Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.
Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.
Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.
Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.
Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Salah? 25
"Eva, ini susunya,"ucap Reza ketika sampai di rumah. Ani yang memang sudah menunggu langsung mengambil alih susu itu dari Reza tanpa menunggu instruksi dari Eva. Saat ini Elio lebih penting dari pada harus menunggu perintah Eva.
Reza juga langsung memberikan cooler bag yang dibawanya kepada Ani agar susu itu bisa segera diberikan kepada Elio.
"Udah Mas, lama banget sih. Tadi Elio sampai nangis kejer lho. Kamu mampir kemana dulu emangnya?" tanya Eva.
"Nggak kemana-mana. Kebetulan tadi Nyonya Brigita dan suaminya ngajak ngobrol bentar,"jawab Reza. Dia tidak menceritakan secra detail apa yang dibicarakan bersama dua pasangan suami istri tersebut. Namun Reza terus memikirkan tentang Laras hingga berada di depan Eva.
"Waah ngobrolin apa? Siapa tahu kan bisa bisnis bareng sama mereka. Keluarga Brajamusti tuh temenan deket sama keluarga Abinawa dan juga keluarga-keluarga besar lainnya. Kalau bisa masuk ke lingkaran itu, keluarga kita mungkin juga bisa terangkat namanya. Kedepannya akan mudah bagi Elio juga dalam bersosialisasi dengan kalangan atas itu,"harap Eva.
Tentu saja itu harapan yang bagus jika memikirkan kemudahan bagi Elio di masa depan. Namun Eva lupa bahwa nama-nama keluarga yang disebutkan itu tak mudah untuk didekati terlebih orang-orang dengan sifat seperti Eva dan Reza ini.
"Nggak ada pembicaraan yang penting. Oh iya Va, aku kepikiran sesuatu. Ini tentang Elio. Va, apa kita cari aja Laras dan bawa dia kesini buat ngerawat Elio. Aku takut perkembangan Elio kurang bagus nanti. Jadi sebaiknya kita nyari La~"
"Nggak, aku nggak mau. Aku nggak bakalan mau wanita itu masuk ke rumah ini. Nggak akan pernah dan nggak akan ku biarkan wanita itu menginjakkan kaki di rumah ini."
Eva berkata dengan tegas. Wajahnya yang tadi sumringah seketika menjadi merah padam karena emosinya memuncak.
Larasati, wanita yang pernah jadi istri kedua suaminya itu sangat dibenci oleh Eva. Memang benar awalnya dia menyetujui Reza menikah dengan wanita itu untuk mendapatkan seorang anak. Namun ketika Eva melihat sosok Laras, dia sangat membencinya.
Wanita yang muda dan cantik, bahkan juga lemah lembut dan sederhana, sungguh menyentil egonya.
Eva merasa cemburu, dia juga merasa takut jika Reza benar-benar tertarik kepada Laras. Terlebih selama setahun masa pernikahan itu, Reza lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Laras yang mana membuat Eva khawatir setiap harinya.
Meski alasan Reza karena menjaga laras yang tengah hamil, Eva tetap merasa cemas. Dia benar-benar takut jika suaminya berpaling sepenuhnya dan pada akhirnya membuangnya.
Maka dari itu menjelang persalinan, Eva meminta Reza untuk mempersiapkan surat cerai. Dan saat persalinan usai, Eva meminta Reza langsung menjatuhkan talak kepada Laras. Itu semua karena merasa ketakutan.
"Va, ini semua untuk Elio. Aku cuma mau bawa Laras kemari buat jaga dan ngasuh Elio,"ucap Reza.
"Nggak ada ya Mas. Aku nggak bisa ngebiarin kamu hidup satu atap sama wanita itu. Emang ada jaminan kamu nggak akan tertarik sama dia. Nggak akan ya Mas. Jangan berani-beraninya kamu berpikir untuk membawanya kemari. Jika kamu melakukan itu, aku akan membawa pergi Elio ke tempat yang sama sekali tak akan pernah kamu temukan."
Degh!
Reza terkejut dengan ancaman yang diberikan Eva. Ia tidak menduga bahwa kata-kata seperti itu bisa terlontar dari bibir sang istri.
"Oke oke, aku nggak akan ngomong kayak gitu lagi. Lagian itu cuma lintasan pikiran aja. Aku nggak bener-bener bakal lakuin itu,"ucap Reza.
"Bagus. Dan jangan pernah mikir kayak gitu lagi. Elio udah cukup dapat ASI. Dan aku berencana stop itu samapi usia Elio 6 bulan. Jadi nggak akan ada masalah nanti soal perkembangan Elio karena setelah 6 bulan dia sudah makan dan kita tinggal carikan susu formula terbaik untuknya,"sahut Eva dengan penuh keyakinan.
Reza hanya diam dan mengangguk kecil. Ucapan tegas dan juga pemikiran Eva tak ada yang salah memang. Tapi Reza tetap merasa khawatir dengan perkembangan Elio kedepannya.
"Apa aku salah kemarin udah ceraiin Laras? Seharusnya aku nahan dia sebentar agar aku Elio bisa mendapatkan ASI dengan baik,"gumam Reza lirih.
TBC