NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Nasional

Tak terasa sudah 3 tahun Vanya menghabiskan waktu nya di jenjang SMP. besok adalah hari pertama ujian nasional tingkat SMP di mulai. Vanya, Nana, Irgi serta teman teman Vanya yang lain berkumpul hanya untuk memenangkan pikiran dan berdoa bersama untuk kelancaran UN besok.

"Van, dapet ruangan berapa?" tanya Nana

"tiga Na, kamu dapet ruangan berapa?"

"dua"

"pisah dong kita" Vanya sedikit sedih mendengar nya ia ingin sekali satu ruangan dengan semua teman dekat nya.

"ya mau gimana, yang penting kan masih bisa berangkat sama pulang bareng"

"Iya ya" senyum manis itu tak pernah pudar sedikit pun dari wajah Vanya.

Nana merasa Cinta nya untuk Vanya tak pernah berkurang sedikit pun, kata orang Cinta pada masa remaja itu hanya sekedar main main paling lama hanya akan bertahan 3 bulan saja. tapi Nana berhasil membuktikan kalau Cinta remaja juga bisa serius, ia berhasil mempertahankan hubungan nya dengan Vanya lebih dari 1 tahun bahkan rasa cinta nya pun tak pernah berkurang, setiap hari ia merasa cinta nya ke Vanya semakin bertambah.

begitu pula dengan Vanya, ia seperti menemukan rumah baru di hidup nya, Nana adalah sosok laki laki yang ia sayangi setelah papah dan abang nya. Nana selalu bisa membuat nya nyaman, selalu bisa membuat nya merasa di hargai dan di hormati. Nana selalu menjadi penyemangat untuk Vanya. Vanya tak harus berpura-pura menjadi seorang princess di depan Nana, tak harus tampil feminim, tak harus makan sedikit dan pelan pelan, juga tak harus menggunakan make up tebal di depan Nana.

Di titik ini Vanya dan Nana merasa yakin kalau tak akan ada yang bisa memisahkan mereka. tanpa mereka sadari perjalanan mereka masih panjang.

...☘️☘️☘️...

Vanya berhasil menyelesaikan ujian nya dengan lancar. ia tak tahu hasil nya akan seperti apa, karna pada hari kedua ujian nasional ia sempat sakit dan membuat nya tak bisa fokus mengerjakan ujian.

Nana tak selalu mendampingi Vanya yang terlihat sangat kelelahan setiap kali selesai ujian.

"kamu beneran gak papa Van?" Nana bertanya dengan nada khawatir. ia sudah memperhatikan Vanya selama 3 hari, sepertinya kondisi Vanya semakin melemah.

"aku gak papa kok Na, Nanti aku minta mamah manggil dokter Rayan kerumah" Vanya mencoba menenangkan Nana. jujur saja ia juga merasa kondisi kesehatan nya menurun belakangan ini. mungkin ini faktor kelelahan dan stress menghadapi ujian nasional. bukan kah itu hal yang wajar, tapi mengapa semua orang bersikap berlebihan kepada Vanya.

"yaudah ayo pulang aku temenin kamu di rumah sampe dokter Rayan dateng"

"iya ayo"

Vanya dan Nana memilih untuk menonton Netflix sambil menunggu orang tua Vanya dan dokter Rayan datang. tak lama, Raka pulang dan langsung bergabung dengan Vanya dan Nana.

"Dari mana bang?" Tanya Vanya yang menyadari kehadiran abang nya di samping nya.

"Dari rumah temen ngerjain tugas"

"udah makan Van, Na? "

"belom bang, Vanya gamau makan tuh"

"Kamu pucet banget Van, kamu gak papa? " tanya Raka yang kaget saat mata nya melihat wajah Vanya.

"Gak papa bang, ini aku juga udah minta mamah panggil dokter Rayan kok tenang aja. paling aku kecapekan doang" lagi lagi Vanya mencoba menenangkan orang orang di sekitarnya.

"abang masakin nasi goreng ya kalian makan dulu"

"iya, makasih ya abang akuh" Vanya mencubit pipi Raka pelan.

"gue bantu bang" Nana yang tak tega melihat Raka yang baru pulang sudah harus masak untuk nya dan Vanya mencoba membantu tapi seperti biasa Raka akan selalu menolak bantuan dari nya.

"gausah Na santai aja"

"Ga capek bang kalo sendiri?"

"Nasi goreng doang Na, ga bakal bikin gue kejang kejang kok hahaha. " ya seperti itu lah Raka selalu menolak dengan candaan agar orang orang di sekitar nya tak merasa sedih.

"okay"

Nana kembali menonton Netflix dengan Vanya, sesekali ia menoleh ke arah Raka hanya untuk memastikan semua aman.

"ayo makan udah mateng nih" Raka kembali dengan 2 piring nasi goreng di tangan nya.

"Na tolong ambilin minum di kulkas sama gelas nya"

"iya bang"

Nana dan Raka kembali ke dapur, Raka kembali mengambil sepiring lagi nasi goreng untuk nya dan Nana mengambil minuman. sedangkan Vanya, ia sudah menikmati makanan nya. dirumah nya ia selalu mendapatkan perlakuan seperti itu. tak heran banyak teman nya yang iri pada nya, apalagi sekarang Nana juga memperlakukan dengan sangat baik. kehidupan Vanya terlihat sempurna dari luar.

Nana, Vanya dan Raka menikmati makanan sambil menonton Film horor yang sebenarnya tak begitu seram dan tak lama pagar rumah terdengar di buka.

"papah sama mamah pulang kayanya" Raka mencoba menebak, tapi tak ada satu pun diantara mereka bertiga yang berniat untuk bangun dan mengecek langsung siapa yang datang.

pintu terbuka, dan benar saja Danu masuk sambil berbincang dengan dokter Rayan sedangkan Ratih di belakang nya sibuk meminta bantuan pak Agus untuk menurunkan makanan dari dalam mobilnya.

"loh udah pada makan, mamah baru bawain makanan" kata Ratih yang melihat anak anaknya sedang sibuk menghabiskan makanan di depan TV.

"nanti abang makan lagi mah, ini tadi masak nasi nya cuma dikit kok, Nana juga pasti masih laper, Ya kan Na" Raka menepuk pelan bahu Nana untuk memberi kode ke Nana.

Sebenarnya mereka sudah sangat kenyang, Raka tadi memasang Nasi dengan porsi yang sangat banyak. tapi melihat wajah Ratih yang sudah antusias membawakan makanan untuk mereka itu membuat Raka tak tega menolak nya.

"ah iya tante, Nana juga masih laper ini" syukur nya Nana memahami maksud Raka.

"iya mah taro sini aja nanti juga di abisin kok" kata Vanya yang juga tak tega melihat wajah mamah nya yang hampir kecewa.

"oke mamah taro sini ya" wajah Ratih langsung tersenyum mendengar jawaban anak anak nya.

Ratih menaruh 3 kotak ayam goreng di meja tepat dihadapan Raka, Nana, dan Vanya yang membuat ketiga nya terdiam menatap kotak ayam tersebut.

bagaimana nasib perut mereka, jika mereka tetap harus menghabiskan makanan itu semua pasti perut mereka akan meledak.

"gimana nih kenyang banget lagi" Raka menoleh kearah adik adik nya.

"kenyang banget aku bang" kata Vanya yang bahkan sudah tak sanggup menghabiskan nasi goreng di piring nya.

Nana hanya terdiam ia memikirkan cara nya. sampai akhirnya ia mendapatkan ide brilian.

"bang kita ganti aja box nya pake kertas nasi atau plastik dulu trus taro tas gue aja, nanti pas pulang gue kasih orang biar ga ketauan"

"pinter, pantes Vanya klepek-klepek sama lo" Raka langsung bangun dan mencari plastik di dapur.

"dih apa sih abang" Vanya tersipu malu mendengar ucapan Raka barusan. Nana tersenyum melihat Vanya yang tersipu malu. sudah 2 tahun berpacaran tapi Vanya tetap malu jika ada yang menggoda nya.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!