍😍
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa yang akan Alea lakukan 🤔🤔
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷makasi up nya kk
Uba Muhammad Al-varo
ambyar semua, sekarang apa yang akan kamu lakukan Agam setelah kejadian salah paham ini🤔🤔🤔
Enisensi klara
Ya.. salah Agam sendirilah gak jujur sama ortunya ttg siapa wanita yg dia mau itu alea bukan si Sania😞😞😞
Enisensi klara
Kok aneh sih main tunangan aja 😞😞😞
Oma Gavin
makanya jujur sama keluarga sekarang jadi bumerang dgn diam nya kamu di manfaatkan sama rania di muka umum malu ngga tuh
Enisensi klara
mKasi up nya kk 😍😍
Valen Angelina
hadeh...
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa Agam akan menerima Sania atau dia akan jujur terus terang tentang cintanya ke Alea,pingin tahu aja perjuangannya Agam demi cintanya ke Alea 🤔🤔
dika edsel
cemen banget klo agam manut2 aja...,nah bner kan kejadian...kelamaan nunda sih, salah sendiri backstreet..?? ayo skrg gimana nih mas agam..berani enggak nolak didepan umum.. rejeki jodoh dan maut Tuhan yg ngatur bukan surya atau si minyak goreng sania..jd tunjukkan ketegasan mu gam..
Valen Angelina
trus diam aja gtu... wkkwkww
Enisensi klara
makasi up nya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!