NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: tamat
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia / Tamat
Popularitas:74.8k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Di Rumah Sakit

Ketika dia mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumah sakit. Dia melihat mobil yang sama di belakangnya terus mengikutinya. Mobil di belakang itu seperti familiar.

Sheza mendengus pelan.

"Mereka mengikuti?" gumamnya bingung.

Tapi, bukankah itu anak buah Jendra. Tidak mungkin juga menyakitinya. Tapi kalau diikuti begitu, bukankah nanti mereka akan melaporkan semuanya pada Paul.

Sheza menghentikan mobilnya di toko kue di dekat rumah sakit. Dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam toko kue itu. Siapa suruh dia punya suami seseorang yang memang pandai menyembunyikan sesuatu darinya. Bukankah semakin lama bersama seseorang, sedikit banyak sifatnya akan membaur. Jadi, Sheza pikir dia akan menipu orang-orang yang mengawasinya itu.

Di dalam toko kue, Sheza segera menghampiri penjaga.

"Mbak, ada pintu samping tidak? saya di ikuti orang!" kata Sheza.

Wajah wanita yang menjaga di kasir itu tampak menegang. Tentu saja dia juga sedikit khawatir. Karena dia juga wanita, melihat ada wanita lain yang terancam. Dia juga simpati sekali tentunya.

"Ada mbak, di sebelah sana! pergilah!" kata wanita penjaga kasir itu.

Sheza tersenyum dan segera pergi ke arah yang di tunjuk oleh wanita penjaga kasir. Dari sana, Sheza berjalan ke rumah sakit.

Begitu sampai di rumah sakit, dia langsung mencari keberadaan dokter Devan.

"Permisi!" sapa Sheza pada resepsionis.

"Iya, ada yang bisa saya bantu?"

"Saya mau cari dokter Devan, kalau mau bikin janji temu, harus ke lantai berapa ya?" tanya Sheza.

"Ke lantai 4 saja mbak, nanti disana ada meja piket perawat. Bisa di tanyakan disana, dimana ruangan dokter Devan"

Sheza mengangguk ramah.

"Terima kasih!"

"Sama-sama"

Sheza menuju ke arah lift menuju ke lantai 4, dia langsung bertanya dimana ruangan Devan dan mengatakan dia sudah membuat janji.

Begitu sampai di depan ruangan dokter Devan. Tanpa mengetuk pintu, Sheza langsung membuka pintu perlahan,

"Tiga tembakan itu untung saja tidak kena bagian vitall. Jika tidak, dia bisa bertemu dewa Yama!"

"Tuan itu sangat kuat, dia tidak mungkin..."

Mata Sheza melebar, dia kenal suara itu. Suara itu milik Vins.

Ceklek

Kedua pria yang ada di dalam ruangan itu, segera menoleh bersama ke arah pintu.

"Nyonya..."

Vins berdiri sangking terkejutnya.

"Dimana dia?" tanya Sheza dengan raut wajah yang benar-benar suram.

Vins menoleh ke arah dokter Devan. Dan dokter Devan juga hanya bisa menelan salivanya susah payah. Kedua orang itu, baik Jendra maupun Sheza, saat menatap dengan tatapan tajam begitu. Dia merasa seperti bisa tenggelam kapan saja.

"Di ruang rawat" jawab dokter Devan.

"Tunjukkan!" kata Sheza.

Caranya mengatakan itu sudah benar-benar seperti memerintah. Benar kata orang, dekat dengan orang galak, bisa ketularan galak. Dekat dengan orang yang suka mengintimidasii bisa ketularan juga mendominasi.

Di ruangan ekskutif, mungkin kalau di hotel ruangan president suite. Dokter Devan membuka pintu ruangan itu.

Sheza masuk mendahului Vins, yang hanya bisa mundur beberapa langkah ketika Sheza mendahuluinya.

"Jendra..."

"Bagaimana hasilnya, apa aku sudah boleh pulang...?"

Ucapan Jendra terjeda ketika dia melihat Sheza di belakang dokter Devan.

"Sayang..."

Sheza mendekati Jendra, Vins dan dokter Devan segera keluar dari ruangan itu. Auranya benar-benar mencekam. Mereka juga tentunya tak mau terlibat dalam masalah rumah tangga Jendra dan Sheza.

"Bagaimana? apa menurutmu bosmu akan disuntik mati istrinya?" tanya dokter Devan.

"Dokter, ucapanmu mengerikan sekali" kata Vins.

"Vins, apa kamu tidak lihat tadi. Tatapan nyonya mu itu, aku merinding dibuatnya!"

Vins menoleh ke arah pintu ruangan rawat itu dengan wajah khawatir.

Sementara di dalam ruangan, Sheza masih memperhatikan Jendra yang tubuhnya di balut beberapa perban. Di lengannya ada, di bagian perut juga ada lilitan perban yang cukup banyak.

"Tiga tembakan? kamu mau jadikan aku janda dengan cepat ya?" tanya Sheza kesal.

Wajah Jendra yang tadinya tegang, takut Sheza menangis tersedu-sedu dan sangat khawatir padanya, langsung terlihat lega. Dia tahu, kalau istrinya bukan wanita lemah.

"Maaf..." kata Jendra sambil merentangkan tangannya minta peluk Sheza.

Sheza segera menghambur dengan hati-hati ke pelukan Jendra. Dia benar-benar ingin menangis. Bayangkan saja! tiga tembakan. Bagaimana Jendra masih bisa hidup dengan semua itu.

Tapi Sheza tahu, jika dirinya menangis. Maka Jendra akan merasa sangat sedih. Lain kali mungkin akan lebih berhati-hati menyembunyikan apapun darinya karena tidak ingin dia sedih. Lagipula Jendra saja kuat, kenapa dia harus lemah. Terlebih lagi, Sheza tidak mau jadi kelemahan Jendra.

Sheza menarik dirinya.

"Sudah makan?" tanya Jendra.

"Kamu tidak marah?" tanya Jendra.

Sheza melebarkan matanya.

"Bagaimana tidak marah? aku tidak bisa tidur tiga hari..."

Jendra kembali meraih Sheza ke pelukannya.

"Maaf, aku baru siuman. Sebelum pingsan aku katakan pada mereka, jangan membuat mu khawatir. Jangan marahi mereka ya!"

"Tidak akan..."

Jendra tersenyum.

"Tidak akan aku lewatkan kesempatan itu!" lanjut Sheza yang membuat Jendra malah terkekeh.

"Apapun yang membuatmu senang, lakukan saja! tidak akan ada yang protes!"

Sheza terdiam, melihat perban di perut suaminya.

"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Sheza.

Jendra menghela nafas cukup panjang.

"Sheza, banyak yang akan melakukan hal seperti ini padaku. Apa kamu takut?"

Sheza segera menggelengkan kepalanya. Bahkan menyandarkan kepalanya di dada Jendra.

"Tidak, aku tidak takut! aku yakin kamu pasti bisa melindungi ku!"

Jendra mengusap rambut Sheza perlahan.

"Sayang, aku lapar!"

Sheza menarik dirinya lagi.

"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan belikan makanan..."

Sheza baru akan beranjak dari tempat tidur, ketika Jendra kembali menariknya ke pelukannya.

"Bukan ingin makanan, aku ingin memakan mu!"

Jendra meraup bibir Sheza, benar-benar seperti seseorang yang sangat kelaparan.

Ceklek

"Oh ya, lukamu masih basah. Jangan lakukan...!"

Sheza menarik dirinya dan menjauh dari Jendra.

"Aku akan belikan makanan!" katanya yang langsung kabur dari ruangan itu.

Sementara dokter Devan yang datang untuk mengingatkan agar Jendra jangan melakukan gerakan yang akan membuat lukanya terbuka. Kembali menelan salivanya dengan susah payah. Dia merasakan hawa dan tatapan membunuhh yang sangat pekat dari arah tempat tidur pasien.

"Kamu ingin mati!!!" pekik Jendra kesal.

"Aku... aku tidak lihat apapun! hahhh....!" dokter Devan segera kabur dari ruangan itu juga.

***

Bersambung...

1
ina
🤣🤣🤣🤣
ina
🤣🤣🤣
Rina Arie
good
mustika ikha
yaah kok tamat, semoga author buat versi ke 2 nya👍 semangat💪💪💪😍
Noer Row_ling: pengennya gitu kak, kan seru ya kalau anaknya cewek terus tengilnya minta ampun, dia bikin tato hello Kitty di tangan Jendra itu 🤭
total 1 replies
vj'z tri
kau melindungi cucu kesayangannya mu lagi /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/ini yang kau bilang adil /CoolGuy/
Noer Row_ling: marahin kak, kasih jamu butrawali
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah kok tamat Thor, gimana kabar ortunya Sheza 🤔
Noer Row_ling: nehi nehi acha, salah mereka sendiri kak, sudah berkali-kali diberi kesempatan tapi disia-siakan.
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar Sheza sebentar lagi 😔
Noer Row_ling: ho'oh, koid kan
total 3 replies
aku
boleh bonus chap kah ?? 😁😁🙏🙏
Noer Row_ling: he he he, baca yang baru aja yuk kak, Suami pengkhianat dan bodoh, aku tak butuh, gomawo ❤️
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
13.37 wib hadir pertama..
Terimakasih Kak Noer untuk updatenya.. ❤❤❤
Noer Row_ling: biar kek di drakor kak, siapa tahu ketemu bang Ilham terus bikin season dua. Lucu kali ya, anak Sheza sama Jendra tuh cewek, terus bikin salon dadakan di rumah, nah di catok keriting deh tuh bulu kaki Vins sama Paul.
total 7 replies
Kedan Bawel 🍒
Jika William anak hasil pernikahan di bawah tangan, secara administrasi negara jika konoha, William tetap kalah..
Karena anak itu tak tercatat, karena status pernikahan orang tuanya & secara hukum hak waris.. Bener kan..?🤔
Noer Row_ling: ho'oh
total 6 replies
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Noer Row_ling: gomawo ❤️
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tanggung akibat perbuatan mu berani mengusik ratu .... semua bisa di pertimbangkan Jendra asal bukan tentang zhesa /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/ seranggggggg
Noer Row_ling: seribu.....
total 1 replies
vj'z tri
habis sudah kau William /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
Noer Row_ling: kekkkk
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adil apa nya yang adil /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/ sekarang biar Jendra yang jadi hakim nya /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Noer Row_ling: adil Weh 🤧
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
siapa yang di dor ya 🤔🤔
Noer Row_ling: hayo siapa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut kak Thor 💪💪💪
Noer Row_ling: yukkk
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan berarti William emang jahat 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: minta dibasmi itu hama ulet🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
berarti sama² menderita jadi cucumu kek🤭
Noer Row_ling: begitulah
total 1 replies
Ariany Sudjana
aduh lagi ramai, kok diputus di sini
Noer Row_ling: kebiasaan authornya gitu kak, marahin aja 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Karen emang pantas mati..
Manusia² tamak emang kudu musnah dari muka bumi..
Jika dibiarkan, hanya bisa buat orang lain merugi..
Dan hukuman mati lah yg pantas Karen terima atas perbuatan nya kali ini..
Yang tak bisa di tolerir lagi.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Sama aku, adegan menegangkan malah jd cerita komedi di ulasan.. 🤭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!