NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Malam kian melarut menuju titik kulminasi yang paling sunyi, meninggalkan keheningan pekat yang mendominasi hutan pinus.

Jauh sebelum langkah kakinya terhenti di dekat barisan tenda kelompok B-4, Millian Vale-Knight sebenarnya sedang berada di dalam tenda khususnya bersama James dan Arthur.

Namun, ketenangan yang ia cari pasca-acara api unggun itu hancur berantakan akibat ulah James.

Pria pirang itu sedang menempelkan ponsel ke telinganya, melakukan panggilan jarak jauh dengan kekasihnya di Los Angeles.

Bukannya berbicara dengan normal, James justru mulai melontarkan rangkaian kata-kata rindu yang terlalu vulgar, bahkan mulai merembet membahas topik bercinta dengan detail yang membuat telinga Millian terasa panas.

...ΩΩΩΩ...

Bagi Millian, mendengar pria gila itu meracau tentang hasrat seksualnya di tengah malam buta terasa sangat menjijikkan dan membuatnya mual setengah mati.

Enggan menjadi saksi dari kebodohan romantis sahabatnya, Millian menyambar jaket tebalnya dan melangkah keluar dari tenda dengan raut wajah kesal.

Ia sempat duduk menyendiri di depan sisa-sisa bara api unggun yang mulai meredup, membiarkan angin malam menerpa wajah tampannya.

Namun, karena botol air minum aluminium yang sejak tadi menemaninya sudah kosong melongpong, ia terpaksa bangkit berdiri.

Tempat penyimpanan logistik, makanan siap saji, dan tumpukan botol air mineral darurat berada di sisi timur kamp—sebuah rute yang kebetulan mengharuskannya berjalan melewati barisan tenda para mahasiswi baru.

Langkah tegap Millian melambat saat ia memasuki koridor pembatas antar-tenda parasut.

Tepat ketika ia berada di dekat tenda berwarna oranye milik kelompok B-4, tali sepatu taktisnya mendadak terasa longgar. Millian menghentikan langkahnya, lalu memutuskan untuk berjongkok demi membetulkan ikatan tali sepatu tersebut.

Namun, justru di posisi berjongkok itulah, dalam jarak yang hanya terpisah oleh selembar kain parasut tipis, sepasang telinga tajamnya menangkap sebuah suara yang sangat ia kenal.

Itu adalah suara bernada tegas dan anggun yang biasanya selalu menyahutinya dengan nada sinis dan penuh permusuhan.

Suara milik Scarlett Langford.

Di luar tenda yang dingin, Millian membeku dalam posisi berjongkok. Jemarinya yang semula sibuk mengikat tali sepatu mendadak berhenti bergerak.

Dari balik dinding parasut, ia mendengarkan setiap patah kata yang meluncur dari bibir Scarlett tentang bagaimana gadis itu menjaga jarak, membenci pria manja, hingga menyukai kecepatan dan kedewasaan.

Namun, bagian yang paling memukul dinding kesadaran Millian hingga membuatnya kesulitan mengatur napas adalah ketika kata "belum pernah pacaran" dan status "masih virgin" meluncur dengan begitu jujur dan tanpa beban dari mulut Scarlett.

Deg. Deg. Deg.

Dada tegap Millian bergemuruh hebat. Hatinya bergetar dalam ritme yang sangat asing dan liar, sebuah debaran kuat yang ego tingginya menolak keras untuk mengakui alasannya.

Selama belasan tahun hidup di tengah lingkaran sosial kelas atas Bel Air dan Los Angeles yang serba permasif, Millian sudah terlalu terbiasa melihat para gadis yang dengan mudahnya menyerahkan kesucian mereka di usia belia demi validasi sosial atau kesenangan sesaat—sama seperti pengakuan jujur Delaney tadi.

Mendengar ada seorang gadis berusia sembilan belas tahun dengan visual secantik Scarlett yang tetap berdiri kokoh menjaga mahkotanya murni karena prinsip hidup yang kuat, memicu sebuah rasa hormat yang mendalam di dalam lubuk hati Millian.

Pria itu perlahan bangkit berdiri dari posisi jongkoknya. Ia menatap kain tenda oranye di depannya dengan pandangan yang tidak lagi dipenuhi oleh rasa permusuhan atau kesombongan.

"Kau hebat, Scarlett..." lirih Millian sangat pelan, nyaris tak terdengar, melebur bersama desau angin malam.

"Ada begitu jarang wanita yang begitu ketat menjaga kesuciannya di zaman sekarang."

Dengan hati yang masih diliputi oleh gejolak rasa yang aneh, Millian mengurungkan niatnya untuk mengambil air minum. Ia membalikkan badannya, melangkah kembali menuju kegelapan dengan pikiran yang sepenuhnya telah teralihkan oleh sosok gadis beasiswa dari San Marino tersebut.

...°°°°...

Sementara itu, di dalam kehangatan tenda, obrolan intim antara dua gadis baru itu perlahan-lahan menyusut seiring dengan rasa kantuk yang kian memberat.

Delaney yang tampaknya sudah merasa sangat lega setelah menumpahkan seluruh beban pikirannya, sudah lebih dulu merangkak masuk ke dalam sleeping bag-nya dan tertidur lelap, menyisakan suara dengkur halus yang teratur.

Scarlett menarik napas dalam-dalam, mengembuskan napasnya perlahan demi mengusir sisa-sisa kehangatan minyak angin di lehernya yang kini sudah sepenuhnya membaik. Ia mematikan lampu teplok baterai kecil di sudut matras, membawa tenda mereka ke dalam kegelapan yang tenang.

Sambil merapatkan ritsleting kantong tidurnya hingga ke batas dada, Scarlett memiringkan tubuhnya.

Otak cerdasnya yang biasanya selalu bekerja keras menyusun strategi pertahanan, malam ini terasa sangat rileks.

Merasa puas karena telah berhasil menjatuhkan harga diri Millian dalam permainan fakta tadi malam, Scarlett perlahan menutup kedua kelopak mata indahnya.

Dalam hitungan menit, ia pun tertidur dalam damai, terbuai ke dalam pelukan malam yang sunyi.

...ooOoo...

Namun, kedamaian tidur Scarlett tidak bertahan lama. Tepat ketika jarum jam digital di pergelangan tangannya menunjukkan waktu sekitar pukul satu malam—saat di mana fase tidur manusia memasuki tahapan paling dalam—alam bawah sadar Scarlett mulai merajut sebuah labirin fantasi yang sepenuhnya di luar kendali logikanya.

Suasana di sekelilingnya mendadak berubah. Dalam mimpinya, Scarlett tidak lagi berada di dalam tenda parasut yang sempit dan dingin.

Ia mendapati dirinya sedang berbaring di atas sebuah ranjang berukuran king-size yang sangat luas dengan seprai sutra berwarna putih bersih yang terasa luar biasa lembut di kulitnya.

Udara di sekitarnya terasa hangat, beraroma maskulin yang sangat pekat—perpaduan antara wangi kayu cedar, mint segar, dan sentuhan aroma maskulin berkelas mewah.

Aromanya terasa begitu nyata, mendominasi seluruh indra penciumannya.

Scarlett mencoba menggerakkan tubuhnya, namun ia mendadak menyadari bahwa sepasang lengan kekar berkulit madu telah melingkar dengan sangat posesif di sekeliling pinggang rampingnya, mengunci pergerakannya tanpa ampun.

Ia mendongakkan kepalanya dengan perlahan, dan seketika itu juga jantungnya di dalam mimpi seakan berhenti berdetak.

Sosok pria yang sedang berbaring di sampingnya, menatapnya dari jarak yang hanya berkisar beberapa sentimeter, adalah Millian Vale-Knight.

Namun, Millian di dalam mimpinya ini sama sekali berbeda dengan pria sombong yang ia temui di dunia nyata.

Tidak ada kacamata hitam, tidak ada toa pengeras suara, dan tidak ada seringai mengejek yang menyebalkan.

Pria itu menatapnya dengan sepasang mata heterochromia-nya yang legendaris, memancarkan kilat tatapan yang begitu dalam, lembut, dan sarat akan pemujaan yang intens.

Rambut hitam acak-acakan milik Millian sedikit jatuh menyentuh keningnya, memberikan kesan liar yang sangat seksi.

"Kau terlalu banyak bicara di luar sana, Scarlett," bisik Millian di dalam mimpi itu, suara baritonnya terdengar sangat rendah, serak, dan bergetar tepat di depan permukaan bibir Scarlett.

Sentuhan fisik itu terasa teramat nyata hingga membuat bulu kuduk Scarlett meremang di dalam tidurnya.

Di dalam mimpi erotis yang gila itu, Millian perlahan memajukan wajahnya. Jemari kokoh pria itu yang terasa hangat merayap naik, menyusuri rahang Scarlett, lalu ibu jarinya mengusap bibir bawah gadis itu dengan kelembutan yang memabukkan.

Scarlett mencoba memberontak dengan taring harga dirinya, namun tubuhnya di dalam mimpi justru mengkhianati logikanya sendiri; ia malah mendesah pelan, merasakan gelombang sensasi panas yang asing mulai menjalar dari perut bagian bawahnya.

Detik berikutnya, Millian menundukkan kepalanya lebih dalam, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang sangat dalam, menuntut, namun sekaligus penuh dengan kelembutan yang memabukkan.

Ciuman panas yang selama ini selalu Scarlett bualkan di depan klan Belleza sebagai sebuah kebohongan tameng, kini termaterialisasi dengan sangat erotis dan menggairahkan di dalam dunia mimpinya sendiri, bersama pria nyata yang paling ia benci.

Dalam mimpi itu, mereka saling bertukar kehangatan di atas ranjang sutra, membiarkan hasrat yang terpendam mengambil alih seluruh kesadaran mereka di bawah naungan malam yang penuh dosa imajiner.

Scarlett mencengkeram bahu kokoh Millian, tenggelam sepenuhnya dalam fantasi malam yang membuatnya mendesah tertahan di dalam tidurnya yang gelisah.

1
Wanti Ajaa
Mantep bener dah autor kita ini
Loph loph
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
happy wedding dan happy wedding 😍🥳🥳🥳
Rosdianah 🌷: huhuhii🥳🥳
total 1 replies
Mia Camelia
serius ini udah tamat thor🥰
gak berasa udh ending aja. sedih juga ninggalin kisah milian n scarlet😂😂😂
semangat thor ,bikinin lgi kisah klan kninght yg tersisa rowan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🤭
total 1 replies
Dewi Novita L.s
nungguin kelanjutannyaa huaaaa
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnyaaaaaaa😄😄😄 puasa selama 20th usiamu baru bisa merasakan sentuhan bibir selain bibir orrumi millian😄😄😄😄
acarliga sampai kehabisan kata2 kasar dan otaknya langsung konsletinh🤣🤣🤣
da lah first kiikalian ga mengecewakylah yaaa🤭🤭🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
kaaannnnnn,,, dibalik kata kata sinis sarat akan penghinaan penasayjuga kan akan rasa yg belum pernah terjamah🤭🤭🤭
alias cipokan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkkwwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Butterfly era casander 😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh ternyata kata2 asalan delaney beneran kenyataan ternyata Scarlett memang keturunan dr kluarga konglomerat. tapi sayang kluarga atau neneknya macam iblis saja. terlalu serakah kayak hidupnya ga akan mati saja karna ingin tetap menikmati kesombongan sebagai kaum orng konglomerat...
edaannnn sampe cucu sensiimau dijual, padahal dia ga ada kontribusi apa2 dalam kehidupan Scarlett. malah tega membuang ayahnya (anak kandungnya) demi ego
kedukim yookkk guna guna aja kirim setan valak buat neror si nenek dorot EQ
dome🌬️🌀🌀🌀
hayooooo, akankah hutang itu akan benar benar dibayar lunas DA kontan😄😄😄😄
gila sih si millian🤭🤭
gassss lah
dome🌬️🌀🌀🌀
iyaa,, si Briana kabarnya gimana yaa.. apa yg akan terjadi di masa mendatang tentang Briana. jangan sampai hidup Briana menjadi tidak baik
Rosdianah 🌷: tenang kak🤭
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwkwkkk... Scarlett dilawan??
hellloooooo.... seisi murid high school scarlet saja ga ada yg brani melawan ketajaman lidah scarlet 😄😄
apa lagi oleh cwe manjaa melenghoyyy macam kamu🤭🤭🤭
upssss i did it again i play with your heart
wkwkwkwkwkwkwk... macam lagi nyanyiii yaaa🤣
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentarnya kak 🫶🥰
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gelud saja lah kalian berdua, ga sudah sudah. nanti malah main kokop kokopan🤣🤣🤣🤣. uuppsss🤭sory Thor terlalu jujur aku😁😁😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak thor💪💪💪
update bab bab baru dan karya karya baru yg kereen 😁😁
Rosdianah 🌷: hehe siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
😄😄😄😄
jangan sampe konslet dong scarlet, dan mati lampu malah makin enak🤣🤣🤣🤣🤣
maksudnya enak bisa lihat bintang dan bulan disaat mati lampu😅😅😅
lanjut lah goda godaannya. ntar juga lama lama dioraktekinnya🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
awal mula ngedara lama lama menjadi nyata😄😄😄
awas ketelan ludahmu sendiri kalian berdua😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gadis titisan setan tapi bisa buat jntungmu lompat lompat kan millian😁😁😁😁
beginilah kalau cwe berkelas berdebat, bukan pakai emosi bukan pakai fisik tapi pakai otak dan ketenangan
Rosdianah 🌷: hihi 🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
awalnya provokasi bibir lama-lama uji praktek kompetensi siapa yg paling ahli 🤣🤣🤣 🤣🤣🤣🤣🤣
semangat provokasi scarlet millian 😄😄😄
sapa tau scarlet bisa mimpi erotis lag denganmu
i🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
yeay scarlet hamil lagi😍😍😍
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳l
total 1 replies
Mita Paramita
mom Suzy jadi Mak comblang dadakan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!