NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

ISTRI YANG DIRAHASIAKAN

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lusica Jung

Demi melindungi cintanya, dia harus membuat sebuah keputusan yang sulit untuk di mengerti orang lain. Menyembunyikan pernikahannya dan tinggal terpisah dari istrinya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Tidak ada yang mengetahui tentang pernikahan itu selain dirinya, si gadis dan asisten pribadinya. Sangat tidak masuk akal memang, namun semua itu Kevin lakukan semata-mata hanya demi melindungi gadis tercintanya tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Kevin tak henti-hentinya berterimakasih pada Tuhan karna sudah memberikan Anugerahnya yang begitu luas biasa. Kehamilan Jessica tak hanya membawa warna baru dalam hidupnya tapi juga membawa perasaan luar biasa yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat ini pasangan suami-istri itu tengah menikmati waktunya untuk bersantai di kamar mereka. Mereka duduk bersebelahan dengan jari-jari mereka saling menggenggam. "Kenapa aku masih belum bisa merasakan detak jantungnya?" ucap Kevin, salah satu tangannya mengusap perut Jessica yang masih rata.

"Kau harus lebih bersabar lagi, tunggu beberapa bulan pasti kita bisa merasakan detak jantungnya dan pergerakkannya," tukas Jessica.

"Aku sangat tidak sabar menantikannya." Ucap Kevin sambil menatap iris mata Jessica.

"Kau ingin saat bayi kita lahir nanti dia laki-kali atau perempuan?" tanya Jessica memastikan.

"Bagiku jenis kelamin tidaklah penting, terserah bagaimana Tuhan memberikannya. Yang paling penting adalah kalian berdua sama-sama sehat dan selamat. Hanya itu yang aku inginkan," jawab Kevin lalu mencium bibir Jessica.

Wanita itu menutup kedua matanya lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Kevin. Dewi batinnya melompat kegirangan di dalam sana, perasaannya benar-benar bercampur aduk menjadi satu. Jessica begitu bahagia karna memiliki Kevin disisinya, dan Jessica tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri jika dirinya memang mencintai Kevin.

Kevin melepaskan ciumannya dan tersenyum kecil. Jari-jarinya dengan lembut menghapus sisa liur yang ada di bibir Jessica kemudian membawa wanita itu ke dalam pelukkannya. Kevin tidak pernah ingin kebersamaan seperti ini berakhir, itulah kenapa dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga dan melindungi Jessica dari setiap bahaya yang mengintai dirinya.

"Sudah larut malam, sebaiknya tidur sekarang. Aku akan menemanimu di sini." Ucap Kevin yang kemudian di balas anggukan oleh Jessica. Kevin membirkan lengannya menjadi bantalan kepala Jessica, dan dalam hitungan detik wanita itu terlelap dalam pelukkan Kevin.

Sudut bibir Kevin tertarik ke atas. Jari-jarinya mengusap kepala Jessica kemudian menciumnya, semakin lama mata Kevin semakin tidak tertahankan lagi, dan dalam hitungan detik saja pria itu sudah pergi ke alam mimpinya.

🌹🌹🌹🌹

Malam yang dingin telah berlalu. Bulan telah kembali keperaduannya dan posisinya digantikan oleh sang mentari. Sinarnya yang hangat mulai menerangi bumi, meninggalkan muram malam yang dingin dan penuh harapan.

Di selah satu kamar di sebuag mansion mewah yang memiliki tiga lantai. Seorang wanita terlihat masih malas-malasan di atas kasur super nyamannya padahal waktu sudah menunjuk pukul 8 pagi. Jari-jarinya meraba-raba ruang disampingnya yang telah kosong dan terasa dingin seperti sudah cukup lama ditinggalkan.

Suara decitan pintu di buka mengalihkan perhatiannya. Tampak seorang pria dengan lingkaran panda pada matanya berjalan menghampirinya. "Panda jelek, mau apa kau kemari?" sinis wanita itu yang pastinya adalah Jessica.

"Kau sangat jahat, Nunna, tidak bisakah kau bersikap lebih lembut lagi padaku? Aku ini adalah pria yang sangat rapuh dan hatiku mudah terluka jika kau terus-terusan bersikap kejam padaku. Apakah kau tidak memiliki sedikit perasaan belas kasih pada pria imut dan menggemaskan sepertiku?"

Jessica merinding sendiri mendengar ocehan Tao yang menurutnya tidak ada faedahnya sama sekali. "Kau mengerikan, Huang Zitao, dan sebaiknya keluar dari kamarku. Keberadaanmu di sini hanya menghancurkan moodku saja."

"Nunna, kau benar-benar jahat."

"Masa bodoh." Tao mencerutkan bibirnya. Sambil menghentakkan kakinya Tao meninggalkan kamar majikannya tersebut.

Jessica mendesah berat. Menyibakkan selimut dari tubuhnya, kemudian Jessica turun dan kaki telanjangnya berjalan menuju kamar mandi. Sekujur tubuhnya terasa lengket semua, mungkin mandi akan membuatnya merasa lebih baik.

Selang beberapa saat. Pintu kamar kembali di buka, bukan lagi sosok Tao melainkan sosok tampan dalam balutan pakaian hitamnya. Celana bahan hitam dan kemeja hitam lengan terbuka membalut tubuh kekarnya. Sosok tampan itu melangkah mendekati nakas mendengar dering pada ponsel Jessica yang berbunyi.

Dahinya menyernyit melihat nomor asing tertera di sana. Baru saja dia hendak mengangkatnya tapi panggilan itu sudah berakhir.

"Kevin,"

Pria itu yang ternyata adalah Kevin segera menoleh setelah mendengar panggilan Jessica. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Laki-laki itu menghampiri wanitanya dan mencium bibirnya. "Aku fikir kau sedang pergi ke luar." Ucap Jessica sesaat setelah Kevin melepaskan tautan bibirnya.

"Aku baru saja kembali. Memang ada hal penting yang harus aku urus. Aku membelikanmu buah-buahan segar, sebentar lagi pelayan akan mengantarkannya ke mari dan aku juga memiliki sesuatu untukmu."

"Apa?" Jessica merasa penasaran.

"Hadiah kecil untukmu,"

"Ini indah sekali." Jessica sangat terharu sampai dia tidak kuasa untuk menahan air matanya. Kevin tersenyum kecil lalu menyematkan cincin itu pada jari manisnya.

"Cincin yang cantik untuk wanita yang cantik." Ucap Kevin dengan senyum yang sama. Jessica menyeka air mata harunya dan berhambur memeluk Kevin.

"Gomawo karna sudah hadir dalam hidupku dan memberikan cinta yang begitu besar padaku. Jika orang lain aku tidak yakin jika semua akan terasa sama. Saranghae, Kevin Zhang."

Kevin mekepaskan pelukkan Jessica dan langsung mencium bibirnya. Kata cinta yang keluar dari bibir Jessica membuatnya merasa begitu bahagia, dan ini pertama kalinya Jessica mau mengakui cintanya yang selama ini selalu diingkari olehnya.

🌹🌹🌹

Jerry Zhang memijit pelipisnya yang terasa pening. Berbagai masalah datang secara silih berganti akhir-akhir ini. Belum selesai satu masalah malah timbul masalah baru dan hal itu terjadi di waktu yang nyaris bersamaan. Perhatian Jerry teralihkan oleh kedatangan seorang pria berkaca mata yang datang sambil membawa sebuah map.

"Apa lagi ini?"

"Pihak Bank menuntut agar kita segera melunasi hutang-hutang Perusahaan, Tuan. Mereka memberi kita waktu satu minggu dan jika dalam waktu satu minggu masih belum bisa melunasinya juga, Perusahaan ini akan di sita."

"Apa? Kenapa bisa seperti ini? Bukankah seharusnya masih ada tempo beberapa bulan lagi?"

"Sepertinya ada campur tangan orang lain, Tuan. Dan saya menduga ini adalah perbutan, Tuan Kevin, karna hanya dia satu-satunya orang yang ingin melihat anda hancur, Tuan."

Gyutt... Jerry menggepalkan tangannya. Amarahnya kembali memuncak. Rasanya dia ingin sekali membunuh Kevin dan segera menyingkirkan dia dari dunia ini. Tapi sayangnya semua usahanya untuk menyingkirkan dia tidak pernah berhasil. Dan Kevin selalu lolos dari maut yang mengintai hidupnya.

"Segera cari pembunun bayaran paling handal di kota ini dan singkirkan Kevin Zhang dengan segera."

"Baik, Tuan."

"Kali ini aku tidak akan gagal lagi, tidak akan pernah. Kevin Zhang, kau harus mati ditanganku."

🌹🌹🌹

Seringai tipis terpatri pada bibir Kissable-nya. Melihat ekspresi dan kemaran Jerry yang memuncak memberikan hiburan tersendiri untuknya. Keinginannya untuk membuatnya hancur memang sangat besar, dan dia akan segera mewujudkannya. Dendam kesumat yang dia miliki pada Kakak angkatnya itu memang sudah mendarah daging dan tidak akan pernah bisa hilang sampai kapan pun.

"Apa lagi rencanamu kali ini, Kevin Zhang?" tany Devan seraya mendaratkan pantatnya di samping Kevin. Kevin menyeringai tipis.

"Tunggu dan lihat saja sendiri."

"Tapi bagaimana caranya kau bisa memasang begitu banyak kamera pengintai di dalam ruangannya tanpa ketahuan? Bagaimana kau bisa?" kini giliran Jimmy yang penasaran.

"Aku memiliki banyak tangan yang tersebar di mana-mana, dan aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri hanya untuk melakukan apapun yang aku inginkan. Sebaiknya kalian berdua diam dan menikmati pertunjukkan yang telah aku siapkan. Karna pertunjukkan yang sebenarnya baru saja di mulai."

.

.

.

BERSAMBUNG.

1
Asyatun 1
lanjut
Gani Bambang
aku suka cerita nya
Asyatun 1
lanjut
Muliahati Ziliwu
Berarti orgtua ken tdk meninggal
Muliahati Ziliwu
Kevin garang tp istri tanpa pengawal dibiarkan dirmh hanya berdua dgn nenek yg ga bs berbuat apa"
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
berantas kejahatan ...jangan kasih kesepatan orang jahat
Asyatun 1
lanjut
Radya Arynda
semangaat.....
Asyatun 1
lanjut
Yuli
ikut berbelasungkawa Sika 😭😭😭😭
Risa Kemala Sari
👍👍👍👌👌⚘️⚘️⚘️🌷🌷🌷🌹🌹🌹💐💐💐🌺🌺🌺🌟🌟🌟🌟🌟
Asyatun 1
lanjut
Asyatun 1
keren
Maizuki Bintang
bgs
Sarina So
autor serta teman teman semuanya mampir ya di karya perdana ku yg berjudul penyesalan sang suami Karya violetjos
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Humaira Queenza Anastasia
Buat boss mafia yakusa sadar thor...jgan dia bisa mbunu kevin thoo...lindungi kevin thoor dari boss mafia yakusa...lnjut thoor 💪💪💪
Humaira Queenza Anastasia
semoga jesica hamil thoor...lebih seru klo hamil baby kmbar...lnjut thoor 💪💪😘😘♥️♥️
Humaira Queenza Anastasia
semoga setelah jesica cepat hamil thoor buatlah kevin dan jesica bhagia thor dikasih keturunan klo hamil secepaynya dàn hamil kmbar...lnjut thoor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!