Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.
Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.
Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.
Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Menyamar
Sepeninggal mamanya, Bella kini termenung di kamarnya. Membayangkan jika suatu saat nanti ia akan kehilangan kedua orang tuanya adalah hal paling buruk yang ia khawatirkan. Walau kadang sering berdebat, meskipun terpisah jarak namun dekat dengan kedua orang tuanya. Tak Sanggup jika ia membayangkan mereka tak ada di sisinya lagi.
"What? My husband is the CEO of this company? He’s the heir to the United Enterprise?"
Pandangan Bella seketika tertuju pada laptopnya yang masih menyala. Dia sedang menonton drama dari aplikasi reels drama, yang bercerita tentang seorang wanita yang dinikahi pria yang menyamar menjadi pegawai biasa, untuk memastikan jika wanita yang dicintai bukanlah seorang wanita yang silau akan harta.
Tiba-tiba saja tebersit di pikirannya untuk melakukan hal yang sama dengan tokoh pria di drama yang ditontonnya itu.
"Apa aku juga harus melakukan penyamaran seperti CEO itu, supaya aku tahu, seperti apa cowok yang ingin papih jodohkan denganku, ya?" Kening Bella berkerut merencanakan sesuatu. "Siapa tahu aku dapat bukti kalau cowok itu bukan cowok baik-baik, jadi aku punya bukti kuat buat aku tunjukin ke papih." Seringai tipis di sudut bibir Bella terbentuk. Tentu Bella tak ingin membiarkan orang asing dengan mudah masuk dalam kehidupan keluarganya.
Pagi harinya, saat papa dan mamanya sudah menanti Bella di meja makan untuk sarapan. Bella sudah tak menampakkan wajah cemberut.
"Morning, Pih, Mih!" sapa Bella yang pagi ini sudah cantik mengenakan dress warna mocca tanpa lengan.
"Pagi, Sayang. Kelihatannya ceria banget anak gadis Papih ini." Pak Satria menoleh pada putrinya. Dia senang, Bella tak menampakkan emosinya seperti semalam.
"Sepertinya tugas Mamih semalam berhasil." Kini pandangan mata Pak Satria berpindah ke arah istrinya, menganggap jika sang istri berhasil membujuk Bella, sehingga Bella tidak lagi merajuk.
"Pih, Bella mau tanya, apa orang yang ingin Papih jodohkan dengan Bella udah mengenali wajah Bella?" tanya Bella setelah duduk di kursi makan. Dia ingin memastikan jika pria itu belum mengenal wajahnya, agar memudahkannya melakukan penyamaran.
"Papih belum tunjukkan foto kamu. Papih pikir, kalau kamu sudah setuju, Papih akan langsung kenalkan kalian, mumpung Bella ada di sini," jawab Pak Satria.
"Papih udah kasih tahu nama Bella ke dia?" tanya Bella lagi.
"Belum, Papih juga belum kasih tahu nama kamu ke Gilang," sahut Pak Satria, "Memangnya kenapa, Sayang?" Kini Pak Satria yang bertanya penasaran.
"Bella udah mempertimbangkan apa yang Papih inginkan semalam. Tapi, Bella ingin tahu seperti apa pria itu?" Menolak keinginan orang tuanya tentu tidak akan mudah diterima oleh sang papa, hingga Bella memutuskan menyelidiki sendiri, untuk memastikan seperti apa pria calon pendampingnya
"Jangan khawatir, Sayang. Kalau Bella mau, siang ini Papih akan panggil Gilang ke kantor, Nanti kalian bisa bertemu di kantor Papih. Mamih juga nanti ikut saja, biar Mamih kenalan sama calon menantu Mamih." Pak Satria sangat antusias mengetahui putrinya tak menentang lagi keputusannya menjodohkan Bella dengan Gilang.
"No, no, no! Bukan seperti itu maksud Bella, Pih. Bella justru ingin bertemu dia tanpa dia ketahui." Bella menolakkan dipertemukan dengan Gilang seperti yang direncanakan papanya.
"Lho, maksud Bella gimana? Papih nggak paham." Pak Satria belum menangkap tujuan Bella.
"Bella ingin bertemu dengan pria itu bukan sebagai anak Papih. Bella akan menyamar menjadi pekerja di perusahaan dia. Sekarang Papih harus bantu Bella, supaya Bella bisa masuk ke perusahaannya dan langsung mendapatkan posisi sebagai sekretaris pria itu, supaya Bella bisa menilai sendiri, dia itu tulus atau modus." Bella memaparkan rencananya pada kedua orang tuanya.
Pak Satria dan Ibu Hani saling berpandangan, tak menduga dengan rencana putrinya itu.
"Maksud kamu, kamu mau menyamar bekerja di sana? Nggak! Mamih nggak setuju!" Rencana Bella langsung mendapat penolakan dari Ibu Hani. Seperti anaknya yang sering menonton drama, Ibu Hani yang gemar menonton drama di waktu senggangnya pun merasa khawatir, Bella akan mendapatkan perundungan sebagai karyawan baru, apalagi mengincar posisi sekretaris di perusahaan Gilang. Dia yakin, pasti akan ada karyawan yang iri melihat kehadiran Bella di kantor Gilang.
"Papih juga sependapat dengan Mamih, Bella. Papih bisa menyuruh orang menyelidiki dia, tanpa campur tangan kamu." Pak Satria juga tak setuju dengan rencana Bella.
"Kalau Papih dan Mami nggak setuju, ya udah, Bella juga tetap menolak dijodohkan sama pria itu!" Bella memberi ancaman jika rencananya untuk menyamar tidak disetujui Pak Satria dan Ibu Hani.
Pak Satria menarik nafas dalam-dalam, sementara Ibu Hani hanya bisa menggelengkan kepala, merasa tak sanggup menghadapi kekerasan hati putrinya.
"Baiklah, nanti Papih akan bicarakan pada Gilang, supaya dia bisa mempekerjakan kamu di sana. Tapi, kamu harus hati-hati dan bisa jaga diri. Jangan sampai ada orang yang berani mengintimidasi kamu di sana!" Pak Satria tak bisa melarang keinginan putrinya. Tapi, ia mewanti-wanti agar Bella selalu waspada.
"Papih tenang saja, Bella bisa jaga diri, kok!" Bella mencoba meyakinkan papanya. "Oh ya, nanti Papih bisa kasih foto Kathy ke cowok itu. Kalau nggak salah, Kathy punya foto bareng Papih dan Mamih waktu wisuda dulu. Papih bisa akui itu sebagai anak Papih ke dia." Bella ingat saat momen wisuda dulu, Kathy, teman kuliahnya pernah berfoto bareng dengan kedua orang tuanya. Kathy bilang, untuk kenang-kenangan bisa foto bareng dengan orang sukses dan terkenal di Indonesia. Semalam pun Bella sudah menghubungi Kathy untuk meminta izin memakai foto dan nama Kathy.
"Eh, kalau pria itu malah suka dan jatuh cinta sama Kathy gimana? Kathy cantik juga, lho!" Ibu Hani khawatir, Gilang justru jatuh cinta pada Kathy, karena sahabat putrinya itu juga mempunyai paras penampilan yang menarik.
"Kathy itu sudah punya tunangan, Mih. Coba saja kalau mau berebut Kathy dari tunangannya. Calonnya Kathy jago karate, Mih." Bella tersenyum menyeringai, membayangkan jika Gilang benar-benar jatuh hati pada Kathy.
❤️❤️❤️
Bersambung ...
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
.