NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Pegunungan Hutan Mati adalah hamparan daratan yang dipenuhi oleh pepohonan raksasa yang telah lama mengeras menjadi batu hitam. Di tengah sebuah kawah tersembunyi, Zhao Xuan duduk bersila dalam keheningan yang luar biasa mencekam.

Di dalam Dantian-nya, Inti Energi Kosmik dari Kunci Asal yang ia curi mengamuk layaknya badai galaksi liar. Enam Roda Bintang milik Zhao Xuan berputar hingga batas maksimal, mencoba merantai dan menyerap energi murni yang melampaui batas fana tersebut. Kulit pucat Zhao Xuan memancarkan urat-urat berwarna perak dan emas, sementara keringat dingin menguap menjadi kabut spiritual sebelum sempat menyentuh tanah.

Meski Zhao Xuan telah menggunakan Roda Ketiadaan untuk menutupi jejaknya, kepadatan energi artefak itu terlalu kuat. Seberkas cahaya tipis menembus langit-langit ketiadaan, memancar lurus ke atas awan merah Dunia Siluman Kuno, layaknya sebuah mercusuar yang meneriakkan kata "Harta Karun Tertinggi" ke segala arah.

Sepuluh tombak di depan tempat Zhao Xuan bermeditasi, Long Chen menarik sebuah garis panjang di atas pasir hitam menggunakan ujung pilar logamnya.

Long Chen berdiri tegap, memunggungi rajanya. Ia memutar lehernya hingga berbunyi gemeretak, lalu menoleh ke arah Su Qingxue yang sedang gemetar memegang sebuah kompas formasi.

"Gunakan mata terataimu itu untuk menyembunyikan hawa keberadaanmu, Gadis Pucat," geram Long Chen, suaranya berat dan dipenuhi Niat Bertarung liar. "Menjauhlah ke tepi kawah. Area ini sebentar lagi akan dibanjiri oleh darah kotor, dan aku tidak punya waktu untuk melindungimu jika kau berdiri terlalu dekat."

Su Qingxue mengangguk cepat, menyadari kultivasi Core Formation Puncak-nya tak lebih dari serangga di medan perang ini. Ia segera memundurkan dirinya, menyatu dengan bayangan pepohonan batu, berdoa kepada langit agar pria raksasa ini bisa bertahan.

Getaran tanah mulai terasa. Kerikil-kerikil batu hitam melompat-lompat pelan.

Dari ufuk timur, awan miasma terbelah. Suara kepakan sayap raksasa dan derap langkah kaki puluhan ribu makhluk menggetarkan lembah.

Seorang Jenderal Siluman baru telah tiba. Ia adalah Jenderal Gagak Besi, penguasa wilayah timur yang terkenal dengan kekejamannya. Kultivasinya berada di ranah Soul Transformation Puncak, selangkah lagi menuju Ascendant!

Ia menunggangi seekor burung bangkai raksasa bersisik logam, memimpin sepuluh ribu pasukan elit Pasukan Sayap Hitam yang bergerak dengan kecepatan angin kencang. Mereka semua tertarik oleh pilar cahaya energi yang bocor dari kultivasi Zhao Xuan.

"Hahaha! Surga Siluman memberkatiku!" raung Jenderal Gagak Besi dari atas tunggangannya. Mata kuningnya yang tajam menatap langsung ke arah kawah. "Pilar cahaya itu... itu adalah resonansi artefak tingkat dewa! Siapa pun yang berani mengambilnya di wilayahku, bunuh dan cincang daging mereka!"

Pasukan siluman itu menerjang turun layaknya air bah hitam, mendarat di mulut kawah.

Namun, langkah mereka terhenti oleh sesosok raksasa bertelanjang dada yang berdiri angkuh, menghalangi satu-satunya jalan menuju pusat pusaran energi tersebut.

Long Chen mengangkat pilar hitamnya, menyandarkannya di bahu kanannya. Mata merah liarnya menyapu puluhan ribu pasukan siluman itu dengan seringai merendahkan.

"Dengar baik-baik, burung-burung jelek," suara Long Chen menggelegar, memancarkan tekanan fisik tingkat Ascendant Menengah yang membuat barisan depan pasukan siluman itu terhuyung mundur. Ia menunjuk garis yang ia buat di pasir hitam. "Ini adalah garis batas kalian. Siapa pun yang berani melangkah melewati garis ini... akan kucabut tulang punggungnya untuk kujadikan tusuk gigi!"

Jenderal Gagak Besi menyipitkan matanya, merasakan tekanan fisik yang aneh dari manusia fana di depannya.

"Fisik yang sangat kuat untuk ukuran serangga fana," dengus Jenderal Gagak Besi, mencabut sebuah tombak panjang bergerigi yang meneteskan racun korosif jiwa. "Tapi kau hanya sendirian, sementara seranganku membelah lautan! Pasukan, giling raksasa bodoh ini!"

Ribuan siluman melolong buas dan menerjang maju serentak. Berbagai serangan sihir Qi, pusaka beracun, dan pedang melesat menutupi langit kawah, mengarah langsung ke arah Long Chen.

Long Chen tidak mundur satu inci pun. Jika ia mundur, gelombang kejut dari serangan-serangan itu akan mengganggu Zhao Xuan yang sedang berada di titik kritis kultivasinya. Satu gangguan kecil saja bisa menyebabkan Dantian Zhao Xuan hancur akibat arus balik energi!

"Seni Fisik Naga Surgawi!"

Long Chen meraung hingga urat-urat lehernya menonjol esktrem. Sisik naga emas meledak menutupi seluruh kulit perunggunya. Ia melebarkan kuda-kudanya, memutar pilar hitamnya dengan kecepatan gila hingga membentuk dinding angin puting beliung.

KABOOOOOM! BLAAAAAM! TRANG! TRANG!

Ribuan serangan itu menghantam Long Chen secara bersamaan!

Ledakan energi menyilaukan mata. Asap dan debu menelan posisi sang Raksasa Naga. Pasukan siluman bersorak, yakin bahwa tidak ada makhluk di bawah ranah dewa yang bisa selamat.

Namun, ketika debu menipis, tawa buas kembali bergema dari dalam kawah.

Long Chen masih berdiri di sana. Kedua kakinya tertanam hingga sebatas lutut di dalam pasir hitam. Kulit perunggunya dipenuhi puluhan luka sayatan, dan darah emas menetes dari sudut bibirnya, namun tidak ada satu pun serangan yang berhasil melewati garis batas yang ia buat!

"Serangan kalian sama lemahnya dengan gigitan nyamuk!" Long Chen meludah darah bercampur tanah, matanya menyala semakin terang. Kehausan pertarungan dan kesetiaan mutlak membuat rasa sakitnya berubah menjadi tenaga.

"Sekarang giliranku!"

JDHUUM!

Long Chen melompat dari lubang pasirnya, melesat ke udara layaknya peluru meriam. Ia tidak menggunakan Qi sama sekali, murni mengandalkan daya ledak otot kakinya. Ia mendarat tepat di tengah barisan pasukan siluman, langsung menghantamkan pilarnya ke tanah!

BLAAAAAASH!

Retakan tanah selebar lima tombak menyebar, menelan ratusan prajurit siluman ke dalam tanah. Long Chen mengayunkan tinju dan pilarnya layaknya dewa perang yang kehilangan akal. Setiap ayunannya meremukkan puluhan tubuh, memercikkan hujan darah siluman ke udara.

Melihat pasukannya dibantai layaknya rumput yang dipotong, Jenderal Gagak Besi mengamuk.

"Manusia keparat!" Jenderal itu melompat dari burung tunggangannya, menerjang maju dengan kecepatan Soul Transformation Puncak. Tombak beracunnya menembus udara, mengincar lurus ke arah jantung Long Chen!

Long Chen yang sedang dikepung dari segala arah menyadari serangan mematikan itu. Namun, jika ia menghindar ke samping, tombak energi itu akan terus melesat dan menghantam posisi meditasi Zhao Xuan di belakangnya.

"Sialan!"

Long Chen mengertakkan gigi. Alih-alih menghindar, ia membuang pilar hitamnya dan menggunakan kedua telapak tangannya yang berlapis sisik naga untuk menangkap mata tombak tingkat tinggi tersebut secara langsung!

ZRAAAASH!

Gesekan antara sisik naga surgawi dan pusaka siluman menciptakan percikan api yang menyilaukan. Momentum serangan dari seorang Soul Transformation Puncak itu sangat luar biasa, mendorong tubuh Long Chen mundur ke belakang!

Tanah berderit keras saat kedua kaki Long Chen terseret mundur, membuat dua parit panjang di atas pasir hitam.

"Mundur, serangga!" raung Jenderal Gagak Besi, menambah dorongan Qi ke dalam tombaknya. Racun jiwa yang sangat busuk mulai merayap dari mata tombak, mencoba membakar meridian di telapak tangan Long Chen.

Long Chen terbatuk memuntahkan seteguk darah emas lagi. Otot lengannya robek, memperlihatkan tulang yang bersinar keemasan. Ia terus terseret mundur... satu tombak... dua tombak... hingga akhirnya tumitnya menyentuh tepat di garis batas yang ia buat di awal pertarungan.

Jika ia mundur selangkah lagi, ia akan melanggar janjinya sendiri pada rajanya.

Mata Long Chen terbelalak lebar. Sisa-sisa kebuasannya meledak.

"AKU BILANG... TIDAK ADA YANG BOLEH MELEWATI GARIS INI!"

KRAAAAAAAK!

Dengan satu raungan yang menggetarkan langit, Long Chen mengerahkan kekuatan fisik murni yang melampaui batas hidupnya. Ia memelintir tombak raksasa itu hingga pusaka tingkat tinggi itu bengkok dan akhirnya patah menjadi dua!

Jenderal Gagak Besi terbelalak tak percaya. Pusaka andalannya dipatahkan dengan tangan kosong?!

Sebelum sang Jenderal sempat bereaksi, Long Chen mengayunkan tinju kanannya yang berlumuran darah lurus ke wajah sang Jenderal!

BAM!

Wajah Jenderal Gagak Besi penyok. Tubuhnya terpental terbang ke belakang sejauh ratusan tombak, menghancurkan belasan pohon batu hingga rata dengan tanah.

Pasukan siluman terdiam membeku dalam horor. Penguasa wilayah timur mereka baru saja ditinju hingga terbang oleh manusia yang terluka parah?!

Long Chen berdiri terengah-engah. Darah emas menutupi nyaris seluruh tubuhnya. Fisiknya yang setara Ascendant telah mencapai batas toleransi kerusakan akibat menahan ribuan serangan berturut-turut dan racun jiwa secara langsung. Lututnya bergetar, pandangannya mulai kabur.

Namun, ia tetap berdiri tegak layaknya gunung pelindung yang tak tertembus.

"Majulah..." suara Long Chen melemah, namun Niat Bertarungnya justru semakin pekat, mengintimidasi puluhan ribu sisa pasukan itu agar tidak berani mendekat. "Selama aku... masih bernapas... tidak ada yang menyentuhnya..."

Jenderal Gagak Besi yang berlumuran darah merangkak keluar dari reruntuhan kayu batu. Wajahnya hancur separuh, namun amarahnya mencapai puncaknya.

"Raksasa keras kepala! Kau sudah kehabisan tenaga! Pasukan! Serang bersama-sama! Cincang dia sampai menjadi debu!" raung sang Jenderal, memanggil sisa Qi di Dantiannya untuk meluncurkan satu pukulan pamungkas.

Long Chen menyeringai lemah. Ia mengepalkan tinjunya yang gemetar, bersiap membakar Esensi Darah Naganya untuk meluncurkan pukulan terakhir, bersiap mati demi melindungi punggung rajanya.

Namun... tepat pada detik berikutnya ketika puluhan ribu siluman itu menerjang maju...

ZRAAAAPP!

Pilar cahaya kosmik yang sejak tadi memancar dari belakang Long Chen mendadak lenyap!

Bukan perlahan memudar, melainkan langsung tertelan oleh sebuah kegelapan yang luar biasa pekat. Udara di seluruh lembah itu tersedot habis. Suara lolongan angin, derap langkah pasukan siluman, dan bahkan detak jantung Long Chen seolah terhenti oleh sebuah tekanan mutlak.

Waktu terasa membeku.

Di atas langit Hutan Mati, awan miasma merah terkoyak, memperlihatkan hamparan ruang hampa yang dihiasi oleh tujuh bintang raksasa yang menyusun sebuah konstelasi tiran yang menentang surga.

Di dalam kawah, di belakang punggung Long Chen yang terluka parah, sesosok pemuda berjubah hitam perlahan bangkit berdiri.

Mata Zhao Xuan terbuka.

Kedua bola matanya tidak lagi memancarkan ketiadaan, melainkan memancarkan sebuah pencerahan dari tujuh pusaran galaksi yang berputar di dalam pupilnya.

Roda Bintang Ketujuh... telah terbuka!

Zhao Xuan telah melangkah menembus batas baru. Auranya tidak lagi liar, melainkan sepi dan absolut layaknya sang maut itu sendiri.

Zhao Xuan melangkah maju, melewati garis batas yang dipertahankan mati-matian oleh Long Chen. Ia melirik sekilas ke arah sahabatnya yang berlumuran darah dengan mata yang memancarkan kengerian yang tertahan.

"Kau menepati janjimu dengan baik, Saudaraku," bisik Zhao Xuan lembut, menepuk bahu raksasa itu, seketika mengalirkan Qi murni yang langsung menghentikan pendarahan Long Chen. "Istirahatlah. Biar aku yang membuang sampah-sampah ini."

Zhao Xuan mengalihkan pandangannya ke arah puluhan ribu pasukan siluman dan Jenderal Gagak Besi yang kini mematung di tempat, jiwa mereka menjerit histeris merasakan datangnya akhir zaman.

Zhao Xuan mengangkat satu jarinya, dan menunjuk ke arah lautan musuh itu dengan wajah datar yang mematikan.

"Seni Bintang Ketujuh: Titah Pemusnahan."

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!