NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:652
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Superhuman Guild

Ardy, ketua regu pengintai ke-3 memimpin kelompoknya kembali ke markas, setelah melewati pos jaga, mereka masuk lebih jauh ke dalam mall.

Setelah menapaki kaki mereka melalui eskalator yang telah berhenti beroperasi, kelompok itu sampai ke lantai satu, para penyintas terlihat di seluruh tempat.

Masalah kegelapan diatasi sementara menggunakan obor dan lampu minyak tua yang ditempatkan secara acak, layaknya kembali ke masyarakat, semua orang beraktivitas secara normal di tempat ini.

Beberapa orang membuka kios dengan menggelar tikar, di sisi lain penyintas lain berlalu kesana kemari, mereka berkomunikasi satu sama lain tanpa hambatan, namun Ardy dan kelompoknya tahu kalau ini hanyalah kedok dari tempat ini.

Meskipun Ardy dan kawan-kawannya merupakan salah satu tim pertama yang didirikan sang penguasa mall, mereka tak pernah menyukai tempat ini.

Dia tahu apa yang sebenarnya orang-orang ini lakukan di balik semua tipuan itu, mereka hanya menutup mata demi keamanan ekstra dari tempat yang familiar bagi mereka.

Setidaknya bermasyarakat tetap menjaga kewarasan semua orang untuk saat ini.

Tempat ini telah dimodifikasi di beberapa tempat, bagian pintu utama yang terbuat dari kaca telah diblokade menggunakan segala macam barang, membuat tempat ini tak dapat terlihat dari luar.

Orang-orang masih mengobrol satu sama lain. Namun mereka menjaga nada ke tingkat terendah yang mereka bisa, itu telah menjadi kebiasaan sekarang.

Jika mereka terlalu ramai, makhluk mutan mungkin akan menerobos masuk entah dari mana.

"Gua akan langsung ke atasan, kalian istirahatlah sebentar" Sebut Ardy pada kelompoknya, wajah tegang mereka sebelumnya akhirnya menjadi rileks "Baiklah kapten" Jawab salah satu anggota.

Mereka kemudian membubarkan diri di tengah kerumunan, Ardy langsung pergi menuju eskalator ke lantai yang lebih tinggi.

Butuh banyak waktu untuk mencapai lantai tertinggi, mall ini terdiri dari total lima lantai. Satu lantai di bawah tempat mereka patroli sebelumnya, tempat parkir mobil bawah tanah, tiga lantai mall utama tempat seluruh fungsi utama berada, dan lantai teratas tempat attic dan lahan parkir lainnya berada.

Ardy menaiki ratusan anak tangga hingga akhirnya mencapai lantai tiga, disinilah tempat didirikannya shelter utama mall ini.

Para pendiri tempat ini sangat aneh, mereka adalah kelompok yang sangat kuat, setelah pertumpahan darah mereka berhasil membunuh makhluk mutan besar di tempat ini.

Sebagai pengintai, Ardy sendiri telah memastikan kekuatan makhluk itu, cakarnya sudah cukup untuk mengoyak manusia menjadi dua, tembok beton bahkan dibuat gentar olehnya.

Dan kelompok itu, yang menyebut diri mereka sebagai Superhuman guild mengalahkan makhluk perkasa itu dalam pertarungan.

Ardy telah menyaksikan semua proses pembunuhan itu sendiri, mulai dari seorang wanita pemegang tongkat yang melemparkan bola api, di sisi lainnya ada pria kekar yang dapat mengeluarkan tulangnya, menjadikannya senjata keras dan tajam itu mengingatkan Ardy pada salah satu karakter di game yang dulu pernah dimainkannya.

Namun kedua orang itu masihlah biasa, jika dibandingkan dengan sang penguasa.

Ada alasan kenapa pria itu dipanggil sebagai penguasa, tak hanya dari karismanya yang luar biasa, kekuatannya juga bukanlah candaan.

Semua orang bahkan tak yakin jika pria itu masih manusia, karena ia mungkin lebih cocok jika disebut sebagai Lycanthrope di bawah cahaya retakan, kekuatan pria itu melonjak membuatnya dapat bertarung satu lawan satu dengan mutan besar penguasa tempat ini.

Tak ada yang menyaksikan pertarungan itu lebih jauh, karena tepat saat pria itu berubah semua orang kehilangan kesadaran akibat aura mencekam yang kuat menekan tubuh dan pikiran mereka.

Ardy bergidik, dia tak ingin mengingat itu lebih jauh. Langkahnya tetap, dia akhirnya sampai di konter yang telah dimodifikasi.

"Ardy, ketua regu pengintai ke-3 kembali untuk melapor" Dia menempatkan lengannya di dadanya dan sedikit membungkuk, pria di konter kemudian menatapnya dan berkata "Bagaimana situasi di bawah?" Jemarinya memeluk pulpen dengan lihai mulai menulis di buku.

"Semuanya aman, area parkir A dan B aman, namun ada sesuatu di area C" Pria itu sedikit mendongak, Ardy melanjutkan "Ada tanda-tanda kerusakan di area C, kemungkinan besar ada mutan yang masih bersembunyi di area itu, kelompok kami bertemu dengan suara benturan keras di salah satu sudut disana"

"Itu saja, laporan selesai" Pulpen itu diputar di lengan dengan cepat, pria di konter menatap Ardy dengan sedikit sanjungan "Baiklah kau bisa pergi, tim raid akan dikirim kesana untuk memeriksa keadaan." Buku di meja perlahan tertulis.

Ardy membungkuk dan berbalik pergi, pria itu tak memperhatikannya lebih jauh dan berdiri dari kursinya.

Ia pergi ke pintu di belakangnya yang terhubung dengan lorong kecil yang membentang jauh.

Bau darah jelas belum mencapai tempat ini, udara bahkan lebih normal di dalam sini dibandingkan alam luar.

"Area parkir C ya?" Pria itu menggenggam bukunya, pikirannya berpacu dengan cepat bersamaan dengan langkahnya "Itu juga Area terakhir yang belum diblokade, mungkin ini saatnya untuk menutupnya"Dia kemudian masuk ke salah satu ruangan.

Pintu didorong terbuka mengekspos keberadaan manusia-manusia yang terjalin dalam kegelapan.

Pria itu membuka mulutnya sekali lagi "Bangunlah, saatnya bekerja" Seringai tercipta di sudut mulutnya, tanpa sadar membawa pikiran menyenangkan.

'Semakin dekat'

. . .

Di suatu tempat di luar.

Tumpukan puing menciptakan piramid kecil di jalanan kota, cahaya membasuhnya dengan presisi tak menyisakan satupun celah.

Dan di antara bebatuan.

Suara nafas terdengar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!