NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Mansur ngompol

Pagi hari ketika para warga mulai keluar dari rumah untuk memulai aktivitas seperti biasa, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa di kandang kambing milik Pak Agus yang ada di bagian paling ujung telah terbujur mayat dengan keadaan kaku, tentu saja mereka tidak menyangka bahwa pria tua itu telah meninggal dunia dengan cara yang mengerikan.

Namun dengan posisi itu maka sudah pasti para warga akan dengan sangat mudah menemukan keberadaan dia, karena kandang kambing yang ada di desa ini memang sengaja dibuat berjejer agar bau dari kotoran hewan tersebut tidak kemana-mana dan tidak mengganggu orang yang tidak memiliki kambing di sini.

Jadi ketika nanti salah satu warga yang memiliki kambing melihat peliharaan mereka maka sudah pasti akan menemukan Pak Agus yang sudah terbujur itu, Arifin juga memiliki kambing dan dia seperti biasa setiap pagi akan memberikan makanan terhadap kambing tersebut agar mereka jangan sampai kelaparan dan saat siang hari baru menggembala di padang rumput.

Bila terlalu pagi juga tidak mungkin karena kambing tidak menyukai tempat yang basah, setelah matahari muncul maka para warga pasti akan mengambil kambing milik mereka dan membawa para kambing itu untuk memakan apa saja yang ada di halaman sana, tidak akan tertukar juga dengan yang lain karena mereka telah menandai kambing tersebut.

Arifin segera menuju kandang kambing itu karena di sana dia bisa melepaskan beban yang selama ini tersimpan di dalam hati, sebab sejujurnya kematian Laila begitu mengguncang perasaan pria ini dan dia lebih banyak diam, namun dibalik sifat diam itu dia banyak mengadu kepada Allah.

"Aduh mereka sangat berisik sejak tadi malam namun aku malas saja untuk melihat di kandang ini." Arifin sengaja membawa rumput cukup banyak untuk para kambing tersebut.

"Kalau saja tidak ada tragedi seperti itu maka aku juga tidak akan percaya, namun mau bagaimana lagi karena memang sudah terjadi dan itu pada Laila." ujar Arifin seorang diri.

Walau selama ini dia diam saja dan tidak pernah mengiyakan apa yang di katakan oleh para warga, namun sejujurnya Arifin sedikit percaya dengan omongan para warga tersebut ketika mereka semua mengatakan bahwa Mirasih telah menjadi arwah gentayangan, hanya saja dia masih menghargai perasaan Hamdan dan Narti.

Jadi Arifin sengaja memilih untuk diam dan bungkam tanpa mengungkit bagaimana kematian Laila, meski begitu dia juga masih menyimpan rasa takut di dalam hati ketika sekarang desa semakin tidak karuan dengan kabar yang beredar bahwa setiap malam arwah Mirasih pasti akan datang untuk membantai semua orang yang ada di desa ini.

"Maaf ya tadi malam aku tidak bisa keluar karena takut juga." Arifin mengelus kepala kambing yang ada di dalam kandang.

Mbeeeeek.

"Nah ini makan yang banyak, lapar kalian tadi malam." ujar Arifin seperti berbicara kepada manusia.

"Maaf ya aku tidak bisa keluar karena tadi malam terasa begitu mencekam." sambung Arifin kembali.

Para kambing tersebut segera diam sambil menikmati rumput yang telah di berikan oleh Arifin, lama Arifin terdiam di kandang itu dan ketika dia akan bergegas pergi dari sana maka hidung pria ini mencium bau amis yang tidak terkira, Arifin menoleh untuk memastikan itu bau apa karena terasa pekat di hidung dia.

"Bau apa ini?" Arifin mengusap hidung nya yang mancung.

"Apa ada bangkai ya, kok bau nya amis campur gimana!" Arifin bergegas mendatangi sumber bau itu.

"Tunggu, kenapa aku merasa tidak asing dengan bau yang sedang aku cium sekarang." Arifin terpaku di tempat karena dia merasa seperti pernah mencium aroma ini.

Ya ini adalah bau darah seperti ketika dia baru mendatangi dapur untuk menemukan jenazah Laila saat itu, kini justru terulang lagi sehingga perasaan Arifin semakin tidak karuan, ada rasa takut dan juga ada rasa cemas di dalam hati ini namun kaki pria ini tetap melangkah untuk memastikan sumber bau tersebut.

"Ya Allah!" Arifin menjerit karena dia menyaksikan lagi apa yang telah dia lihat seperti kemarin.

"Ada apa, Fin?" Mansur berlari karena dia mendengar Arifin berteriak.

"I..ini." Arifin menunjuk sebujur tubuh yang terbaring di atas tanah.

"Innalillahi." Mansur juga terpana setelah melihat jenazah Agus yang terbujur begitu saja.

Kedua orang ini hanya bisa terdiam sesaat karena sama sekali tidak menyangka bahwa Pak Agus juga akan mengalami nasib buruk seperti ini, Arifin menduga bahwa kemungkinan besar Agus keluar dari dalam rumah karena dia mendengar suara berisik dari kambing tersebut sehingga dia memutuskan untuk melihat dan sekarang justru mengalami nasib seperti ini.

Andai saja saat ini mereka masih memiliki nyali dan punya tenaga maka ingin sekali rasanya berlari untuk memberitahu kepada Pak RT dan kepala desa, namun tubuh mereka lemah sehingga tidak bisa untuk bergerak atau bahkan meminta tolong kepada orang lain, mungkin karena begitu kaget sehingga sama sekali tidak memiliki tenaga.

Arifin juga walau pernah mengalami hal seperti itu namun dia tetap saja terlihat syok, orang biasa pasti akan sangat ketakutan melihat keadaan Agus saat ini, sebab seluruh jeroan yang ada di dalam tubuh dia terkeluar dan pasti terlihat begitu menyeramkan untuk di pandang mata sehingga wajar saja bila mereka ketakutan.

"Ak..aku gemetar, Fin." Mansur memang gemetar tidak karuan sekarang.

"Lah kau ngompol begitu malahan." teriak Arifin melihat Mansur.

"Ya gimana lagi karena aku memang sangat ketakutan melihat mayat seperti ini." Mansur menangkap bagian bawah Karena dia sudah ngompol.

"Gila, ini tidak bisa bergerak malah kau tambah ngompol begini." Arifin jadi kesal dan juga ada rasa ingin tertawa.

Mansur sendiri sudah hilang rasa malu di dalam diri karena saat ini rasa takut jauh lebih besar di dalam hati, ini kalau nanti ada banyak orang yang datang pun pasti Mansur juga tidak akan merasa malu karena dia wajar saja mengalami hal seperti.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
liat tuh dukun yang katanya sakti aja modar ...gak percaya sih sok2an julid ke purnama
Apriyanti
lanjut thor 🙏
K & T K & T
MET mlm Bess..
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
Nurr Tika
masih penasaran siapa yang bunuh mirasih
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!