NovelToon NovelToon
Anak BASIS Kepincut KETOS Galak

Anak BASIS Kepincut KETOS Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Bilawal Kenta Faaruq nama seorang anak lelaki tampan yang mempunyai arti lelaki yang selalu menjaga kehormatan, harga diri dan bijak dalam bertindak apapun nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Al biasa dia dipanggil oleh teman-temannya adalah seorang ketua Basis di sekolahannya. Tiada hari tanpa masalah yang menghiasi hari-harinya. Keluar masuk ruang BP dan kantor polisi selalu ia lakoni namun tak kunjung jua dikeluarkan dari sekolahnya karena keponakan dari kepala sekolah tempatnya belajar sekaligus papanya menjadi penyumbang utama di sana.

Suatu hari Al bertemu dengan Makaila yang tidak lain ketua OSIS yang terkenal galak.

Konflik terjadi antara mereka berdua sampai akhirnya Al menyukai Makaila dan menjadi cinta pertamanya. Segala cara Al lakukan agar Makalia menyukainya, sampai Makalia menjadi target musuh anak Basis Al.

Segala cara Al lakukan untuk melindunginya sampai nyawa menjadi taruhannya.


Hi jangan lupa follow akun IG snow_white97suga

Tik-tok. snowwhite19975

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback 3 Tahun Lalu (Masuk Ke Lubang Hitam)

Nares tidak menyangka jika dirinya akan berakhir seperti ini, Ethan menyanggupi permintaan Ghio untuk turun ke jalur(Tawuran) bersama mereka demi melepaskan Bilawal.

Tapi Nares merasa tidak adil karena harus ikut ke dalam masalah ini, padahal semua bermula karenanya. Andai saja saat itu Nares tidak banyak bertingkah dan memilih untuk diam pasti semua tidak akan seperti ini.

Ethan dan Nares mengikuti perintah Ghio jika mereka harus bertemu di bawah persimpangan jalan layang, di sana sudah banyak anggota Ghio yang sudah menunggu.

"Gue pikir lo nggak akan datang?" sindir Ghio sedikit meledek Ethan dan Nares.

Wajah Nares terlihat sangat tidak bersahabat dan sejak tadi selalu diam jika Ethan mengajaknya bicara. Yang ingin Nares lakukan adalah pergi secepatnya dari sini.

"Lo berdua di barisan belakang aja, biar gue sama Al yang ada di depan."

"Apa lo bilang? Lo mau jadiin umpan?" Ethan begitu kaget saat mendengarnya karena itu akan membahayakan sahabatnya.

"Loh memang dia selalu ada di depan, asal lo tahu kalau dia udah berantem kaya binatang."

Tangan Ethan gemetaran sambil mengepalkan begitu erat menahan amarahnya, rasanya Ethan sudah tidak tahan lagi ingin cepat membawa Bilawal pergi dari genk-nya Ghio.

"Lo harus tepati janji setelah ini lepasin Bilawal!"

"Tenang aja, gue nggak lupa kok," balas Ghio terlihat sedikit acuh dengan ucapannya membuat Ethan sedikit ragu.

Ketika mereka sedang bersiap datanglah Bilawal membawa sebuah parang besar yang baru diambilnya dari seseorang.

Ethan dan Nares kaget bukan main melihat kedatangan Bilawal. Begitu sebaliknya, Bilawal juga tidak kalah terkejut dengan kehadiran kedua sahabatnya di sana sementara Ghio hanya tertawa curang seolah mendapatkan undian besar.

"Ngapain lo di sini?" tanya Bilawal dengan nada terdengar sangat tidak menyukai kehadiran kedua sahabatnya.

"Lo sendiri ngapain di sini?" Ethan balik bertanya saat Bilawal menghampirinya.

"Jawab pertanyaan gue!" Bentak Bilawal dengan nada sedikit meninggi dan kedua bola mata membulat sempurna.

"Kita mau menyelamatkan lo dari sini," jawab Nares singkat dengan nada jutek seolah sedikit menyindirnya.

"Apa? Lo nggak salah? Cepet pergi dari sini!" Usir Bilawal mulai menunjukan rasa marahnya.

"Gue nggak akan pergi dari sini tanpa lo!" Jelas Ethan kekeuh membuat Bilawal semakin kesal.

"Ini bukan tempat lo!"

"Ini juga bukan tempat lo!" Balas Ethan tidak kalah jutek sementara Nares semakin kesal saja ingin cepat masalah ini selesai.

"Berisik lo berdua! Kita ada di sini gara-gara lo, dan Ghio nyuruh kita buat ngelakuin apa yang udah lo lakuin!" Nares begitu marah dan muak kepada Bilawal membuatnya keheranan.

"Cuma mukul lawan atau buat berdarah aja, kan?" tambah Nares lagi bertanya tentang tugasnya kepada Bilawal dengan perasan yang mulai membencinya.

"Cepet pergi dari sini sekarang juga, biar gue yang di sini!" Usir Bilawal untuk yang kesekian kaliannya namun sayang Ethan terus menolaknya.

Hanya Ethan yang selalu menolaknya sementara Nares sudah ingin pergi dari sana.

"Nggak! Gue nggak mau pergi! Kita akan pergi sama-sama dari sini." Timpal Ethan mentah-mentah dan Nares hanya tertawa sinis.

Belum sempat mereka mencari kesepakatan akhirnya Ghio sudah lebih dulu memanggilnya, kini mereka bertiga benar-benar terjebak dan tidak bisa menghindar.

Rasa cemas menghampiri Bilawal karena entah apa yang akan terjadi dan Ghio perbuat dengan kedua sahabatnya.

Tengah malam mereka menunggu di pinggir jalan layang yang terlihat sedikit agak sepi hanya beberapa pengendara motor dan mobil yang lewat.

Tidak ada penerangan yang begitu jelas hanya samar-samar lampu penerangan yang menyala di sana, pertanyaan muncul di pikiran Nares dan Ethan tentang apa yang sedang mereka lakukan di sana.

"Kalau lo mau bawa Al balik dari sini, lo berdua harus lakuin sesuatu," pinta Ghio disambut tatapan sinis Bilawal kepadanya seolah meminta jangan melakukan hal seperti itu kepada kedua sahabatnya.

"Apa yang harus gue lakukan?" Ethan balik bertanya dengan begitu percaya diri dengan suara yang lantang.

Hati Bilawal tampak tidak tenang karena dilanda rasa gelisah, apa yang diperintahkan oleh Ghio adalah sesuatu yang akan membahayakan dirinya dan orang lain.

"Lo yakin bisa melakukannya?" Ghio seolah sedikit ragu dan menyindirnya seakan meledek Ethan membuatnya begitu bersemangat untuk melakukannya.

Ini hanyalah trik Ghio untuk memancing emosi dan amarah Ethan agar mau melakukannya.

"Bilang aja apa yang perlu gue lakukan biar hari ini jadi hari terakhir Al sama lo!" Timpal Ethan sedikit menyindir Ghio dengan percaya diri membuat Ghio tertawa geli.

"Siapapun yang melintasi jalan ini yang memakai motor, mau itu perempuan atau lelaki dan usianya berapa aja tebas dia pake ini," titah Ghio menyerahkan parang yang dibawa Bilawal tadi.

Bagai disambar petir telinga ketiga sahabat mendengarnya, mereka secara berbarengan menatap ke arah Ghio begitu sangat tajam.

Apalagi Bilawal yang sepertinya sangat marah kepada Ghio karena telah melibatkan kedua sahabatnya.

"Apa?" Teriak Bilawal kaget menatap tajam Ghio.

"Lo stress, ya? Nggak salah ngomong lo?" balas Nares yang sama terkejutnya dan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Mabok lo nyuruh kita kaya gitu?" timpal Ethan yang juga tidak kalah terkejut namun Ghio hanya tertawa ringan disambut dengan beberapa temannya yang ikut.

Melihat reaksi Ghio dan beberapa temannya membuat Ethan dan Nares sangat kesal, ingin rasanya ia memukul Ghio sekarang juga tapi ia takut Bilawal yang menjadi tawanannya lagi.

"Cuma sekali tebas aja kok, di bagian apa aja bebas. Toh juga nggak akan buat dia mati," jelas Ghio meyakinkan Ethan dan Nares yang terlihat sangat ketakutan.

"Biar gue yang gantiin!" Sela Bilawal ingin semua masalahnya cepat selesai dan kedua sahabatnya pergi dari sana.

"Lo nggak usah ikut campur, karena mereka bedua yang datang duluan buat bebasin lo."

Tanpa banyak berpikir panjang dan rasa ragu lagi akhirnya Nares mengiyakan ucapan Ghio untuk melakukannya karena ia sudah merasa sangat muak sekali berada di sana.

"Oke gue mau," timpal Nares dengan nada yakin membuat Bilawal begitu ketakutan.

"Gue juga," sahut Ethan dengan tatapan sinis menatap Ghio.

"Oke. Kalau gitu lo berdua ke sana dan siapapun yang lewat di motor langsung tebas aja."

Sesaat Nares terdiam dengan tangannya sedari tadi bergetar sangat ketakutan, sebenarnya Nares tidak ingin melakukannya tapi karena ia sudah merasa muak dengan keadaan ini akhirnya ia menyanggupinya.

Setidaknya dia tidak akan menebas langsung di bagian tubuh yang sangat vital, haya melukai sedikit saja dirinya bisa boleh pergi dari sana.

"Biar gue ikut mereka," pinta Bilawal yang hendak mendampingi kedua sahabatnya.

Belum sempat Bilawal pergi dengan cepat Ghio menyuruh salah satu temannya untuk membuntuti Bilawal, karena takut jika dirinya yang akan menggantikan Ethan dan Nares.

Dengan perasaan cemas Bilawal menunggu memperhatikan kedua sahabatnya berharap tidak ada satu motor pun yang melintas karena di sana sedikit sepi hanya beberapa motor yang melintas.

Begitu juga dengan Nares yang sedari tadi detak jantungnya tidak karuan, napasnya seolah seperti tercekik dan tangannya masih gemetaran memegang parang di sebelah kanannya.

Keringat dingin keluar dari kening Ethan dan telapak tangannya, perasaannya gelisah dan ketakutan sepetinya ia sudah tidak waras mau melakukan ini dan semua demi Bilawal.

Ethan tidak mau jika Bilawal semakin terperosok ke dalam lubang hitam, sebisa mungkin ia harus menyelamatkannya.

Tidak lama samar-samar terlihat sebuah cahaya dari kejauhan, ada satu titik lampu terpancar dari sebuah kendaraan roda dua yang hendak melintas.

Ketiganya menatap samar-samar siapa sosok yang akan menjadi korbannya, semakin lama pandangan akan yang ada di atas motor terlihat sangat jelas.

Seorang lelaki dengan usianya masih terlihat muda yang membawa tas ransel di pundaknya, sepertinya seorang mahasiswa karena wajahnya begitu jelas saat berada di bawah sorot lampu jalan yang meneranginya ketika motornya melintas mendekat ke arah Bilawal.

"Ini korbannya, kan?" tanya Nares begitu yakin dengan emosi yang mulai meluap.

Motor semakin mendekat dan tidak lama Nares berdiri di tengah jalan untuk mencegatnya dengan parang di tangan kanannya.

Ethan juga sudah siap melaksanakan perintah Ghio, dengan penuh keberanian meskipun di hatinya sangat ketakutan.

Melihat ada dua orang yang berdiri di tangah jalan untuk mencegatnya membuat pengendara motor terkejut dan ketakutan, suara klakson berbunyi berkali-kali sebagai penanda meminta ijin untuk lewat.

Tapi tidak dihiraukan oleh Ethan dan Nares justru keduanya melayangkan parang ke arahnya, alhasil motor itu mengeram mendadak.

Parang yang dipegang Ethan sengaja mengenai motor bagian depannya, sementara Nares menyabetkan parang ke arah ban motor sehingga membuat pengendara terjatuh beberapa meter tidak sadarkan diri.

1
Key
Bilawal tipe protective sih. Cuma dia nggak bisa jujur dan segamblang² nya buat ceritain semuanya, termasuk agak gensian gitu. Nggak kebayang deh kalo nantinya Makaila sama Bilawal jadi pasangan, apa kabar dunia mereka, prahara bisa²
Key
widih, anak Kepala Yayasan nih Bos! jangan macam²
Key
waduh makin complicated ya Makaila, yang awalnya hidup nyaman aman, lempeng harus ktemu Bilawal sekarang Kelvin pula
Enz99
bagus
mawar merah
Makaila sudah kehilangan sepatunya 2x🤭🤭🤭
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤣🤣🤭🤭tenang belum selusin kak
total 1 replies
_Cherryl🍒
tuh kan bilawal itu sebenarnya nggak salah. kasihan banget dia selama ini menderita.
Snow white❄IG@snow_white97suga: Dia hanya korban kak
total 1 replies
mawar merah
Hajar saja Bilawal, cewek sok tau itu
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭Weh nanti dipenjara dia
total 1 replies
mawar merah
Ya kenapa Makaila selalu bersikap seenaknya sendiri, tanpa mencari tau kebenarannya dulu. seperti pepatah jangan lihat sampulnya belum tentu sesuai dengan sampulnya
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makaila tuh kaya trauma banget sama anak BASIS
total 1 replies
_Cherryl🍒
Pasti deh ada rahasia, yang bilawal sembunyikan. apa coba artinya dengan melindungi, apakah ada perselisihan orang-orang berpengaruh? aku makin penasaran Thor
Snow white❄IG@snow_white97suga: Bilawal melindungi sahabatnya sendiri yang sudah mengkhianati ya
total 1 replies
mawar merah
mau jadi pahlawan tapi badan bergetar.. itu bagaimana konsepnya Makaila lucu...lucu 🤭🤭
Snow white❄IG@snow_white97suga: 😄😄😁🤭Berani aja dulu urusan resiko belakangan 😄😁😁
total 1 replies
_Cherryl🍒
Sekarang Makaila sudah jadi target Kelvin.
Snow white❄IG@snow_white97suga: Iya Kak, huhuhu kasian Makaila
total 1 replies
_Cherryl🍒
Bencana sudah sekarang Makaila pasti jadi target 🤧
Key
sesak napas aku bacanya, tapi Makaila mental nya kuat banget ngadepin yg begitu². Kalo aku udah lemes duluan sama yg brantem²😭😭😭😭
mawar merah
Sebenarnya kasian ya sama Bilawal karena anak broken home jadi cari pelampiasan
_Cherryl🍒
Wajarlah jika Sika bilawal seperti itu ternyata punya masa lalu yang kelam ditambah lagi memiliki keluarganya yang tidak lengkap untuk bercerita keluh kesahnya saja susah. kamu harus kuat bilawal kebahagiaan Masih menanti kamu.
_Cherryl🍒: Iyah sedih jadi bilawal🤧
total 2 replies
Key
Ehm ...tragis juga ya kisah nya Bilawal. Dia nyimpen trauma yang berat kehilangan Etan sama Aluna. Belum lagi brokenhomenya,🥲🥲🥲
Snow white❄IG@snow_white97suga: kebayang gimana rasa bersalahnya setiap hari ya kak
total 1 replies
Key
siapa Aluna?
_Cherryl🍒
Siapa sih cewek itu bikin penasaran aja? Malah di gantung lagi babnya😫 hadeh kak.
Snow white❄IG@snow_white97suga: Yang jelas cewek yang sepesial kak😁
total 1 replies
_Cherryl🍒
Gila gaya-gaya yang kek begini nih aku suka banget. mau aku bantu tonjok mereka nggak bilawal. Tapi dari kejadian ini tanpa sadar Makaila mulai mengkhawatirkan bilawal cie cie ehem🤧
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤭🤭😄bawa semua pasukanmu kak
total 1 replies
mawar merah
Ini mungkin penyebabnya Bilawal dengan Nares berselisih
Snow white❄IG@snow_white97suga: Awal mula perang dunia kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!