NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SABAR YA DIRGA...

Sepanjang perjalanan pergi kerumah orang tua Dirga dilalui dalam kesunyian. Tak ada satupun yang berniat membuka suara. Dirga yang sibuk menatap lurus kedepan sementara Vallery sibuk membalas pesan dari Chen Lu dan berikan kerjanya di ibukota.

Vallery yang baru pertama kali datang kerumah orang tua Dirga, merasa tak enak jika harus datang dengan tangan kosong pun segera menyuruh Dirga berhenti ketika ia melihat toko kue di pinggir jalan.

"Mas, aku beli kue dulu buat umi. Gak enak kalau datang dengan tangan kosong".

Sebelum Dirga merespon, Vallery lebih dulu keluar dari dalam mobil, membuat Dirga hanya bisa menghela nafas berat, berusaha untuk sabar dan segera mengikuti Vallery dalam diam.

Begitu tiba didalam toko kue, Vallery pun segera mengambil beberapa potong kue yang ia yakini disukai oleh umi Sholicha. Setelah pertemuan singkat mereka beberapa kali, Vallery pun sudah tahu makanan kesukaan ibunya Dirga tersebut.

Salah satu karyawan pria yang sedari tadi terpesona oleh kecantikan Vallery, terus mengikuti gadis cantik itu sambil sesekali memberikan rekomendasi kue dengan senyum lebar,membuat api cemburu yang ada dalam hati Dirga, yang belum sepenuhnya padam, kembali berkobar.

Melihat Vallery sudah selesai memilih kue dan siap membayar, Dirga yang melihat pegawai pria yang sedari tadi tampak tebar pesona didepan Vallery pun segera mengambil alih nampan kue ditangan Vallery dan segera membayarnya, membuat Vallery dan beberapa karyawan dan pengunjung toko melongo terkejut atas tindakan spontan Dirga tersebut.

"Mas, seharusnya aku yang bayar kan aku yang mau beli kue buat umi", protes Vallery.

"Sudah jangan banyak protes! Ayo pergi", ucap Dirga ketus.

Melihat wajah gelap Dirga, Vallery pun tak lagi berani membantah dan membuntuti Dirga sambil menenteng paper bag berisi kue yang aja ia bawa sebagai buah tangan.

Begitu masuk dan mobil kembali melakukan, suasana kembali sepi tanpa suara.Kesunyian tersebut terus berlanjut hingga keduanya tiba di kediaman orang tua Dirga yang siang ini tampak ramai akibat banyak saudara yang datang berkunjung begitu Umi Sholicha dan Abah Munir tiba setelah mereka melihat video viral Liana yang melibatkan Dirga.

Karena berbicara melalui telepon tak membuat puas, maka jadinya semua orang sepakat untuk datang demi bisa mendengar langsung cerita bagaimana kondisi Dirga sekarang.

Meski dalam video Liana gagal menjebak Dirga, tapi ucapan Liana yang membongkar kasus korupsi dana bantuan warga kurang mampu di kecamatan Tentrem, justru lebih membuat semua orang merasa khawatir, takut jika Dirga ikut terperosok kedalamnya.

Vallery yang menyadari jika mobil telah berhenti segera memasukkan ponselnya kedalam tas.

Tapi begitu ia hendak membuka pintu, melihat banyaknya orang di teras halaman rumah orang tua Dirga, iapun menghentikan pergerakannya.

"Mas,dirumahmu ada acara?", tanya Vallery was-was.

"Gak ada. Itu hanya saudara Abah dan umi yang hanya datang berkunjung biasa", jawab Dirga santai.

Mendengar jika yang orang yang tengah menatapnya dari teras adalah keluarga umi Sholicha dan Abah Munir, perasaan Vallery pun semakin tak nyaman.

Dirga yang melihat jika Vallery masih terdiam, berusaha untuk menangkapnya."Gak usah takut, mereka gak gigit kok".

Mendengar gurauan Dirga, Vallery hanya memutar bola matanya dengan malas. Tapi harus ia akui, kelakar Dirga tersebut membuat kekhawatiran Vallery sedikit memudar.

"Ya, itu hanya keluarga Umi Sholicha dan Abah Munir, tak ada yang spesial jadi santai aja", batin Vallery.

Melihat Dirga susah turun dari mobil, Vallery pun segera membuka pintu dan ikut keluar. Begitu keduanya berjalan bersama, semua orang merasa sangat bersemangat.

"Astaghfirullah...ayune calon mantumu mbak", ucap Lilik,adik umi Sholicha takjub.

"Pantesan Dirga langsung luluh lha wedok ane koyo ngene ayune. Kalem lagi perangainya", timpal Wiwin, kakak Abah Munir.

Vallery yang mendengar semua pujian dari keluarga Dirga merasa malu, semburat merah pun muncul diwajahnya, membuat semua orang merasa gemas, termasuk Dirga yang sayangnya ekspresi tersebut hanya berlangsung sesaat sebelum bayangan Chen Lu menguyel-uyel pipi Vallery kembali muncul, membuat ekspresi nya kembali menjadi gelap.

Semua tak menyadari suasana hati Dirga karena pria tersebut sudah terbiasa berwajah datar dan bersikap dingin seperti itu jadi tak ada yang tahu jika ia tengah memendam amarah dan kecemburuan dalam hatinya.

Semua anggota keluarga pun sibuk mengerumuni Vallery sambil terus menerus memberikan pujian yang membuat wajah gadis cantik itu semakin memerah karena malu.

Begitu Vallery duduk, Umi Sholicha pun segera bertanya. "Bagaimana tadi urusannya nduk, sudah beres?".

Vallery yang sadar jika yang Umi Sholicha tanyakan adalah mengenai kasus pak camat pun segera memberikan penjelasan agar semua bisa merasa tenang.

"Alhamdulillah, sudah beres umi. Pak camat dan juga beberapa kepala desa yang terindikasi melakukan korupsi dana bantuan warga kurang mampu sudah ditahan dan kini tengah dalam proses penyelidikan sebelum kasusnya dibawa ke meja hijau. Sementara untuk kasus yang melibatkan mas Dirga, pihak pemerintahan kemungkinan akan melakukan sangsi disiplin kepada pak camat. Tapi karena kasus korupsi yang hampir bisa dipastikan menjeratnya, kemungkinan dalam waktu dekat lak camat akan diganti mengingat bagaimana buruknya kinerjanya selama ini".

Mendengar penuturan Vallery, umi dan seluruh anggota keluarga merasa sangat lega, setidaknya semua orang yang melakukan kejahatan sudah mendapat balasan yang setimpal.

Dirga yang kembali diabaikan dan merasa sisihkan, padahal ia yang baru saja kena musibah akan tetapi tak ada satupun anggota keluarganya yang menanyakan keadaannya, semua orang justru bertanya kepada Vallery dan meminta penjelasan dari gadis cantik itu membuat Dirga hanya bisa melipir masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak guna mendinginkan otak dan tubuhnya dari amarah dan kecemburuan yang masih membakar jiwanya.

Semua orang yang sedari tadi sibuk melakukan sesi tanya jawab dengan Vallery, melihat sikap santun dan lembutnya tutur kata gadis itu, semua orang pun merasa sangat puas.

"Mau makan dulu apa sholat dulu Vall?", tanya Umi Sholicha sambil membawa Vallery masuk kedalam ruang tengah.

"Sholat dulu umi, takut waktunya habis", jawab Vallery santun.

Umi Sholicha pun segera menuntun Vallery ke musholah kecil yang ada dalam rumah untuk menunaikan kewajibannya, setelah itu iapun berjalan menuju dapur untuk melihat sudah sejauh mana makan siang hari ini telah siap dibuat.

Dirga sendiri saat ini juga tenang melakukan sholat dhuhur sambil berusaha menenangkan hatinya yang sedari tadi terus bergejolak seperti tsunami.

"Ya Allah, berilah hambamu ini kesabaran yang lebih dalam menghadapi segala hal. Jika Vallery adalah jodoh saya, maka dekatkanlah. Bukakan pintu hati Vallery agar bisa menerima kehadiran hamba yang begitu menyayanginya ini", Dirga terus memanjatkan doa dengan khusyuk, berharap curahan hatinya ini bisa segera dikabulkan karena ia tak tahu seberapa jauh ia bisa menahan batas kesabarannya jika hal seperti ini kembali lagi terjadi.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
walah walah walah walah...dunia dirga benar2 sangat seru dengan mereka yg mempunyai keinginan yg berbeda² demi sebuah VALIDASI
PengGeng EN SifHa
tampah...tledok...kalau ditempatku namane
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
Tatapanmu bagaikan mata si elang🦅🦅🦅 yang siap menerkam ga🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!