NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32

...32: WILAYAH TENGAH! BENUA SHINDAI DAN BENUA SHENLONG...

...****************...

Mendengar tanggapan Kenzie yang terlampau santai dan bermuka tebal, Master Helena seketika merasakan kepalanya berdenyut pening. Sembari menghela napas berat, wanita cantik penyuka arak itu hanya bisa melingkarkan kedua tangannya di depan dada, lalu memutar kedua bola matanya dengan malas lantaran tidak tahu lagi harus bagaimana meladeni tabiat murid nakalnya yang satu ini.

Melihat Kenzie masih saja memamerkan senyuman narsistik tanpa rasa bersalah, Helena akhirnya memutuskan untuk mengancam kenzie. Ia menatap Kenzie dengan pandangan dingin yang mengintimidasi.

"Bocah nakal, jaga sikapmu itu. Jika kamu masih tidak bisa menghargai gurumu sendiri dan terus bersikap kurang ajar seperti ini, maka sore ini juga aku akan mencabut seluruh hak istimewa yang aku berikan! Aku akan membatalkan keputusanku memberikan izin yang menggantiku, dan kau harus kembali mengikuti jadwal latihan fisik biasa bersamaku setiap pagi tanpa ada waktu luang untuk bersantai!" ancam Helena dengan nada suara yang teramat serius.

Mendengar untaian kata ancaman dari Helena yang berpotensi merenggut waktu santai berharganya untuk bermalas-malasan, raut wajah Kenzie seketika berubah drastis dalam sekejap mata. Dari yang sebelumnya tampak sangat santai dan meremehkan, Kenzie langsung berdiri tegap, merapatkan kedua kakinya, dan memasang ekspresi yang teramat serius penuh rasa hormat yang dibuat-buat di hadapan masternya.

"Mohon maafkan muridmu yang tampan ini, Master Helena yang agung nan bijaksana! Saya berjanji akan selalu patuh dan menjunjung tinggi titahmu!" sahut Kenzie dengan intonasi suara yang mendadak sangat formal, lengkap dengan bungkukan tubuh yang sempurna.

Helena mendengus geli melihat perubahan kilat pertunjukan topeng Kenzie yang tiba-tiba itu. Kembali ke mode seriusnya, Helena melambaikan tangan dan menyuruh dengan tegas, "Sudahlah, cepat panggil kelima temanmu ke sini sekarang juga."

Mendengar perintah yang disampaikan dengan tergesa-gesa tersebut, Kenzie merasakan gelombang rasa penasaran sekaligus sedikit keluhan muncul di dalam hatinya sendiri.

Sikap gurunya seakan-akan mengindikasikan ada sebuah kabar teramat penting dan mendesak yang ingin segera disampaikan. Daripada hari bahagianya sebagai mentor santai direnggut paksa oleh Helena, Kenzie memutuskan untuk bergerak cepat memperlihatkan sikap wibawa dan patuhnya sebagai seorang senior sejati.

Lebih baik aku bersikap sopan dan menurut untuk sementara waktu, daripada hari bahagiaku direnggut paksa oleh wanita ini. Tapi... sebenarnya kenapa Master Helena terlihat begitu mendesakku? Kabar apa yang dia bawa?. batin Kenzie menerka-nerka sembari melangkah lebar.

Kenzie berjalan cepat menemui kelima temannya yang masih duduk bersila secara melingkar. Saat ini, kelima orang tersebut tengah fokus melakukan meditasi mendalam, melancarkan aliran energi Ki spiritual mereka yang sempat berantakan dari hasil penempaan tubuh brutal tongkat Naga Gajah esensi kura-kura yang diberikan oleh Kenzie sebelumnya.

"Bangunlah kalian semua! Segera hentikan sesi kultivasi kalian dan ikut denganku sekarang untuk menemui Master Helena," ucap Kenzie memberi perintah singkat namun tegas.

Mendengar suara Kenzie, kelima temannya perlahan membuka mata mereka. Sembari menghela napas panjang, mereka menghentikan aliran energi Ki di dalam dantian masing-masing, lalu bangkit berdiri dengan tubuh yang masih terasa kaku. Mereka berjalan bersama-sama mengekor di belakang Kenzie menuju tempat di mana Master Helena sudah berdiri menunggu dengan wajah tegang.

Setibanya mereka berenam di hadapan sang guru agung, kelima muridnya memberikan salam penghormatan secara serempak dan membungkuk takzim. "Salam master"

Namun, di tengah kesunyian itu, Ryujin mendadak mengeluarkan rintihan pelan sembari memegangi punggung bawahnya.

"Aduhh... pinggangku... rasanya seperti mau patah menjadi dua bagian..." keluh Ryujin secara spontan dengan ekspresi dramatis akibat sisa rasa sakit dari latihan pedang kayu ala Kenzie.

Mendengar keluhan memalukan itu di hadapan sang Master, Rava yang berada di sebelahnya langsung menyenggol lengan Ryujin dengan keras sembari berbisik menegur, "Bodoh! Diamlah dan jaga sikap serta mulutmu di depan Master kita!"

Helena tampak tidak terlalu memedulikan tingkah konyol kedua muridnya itu. Raut wajahnya terlihat begitu serius, dan tanpa membuang-buang waktu dengan basa-basi lagi, Helena langsung memberitahukan informasi krusial yang baru ia terima.

"Dengar baik-baik, anak-anak. Aku mengumpulkan kalian semua karena saat ini situasi di luar sana sedang berada dalam kondisi siaga," buka Helena dengan suara rendah yang memotong atmosfer tempat itu.

"Baru saja tersiar kabar menggemparkan bahwa telah muncul dua pendekar muda yang teramat hebat di luar sana. Mereka berdua secara misterius mampu bergerak menyapu bersih dan mengalahkan murid-murid jenius yang ada di lima akademi besar, termasuk Akademi Gunung Langit. Bahkan, Institut Gerbang Langit yang legendaris pun tidak luput dari bahaya ini, di mana murid-murid elit di sana juga telah dikalahkan dan dilumpuhkan total oleh kedua pendekar tersebut."

Helena menjeda kalimatnya sejenak, memberikan penjelasan panjang lebar mengenai peta geopolitik yang ada. "Kalian semua tahu, Benua Laurentia kita saat ini memiliki tiga kerajaan besar yang berdiri tegak selama delapan tahun terakhir sejak runtuhnya Kekaisaran Laurent yang agung. Di tiga kerajaan ini, terdapat lima akademi bela diri besar yang berdiri kokoh, termasuk Akademi Gunung Langit kita yang berada di bawah naungan Kerajaan Elyndor. Sementara empat akademi lainnya tersebar di dua kerajaan tetangga, yaitu Kerajaan Brindor dan Kerajaan Kaelvar."

Helena menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Masing-masing memiliki dua akademi besar; Akademi Awan Perak dan Akademi Embun Hitam di Kerajaan Brindor, serta Akademi Benteng Baja dan Akademi Arwah Bintang di Kerajaan Kaelvar. Kelima akademi bela diri ini semuanya dipimpin dan berpusat pada Institut Gerbang Langit. Namun sekarang... seluruh murid berbakat dari tempat-tempat tersebut bukan hanya sekadar dikalahkan dalam duel biasa, melainkan telah dibuat lumpuh total secara misterius oleh kedua pendekar itu."

Mendengar munculnya sosok pendekar muda yang begitu hebat hingga sanggup meruntuhkan reputasi lima akademi besar dan satu institut pusat, jiwa maniak bertarung yang ada di dalam diri Ryujin seketika bergetar hebat.

Bukannya merasa takut, semangat bertarungnya justru melonjak drastis dan koar-koar. Ia ingin sekali melacak keberadaan mereka dan menantang kedua pendekar tersebut untuk berduel satu lawan satu.

Namun, Helena yang melihat binar mata bodoh di wajah Ryujin hanya bisa menghela napas lelah. Satu murid konyolnya ini tampaknya sudah berada di tingkat kebodohan yang tidak bisa diselamatkan lagi oleh obat mana pun. "Ini bukan lelucon yang bisa kausambut dengan wajah bodoh seperti itu, Ryujin. Kejadian ini adalah ancaman nyata yang perlu kita waspadai bersama. Aku memberikan peringatan keras ini agar kalian berenam selalu berhati-hati dan menjaga diri dengan ketat ketika berada di luar area akademi," tegas Helena.

Wulan Tsuyoki yang sejak tadi menyimak dengan saksama, melangkah maju satu langkah sembari bertanya dengan nada penuh rasa penasaran, "Master, jika boleh tahu... apa sebenarnya yang perlu kita takuti dari kedua pendekar tersebut? Mengapa pihak institut tampak begitu panik?"

Helena kembali memberikan penjelasan tambahan. "Niat dan tujuan utama dari kedua pendekar misterius itu sampai saat ini belum bisa diketahui oleh pihak intelijen kerajaan mana pun. Situasinya sangat mendesak hingga pihak Institut Gerbang Langit telah mempersiapkan dan mengutus para guru elit mereka untuk turun langsung menjaga keselamatan para murid dari bahaya laten ini. Maka dari itu, aku sangat berharap kalian berenam tetap waspada, karena tingkat kekuatan dari dua pendekar itu belum bisa diukur secara pasti seberapa kuat dan mengerikannya mereka."

Di tengah ketegangan itu, Helena kemudian membeberkan detail fisik dari target yang paling dicari saat ini. "Berdasarkan laporan saksi mata dari sisa murid yang selamat, pihak institut memberikan ciri-ciri visual yang sangat spesifik mengenai kedua pendekar tersebut. Pendekar pertama adalah seorang pria muda dewasa yang memakai anting tindik berlian hitam di satu telinganya dan anting manik-manik, memiliki rambut hitam legam yang sangat panjang dengan corak merah menyala di beberapa helai rambutnya, serta memegang bilah pedang hitam dengan ukiran magis berwarna ungu tua. Sementara rekannya adalah seorang wanita yang berparas teramat cantik, elegan, bertubuh tegap menawan, memiliki rambut biru seindah warna salju, dan bersenjatakan pedang tipis dengan esensi kristal es."

Mendengar deskripsi fisik yang sangat mendalam dan tidak asing tersebut disampaikan dari mulut Helena, Kenzie Laurent yang sejak tadi mendengarkan dengan saksama hanya bisa terdiam. Alih-alih merasa takut, bibirnya justru mengembang membentuk sebuah senyuman manis yang teramat tulus. Suasana hatinya seketika berubah menjadi sangat berbahagia atas sesuatu yang hanya ia sendiri yang tahu, dan gurat kebanggaan yang luar biasa besar terpancar dari sorot sepasang matanya. Bagus sekali... kalian berdua benar-benar telah tumbuh melompat jauh di bawah bimbingan Pak Tua Vargan, batin Kenzie tertawa riang.

Di sudut lain, Ryujin benar-benar tidak bisa menahan gelora darah mudanya. Semangatnya semakin membara berkobar-kobar mendengar ciri-ciri pendekar sehebat itu.

Sementara Rava justru memperlihatkan reaksi yang berbanding terbalik; tubuh pemuda itu gemetaran dengan raut ketakutan yang teramat sangat sulit diucapkan, merasa bahwa dunia luar kini sudah dipenuhi oleh monster-monster gila yang siap mencabut nyawanya kapan saja.

Dan tiga gadis lainnya, Wulan, Liera, dan Snowy, hanya bisa meratapi diri mereka masing-masing sembari menanamkan tekad di dalam hati agar tetap meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap bahaya tersembunyi ini.

Setelah selesai memberikan penjelasan panjang lebar mengenai rentetan informasi penting tersebut, Helena bersiap untuk segera lekas pergi meninggalkan area belakang kediamannya yang kini telah resmi dialihfungsikan menjadi area pelatihan brutal bagi kelima muridnya. Namun, sebelum membalikkan badan, pandangan Helena tidak sengaja jatuh dan tertuju lekat-lekat pada sosok Kenzie yang masih tersenyum tipis.

Helena memandangi murid anehnya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki secara saksama, dan pada detik itulah ia baru menyadari sesuatu yang janggal pada penampilan fisik Kenzie yang mendadak terasa begitu familiar dengan ciri-ciri yang baru saja ia sebutkan.

"Kenzie... jika kupikir-pikir kembali dan kuamati dengan jelas, sepertinya aku merasa tidak asing dengan gaya penampilan serta anting yang kau kenakan saat ini? Bukankah itu mirip dengan.." ujar Helena dengan pandangan mata yang menyipit penuh selidik.

Sadar akan kecurigaan gurunya, Kenzie dengan sangat santai langsung menjawab sembari mengibaskan tangannya di udara dengan watak menyebalkannya yang khas. "Ahahaha! Mungkin Master Helena saja yang sedang kelelahan karena terlalu banyak memikirkan urusan penting, sampai-sampai bisa salah menilai diriku yang teramat tampan dan menawan ini dengan orang lain! Mana mungkin ada orang di dunia ini yang bisa menyamai ketampananku, Master?" sahut Kenzie narsis seperti biasanya, sukses memecah kecurigaan Helena menjadi sebuah dengusan malas yang panjang sebelum wanita itu akhirnya melompat pergi menembus kegelapan malam.

...----------------...

Sementara itu, di sebuah tempat yang terletak teramat jauh melintasi hamparan samudra luas dari daerah Benua Laurentia...

Tepat di daerah titik koordinat Wilayah Tengah yang membatasi antara kemegahan Benua Shindai dan Benua Shenlong, berdirilah sebuah kekuasaan megah yang dikenal sebagai wilayah Kerajaan Baekryeon. Di tempat ini, hawa udara terasa begitu bersih, dikelilingi oleh pemandangan pegunungan kuno yang tertutup kabut tipis yang mistis.

Di atas sebuah puncak tebing batu yang tinggi dan datar di area Kerajaan Baekryeon tersebut, tampak seorang pria muda tengah duduk bersila dengan posisi yang sangat mantap dan kokoh di atas sebongkah batu besar. Pemuda itu menengadahkan kepalanya, menatap lurus ke arah hamparan langit biru yang luas sembari meratapi nasib perjalanannya sendiri di dalam keheningan yang sunyi.

Di belakang punggung pemuda tersebut, berdiri dengan sangat anggun seorang wanita muda yang berparas teramat cantik menawan, memiliki bentuk tubuh yang tegap, ramping, sekaligus elegan yang memancarkan pesona pendekar kelas atas.

Kedua orang luar biasa ini tidak lain dan tidak bukan adalah Reinzie Laurent dan Chelsea Louis, yang kini telah resmi tumbuh dan menginjak usia dua puluh tahun.

Mereka berdua adalah sepasang bocah yang selama delapan tahun terakhir bertransformasi dan tumbuh besar secara rahasia di bawah asuhan pelatihan fisik serta bimbingan sihir brutal dari Master Vargan.

Kondisi fisik mereka berdua kini telah berubah sepenuhnya secara drastis jika dibandingkan dengan masa lalu mereka. Reinzie, yang dulunya hanyalah seorang bocah kecil berusia dua belas tahun dengan sikap kekanak-kanakan yang polos, kini telah bertransformasi total menjadi sosok pria muda yang teramat tampan, gagah, dan berwibawa mutlak.

Reinzie memiliki rambut hitam legam yang panjang terurai indah dengan beberapa helai bercorak merah tua yang kontras di ujungnya. Di salah satu daun telinganya, terpasang sebuah anting tindik berlian hitam pekat yang dipadukan dengan anting manik-manik yang berkilau misterius.

Tatapan sepasang mata merahnya tampak begitu tajam, sedalam lautan, dan dipenuhi oleh aura dingin seorang penguasa sejati. Di genggaman tangan kanannya, sebuah pedang magis berwarna ungu gelap dengan ukiran ornamen kuno berenergi masif tampak bergetar pelan merespons kedalaman energi Ki nya yang sudah melompati batas normal manusia biasa.

Di sisi lain, Chelsea Louis pun tidak kalah menakjubkan. Bocah perempuan kecil yang dulu selalu mengekor di belakang kini telah menjelma menjadi seorang wanita muda berwajah dewi yang teramat menawan dan bertubuh tegap elegan.

Rambutnya yang panjang bergelombang memiliki warna biru cerah seindah hamparan es salju, dihiasi oleh jepitan rambut berbentuk kepingan salju yang berkilau perak di satu sisinya. Mengenakan kimono biru bermotif esensi salju yang anggun, Chelsea berdiri dengan tangan yang mendekap erat gagang pedang esnya yang berwarna biru safir transparan, memancarkan aura dingin yang anggun namun mematikan di sekeliling tubuhnya.

Faktanya, dunia luar, termasuk Master Helena dan seluruh petinggi Institut Gerbang Langit di Benua Laurentia, berada di dalam kesalahpahaman yang teramat besar. Mereka semua menduga bahwa dua pendekar misterius yang menumbangkan lima akademi besar itu masih berkeliaran bersembunyi di area benua Laurentia.

Padahal yang sebenarnya terjadi, setelah menyelesaikan misi rahasia mereka melumpuhkan seluruh bakat dan jenius muda di akademi-akademi Laurentia tanpa menyisakan jejak, Reinzie dan Chelsea sudah lama pergi melintasi samudra luas dan kini telah menginjakkan kaki mereka di tengah daratan Benua Shindai dan Benua Shenlong untuk memulai babak rencana baru yang jauh lebih masif.

Reinzie perlahan menurunkan pandangannya dari langit, jemarinya mencengkeram erat gagang pedang ungunya sembari mengembuskan napas pelan. Keberadaan Kenzie yang saat ini tengah berada di Akademi Gunung Langit sama sekali belum diketahui oleh Reinzie maupun Chelsea, karena jarak spasial di antara mereka kini terpisah teramat jauh oleh bentangan lautan luas antar benua.

"Rein... fondasi kekuatan di Wilayah Tengah ini tampaknya jauh lebih padat daripada apa yang kita hadapi di Laurentia sebelumnya," ucap Chelsea membuka suara, nadanya terdengar teramat lembut namun menyimpan sedingin es yang elegan.

Reinzie perlahan bangkit berdiri dari batu besar yang ia duduki, membuat jubah hitam legamnya berkibar gagah diterpa angin pegunungan Kerajaan Baekryeon. "Itu sudah semestinya, Chelsea. Benua Shindai dan Shenlong adalah tempat di mana monster sejati berkumpul. Tapi itu tidak akan mengubah apa pun. Perjalanan kita masih panjang, dan fondasi tiga kerajaan pengecut di tanah kelahiran kita sudah berhasil kita guncang dari akarnya. Sekarang... saatnya kita mengukir nama kita di atas tanah baru benua ini, sampai seluruh dunia tahu bahwa dua pendekar hebat telah muncul untuk menundukkan seorang yang dikatakan sebagai jenius berbakat!.."

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!