NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air mata di tengah Air hujan

Lorong rumah sakit terasa begitu sunyi bagi Kalandra.Suara Ages yang memanggil namanya masih terdengar di belakang.

"Kala!"

Namun kali ini Kalandra tidak berhenti.Ia terus berlari.Dadanya terasa sesak,napasnya pun begitu memburu.Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh tanpa bisa dihentikan.

"Gue capek..." Bisiknya lirih.

Bukan karena menunggu atau makan malam yang batal.Tapi karena untuk kedua kalinya dalam waktu yang berdekatan, Papanya mengingkari janji.

Dan kali ini Kalandra melihat sendiri alasan di balik semuanya.

Ia membuka pintu rumah sakit dengan tergesa.Hujan deras langsung menyambutnya.Baju yang dikenakannya seketika basah.Namun Kalandra tidak peduli.Tangannya yang gemetar mengambil helm dari motor.Dengan gerakan cepat, ia menyalakan mesin.

Motor melaju meninggalkan halaman rumah sakit.

Sedangkan di dalam rumahsakit.

Ages menoleh ke arah pintu keluar.Entah mengapa, hatinya terasa sangat tidak tenang.

"Gue rasa kali ini Kala bakal berhenti nunggu Lo." Ucap Arsen

Ages menggeleng pelan. "Gak mungkin."

Ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kalandra.Satu kali tidak di angkat dan bahkan sampai tiga kali tetap tidak ada jawaban.Perasaan Ages tidak enak dan semakin kuat.

Di jalan raya,hujan turun semakin deras.Lampu-lampu kendaraan memantul di atas aspal yang basah.

Kalandra terus melaju.Pikirannya kacau,bayangan Ages yang menenangkan Nadira terus terlintas di kepalanya.

"Papa.."

Air matanya kembali mengalir.

"Kenapa..."

Tangannya menggenggam setang motor semakin erat.Tanpa disadari, kecepatan motornya terus bertambah.

Angin dan hujan menerpa wajahnya.Ia sama sekali tidak memedulikan jalan di depannya.Yang ada di pikirannya hanya satu.

Janji yang kembali dipatahkan.

Beberapa ratus meter di depan,jalan mulai menikung.Aspal licin karena hujan,Kalandra mencoba mengurangi kecepatan.Namun semuanya sudah terlambat.

Ban motornya kehilangan daya cengkeram,motor bergoyang hebat.

"Ya Allah..."

Kalandra berusaha mengendalikan setang.Tetapi motor terus meluncur.Dari arah berlawanan, sebuah truk melaju di jalurnya.

Sopir truk membunyikan klakson panjang.Kalandra refleks membanting setang dan ban kembali tergelincir.

Dalam sekejap motornya terjatuh.Tubuh Kalandra terlempar ke depan dan menghantam bagian depan truk sebelum akhirnya terpental beberapa meter di atas jalan yang basah.

Helmnya terlepas dan menggelinding ke tepi jalan.Motor terseret hingga berhenti dalam kondisi rusak parah.

Hujan terus mengguyur tanpa henti.Beberapa pengendara langsung menghentikan kendaraan mereka dan berlari menghampiri.

"Mas! Tolong panggil ambulans!"

"Jangan dikerumuni dulu!"

"Masih bernapas!"

Seseorang menemukan sebuah ponsel yang terlempar tidak jauh dari lokasi.

Layarnya masih menyala.Di sana terlihat panggilan masuk.

📞Papa

Ponsel itu terus berdering.Namun tidak ada yang mengangkatnya.

Sean yang menyusul Kala kebingungan saat melihat di ujung jalan sana terlihat begitu ramai.Orang-orang berdiri di tengah jalan seperti sedang mengerubungi sesuatu.

Sean memelankan motornya,namun tak lama dadanya berdebar cepat.Tangannya terasa bergetar saat matanya menangkap sesuatu yang ia kenal.

Motor.

Motor milik Kala yang sudah tak berbentuk berada tepat di depan sebuah truk.

Motor Sean berhenti,tanpa mematikan mesinnya.Sean langsung turun begitu saja hingga motornya tergeletak di tengah jalan.

Sean berjalan menyusuri jalanan aspal yang licin.Semakin lama langkahnya semakin cepat hingga tanpa sadar ia berlari menuju kerumunan.

Pikirannya kacau,dadanya berdebar begitu cepat. Gue harap itu bukan lo,dek.

Sean diam membeku.Matanya memanas,di depannya seseorang yang sejak tadi ia ikuti tergeletak di atas aspal dengan bersimbah darah.

Sean langsung memeluk tubuh Kalandra yang sudah tak sadarkan diri. "Adek bangun." teriaknya

"Kala..bangun.Ini abang,dek." Teriaknya kembali dengan air mata deras.

Suasana semakin ramai,terdengar suara sirine polisi dan ambulance.Namun bagi Sean semua terasa begitu sunyi.Hanya suara detak jantung Kala lah yang ingin ia dengar.

Di rumah sakit...

Ages kembali mencoba menelepon.Namun tetap tidak tersambung.

Dadanya semakin sesak.Entah mengapa, ia merasa harus segera menemukan putranya.

Tiba-tiba, ponselnya berdering.Nomor yang tidak dikenal.Ages segera mengangkatnya.

"Halo?"

Suara di seberang terdengar terburu-buru.

"Apakah benar ini keluarga dari pemilik ponsel ini?"

Jantung Ages seakan berhenti berdetak.

"Iya... saya ayahnya."

"Pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di jalan raya Cisarua."

Suara itu berhenti sejenak. "Anak Bapak mengalami kecelakaan tabrakan."

Wajah Ages langsung pucat.Ponsel di tangannya hampir terlepas. "Apa...?"

"Ambulans sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit Kasih Ibu."

Kalimat berikutnya membuat lutut Ages melemas. "Mohon segera datang ke rumah sakit."

Panggilan berakhir.Ponsel Ages jatuh ke lantai.Nadira yang melihat perubahan wajahnya langsung menghampiri.

"Pak Ages, ada apa?"

Ages tidak mampu menjawab.Bibirnya bergetar,matanya memerah.

Dengan suara yang nyaris tidak terdengar, ia berbisik,"...Kala."

Tanpa menunggu satu detik pun, Ages berlari keluar dari rumah sakit.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia benar-benar dihantui oleh satu ketakutan yang selama ini selalu ia coba hindari.Takut kehilangan satu-satunya orang yang paling berharga dalam hidupnya.

Bukan hanya Ages,Arsen pun yanv mendapat kabar dari sang anak begitu terkejut.Lututnya terasa lemas,tangannya bergetar.

Tanpa pikir panjang Arsen ikut berlari keluar rumah sakit untuk menunggu kedatangan Kala dan Sean.

Ages dan Arsen berdiri di depan rumah sakit.Wajah keduanya terlihat tegang.

Ages sendiri terus berjalan bolak balik dengan mata yang terus melihat ke arah gerbang rumah sakit.

Air matanya terus mengalir,kali ini Ages tidak bisa lagi so kuat.Ia menunjukan sisi lemahnya.

Tangisnya terisak jelas membuat orang-orang yang melihatnya ikut merasakan sedih.

Arsen pun sama,hanya saja Arsen masih bisa mengontrol diri untuk tidak bersuara seperti Ages.

Arsen terus mengusap kedua matanya,ia beberapa kali memukul dadanya yang terasa sesak.

Masih terbayang wajah Kala saat menangis sambil berlari keluar rumah sakit.Gurat kecewa dan marah begitu ketara membuat hati Arsen ikut merasakan sakit.

Ages terus mondar mandir,di depannya air hujan masih setia membasahi bumi.Tidak sederas tadi namun mampu menggambarkan betapa gelap dan hancurnya hati Ages.

Maafkan papa,dek.

Maafkan papa.Papa salah,papa memang jahat.Kala...papa mohon,kamu harus baik-baik saja.

Lutut Ages semakin lemas,tubuhnya terperosot ke lantai.Tangannya yang masih gemetar memukul dadanya dengan keras.

"Gue papa yang jahat,bang."

"Gue udah gagal."

"Gue bikin Kala kecewa."

Ages terus meracau meluapkan semua rasa bersalahnya.

Arsen hanya diam,ia tak mau merespon racau an Ages.Arsen masih marah pada sang adik.

Di dalam mobil ambulance,Sean terus memegang erat tangan Kala yang terasa dingin.

Tangan dan bajunya penuh dengan darah milik Kala.Tangisnya tak juga reda.

"Dek,abang mohon lo harus kuat.".

"Jangan tinggalin abang,dek." tangisnya terdengar pilu. "Gue gak akan pernah ijinkan lo buat pergi tinggalin gue di sini."

.......

.......

.......

...♡Sabiru♡...

🦋 Jangan lupa tinggalkan jejak readersku..🦋

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!