seseorang yang ingin mengubah hidup nya dan ia bekerja keras demi itu semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sat*dya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keputusan zenith
Ruangan markas itu membeku.
Layar hologram di seluruh dinding menampilkan aula utama Zenith, penuh ratusan siswa yang mulai gelisah. Bisik-bisik menyebar seperti api kecil di tengah bensin.
Di tengah layar, Direktur Adrian berdiri tegak.
Wajahnya tidak menunjukkan panik, tapi juga tidak lagi sehangat biasanya.
Ia seperti seseorang yang dipaksa memilih sesuatu yang tidak ingin ia pilih.
“Seluruh siswa Zenith,” suara Adrian menggema di aula. “Hari ini kita menghadapi situasi darurat tingkat Omega.”
Alya menatap layar tanpa berkedip.
“Darurat tingkat Omega…” Hana mengulang pelan. “Itu level apa lagi itu?”
Reno tidak menjawab. Matanya tajam mengamati pola siaran.
Kaizer masih muncul di sudut layar, tersenyum seperti penonton yang menikmati pertunjukan.
“Apa yang kau lakukan…” gumam Reno pelan.
Di layar, Adrian melanjutkan.
“Seorang subjek uji bernama Alya Arkhana telah dinyatakan sebagai entitas berisiko tinggi terhadap stabilitas sistem Zenith.”
Jantung Alya seperti berhenti sepersekian detik.
“Entitas berisiko tinggi…?” suara Alya nyaris tak keluar.
Bisikan di aula dalam siaran mulai berubah menjadi kegaduhan.
“Itu… Alya?” “Yang dari kelas transfer itu?” “Apa dia melakukan sesuatu?”
Reno mengepalkan tangannya.
“Kaizer… kau benar-benar mendorong mereka sejauh ini.”
Kaizer di layar tertawa kecil.
“Bukan aku.”
Ia mengangkat tangan sedikit, menunjuk layar aula.
“Dia yang membuat keputusan.”
Adrian di aula terdiam beberapa detik.
Lalu melanjutkan dengan suara lebih berat.
“Mulai saat ini, Alya Arkhana ditetapkan sebagai subjek yang harus diamankan dan dibawa ke pusat kontrol untuk evaluasi Elysium Core.”
Alya mundur selangkah tanpa sadar.
“Diamankan…?”
Hana langsung berdiri di depannya lagi.
“Ini bukan ‘evaluasi’, ini perburuan!”
Reno tidak bergerak.
Namun matanya berubah lebih dingin dari sebelumnya.
“Jadi ini akhirnya,” gumamnya.
Alya menoleh cepat.
“Akhir apa?”
Reno menatap layar.
“Zenith memilih sisi.”
Di aula siaran, Adrian menutup matanya sebentar.
Lalu berkata pelan, hampir seperti menahan sesuatu.
“Semua unit keamanan… aktifkan protokol penangkapan.”
Suara alarm besar langsung meraung di seluruh Zenith.
WOOP—WOOP—WOOP
Di markas, lampu darurat menyala merah.
Hana langsung panik.
“Oke, ini resmi lebih buruk dari semua skenario hidupku!”
Alya berdiri diam.
Namun bukan karena takut.
Ada sesuatu yang lain.
Seperti sesuatu di dalam dirinya merespons kata-kata itu.
Evaluasi.
Subjek.
Elysium Core.
Dadanya terasa panas.
“Aku bukan objek…” gumamnya pelan.
Reno menoleh cepat.
Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa—
Seluruh layar di markas bergetar.
Kaizer muncul lebih dekat, seolah menembus ruang.
Tatapannya langsung ke Alya.
“Lihat?” katanya pelan. “Dunia sudah menjawab untukmu.”
Alya menatapnya tajam.
“Ini kamu yang lakukan.”
Kaizer tersenyum tipis.
“Aku hanya mempercepat sesuatu yang tak terhindarkan.”
Reno melangkah maju.
“Kaizer.”
Suara itu rendah. Berbahaya.
“Berhenti bermain.”
Kaizer melirik ke arah Reno.
“Bermain?”
Ia tertawa kecil.
“Kau masih menganggap ini permainan?”
Lalu tatapannya kembali ke Alya.
“Sekarang semua orang ingin kau.”
Hening sesaat.
“Alya,” lanjut Kaizer pelan. “Pertanyaannya sederhana.”
“Apakah kau akan lari…”
“…atau bangun?”
Lampu markas berkedip keras.
Dan untuk sepersekian detik—
Alya merasakan sesuatu di dalam dadanya seperti “menjawab”.
Seperti sesuatu yang selama ini tertidur…
membuka satu mata.