NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Gosip

Setelah rapat selesai, Doni meminta Alena menemui Manajer HR untuk melakukan penandatanganan kontrak sebagai karyawan tetap.

Alena segera berjalan menuju lantai HRD dengan langkah cepat, dengan senyum yang tidak henti-hentinya terukir di bibirnya.

Hari ini benar-benar terasa seperti mimpi baginya. Tidak hanya mendapatkan bonus besar, tapi sekarang statusnya resmi berubah menjadi karyawan tetap.

Begitu sampai di depan ruangan Manajer HR, Alena berhenti sejenak. Ia merapikan pakaiannya, lalu mengetuk pintu.

TOK! TOK! TOK!

"Silakan masuk!"

Alena menarik napas dalam-dalam sebelum membuka pintu perlahan.

"Selamat pagi, Pak," sapa nya sopan.

Pria paruh baya di balik meja langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum.

"Oh, Anda, Nona Alena. Silakan duduk."

"Terima kasih, Pak."

Alena mendekat dan duduk di kursi yang berada di depan meja kerja sang manajer.

"Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda karena berhasil diangkat menjadi karyawan tetap di perusahaan ini," ucap pria itu ramah.

"Terima kasih, Pak."

Manajer HR kemudian mengambil sebuah map dan meletakkannya di atas meja.

"Silakan dibaca terlebih dahulu surat pengangkatan dan kontrak kerjanya. Jika semuanya sudah sesuai, Anda bisa langsung menandatanganinya."

"Baik, Pak."

Alena membuka map tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar.

Ia tidak pernah membayangkan bahwa setelah hampir tiga bulan berjuang, menghadapi berbagai penolakan dan kesulitan, akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap.

Perlahan, ia membaca setiap halaman dengan saksama. Tidak ada satu pun poin yang terlewat. Tapi, ketika sampai pada bagian terakhir, alisnya sedikit berkerut.

Ia mengangkat pandangannya. "Pak, ini...."

Manajer HR tersenyum tipis, seolah sudah menduga reaksinya.

"Itu adalah kebijakan perusahaan, Nona."

Alena kembali melihat lembar kontrak di tangannya.

"Saya harap, Anda bisa memakluminya. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga stabilitas tim dan proyek yang sedang berjalan. Dan, juga demi kenyamanan kedua belah pihak."

Alena terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengulas senyum tipis.

"Saya mengerti, Pak."

Lagi pula, pekerjaan ini sangat penting baginya. Ia membutuhkan penghasilan tetap dan kestabilan finansial untuk menata kembali hidupnya.

Setelah memastikan tidak ada lagi yang ingin ditanyakan, Alena mengambil pena dan membubuhkan tanda tangannya di bagian akhir kontrak.

Selesai menandatangani, ia menyerahkan kembali dokumen itu kepada Manajer HR. "Ini, pak."

Pria tersebut menerimanya sambil tersenyum. "Terima kasih, Nona Alena." Ia lalu mengulurkan tangan. "Sekali lagi, selamat atas pengangkatan Anda sebagai karyawan tetap."

Alena membalas jabat tangan itu. "Terima kasih, Pak."

Saat keluar dari ruangan, tanpa sadar ia menatap salinan kontrak di tangannya dan tersenyum kecil.

Saat ini, ia sudah mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan sendiri. Dan, ia akan terus berusaha mendapatkan uang lebih banyak agar bisa cepat menyewa pengacara hebat untuk mengalahkan Arsen.

Tapi, sepertinya semua tidak semudah yang ia bayangkan.

Saat hendak kembali ke mejanya, Alena kembali merasakan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya.

Bahkan, saat ia berjalan melewati lorong kantor, beberapa rekan kerja yang berpapasan dengannya langsung menyingkir. Ada yang pura-pura sibuk melihat ponsel, ada pula yang buru-buru berbalik arah.

Alena mengernyit bingung.

Tidak jauh dari sana, ia melihat Sasa dan Anisa sedang berbisik di sudut ruangan.

"Eh, kamu sudah dengar belum? Ternyata ada pengkhianat di perusahaan ini," bisik Sasa.

"Pengkhianat?" ulang Anisa dengan mata membulat.

"Iya. Kamu belum tahu?"

Anisa menggeleng.

"Gosip itu sudah menyebar di grup."

"Benarkah?" Anisa segera mengeluarkan ponselnya. Setelah beberapa saat, ia mengerutkan kening. "Tidak ada apa-apa di grup perusahaan."

Sasa berdecak pelan. "Ck, bukan grup yang itu." Ia membuka grup lain di ponselnya, lalu menunjukkannya pada Anisa.

Anisa membaca satu per satu pesan di sana. Semakin lama, wajahnya semakin pucat.

"Tidak mungkin," gumamnya. "Kalau ini benar, bukankah kita harus melaporkannya pada atasan?"

Sasa mengangkat kedua bahunya. "Untuk apa? Lebih baik kita menjauh dari orang seperti itu. Nanti kalau ikut terseret masalah, bagaimana?"

Anisa terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk setuju.

Sementara itu, Alena yang tidak mengetahui apa pun hanya bisa memandang mereka dengan bingung. Ia mengambil ponselnya dan membuka grup perusahaan yang ia ikuti. Namun, tidak ada percakapan apa pun.

"Apa mereka punya grup lain?" batinnya.

Rasa penasaran mulai mengusiknya, tetapi ia memilih mengabaikannya. Mungkin, ia hanya terlalu sensitif. Lagipula, yang terpenting sekarang adalah pekerjaannya.

Tapi sayangnya, hal itu terus terjadi selama beberapa hari berikutnya.

Setiap kali Alena datang ke kantor, orang-orang selalu menghindarinya. Bahkan, ketika ia mengalami kesulitan dalam pekerjaan, tidak ada seorang pun yang mau membantu.

Pada akhirnya, ia hanya bisa meminta bantuan kepada Doni.

Sikap rekan-rekannya membuat Alena semakin bingung dan tertekan. Hingga suatu siang, saat jam istirahat tiba, ia tidak sanggup lagi memendam rasa penasarannya.

Saat melihat Sasa hendak pergi ke kantin bersama yang lain, Alena segera berdiri.

"Tunggu!"

Suaranya terdengar cukup keras hingga membuat beberapa orang ikut menghentikan langkah.

Sasa menoleh. "Ada apa?"

Alena menatapnya lekat-lekat. "Sebenarnya, apa salahku pada kalian?" tanyanya pelan. "Kenapa kalian semua menghindari ku?"

Sasa tersenyum miring. "Karena kamu pantas mendapatkannya."

Alena terdiam. "Apa maksudmu?"

Namun, Sasa tidak menjawab. Wanita itu malah menoleh ke arah teman-temannya. "Ayo, kita ke kantin."

Tanpa memedulikan Alena, ia berjalan melewatinya, diikuti beberapa rekan yang lain.

Alena berdiri mematung di tempatnya. Tidak lama kemudian, Mita dan Silvi yang masih berada di sana saling pandang sebelum mendekatinya.

"Maaf, Alena," ucap Silvi pelan. "Bukannya kami ingin menghindari mu. Tapi, kami juga tidak punya pilihan."

Alena mengernyit. "Apa maksudmu?"

Mita mengembuskan napas panjang. "Alasan kenapa mereka bersikap seperti itu, karena ada gosip yang mengatakan kalau kamu adalah istri Arsen Bhaskara."

DEG!

Jantung Alena seolah berhenti berdetak. Wajahnya langsung pucat.

"Apa?" suaranya bergetar.

Mita mengangguk pelan. "Iya, Len. Semua itu tersebar di grup obrolan."

Silvi menundukkan pandangan sebelum melanjutkan. "Bahkan, ada yang mengatakan kalau kamu sengaja merayu Tuan CEO dan Pak Doni agar bisa ikut dalam proyek Atma Group dan diangkat menjadi karyawan tetap."

Ucapan itu terasa seperti tamparan keras bagi Alena. Ia bahkan tidak tahu harus tertawa atau menangis.

"Jadi..." Ia mengangkat pandangannya. "Kalian juga berpikir seperti itu?"

Mita dan Silvi saling pandang. Tidak satu pun dari mereka menjawab.

Melihat reaksi itu, Alena tersenyum getir. "Tidak perlu dijawab," ucapnya lirih. "Aku sudah mengerti."

"Alena, aku tahu bagaimana perjuanganmu selama mengerjakan proyek itu," ucap Silvi cepat. "Aku juga tahu kamu bekerja keras. Tapi, setelah tahu kalau kamu adalah istri dari pemilik perusahaan rival, aku..."

Alena mengangguk pelan. "Aku mengerti."

Tidak ada nada marah dalam suaranya. Tapi, justru hal itu membuat Mita dan Silvi merasa bersalah.

Perlahan, Alena kembali duduk di kursinya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Dadanya terasa sesak.

Baru beberapa hari yang lalu ia merasa menjadi orang paling beruntung di dunia.

Ia mendapatkan bonus, menjadi karyawan tetap, dan mulai melihat secercah harapan untuk masa depannya.

Tapi kini, semua itu seakan runtuh dalam sekejap.

Pandangannya perlahan mengeras. Ia tahu betul siapa orang yang paling mungkin menyebarkan berita itu.

Seseorang yang tidak pernah menerima kekalahan. Seseorang yang harga dirinya terluka karena ia kalahkan.

Arsen Bhaskara.

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!