Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.
Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.
Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 – PERJALANAN KE SEKTE LAIN
markas sekte ketika Nam Ling memutuskan untuk menjalankan rencana yang sudah ia pikirkan selama beberapa hari. Setelah kejadian penghianatan dan pertempuran di arena, ia merasa perlu untuk memperluas wawasan – tidak hanya bergantung pada pengajaran Master Liya atau kekuatan Pedang Abadi sendiri.
“Master Liya,” ucap Nam Ling dengan suara tegas sambil menghadap sosok wanita cantik yang sedang merawat tanaman obat di halaman tengah markas. “Aku ingin pergi ke sekte lain – sekte Valerius yang terletak jauh di kaki pegunungan Utara. Mereka dikenal sebagai penjaga kekuatan kuno yang jarang sekali muncul di permukaan.”
Master Liya mengangguk perlahan, memahami niat Nam Ling. “Baiklah, Nam Ling. Perjalananmu akan membawamu pada pengetahuan baru yang tidak bisa kamu dapatkan di sini. Jangan lupa bahwa setiap sekte punya cara sendiri untuk melindungi wilayah mereka.”
Pada hari berikutnya, Nam Ling memulai perjalanan sendirian dengan membawa bekal dan Pedang Abadi yang selalu siap. Jalan menuju sekte Valerius tidaklah mudah – ia harus melewati hutan belantara yang penuh dengan makhluk gaib yang masih menjaga wilayah mereka. Ia menghindari serangan makhluk kecil dengan gesit, menggunakan energi dari pedangnya untuk membentuk pelindung tipis yang menyelamatkan dirinya dari bahaya yang tak terduga.
Setelah beberapa hari berjalan, ia akhirnya tiba di gerbang sekte Valerius. Pagar batu besar yang menjaga pintu masuk terlihat megah dengan ukiran naga yang mengelilinginya. Para penjaga segera menghadanginya dengan senjata tipis yang menyala cahaya kebiruan.
“Siapa kamu dan tujuanmu datang ke sini?” tanya salah seorang penjaga dengan suara yang tegas dan tidak ada kompromi.
“Aku adalah Nam Ling dari sekte Liya,” jawabnya dengan penuh rasa hormat. “Aku datang untuk belajar dan mencari tahu rahasia kekuatan kuno yang kamu jaga selama berabad-abad.”
Setelah beberapa saat berbicara, mereka akhirnya mengizinkan Nam Ling masuk. Di dalam markas sekte Valerius, ia melihat banyak hal yang belum pernah ia temui – mulai dari ruangan belajar yang penuh dengan buku kuno hingga alat-alat khusus yang digunakan untuk mengendalikan energi alam. Mereka mengajarkan cara baru untuk menyatu dengan kekuatan bumi, bukan hanya mengendalikannya seperti yang biasa dilakukan oleh sekte Liya.
“Sekte kita punya cara sendiri untuk menjaga keseimbangan,” ucap pemimpin sekte Valerius, seorang pria tua dengan janggut putih panjang. “Kita tidak pernah menggunakan kekuatan untuk menyerang, melainkan hanya untuk melindungi wilayah yang kita jagakan.”
Nam Ling dengan senang hati belajar dari mereka. Ia mengamati setiap gerakan dan mantra yang mereka ucapkan, mencoba mengaplikasikannya pada diri sendiri. Setelah beberapa hari belajar bersama, ia merasa bahwa pengetahuannya semakin luas dan kuat.
Pada malam hari sebelum pulang, pemimpin sekte Valerius memberikan sebuah batu kecil berbentuk bintang sebagai tanda persahabatan. “Bawa ini sebagai ingatan bahwa setiap sekte punya peran penting dalam menjaga alam semesta.”
Nam Ling menerima dengan rasa hormat, lalu memulai perjalanan pulang ke markas sekte Liya. Saat tiba di markas, Master Liya dan semua anggota sekte sudah menunggu dengan senyum hangat. Mereka berkumpul di halaman tengah untuk mendengar cerita perjalanan Nam Ling dan apa yang ia pelajari dari sekte lain.
“Setiap sekte punya cara sendiri untuk melindungi wilayah mereka,” ucap Nam Ling sambil menunjukkan batu yang diberikan sekte Valerius. “Bersama kita bisa menjaga kedamaian yang sudah kita bangun dengan susah payah ini.”
Master Liya tersenyum hangat. “Kita akan selalu terbuka untuk belajar dari siapapun, karena itulah esensi dari kekuatan yang sebenarnya.”
Semua orang bersorak meriah, menyadari bahwa persatuan antar sekte adalah kunci utama untuk menjaga kedamaian yang abadi di seluruh wilayah yang mereka jaga bersama.