NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Perasaanmu Juga Kebohongan?

Bara masih mengemudi, arah tujuannya belum jelas, karena Byan juga belum mengatakan apapun. "Apa kau ingin menemuinya? Tadi Laila memberikan alamatnya padaku"

Byan menghela napas pelan, sebenarnya yang paling membuatnya marah bukan hanya karena kebohongan ini, tapi semuanya karena Eva yang meminta berpisah tanpa alasan yang jelas.

"Kenapa dia tidak pernah jujur padaku tentang semuanya? Bahkan ketika dia meminta berpisah pun, tidak berkata jujur alasannya meminta pisah karena apa"

Bara ikut menghela napas pelan, dia juga bingung harus bagaimana menyikapi semuanya. Karena dia tidak berada dalam posisi Eva ataupun Byan saat ini. Hanya bisa mencoba mengerti saja tentang keadaan ini.

"Sebenarnya kemungkinan yang paling mungkin, karena dia takut kau marah"

"Apa dia pikir ketika aku tahu dari orang lain tidak akan marah?"

"Bi, posisinya memang sulit. Jadi, lebih baik kau tenangkan saja dulu pikiranmu sekarang. Jika nanti sudah tahu harus melakukan apa, kau baru bertindak sesuai keputusanmu"

Bara mengantarkan Byan kembali ke Apartemen, Byan tidak ingin pergi pulang ke rumahnya sekarang. Dia hanya perlu waktu sendiri untuk saat ini. Ketika pikirannya seperti hilang arah, tiba-tiba kosong begitu saja.

Duduk sendirian di balkon Apartemen, di lantai sudah banyak putung rokok yang mati. Dan di tangannya masih ada sebatang rokok yang menyala. Entah sudah berada batang Byan menghisap nikotin itu.

"Sebenarnya apa yang aku inginkan sekarang?"

Seperti bertanya pada diri sendiri yang bahkan tidak mendapatkan jawaban apapun. Byan tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan untuk sekarang. Ketika perjalanan cintanya harus berakhir seperti ini karena kebohongan yang besar.

Hampir tidak tidur, Byan tetap berangkat bekerja dengan penampilan lusuh, lelah dan sedikit berantakan. Bara juga cukup terkejut melihatnya tetap masuk bekerja dalam keadaan seperti ini.

"Kau bisa ambil cuti jika masih belum siap untuk bekerja"

"Tak apa, aku masih bisa. Tapi, tolong panggilkan dia ke ruangan ini sekarang"

"Baiklah" Tanpa banyak bertanya apapun, Bara langsung melakukannya.

*

Laila turun dari mobilnya, membuka ponselnya saat melihat pesan yang dia kirim pada Eva masih belum ada balasan. Gadis itu hanya membacanya saja.

Eva, maafkan aku. Sekarang aku akan pergi ke Perusahaan Tuan Bara untuk berbicara dengan Byan. Aku akan mencoba menyelesaikan semuanya.

Laila berdiri menatap gedung tinggi di depannya, menghembuskan napas panjang sebelum dia melangkah masuk ke dalam Lobby Perusahaan. Menemui resepsionis disana.

"Maaf, saya ingin bertemu Tuan Byan. Apa bisa?"

"Apakah sudah ada janji sebelumnya?"

Laila terdiam, dia memang tidak membuat janji apapun dengan Byan. Namun, hari ini dia harus bisa bertemu dan berbicara dengannya.

"Em, saya memang belum punya janji. Apa bisa tolong di bantu untuk menghubungi Tuan Byan, bilang saja Laila mencarinya"

"Baik Nona, saya akan menghubunginya dulu"

Laila menunggu Resepsionis itu menelepon, hanya berharap Byan mau bertemu dengannya.

"Nona, silahkan ke ruangan Tuan Bara saja"

Laila menghela napas lega, ketika Resepsionis itu mengizinkannya masuk. Resepsionis itu juga menyebutkan lantai berapa ruangan Bara berada.

Laila keluar dari lift, berjalan menuju ruangan Bara. Dia mengetuk pintu, lalu membukanya. Laila terdiam melihat ada Eva disana juga, dia segera menghampiri Eva yang berdiri diam di depan Byan yang duduk di sofa, sementara Bara entah pergi kemana, dia tidak ada di ruangnnya sekarang.

"Eva, kenapa kamu ada disini juga?"

Eva menoleh pada Laila, lalu melirik Byan yang masih menatapnya tajam. "Aku bekerja disini, Nona"

"Hah?"

Laila juga terkejut, karena selama ini dia hanya tahu Eva sudah mendapatkan pekerjaan, tanpa dia tahu dimana dia bekerja. Sekarang dia begitu terkejut saat tahu jika Eva ternyata bekerja disini.

"Baguslah kalian berada disini sekarang, jadi aku bisa melihat jelas mana Laila yang asli dan Laila yang palsu!"

Eva semakin menunduk dengan tangan saling meremas kuat, ucapan Byan benar-benar menusuk relung hatinya.

"Tuan Byan, aku benar-benar minta maaf atas semua ini. Kejadian ini hanya kesalahanku, bukan Eva. Dia hanya terpaksa melakukan ini karena aku memaksanya. Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ini?"

Byan tersenyum sinis, dia menatap Laila dan Eva secara bergantian. Melihat tangan Eva yang saling meremas kuat, Byan jadi khawatir kukunya akan melukai kulit tangan Eva.

"Jangan biarkan orang lain mengetahui tentang, masalah orang tuaku biarkan saja dia aku yang urus. Jangan biarkan mereka tahu soal ini"

Laila dan Eva terdiam, masih bingung dengan ucapan Byan barusan. Mereka saling menatap dengan bingung, tidak boleh ada yang tahu lagi tentang ini.

"Maksudnya aku tidak boleh memberitahu tentang kebohongan ini, biarkan Eva tetap menjadi Laila, begitu?"

"Bukan, kau batalkan saja perjodohan ini dengan orang tuaku. Soal gadis di sampingmu, itu menjadi urusanku"

Laila mengerjap pelan, dia menatap Eva yang berdiri di sampingnya. Lalu mengangguk pelan meski wajah Eva menatap bingung padanya.

"Baiklah, aku akan melakukannya"

"Bagus, sekarang kau pergilah!"

Eva menoleh pada Laila yang sudah di izinkan pergi, sementara dia yang sejak tadi hanya diam saja, tidak berani mengatakan apapun. Ketika Eva juga ingin ikut pergi bersama Laila, tapi suara Byan memanggilnya.

"Siapa yang menyuruhmu pergi?!"

Eva menghentikan langkah kakinya, menatap Laila yang hanya mengangkat bahunya bingung. Laila menepuk bahu Eva, seperti sedang memberinya semangat.

"Mungkin masih ada yang mau dibicarakan sama kamu, Eva. Yaudah aku pergi dulu ya, nanti aku hubungi kamu lagi"

"Tapi Nona-"

Laila sudah keluar dari ruangan, dan Eva masih berdiri membeku di tempatnya. Memejamkan matanya saat mendengar suara langkah kaki mendekat padanya.

"Kau masih belum memberikan alasan yang jelas kenapa meminta pisah dariku"

Eva perlahan berbalik, melihat Byan yang sudah berdiri di depannya sekarang. Eva menggigit bibirnya sebelum berani berucap, memikirkan dulu apa yang sebenarnya ingin dia ucapkan sekarang.

"Sa-saya hanya tidak mau terus bersama Tuan, sementara jelas yang saya lakukan adalah kebohongan"

Tatapan Byan menajam, dia menarik tangan Eva dan menyudutkannya di dinding. Kedua tangannya dia pegang di atas kepala Eva hanya dengan satu tangan besarnya. Tatapannya dingin dan tajam, rahangnya mengeras. Membuat Eva begitu ketakutan melihatnya.

"Beraninya kau berbicara seperti itu padaku? Hanya baru satu malam saja, dan kau sudah merubah cara bicaramu padaku!"

Eva menggigit bibir bawahnya pelan, dia takut dengan Byan yang seperti ini. "Maaf"

"Aku bertanya padamu, apa semuanya kebohongan? Apa perasaanmu juga karena kebohongan ini?"

Bersambung

Plis... yang pada nabung bab tolong langsung baca tiap up bab terbaru ya.. Retensi anjlok gengs... Pen nangis deh.. Kasihani author ya

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!