NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Pembuktian

Gerbang Akademi Naga Surgawi berdiri kokoh dengan dua pilar giok putih yang dipahat menyerupai naga yang sedang meluncur dari langit.

Di sinilah tempat para jenius dari seluruh penjuru Benua Tiandi berkumpul untuk mengasah energi mereka.

Namun, kehadiran seorang pemuda dengan rambut dwiwarna dan aura yang sangat kontras seketika menghentikan aktivitas di pelataran utama.

​Yan Bingchen melangkah maju dengan tenang. Di punggungnya, pusaka ungu yang terbungkus kain kasar memancarkan beban gravitasi yang membuat lantai marmer sedikit berderak setiap kali ia menapakkan kaki.

Di sampingnya, Mo Ran mencoba terlihat berwibawa meski ia terus-menerus membetulkan posisi jubah sutranya, sementara Si Hitam berjalan dengan kepala tegak, menatap tajam ke arah murid-murid senior yang mulai berbisik sinis.

​"Tempat ini bukan untuk pengembara liar yang membawa binatang buas ke dalam suci ini," seorang murid senior dengan pakaian bersulam benang perak melangkah menghalangi jalan.

Namanya Li Feng, murid unggulan yang dikenal karena kesombongannya.

Di belakangnya, belasan murid lain tertawa mengejek, menatap Yan Bingchen dengan tatapan merendahkan.

​Dari balkon tinggi yang menghadap ke pelataran, beberapa sosok tua dengan jubah abu-abu—para Master dan Petinggi akademi—memperhatikan dengan mata menyipit.

Mereka telah mendengar tentang "Anak Terkutuk" dari utara, dan keberadaan Yan Bingchen di sini dianggap sebagai penghinaan bagi kemurnian energi Ordo LONG.

​"Pergilah sebelum kami memaksamu keluar," lanjut Li Feng, sambil melepaskan tekanan energinya yang setara dengan tingkat menengah di tempat ini.

​Yan Bingchen tidak berhenti. Ia bahkan tidak melirik ke arah Li Feng.

Matanya yang merah dan biru menatap lurus ke arah gerbang dalam akademi. "Aku di sini bukan untuk meminta izinmu, tapi untuk mendaftar."

​"Cari mati!" Li Feng menghunus pedang peraknya, melesat maju dengan kecepatan yang cukup untuk membelah udara.

​Tanpa mengubah ekspresi wajahnya, Yan Bingchen hanya menghentakkan kaki kanannya ke lantai.

​BOOM!

​Gelombang panas yang luar biasa meledak dari sisi kanan tubuhnya, menciptakan dinding api transparan yang seketika menguapkan serangan pedang Li Feng.

Di saat yang sama, ia mengangkat tangan kirinya ke udara.

​"Beku."

​Hanya satu kata, namun dampaknya mengerikan. Seluruh kelembapan di pelataran itu memadat menjadi kristal-kristal es tajam yang mengunci kaki Li Feng dan murid-murid di belakangnya.

Suhu udara turun drastis hingga napas semua orang berubah menjadi kabut putih.

​Pusaka berat di punggung Yan Bingchen bergetar hebat.

Ia tidak menariknya keluar, namun membiarkan aura ungu dari senjata itu menyatu dengan elemennya.

Sebuah pusaran raksasa yang menggabungkan api merah membara dan es biru pucat berputar di sekelilingnya, menciptakan badai ungu yang menekan seluruh pelataran.

​Para Master di balkon tersentak. Beberapa dari mereka bahkan berdiri dari kursi mereka, wajah mereka yang tadinya tenang kini penuh dengan keterkejutan.

​"Keseimbangan yang mustahil ..." bisik salah satu Petinggi, Master Zhao. "Dia tidak hanya menguasai dua elemen, tapi dia memaksanya untuk tunduk di bawah kehendak satu pusat energi."

​Li Feng jatuh berlutut, wajahnya pucat pasi antara kedinginan dan ketakutan. Pedang peraknya retak karena perbedaan suhu yang ekstrem.

Yan Bingchen berjalan melewati Li Feng, menghentikan badai energinya dalam sekejap, membuat suhu kembali normal namun meninggalkan trauma di hati siapa pun yang menyaksikannya.

​Ia berhenti tepat di bawah balkon para Petinggi.

​"Nama saya Yan Bingchen. Saya membawa kepingan emas sebagai biaya masuk, dan kekuatan ini sebagai bukti kelayakan," ujarnya dengan suara yang jernih dan tak tergoyahkan.

​Mo Ran, melihat momen ini, segera maju dan membanting kantong emas rampasan mereka ke atas meja pendaftaran dengan bunyi dentang yang nyaring. "Kalian dengar itu? Kakakku tidak hanya punya uang, tapi dia punya kemampuan untuk meratakan tempat ini jika dia mau. Jadi, simpan tatapan tidak suka kalian untuk orang lain!"

​Si Hitam mengeluarkan geraman rendah yang bergema di seluruh penjuru akademi, seolah-olah mengonfirmasi tantangan tuannya.

​Para Petinggi saling pandang. Meskipun ada rasa tidak suka yang mendalam karena identitas Yan Bingchen yang dianggap "cacat" di Benua Binghuo, mereka tidak bisa menyangkal bakat yang berada di depan mata mereka.

Menolak seorang jenius seperti ini hanya akan membuat akademi lain di daratan tengah memperebutkannya.

​"Berikan dia tanda pengenal murid luar," suara berat Master Zhao terdengar. "Biarkan dia masuk. Kita akan lihat sejauh mana api dan es itu bisa bertahan di bawah tekanan kurikulum Naga Surgawi."

​Yan Bingchen menerima plat logam berlambang naga yang diberikan oleh seorang petugas yang tangannya masih gemetar.

Meskipun ia tahu bahwa para guru dan murid di sini akan mencari cara untuk menjatuhkannya, ia tidak peduli.

​Ia melangkah masuk ke dalam koridor utama akademi, tempat di mana pengetahuan tentang jantung naga disimpan.

Tujuannya bukan lagi sekadar mencari jawaban tentang masa lalu, tapi untuk menancapkan kukunya di jantung dunia ini.

​"Selamat, Kak! Kita resmi jadi warga terhormat sekarang," bisik Mo Ran sambil kegirangan melihat kemewahan di dalam akademi.

​"Perjalanan sesungguhnya baru dimulai, Mo Ran," sahut Yan Bingchen. "Di tempat ini, setiap sudut adalah medan perang."

​Dengan identitas barunya sebagai murid Akademi Naga Surgawi, Yan Bingchen telah memulai manuver pertamanya untuk mengubah sejarah benua.

Dunia akan segera tahu bahwa penyatuan dua kutub bukanlah sebuah petaka, melainkan tanda lahir dari seorang penguasa baru.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!