NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa sakit?

"Berhenti membual!"

Suara bariton itu menggelegar, memutus penjelasan anak buahnya yang terbata-bata. Pria itu berdiri di tengah ruangan yang remang, wajahnya memerah karena amarah yang meluap. "Menyamar? Apa kalian pikir ini film detektif?! Semua orang di perusahaan tahu dia itu Zo, sepupu si cacat itu. Jika kalian memang tidak becus bekerja, akui saja!"

Prang!

Sebuah gelas kristal meluncur deras ke dinding, hancur menjadi serpihan tajam di lantai. Napas pria itu memburu. Ia melangkah maju, mempersempit jarak hingga ujung sepatunya menyentuh lutut anak buahnya yang sedang berlutut gemetar.

"Aku tidak butuh alasan sampah, aku mau kalian susun rencana baru. Habisi Zo secepatnya. Selama anjing penjaga itu masih bernapas, kita tidak akan pernah bisa menyentuh si cacat. Tapi begitu Zo lenyap..." Ia mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih dan gemetar. "...aku sendiri yang akan memastikan si cacat itu membusuk di tanah. Kali ini, tidak akan ada kegagalan kedua."

"B-baik, Tuan. Segera kami laksanakan."

 ***

Karena Adira bersikeras ingin mengobati luka Zo, pria itu akhirnya memilih diam tidak lagi menghalanginya. Zo melangkah masuk ke dalam sebuah rumah minimalis yang tertata rapi. Meski ukurannya tidak terlalu luas, interiornya tampak mewah dengan barang-barang berkelas yang tersusun indah di setiap sudut.

Zo memasuki kamar, lalu dengan gerakan sigap mengambil kotak P3K. Tanpa membuang waktu, ia langsung merobek kemeja putihnya yang telah bersimbah darah. Seketika itu juga terlihat badan kekarnya yang menggoyahkan kaum hawa. Ia menyiramkan cairan antiseptik ke luka tembak di bahunya guna membunuh kuman.

"Argh!" Zo meringis tertahan. Wajahnya seketika memucat. Keringat dingin membasahi dahi saat rasa perih yang luar biasa menusuk hingga ke tulang.

Tiba-tiba, Zo mengambil gunting kecil dan penjepit medis, lalu menyodorkannya ke arah Adira. Matanya menatap tajam wanita itu di tengah rasa sakit yang menderanya.

"Kau bilang ingin membantuku, bukan? Keluarkan peluru di bahuku sekarang," ucapnya datar, menatap Adira yang masih mematung di ambang pintu kamar.

Adira terpaku. Ia merasa bingung sekaligus ngeri. Ia sama sekali tidak memahami prosedur medis, apalagi harus berhadapan dengan darah sebanyak itu. Sebenarnya, Adira memiliki trauma mendalam sejak kematian Anisa; ingatan tentang darah selalu membuatnya menggigil.

Namun, karena telah berjanji dan merasa berutang nyawa, Adira tidak punya pilihan lain.

Ia memilih bersimpuh dengan lutut di lantai karena Zo duduk di bawah untuk menyejajarkan posisi mereka. Hal itu ia lakukan agar lebih mudah baginya untuk mengeluarkan peluru dari bahu Zo.

Dengan tangan bergetar, ia menerima alat medis dari tangan Zo.

"A-apa yang harus saya lakukan?" tanya Adira gugup, menatap ngeri pada luka terbuka yang masih mengalirkan darah itu.

"Apa lagi yang ingin kau lakukan selain mengeluarkan peluru itu dari bahuku?" jawab Zo dengan nada dingin khasnya, tanpa menoleh sedikit pun.

Adira menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan untuk menenangkan diri. Kenapa aku harus selalu berhadapan dengan orang sedingin es seperti mereka? batinnya kesal. Padahal niatnya tulus karena merasa berutang budi, tetapi sikap pria itu benar-benar menguji kesabarannya.

Wanita itu mulai berusaha mengeluarkan timah panas itu dengan penuh kehati-hatian, ia menggunakan ujung alat medis itu untuk mencari peluru yang bersarang di otot bahu Zo.

Zo terlihat menegang menahan rasa sakit. Namun, ia tetap terlihat tenang membiarkan Adira melakukan tugasnya.

"Ini... ternyata sedikit sulit," gumam Adira pelan, namun suaranya masih tertangkap jelas oleh indra pendengaran Zo.

"Kau bilang ingin membantu, kan? Lakukan saja sampai bisa," sahut Zo pendek.

Adira menjadi sangat fokus. Matanya menyipit, tangannya bergerak sepresisi mungkin agar tidak semakin melukai Zo. Karena terlalu berkonsentrasi, ia tidak menyadari bahwa posisinya kini sangat dekat dengan tubuh pria itu. Napas hangat Adira sesekali menyapu kulit bahu Zo yang dingin.

"Apa sakit?" tanya Adira sambil mengangkat pandangannya.

Tepat saat itu, bola matanya bertemu dengan mata Zo yang tengah menatapnya dalam diam. Jarak mereka begitu dekat, hingga embusan napas satu sama lain pun terdengar jelas di keheningan kamar itu.

1
Sayekti 0519
malas LG bc nya JD ribet , Emos
made suarti
lanjutin dong kak
Damlina 1995
kok gak up2 lagi episode selanjutnya
Emi Sudiarni
iya jdi ngah hebat. akan jdi rumit..
Salsabilah: makasih udah mampir 🥰
total 2 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong up nya
Damlina 1995
up lagi dong eps berikut nya, kalau bis a up sebanyak nya
Damlina 1995
kok belum up lagi cerita nya udah gak sabar ini baca bab selanjutnya
Sari ati
jangan biarkan prosesnya berhasil thor, masak jadinyan anak pras thor
Salsabilah: 😅😅😅 mudah2han nggak jadi🤧
total 1 replies
partini
dasar Arlan PA lebih enk secara alami lebih aman pula ga plus pakai drama murahan pakai ganti oleh musuh-musuh mu aduhh lan lan🤦
partini
busettt dah karena harta Ampe kaya gitu,,nyata ada sih saling bunuh gara" harta. masa di obok" laki"lain Thor menjijikan dong
partini: iya tau Thor ,yg wanita sel telur juga bisa
total 5 replies
partini
jangan di bikin methong sutra dong Thor
Salsabilah: sungguh terlalu 🤧🤧🤧
total 3 replies
Azka Putra
kenapa upnya sekarang lama thorrrr. sedikit pula. nggk kyak pertama kali
Salsabilah: lagi sibuk banget say🤧 insyaallah, malam lagi baru ada kelanjutannya.
total 1 replies
kartini aritonang
yaaa tuhaan. ternyata sutra juga jadi korban . semoga arlan bisa membongkar misteri kematuan anisa , agar dendamnya tidak salah alamat. lanjut thor
Salsabilah: ok say😊😊😊😊
total 1 replies
partini
ahhh sperti itu,,aihhh ini orang pintar sekali Arlan aja ga atau kalau dia itu musuh yg asli Weh Weh
Salsabilah: 🤧🤧🤧🤧 bener
total 1 replies
kartini aritonang
jadi penasaran, siapakah sebenarnya yang dudah membunuh anisa, sutra atau sebastian
Salsabilah: part berikutnya kak🥰 jangan lupa support ya kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Ternyata di balik kematian Anisa ada seorang saudara tiri yg licik
Salsabilah: 😥😥😥 benar kak
total 1 replies
Damlina 1995
lanjut lagi dong 🙏
Salsabilah: sudah update say🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
ohh di tahan toh, kapan flashback nya Thor
Salsabilah: update berikutnya say
total 1 replies
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!