Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 : Saat Takdir Memilihku
Namun bos dari Devan menyipitkan mata nya melihat gelang giok yang Devan gunakan "astaga van itu mahal loh, kamu dapet darimana?.." tanya seorang pemilik gudang paket tempat Devan bekerja
"oh ini...dari ayah ku pak, waktu dulu sempat di kasih ke saya.." jawab Devan memberi alasan, karena bagaimana mungkin dia menceritakan kejadian tadi pada orang, karena mereka tidak akan percaya pada nya.
"wihh keren itu mahal loh, ini asli giok van.." jelas pemilik gudang itu, setelah melihat lebih jelas gelang di lengan Devan
Namun Devan hanya tersenyum menanggapi nya, dia dan teman nya lekas untuk pulang setelah membereskan tempat mereka bekerja, Devan memandangi terus gelang yang dia temukan, gelang itu sesekali bercahaya samar seakan berkedip kepadanya..
"Gelang apa ini sebenarnya" batin Devan
Saat sampai di depan rumah Devan segera menghampiri sang ibu membawa dua bungkus makanan yang dia beli sebelum sampai ke rumah, Devan berbincang bersama sang ibu selepas dia menghabiskan makanan nya itu..
"nak...tadi tante mu nagih uang milik nya, apa kamu punya simpenan? Dia marah minta uang nya yang ibu pinjam tempo hari agar cepet di ganti.." ucap Mariana
"nanti bu yaa, Devan belum gajian, ini juga sisa uang cuman 20 rb buat bensin besok nanti Devan coba ngomong sama tante Iriyana ya bu.." Ucap Devan
Mariana hanya tersenyum menanggapi Devan karena dia tau Devan memang belum memiliki uang tapi dia selalu mengusahakan apapun untuk sang ibu "jika kamu masih ada mas, nasib kita mungkin tak akan seperti ini" batin Mariana
Devan menuju kamar mandi selepas dia berbincang dengan sang ibu, Devan ingin mencoba melepaskan gelang yang dia temukan namun apa daya setiap dia mencoba melapaskan nya gelang itu seperti semakin melekat di lengan nya..
"ahh sudahlah masa harus ku potong tangan ku huft!" batin Devan
Dia sudah berada di kamar, memainkan ponsel nya sebentar untuk mengirimkan pesan singkat kepada kekasih nya Hilma, Namun sudah menunggu beberapa saat Devan tak kunjung mendapatkan balasan dari Hilma..
"lebih baik aku tidur saja, mungkin dia lagi sibuk.." gumam Devan
___________________________
Di tempat lain, Terlihat seorang perempuan sedang bersama seorang pria di sebuah kamar hotel seperti sudah selesai melakukan hal terlarang bagi mereka..
"makasih sayang! Kau membuat ku semakin bergairah!.." ucap seorang pria seraya mengancingkan baju nya..
"tentu saja aku akan membuatmu semakin tergila-gila padaku.." jawab si perempuan itu yang terlihat baru menggunakan celana nya saja sementara bagian atas dia belum menggunakan sehelai benang pun..
"kau semakin cantik Hilma!.." ucap si pria pada perempuan yang ternyata Hilma
"makasih sayang!.." jawab Hilma
"kenapa si culun itu belum kau tinggalkan juga ?!.." timpal si pria
"nanti aku akan coba bicara pada nya.." jawab Hilma
"kapan? Tinggalkan saja dia, kau menikah dengan ku, aku akan memberikan apapun yang kau mau.." timpal si pria
Namun Hilma hanya tersenyum dia bingung apa alasan yang harus dia berikan pada Devan "aku terpaksa van! Maafkan aku!" Batin Hilma, Namun Tak lama penyesalan itu hinggap, dia merasa aneh "Cihh! Terpaksa? Lantas apa harus melakukan hal terlarang? Apa karena uang"
Sedangkan di sisi Devan dia begitu terlelap di dalam tidur nya namun ketika dia di dalam mimpi "dimana aku!..", gumam Devan yang tergeletak di sebuah padang rumput yang luas serta banyak pepohonan rindang, di sisi Devan terdapat sungai yang mengalir dengan tenang jernih seperti kaca yang dapat Devan lihat seisi sungai itu..
"ini hanya mimpi, tapi kenapa berasa nyata" batin Devan menyapu pandangan ke sekitar nya "itu." Namun saat Devan sibuk dengan keindahan pada tempat tersebut, terdapat tiga orang perempuan menghampiri nya dengan pakaian yang berbeda perempuan yang satu memakai sebuah gaun berwarna putih serta kulit putih mulus tanpa cacat bermata biru berambut hitam legam..
Sementara perempuan kedua memakai Gaun merah selutut memperlihatkan betis nya yang indah serta rambut abu bermata coklat dengan rambut terikat sanggul, Dan perempuan ketiga memakai gaun biru panjang dengan rambut pendek serta belahan dada yang terpampang jelas bermata hitam legam, Ketiga perempuan itu membuat Devan memandang takjub siapa mereka
"ahh ini hanya lah mimpi bukan" batin Devan saat itu "siapa kalian?!.." tanya Devan
"perkenalkan aku Malea [ perempuan bergaun putih ] ini syafir [ perempuan bergaun merah ] dan ini Yunsi [ perempuan bergaun biru ] kami adalah budak Mu tuan.." jawab ketiga perempuan itu
"hah! Budak? Ini benar mimpi tak mungkin ini nyata" batin Devan "budak! Ahahahaha ini mimpi sungguh aneh.." timpal Devan
"ini nyata tuan..kami berasal dari gelang yang kau gunakan..dan masih banyak lagi budak mu, kami ini hanya sebagian saja.." jelas Syafir
Devan tertawa terbahak-bahak dia mengutuk mimpi ini di dalam hati nya sungguh di luar nalar yang dia miliki.