NovelToon NovelToon
Last Stop In Eden

Last Stop In Eden

Status: tamat
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Vampire / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: laliza_xiexie

"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Titik Terang

Eyden yang tampak kecewa tidak punya pilihan lain, Ia langsung pergi keluar dan berpapasan dengan Ayahnya yang hendak masuk.

Di dalam kamar Ayah Edward masuk dan menghampiri Edward.

“ Ada apa? Kamu menyalahkannya? Kamu tidak seharusnya seperti itu!” Ucap Ayah Edward serius.

Kiara yang melihat Ayah Edward tampak asing dan kebingungan.

“ Maaf Tuan siapa?” Tanya Kiara gugup.

Ayah Edward tersenyum dan berjalan menghampiri Kiara.

“ Kamu sudah baikkan? Jangan banyak gerak dulu.” Ucap Ayah Edward lembut.

Kiara hanya terdiam kebingungan dan menatap Edward berharap Ia memberi taunya.

“ Dia Ayahku, Tuan Yoshi.” Ucap Edward lembut.

“ Salam kenal Tuan Yoshi, Edward sering menceritakanmu padaku. Aku sedikit tau tentang dirimu.” Ucap Kiara lembut duduk bersandar dikasur.

“ Oh Ya?” Tanya Tuan Yoshi lembut.

Kiara mengangguk tersenyum. Sedangkan Tuan Yoshi seperti sedang memikirkan sesuatu sembari menatap Kiara.

“ Tuan Yoshi apa Anda baik – baik saja?” Tanya Kiara lembut.

“ Ayah yang menolong Kita dan menghajar Ryon, mungkin Ayah kelelahan.” Ucap Edward santai.

“ Astaga… terima kasih Tuan Yoshi.” Ucap Kiara lembut.

“ Sama – sama. Ngomong – ngomong saat pertama kali Saya melihat wajah Kamu, Saya sangat terkejut wajahnya sangat mirip dengan sahabat Saya sewaktu masih muda.” Ucap Tuan Yoshi serius.

Kiara terkejut dan menatap Edward.

“ Maksud Ayah anak Tuan Ciro Putri Moza?” Tanya Edward serius.

“ Namanya sama seperti nama Ibuku.” Ucap Kiara santai.

Edward dan Tuan Yoshi menatap Kiara dengan serius hingga membuatnya salah tingkah kebingungan.

“ Apa Saya boleh tau siapa nama Ayah Kamu?” Tanya Tuan Yoshi penasaran.

Kiara mengambil ponselnya dan menunjukan foto kedua orang tuanya pada Tuan yoshi.

“ Dia Ayahku Tuan Abbas.” Ucap Kiara lembut.

Saat mengambil ponsel Kiara Tuan Yoshi terpaku diam tak percaya, matanya berkaca – kaca.

Tuan Yoshi menatap Kiara dengan wajah terharu dan langsung memeluknya.

Kiara terkejut dan menatap Edward.

“ Sudah sangat lama Aku merindukan dan mencari sahabatku, Kini Aku sangat senang sekaligus tak percaya dipertemukan dengan anaknya. Dimana mereka?” Tanya Tuan Yoshi terbata – bata sembari menatap Kiara dengan lembut.

“ Ayah dan Ibu Di – dia, Mereka sudah meninggal.” Jawab Kiara terbata – bata.

Tuan Yoshi lemah tak berdaya mendengar semuanya, Ia tak percaya sahabatnya pergi meninggalkannya secepat ini.

Tuan Yoshi sangat sedih dan pergi keluar dari kamar, sedangkan Edward duduk disamping Kiara menguatkannya.

“ Edward apa semua itu benar? Ibuku anak Tuan Ciro? Dan Aku keturunannya?” Tanya Kiara tak percaya.

“ Iya Kiara Kamu penerus pemimpin yang sebenarnya.” Ucap Edward lembut.

Kiara terdiam tak percaya, kebenaran kini terungkap. Kiara yang tampak syok mendengar kabar ini, Ia meminta Edward keluar dan meninggalkannya sendiri. Edward keluar dan menutup pintu, Edward terkejut ternyata Eyden tidak meninggalkan ruangan dan sedang duduk di Sofa depan Tv. Edward menghiraukannya dan memilih menghampiri Ayahnya yang sedang sedih berdiri didepan jendela.

Kiara dikamar tampak murung dan masih tak percaya bahwa Ia penerus tahta Kota Hirosyuki. Kiara terus teringat mimpinya, teringat semua apa yang Ibunya katakan dan tak menyangka inilah maksud dari semuanya.

Eyden melihat Edward yang tampak serius mengobrol dan Ia memutuskan menyelinap masuk ke kamar menemui Kiara.

Kiara berbaring tidur membelakangi Eyden, Eyden berjalan menghampiri Kiara dan duduk dikasur.

Kiara yang merasa kasurnya bergoyang langsung berbalik terkejut.

“ Eyden…” Ucap Kiara terkejut sembari duduk bersandar dikasur.

Eyden tampak diam cuek tidak seperti biasanya, Kiara yang melihat merasa ada sesuatu yang Eyden tutupi.

Kiara duduk mendekati Eyden dan menggenggam tangan Eyden dengan lembut sembari menatapnya.

“ Ada apa?” Tanya Kiara lembut.

“ Tidak ada apa – apa Aku hanya mencemaskanmu.” Jawab Eyden cuek.

Kiara yang melihat Eyden dingin padanya berusaha sabar dan menghela nafas.

“ Kamu tidak biasanya cuek seperti ini padaku, Kamu orang yang selalu ceria. Hari ini Aku sedih karena Aku tau sahabatku sedang menyembunyikan sesuatu yang mengganjal dihatinya dan tidak mau berbagi cerita denganku.” Jelas Kiara lembut.

Eyden menatap Kiara lembut, wajah dinginnya mulai mencair dan tidak bisa berpura – pura lagi.

“ Aku cemburu.” Ucap Eyden singkat.

“ Cemburu? Oww ternyata sahabatku sedang jatuh cinta ya?” Tanya Kiara tersenyum.

“ Sejak lama Aku jatuh cinta, tapi Aku terlalu pengecut dan selalu diam hingga cintaku pergi diambil orang. Sedangkan perasaanku terus dipermainkan dan diperas, Aku sangat hancur dan Aku tidak tau harus bagaimana.” Jawab Eyden dengan raut wajah bingung, pasrah dan sedih.

Mendengar perkataannya hati Kiara tersentuh, Ia tidak tega melihat Eyden sedih seperti itu. Akhirnya Kiara memeluk Eyden dan berusaha menenangkannya.

1
falea sezi
nyimak
xiexie
Selamat datang di cerita novel pertamaku, Happy reading guys.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!