Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.
cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 PENDEKATAN
Sesampainya dirumah Bobby melihat Papinya sedang duduk santai menonton berita di TV. "Santai Pi" Bobby menyapa Papinya dan ikut duduk di ruangan tersebut.
"Pi, ada yang mau Bobby bicarakan sedikit,ini tentang Papanya Dinar Pi.Bobby memulai pembicaraannya, sejenak mendengar anaknya yang memulai pembicaraan tentang Papa Dinar, Pak Ferdian nampak tertarik dan memperbaiki posisi duduknya.
"Ada apa dengan Papanya Dinar, bukankah Pak Rudiansyah itu sudah senang, karena Dinar kabarnya sudah menjadi wakil direktur diperusahaan Pak Rogut, dan Papi dengar Yuda anaknya yang memimpin perusahaan itu sekarang"
"Apa_Pi, Yuda anak Pak Rogut sudah disini dan memimpin perusahaan?" Bobby baru tahu dari Papinya bahwa Yuda anak Pak Rogut kini telah kembali. dan menjadi dirut di perusahaan Dinar bekerja, kenapa Dinar tidak cerita kepadanya. Karena dia sangat mengenal sosok Yuda yang baik tapi lemah dengan perempuan dia tidak bisa melihat wanita cantik dan playboy dia akan berusaha mendapatkan wanita yang disukainya tapi tak pernah dinikahinya.
Rasa cemburu muncul didiri Bobby yang selalu memberi kepercayaan pada Dinar, tapi kali ini kenapa Dinar tidak memberi tahu kan tentang Bosnya itu. "Bob_ apa yang akan kamu bicarakan tentang Papanya Dinar, ada apa dengannya?"
Bobby yang sedang memikirkan Dinar, tiba-tiba kaget oleh pertanyaan Papinya. "Aaa_nu Pi Papa Dinar dipenjara. "Apa! di penjara gimana?! Pak Ferdian kaget mendengar ucapan putranya tentang Pak Rudiansyah. "Apa yang menimpa Rudi itu, Bob?"
Bobby menceritakan dengan detail semua yang dia tahu tentang kisah awal Papi Dinar diketahui menikah diri dengan Meta,sampai akhirnya kenapa Papinya Dinar di penjara. Pak Ferdian menarik. nafas panjang setalah mendengar cerita Bobby. "Dia dijebak, ini jebakan" Imbuh Pak Ferdian setelah mendengar kisah Pak Rudiansyah.
"Benar Pi, justru itu Bobby ingin bantu Papa Dinar dengan pengacara senior kita Pi, tolong Papi hubungin mereka soal biaya mereka biar Bobby yang usahakan kasihan setidaknya hukumannya tidak berat Pi" Pak Ferdian termenung sejenak mendengar permintaan Bobby.Pak Ferdian tahu Bobby menyukai Dinar.
"Kau nampak semangat sekali jika menolong si Dinar itu Bob, sampai ke Papanya yang kini dalam masalah pun kau bantu, Apa kau menyukai Dinar?"
Pak Ferdian mulai menyelidiki hubungan Bobby yang sebenarnya dengan Dinar yang memang dia kenal dari kecil.
"Ayolah Papi harusnya Papi tahulah itu, kita sama lelaki Pi bedanya kita Ayah dan anak saja" Pak Ferdian menatap Bobby dan mengerutkan keningnya.
"Jadi benar jika kaum menyukainya Dinar" Pak Ferdian menarik nafasnya dalam lalu memulai pembicaraannya. "Bagaimana jika kau putuskan Dinar, Papi akan membantu segala hal menyangkut urusan Papanya di penjara, asalkan kau ikuti apa yang Papi mau, tinggalkan dan lupakan Dinar, Papi tidak mau berteman dengan orang bekas narapidana."
"Apa_!" Bobby yang tadi duduk santai, kini nampak tegang dia tidak menyangka bahwa Papinya akan meminta ini darinya suatu hal yang tak akan dilakukannya. "Aku tidak akan meninggalkan Dinar apapun itu caranya Pi, dia wanita yang sangat baik, walau kini Papanya di penjara itu tidak mempengaruhi cinta Bobby kepadanya"
"Aku laki-laki Pi aku akan cari dan bantu Papa Dinar sendiri tanpa bantuan Papi tanpa harus mengorbankan cintaku karena keegoisan Papi,oh masalah Papanya di penjara itu bukan kesalahan Dinar tapi karena takdir atau bisa dikatakan itu kenakalan lelaki yang bisa juga terjadi padaku, Papi bahkan semua laki-laki, tapi kenapa harus anaknya dihakimi sungguh tidak fair semua itu"
Pak Ferdian terdiam melihat kekuatan perasaan anaknya kepada Dinar. "Papa harap kamu tidak mempermalukan keluarga dengan perasaan bodoh mu itu Bobby. Papa akan carikan kamu wanita yang setara dengan kita dan juga dokter dengan kamu, bukan berarti Papi membenci Dinar, dia sudah Papi anggap anak sendiri, tapi bukan untuk jadi menantu."
"Maaf Pi_ rasanya permintaan aku diluar dugaan hari ini sepertinya hari-hari sebelumya Papi selalu mendukung aku, ternyata hari ini tidak, Papi malah jadi penghalang hubungan aku dengan wanita yang aku cintai yang kini berusaha berjuang untuk adik dan Papa bahkan kehidupannya sendiri dengan otak dan tenaganya.Bukan dari kekayaan orang tua dia bangkit, tapi dia dihukum hanya karena kesalahan Papanya"
"Aku permisi dulu Pi, aku akan cari sendiri. pengacara untuk bantu Papanya" Pak Ferdian yang selalu menanamkan nilai penghargaan kepada anak sekarang terdiam, saat Bobby beranjak dari duduknya.Entah setan apa yang membuat dia berkata seperti itu yang memberi kebebasan kepada keluarga untuk memilih pasangan hidupnya justru kini dia ingin menjodohkan anaknya dengan koleganya.
"Bobby dengarkan Papi dulu_ Bobby" Bobby tidak mendengar kan panggilan Papinya lagi hati merasa kecewa atas sikap Papinya.
***
Keesokan paginya Bobby yang akan berangkat ke rumah sakit dan akan berencana mencarikan pengacara untuk Papa Dinar dikejutkan oleh telpon yang tertulis namanya di wallpaper Pak Abeng. "Assalamu'alaikum Nak Bobby apa kabarnya. Bobby terke simak terdiam."Saya baik. pak Abeng Alhamdulillah, Ada apa ya Pak"
"Saya sedang menuju ke LP sekarang atas permintaan Pak Ferdian, untuk menyelesaikan kasus Pak Rudiansyah" Bobby sedikit bingung kenapa tiba-tiba saja Pak Abeng telah bergerak sementara kemarin malam dia berdebat dengan Papinya, masalah ini.
"Tapi Pak Abeng, saya_" Bobby ingin mengatakan sesuatu tentang perdebatannya dengan Papinya karena tidak ingin memakai tenaga Pak Abeng untuk menolong Papa Dinar.
"Sudah kamu tidak usah debat, biar Pak Abeng selesai masalah Dinar" Pak Ferdian menegaskan kembali kepada Bobby yang sedang berada di meja makan, Bobby terdiam mendengar perkataan Papinya. "Papi berangkat dulu Mi"
"Sudah kamu menunggu beres, Mama sudah bicara dengan Papi kamu semalam" Bobby tidak tahu bahwa Maminya tahu saat dia dan Papinya berdebat tadi malam.
"Maaf ya Mi selama aku kecil dirumah ini aku dikenal demontrasi, tak ada paksaan kehendak, jika hari ini Papi menolong Papanya Dinar, dan aku harus menerima tawaran Papi untuk aku memutuskan hubungan dengan Dinar, Maaf Mi, lebih baik Batal Papi menolong Papa Dinar"
"Sabar ini tidak ada hubungannya dengan itu semua, sudah jangan pikirkan pokoknya kamu bantu urus Papa Dinar ya, focus masalah itu semoga Papa Dinar bisa ditolong"
"Makasih Mi sudah mengerti aku" Bobby memeluk Maminya dengan senang. "Aku berangkat ke LP dulu Mi dan setelah itu aku kerumah sakit" Bobby menyalami Maminya dan meninggalkan rumahnya.
Semetara itu Dinar yang sudah sampai ditempat kerjanya mulai menempati ruangan barunya sebagai wakil direktur. "Ring__"nada Handphone Dinar berbunyi di tasnya, Dinar mengambil handphone, ternyata Bobby yang menelponnya.
"Assalamu'alaikum, Bobby met pagi" Dinar nampak tersenyum mendengar kekasihnya menelpon.
"Lagi apa sayangku, apakah sudah dikantor? Terdengar suara Bobby yang tenang menyapa Dinar.
"Udah Dong, ini lagi diruangan baru, ruangan wakil direktur" Dinar sambil tersenyum memberi tahu Bobby dimana keberadaannya.
"Oh Ya_ asyik dong"
"Iya kursinya empuk, hahahha" Dinar ketawa sambil mencandai Bobby. "Oh Ya tumben kamu telpon pagi-pagi apa ngak kuliah atau kerumah sakit?"
"Aku mau ke LP, ini sedang mengendarai mobil. kesana, aku mau kasih tahu kamu bahwa pengacara Papa sudah disana buat menyelidiki kasus Papa kamu sayang"
"Yang benar Bob?! jadi sekarang Papa sudah dengan pengacara sekarang, Aduuuuh_ makasih sayang, kamu sudah banyak kali bantuin Dinar"
"Jangan terimakasih, yang penting kamu berdoa saja biar Papa kamu bisa keluar bersyarat dan pengacara bisa menyelidiki, bahwa Papa kamu dijebak oleh istrinya sendiri.
"Nanti kita dengar keterangan pengacara, dan tidak mungkin masalah ini Meta mengerjakannya pasti ada menyangkut orang dalam, kalau sekedar rekening yang Papa kamu miliki tidak akan mungkin jebol, bagaimana dana tersebut diketahui masuk dan sampai mengucur ke rekening pribadi pak Rudiansyah"
"Iya semoga pengacara bisa menangani semua, kamu jangan kuatir lagi"
"Tapi Bob biaya semuanya berapa biar aku transfer untuk kasus ini, biar semua lancar"
"itu jangan kamu pikirkan biar aku yang urus, kamu focus ke Dut aja, Udah dulunya sayang aku sudah sampai ke LP aku tutup dulu ya, Pak Fajar sudah nungguin aku. " Baik hati-hati Ya"
"Siap dan jaga hati kamu selalu untuk Bobby ya"
"InsyaAllah, Pasti" Dinar menutup Handphone nya begitu banyak aku berhutang budi kepada Bobby dari dulu nya setiap aku memiliki masalah dia selalu cepat tanggap, ya Allah semoga cinta kami dipersatukan" Doa Dinar yang terdapat tanpa dia ketahui apa yang terjadi pada Bobby tadi malam.