Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
A Bao terkejut melihat pria jangkung yang berdiri tepat di samping serigala besar itu. Ia sempat terdiam sesaat, lalu berseru tanpa henti, "Ayah, Ayah, apa matamu sudah bis melihat?"
Kalau tidak, kenapa ayah bisa menemukan dirinya secepat ini?
Jiang Ting juga terkejut. Sambil memegangi A Bao, ia mengamati mata Zhao Heng. Ia sama sekali tidak bisa memastikan apakah mata Zhao Heng sudah sembuh atau belum.
Ia sangat tahu betapa sulitnya jalan yang mereka lalui saat Zhang tie membawanya naik tadi. Jalan itu sulit bagi orang dewasa, apalagi bagi Zhao Heng yang buta.
Bukan hanya kedua anak kecil itu, Zhao Xuan yang berbeda di belakang juga sangat terkejut. ketika ia menoleh melihat ayahnya tadi, kecepatan ayahnya berjalan dengan Langkah besar membuatnya sempat berpikir waktu telah kembali tiga tahun lalu, saat mata ayahnya belum buta.
padahal ia sendiri butuh waktu lama mengejar anak serigala kecil itu, bagaimana mungkin ayahnya bisa menyusul dengan secepat ini?
"Ayah, tanganku.... Tanganku sakit, orang jahat itu.... Memelintir tanganku." A Bao bercerita dengan artikulasi yang kurang jelas. Jiang Ting melihat wajah Zhao Heng seketika berubah. ia pun menjelaskan."pergelangan tangan A Bao terkilir."
Zhao Xuan segera mengangkat Jiang Ting ke gendongannya. Jiang Ting sempat meronta sedikit,karena ia tidak ingin pergi begitu saja.
Menyadari perlawanannya, Zhao Xuan bertanya,"A Ting,ada apa?"
Jiang Ting menunjuk ke arah semak-semak yang baru saja ia singkap,"kakak...di dalam.... Sepertinya ada dua Lingzhi (Jamur dewa)."
Zhao Xuan menggendong Jiang Ting dengan satu tangan, sementara tangan lain menyingkap semak kering. Ia pun melihat dua jamur Lingzhi seukuran telapak tangan tumbuh di sana.
"Masih agak kecil,biarkan tumbuh lebih besar lagi," kata Zhao Xuan,lalu ia merapikan kembali semak kering itu.
Jiang Ting:"?" ini masih kecil? Sebesar apa yang kalian anggap besar?
Saat Zhao Xuan menggendong Jiang Ting, Zhao Heng juga mengikuti arah suara dan mengangkat A Bao ke pelukannya.
Kembali berada di pelukan Zhao Heng,A Bao merasa sangat bahagia. Meskipun pergelangan tangannya masih sakit,ia dengan penuh kepercayaan menyandarkan kepala kecilnya di ceruk leher Zhao Heng. Ia menggoyangkan peluit bambu di tangan kirinya dengan gembira,bahkan menirukan lolongan serigala kecil,"Ayah,aku dapat peluitnya lagi! Aku hebat sekali!"
" Kau menggulingkan diri ke lereng curam hanya demi sebuah peluit?" Zhao Heng ingin sekali menepuk kepala A Bao tetapi tangan yang buku-bukunya menonjol itu akhirnya mendarat lembut di kepala A Bao yang berambut halus.
Merasa telapak tangan lebar itu menempel di kepalanya,A Bao mengusap-usapkan pipinya pada tangan Zhao Heng,lalu bergumam pelan,"Ayah,ayah hebat sekali,bisa menemukan aku."
A Bao terkekeh senang.
Zhao Heng mendengus dingin, tidak menjawab. Saat berjalan menaiki lereng,ia langsung membuang tongkat yang biasa ia pakai untuk meraba jalan,lalu berjalan membawa A Bao seolah berjalan di tanah datar. Puncaknya,ia bahkan terbang melayang menaiki tanjakan kecil terakhir. Hal ini membuat Zhao Xuan dan Jiang Ting yang berada di belakang terperangah.
"Ayah.... Saat matanya belum buta,dia jauh lebih hebat dari ini," bisik Zhao Xuan, suaranya dipenuhi penyesalan.
Ibu pernah bilang,ayah sebenarnya bisa saja tidak memakai tongkat itu. Hanya saja,yang terluka pada diri ayah bukan hanya mata, tapi juga hatinya.
Ia sudah terlalu lama terpuruk. Mungkin kejadian A Bao hari ini bisa membuat ayah bangkit kembali.
"Zhao Xuan! Zhao Xuan!" begitu mereka sampai di puncak lereng, Zhao Xuan mendengar suara Zhao Heng yang berteriak seperti orang gila di depan.
Teriakan itu membuat Zhao Xuan hampir saja menjatuhkan Jiang Ting dari gendongannya. Anak serigala kecil di belakang pun ketakutan dan merapat ke serigala besar.
"Ayah, aku disini, aku disini," Zhao Xuan buru-buru mendekat sambil menggendong Jiang Ting. Ia melihat Zhao Heng mengatupkan bibirnya rapat-rapat, memeluk erat A Bao di dekapannya, lalu bertanya dengan suara bergetar, "Kenapa dia tidak bergerak? Apa dia pingsan?"
Zhao Xuan menunduk. A Bao memang pingsan.
Padahal pergelangan tangannya sudah di kembalikan posisinya tadi. Tidak bisa,mereka harus segera pulang untuk memeriksanya.
"Ayah,kita pulang dulu. Anak serigala,bisakah kau cari ibuku dan sampaikan pesan?" Zhao Xuan baru teringat ibunya dan bibi Xiang saat di tengah jalan. Ia pun memanggil anak serigala kecil yang mengikutinya.
Namun,anak serigala kecil itu malah menerjang dan nyaris menggigit tangan Zhao Xuan.
Zhao Xuan menarik tangannya dengan kesal,lalu berlari sekencang-kencangnya sambil menggendong Jiang Ting. Jiang Ting sampai terayun-ayun dan hampir muntah.
Di sisi lain, Wang chunniang bukan tipe orang yang bisa menunggu dengan tenang. Ia memiliki sifat yang terburu-buru. Putrinya hilang,tentu saja ia ikut keluar mencari, meninggalkan Lin Xiang mengunci pintu dan menjaga rumah.
Wang chunniang hanya melihat Zhao Heng dan putranya berjalan menuju gunung,jadi ia pun ikut menyusul.
Di tengah pencarian,ia melihat bayangan melesat di depannya. Saat tersadar, Wang chunniang berdiri terpaku,tak bisa bergerak.
Tadi... Bayangan yang berlari itu? Bukan kah itu suaminya?
Sejak suaminya buta,jalannya lebih lambat dari kura-kura... Ia sudah menjaga suaminya dengan hati-hati selama tiga tahun,dan akhirnya hari ini ia melihat suaminya berlari sekencang itu.
Tapi.... Hal apa yang bisa memaksa Zhao Heng berlari secepat itu? jangan-jangan putri mereka dalam bahaya?
Melihat pemandangan itu, Wang chunniang pun dengan cepat menyusul dari belakang.
Zhao Xuan melihat ayahnya berlari begitu cepat hingga menghilang dari pandangan, tak lama kemudian, ibunya sudah menyusul di belakang.
"Apa A Bao kenapa-kenapa? Ayahmu lari sekencang itu, bagaimana kalau anak itu terjatuh? Dia kan tidak bisa melihat," kata Wang chunniang dengan cemas.
Zhao Xuan sudah pasrah,"ibu, anak serigala itu memimpin jalan. Ayah bisa mengenali jalannya hanya dengan mendengar suara anak serigala itu."
Wang chunniang mengangkat alis, lalu mengambil alih Jiang Ting, "A Ting, bibi Chun juga akan mengajakmu lari sekali putaran."
Zhao Xuan berteriak dari belakang, "Ibu, A Ting masih terluka."
Di desa.
Anak serigala kecil memimpin jalan menuju pintu rumah keluarga Zhao. Zhao Heng tiba di depan pintu rumah sambil menggendong A Bao. Lin Xiang mendengar suara gaduh itu dan baru saja akan bertanya, namun seseorang sudah lebih dulu membuka suara.
"Hei, Ayah A Bao, anjing macam apa yang kalian peluk itu, kenapa hitam sekali? Tapi, dia terlihat gemuk dan menggemaskan, "nyonya tua Jiang yang sedang mendorong gerobak melewati pintu rumah keluarga Zhao. Melihat pemandangan itu, ia berbicara sambil mendekati anak serigala kecil.
Anak serigala kecil itu melihat nyonya tua Jiang mendekat, ia pun mulai meringiskan gigi. Namun, detik berikutnya, kaki Zhao Heng dengan ringan menendang pantat anak serigala kecil itu.
Anak serigala kecil itu menahan lolongannya, menoleh dan menyeringai ke arah Zhao Heng. Setelah meninggalkan gonggongan pelan, ia berlari kembali ke arah asalnya.
" Mungkin hanya anjing liar. Terima kasih. "Zhao Heng mengangguk dengan sopan.
nyonya tua Jiang dengan enggan menarik pandangannya. Ia benar-benar berfikir anjing kecil itu gemuk dan lucu, hanya saja terlalu hitam.
"Hei, apa A Bao kalian tertidur?" tanya nyonya tua Jiang lagi.
Zhao Heng bergumam mengiyakan. Tepat saat itu Lin Xiang membuka pintu, dan Zhao Heng pun masuk ke rumah sambil menggendong A Bao.
begitu Zhao Heng pergi, nyonya tua Jiang memegangi dadanya dan menghela nafas panjang, "Ayah A Bao ini benar-benar menakutkan! sikap galaknya tadi membuat ku berpikir matanya sudah sembuh!"