NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chaptur 24.

Lucas.

Pria itu berdiri tegak dengan jas yang rapi, aura dinginnya begitu kontras dengan suasana hangat kafe, di sampingnya, pria patuh baya tampan berbicara santai, namun Lucas hanya mengangguk tipis.

Untuk per sekian detik mata mereka bertemu, Adel langsung memalingkan wajahnya.

Deg.....

Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, Adel berpura-pura tidak melihatnya, Ia mencoba mengabaikan Lucas.

" kenapa dia di sini " gumam Adel singkat, hampir tidak terdengar.

Rena iku menoleh, matanya sedikit membesar saat menyadari siapa yang baru datang.

" itu... tuan.. Lucas " bisik Rena.

" sstt... jangan keras-keras aku juga tahu " bisik Adel.

" pertanyaannya kenapa pria robot itu ada di sini? " tanya Adel pelan.

" saya tidak tau nona " jawab Rena berbisik.

Adel mendengkus pelan, Ia mencoba bersikap biasa saja namun dalam hatinya bergejolak.

Sementara itu_

Menghentikan langkahnya sejenak, tatapannya jatuh pada sosok wanita yang duduk di dekat jendela, meskipun hanya dari samping, dia tahu itu Adel.

Mike yang berdiri di belakangnya, mengikuti arah pandang Lucas.

" nona Adel.... " ucap mike pelan, Ia memang menerima laporan bahwa Adel pergi ke luar, Ia tidak tahu bahwa Adel juga ada di kafe yang ingin mereka kunjungi.

Lucas pun sama dia tidak tahu bahwa Adel juga ada di sini, Ia hanya menerima laporan saja tanpa benar-benar memperhatikannya.

Lucas tidak menjawab, Ia hanya menatap beberapa detik lebih lama, sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya, seolah tidak terjadi apa-apa.

" mari kita duduk di sana " ucap Lucas datar, menunjukkan meja yang jauh dari tempat Adel.

" baik tuan " jawab mike, mereka berjalan melewati Adel.

Adel bisa merasakan kehadiran Lucas semakin dekat,langkahnya, bahkan aroma parfum maskulin nya yang semakin jelas, Adel mencengkram cangkirnya sedikit lebih erat.

Duh... kok bisa dia ada di sini?...

Rasanya kopiku jadi pahit....karena kemunculannya!!!....

Lucas hanya melewatinya tanpa menyapa ataupun bertanya, Ia seakan tidak melihat Adel yang duduk di sana.

Saat melihat wanita itu, Lucas langsung tahu bahwa Adel mearasa tidak nyaman dengan kedatangannya, Ia memilih untuk berpura-pura tidak mengenalnya agar Adel merasa sedikit lega.

Melihat Lucas yang hanya melewatinya, entah kenapa ada sesuatu yang terasa aneh di hatinya, namun Adel memilih mengabaikannya.

" Kita pergi Ren " ucap Adel, Ia bangkit dari duduknya mengambil paperback dengan cepat.

Melihat Adel yang dengan tergesa-gesa berdiri, Rena pun segera bangkit dari duduknya, lalu mengikuti Adel dari belakang.

" non " panggil Rena.

Adel keluar dari kafe tersebut, sambil berdecak kesal, wajahnya yang tadi sumeringah berubah menjadi cemberut.

" nona tunggu " panggil Rena.

Adek menghentikan langkahnya.

" aku enggak mood, kita cari tempat lain Ren " ucap Adel.

" baik non,... nona mau kemana lagi? " tanya Rena.

Hmm.....

" terserah deh, yang penting gak di sini " jawab Adel.

Rena mengangguk pelan, mencoba menyesuaikan langkahnya dengan Adel yang masih terlihat kesal.

" baik nona, kita cari tempat yang tenang saja " ucap Rena lembut.

Adel menghela nafas panjang, tangannya masih menggenggam tas dengan sedikit erat.

" iya... yang gak ada dia " gumamnya pelan.

Mereka berjalan menyusuri koridor mall, suasananya yang tadi menyenangkan kini seperti kehilangan warnanya bagi Adel, dan Adel pun berusaha untuk menikmati harinya.

***

Sesampainya di apartemen Adel langsung meletakkan barang-barang yang dia beli tadi, rasanya sangat melelahkan Adel duduk di sofa, menarik nafas panjang.

" nona mau minum apa " tanya Rena pelan.

" air dingin aja Ren " jawab Adel, Ia memejamkan matanya sejenak, tiba-tiba terlintas Lucas yang mengabaikannya tadi di kafe.

Tiba-tiba Adel merasa kesal sendiri, Ia membuka matanya, tangannya mengepal erat, lalu memukul bantal sofa yang ada di pangkuannya.

" seketika mood ku hilang, kok dia bisa pura-pura gak kenal " gerutu Adel pelan.

" nona minumnya " ucap Rena tiba-tiba, Ia meletakkan gelas di meja.

" makasih " ucap Adel pelan.

" apa ada yang di butuhkan lagi nona " tanya Rena.

Adel menggelengkan Kepala, Ia mengambil gelas itu lalu meneguknya.

" baik non, kalau begitu saya permisi " ucap Rena.

* Malam pun tiba, Rena sudah pulang kini tinggal dia sendiri, setelah selesai membersihkan tubuhnya.

Adel berjalan menuju ranjang dan duduk di tepinya, Adel membuka paperback yang ada di ranjang.

Satu per satu Adel membukanya, terlihat cantik, mewah tapi terasa hampa, Adel menatap deretan heels dan tas-tas branded satu per satu.

Tapi dia tidak merasa senang, pandangannya kosong.

" harusnya aku merasa senang " cuman Adel.

Adel menghembuskan nafas panjang.

" sudah lah, aku simpan saja " ucap Adel, ia pun merapikannya, menaruhnya di sudut kamar.

Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, Adel menoleh.

Ia segera membuka pintu kamar dan benar saja Lucas, pria itu dengan tenang membuka sepatunya dan memasukkan nya ke dalam rak sepatu, mata Adel mengikuti setiap pergerakan kecil Lucas.

Adel berdiri di samping kamar, tubuhnya bersandar ringan di kusen, matanya tak lepas dari sosok pria itu.

Lucas berjalan masuk tanpa menoleh, seolah tidak menyadari dirinya sedang di perhatikan, Ia melepas jasnya, menggantungnya dengan rapi, lalu melonggarkan dasinya sedikit.

Hening.

Suasana itu kembali kaki seperti biasanya, Adel menggigit bibir bawahnya pelan, ada sesuatu yang ingin dia katakan, tapi egonya menahannya.

" aku kira kamu akan pulang telat lagi " celetuk Adel, dengan nada arogan.

Lucas menoleh.

" apa kamu menunggu ku" tanya Lucas datar dan dingin, wajahnya terlihat lelah.

" tidak... " bantah Adel cepat.

" aku tidak ingin berdebat sekarang " ucap Lucas datar, Ia masuk ke kamar melewati Adel.

Adel menatap punggung Lucas yang berlalu begitu saja melewatinya.

" tunggu... " tahan Adel.

Lucas berhenti, tanpa menoleh.

" ke... kenapa tadi pura-pura gak liat aku " ucap Adel dengan suara yang sedikit meninggi.

Lucas akhirnya menoleh, Ia menatap Adel dengan dingin.

" kamu terlihat tidak ingin melihatku " jawabnya singkat.

Adel terdiam sesaat, jawaban itu tidak seperti apa yang Adel bayangkan.

" jadi kami pikir aku senang di abaikan " balas Adel cepat.

" lebih baik daripada aku membuatmu tidak nyaman " ucap Lucas, Ia menatap Adel lebih lama.

Adel kehilangan kata-kata.

" Apa kamu harus sedingin itu padaku" tanya Adel.

Lucas menghimbau nafas panjang, Ia lalu berjalan mendekati Adel.

Lucas berhenti rapat di hadapan Adel, menatapnya lama.

" sebenarnya apa yang kamu inginkan " tanya Lucas.

Adel terdiam, Ia menatap Lucas dengan penuh kekesalan.

" Aku membiarkanmu menghabiskan ratusan juta, aku juga tidak menuntut kamu menjadi istri yang baik " kata Lucas.

" cara bicaraku memang seperti ini, jadi jika kamu tidak menyukai nya lebih baik diam " lanjut Lucas.

Adel terdiam, kata-kata itu tajam, bukan karena keras, karena seperti batasan yang di tarik dengan jelas.

" Jadi aku harus diam " tanya Adel, suaranya lebih rendah dari biasanya, dan entah kenapa dadanya terasa sesak.

" jika kamu tidak suka caraku, itu pilihanmu " jawab Lucas singkat dan jelas.

Adel menatap Lucas, matanya mulai bergetar bukan karena ingin menangis, tapi karena menahan sesuatu di dadanya.

" kamu pikir aku marah karena kejadian di kafe itu? "

" bukan "

Adel terdiam sesaat.

" aku marah karena kamu dengan jelas mengabaikan aku "

Lucas menatap Adel lebih dalam dan lebih serius.

" kamu salah " ucap Lucas.

Adel menyerinyit.

" Aku hanya tidak tahu harus bersikap seperti apa " lanjut Lucas, Ia memalingkan wajahnya.

" aku tidak bisa tersenyum, seperti adikku "

" aku juga tidak bisa sehangat dia " ucap Lucas.

1
KIM TAMIE
Sosor dia Lucas........sosor Adel .
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Estella🍂: sabar" baru sebulan main sosor aje😭😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut lanjut makin seru thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Sals
lanjutt kak, bikin adel sadar dan suka ke lucas
KIM TAMIE
Lucas : gilaaaaaaaa...jadi begini bentukan bini gue, sexi parah woy 🤩🤩

Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
lov_e: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor , sepertinya lucas itu suka adel tp demi sebuah sesuatu yg akan dicapai jadi dia ambai pd adel
KIM TAMIE
Lucaskah yg datang ???
Reni Anjarwani
suka bgt sama jln ceritanya
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
bagus bgt jln ceritanya doubel up trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
KIM TAMIE
Aelaaaah Lucas..... dedeg gue ma elu 🙄🙄🙄.
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
KIM TAMIE
daaaaan apakah yg akan terjadi selanjutnya ?????
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus adel hempaskan pelakor
KIM TAMIE
good Adel 👍🏻👍🏻
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!