NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kayak Mimpi

Disisi lain, Bu Romlah melihat kepergian mobil yang ditumpangi Aira dengan penuh tanda tanya, lalu Bu Romlah pun mencegat Bu Jia yang ingin masuk kedalam rumah.

"Bu Jia, tunggu!" seru Bu Romlah.

"Ada apa, Bu?" tanya Bu Jia, yang sudah tahu apa yang akan dikatakan Bu Romlah.

"Aira sama Bu Astri, mau kemana? Kok bawa koper segala?" tanya Bu Romlah.

"Iya, Bu. Mereka mau liburan ya," ucap Bu Lastri.

"Oh itu, Aira sama Bu Astri pindah ke Jakarta. Tahu sendiri kan kalau suaminya Aira itu orang kota, jadi ya Aira harus ikut suaminya. Tapi, dasarnya Bu Astri punya menantu yang baik dan berbakti ya, Bu Astri dipaksa ikut pindah ke Jakarta biar ada yang ngerawat, kan Bu Astri sudah tua," ucap Bu Jia.

Mendengar penjelasan Bu Jia, Bu Romlah seketika melongo dan rahangnya seolah hampir jatuh ke tanah. Bu Lastri di sampingnya tak kalah syok, tangannya sampai menutup mulut yang terbuka lebar.

​"Pi-pindah ke Jakarta? Ndak salah dengar sampeyan, Bu Jia? Jakarta itu kota metropolitan, lho! Biaya hidup di sana itu mahal, ndak kayak di desa kita!" tanya Bu Romlah, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

​Bu Jia hanya tersenyum tipis, dalam hati merasa sangat puas melihat wajah kedua biang gosip desa itu yang tampak seperti baru saja menelan pil pahit.

​"Ya ndak mungkin salah, Bu Romlah. Wong suaminya Aira itu memang orang kaya raya, sampeyan lihat sendiri kan kemarin pengacara-pengacara dari Surabaya saja sampai datang ke sini buat mengurus surat nikahnya? Itu tandanya suaminya Aira bukan orang sembarangan," jawab Bu Jia sengaja menekankan status Arsen agar dua wanita di depannya ini makin jengah.

​Bu Romlah meremas daster batik usangnya, hatinya mendadak digerogoti rasa iri yang teramat sangat. Namun, wataknya yang keras kepala membuat wanita itu enggan terlihat kalah begitu saja, ia memicingkan mata dan mencoba mencari celah baru untuk menjatuhkan nama baik Aira.

​"Tapi kok aneh ya... kalau memang mereka pindah, kenapa kok ndak bilang-bilang ke warga? Ndak ada pamitan, ndak ada pengajian, tahu-tahu langsung angkat kaki bawa koper pagi-pagi begini. Jangan-jangan...," Bu Romlah menggantung kalimatnya dan menatap Bu Jia penuh selidik.

"...Jangan-jangan mereka itu sengaja kabur karena malu? Atau jangan-jangan suaminya itu sebenarnya cuma mau menyembunyikan Aira?" lanjutnya.

​Bu Lastri langsung mengangguk-angguk setuju dan mengompori suasana, "Iya, Bu Jia. Kenapa mereka ndak bilang apa-apa sama tetangga?" tanyanya.

​Bu Jia menghela napas panjang, ia sudah hafal betul tabiat Bu Romlah yang tidak akan pernah senang melihat orang lain bahagia.

​"Bu Romlah, Bu Lastri... Bu Astri itu bukannya ndak mau pamitan. Tapi sampeyan berdua kan tahu sendiri bagaimana kelakuan orang-orang di desa ini? Saban hari cuma digunjing, dihina dan dituduh yang tidak-tidak," sindir Bu Jia telak, membuat wajah Bu Romlah dan Bu Lastri mendadak berubah agak salah tingkah.

​"Jadi untuk apa pamitan kalau ujung-ujungnya cuma bakal dijadikan bahan omongan baru? Arsen sengaja membawa mereka pergi diam-diam begini justru untuk menjaga ketenangan Ibu Astri dan Aira, Arsen ndak mau istri dan ibu mertuanya terus-terusan mengelus dada karena mendengar omongan miring orang desa," lanjut Bu Jia.

​Setelah mengatakan hal itu, Bu Jia langsung membalikkan badan dan melangkah masuk ke dalam rumahnya, menutup pintu kayu depannya dengan cukup keras hingga menimbulkan suara dentuman yang membuat Bu Romlah dan Bu Lastri tersentak di tempat.

​"Kurang ajar!" umpat Bu Romlah lirih, wajahnya memerah padam menatap pintu rumah Bu Jia yang tertutup rapat.

"Sok suci sekali mereka itu, paling-paling di Jakarta nanti cuma dijadikan pembantu di rumah besarnya!" ucap Bu Romlah.

​"Sudahlah, Mbak Rom," bisik Bu Lastri, nyalinya mendadak menciut dan menatap ke arah jalan raya tempat mobil Arsen menghilang beberapa saat lalu.

"Kalau dipikir-pikir, ngeri juga ya. Suaminya Aira itu auranya kayak bos-bos di TV, kalau kita digugat ke pengadilan gara-gara omongan kemarin, gimana? Anakku mau bayar pakai apa?" ucap Bu Lastri.

Bu Romlah terdiam, bayangan dua pria tegap berjas hitam yang tempo hari mendatangi rumah Aira kembali melintas di benaknya.

​"Halah, paling-paling cuma gertakan! Ayo pulang, jemuran sudah numpuk!" ketusnya, berjalan cepat meninggalkan pekarangan dengan hati yang diselimuti rasa iri yang tidak akan pernah padam.

​Sementara itu, di dalam mobil hitam yang melaju mulus membelah jalan raya Lumajang menuju Surabaya, suasana terasa begitu kontras, dinginnya hawa AC dan wangi parfum mobil yang elegan membuat Ibu Astri perlahan rileks. Wanita paruh baya itu duduk di kursi tengah bersama Aira, sementara Arsen duduk di kursi depan, di samping sopir dan sesekali memeriksa beberapa surel pekerjaan di ponselnya.

​"Nduk, Ibu masih rasanya kayak mimpi. Ini mobilnya kok anteng banget ya, ndak gronjal-gronjal kayak angkutan pasar," bisik Ibu Astri pelan, menyentuh lengan Aira.

​Aira tertawa kecil, menggenggam tangan ibunya. "Ini mobilnya Mas Arsen, Bu. Sengaja dipilih yang nyaman biar Ibu ndak pusing di jalan," ucapnya.

​Dari kursi depan, Arsen memutar sedikit tubuhnya dan menatap ibu mertuanya dengan senyum ramah. "Ibu kalau capek, kursinya bisa disandarkan ke belakang, Bu. Pencet tombol di sebelah kanan itu saja, nanti kalau sudah sampai di daerah Pasuruan, kita berhenti sebentar untuk makan siang," ucap Arsen.

​"Eh, iya, Le. Matur nuwun," jawab Ibu Astri sungkan namun hatinya menghangat.

​Tepat tiga jam perjalanan, mobil akhirnya memasuki area Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Begitu mobil berhenti di lobby keberangkatan domestik, dua orang petugas bandara berseragam rapi langsung mendekat setelah mengenali plat nomor mobil tersebut, mereka dengan sigap menurunkan kardus dan koper-koper tua milik keluarga Aira ke atas troli.

​Saat melangkah masuk ke dalam gedung terminal yang megah dan berlantai marmer mengilap, langkah Ibu Astri mendadak melambat. Wanita tua itu menatap sekeliling dengan pandangan takjub sekaligus gugup. Ribuan orang berlalu-lalang, suara pengumuman penerbangan menggema di langit-langit gedung yang tinggi.

​"Mas...," bisik Aira, merapatkan tubuhnya ke samping Arsen sambil menggandeng lengan suaminya erat-erat. Jujur, ia sendiri pun merasa sangat asing dengan tempat ini.

​Arsen tersenyum maklum, ia menutupi jemari Aira dengan tangan besarnya. "Nggak apa-apa, ada aku. Kita langsung ke lounge VIP saja, menunggu di sana lebih tenang," ajaknya.

​Aira dan ibunya hanya bisa pasrah saat dituntun melewati jalur khusus tanpa perlu mengantre panjang seperti penumpang lainnya. Di dalam ruang tunggu eksklusif yang sepi dan mewah itu, Ibu Astri disuguhi berbagai makanan hangat dan teh manis, membuat rasa gugupnya perlahan sirna.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!