NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 03

TANGGUNGJAWAB DAN JANJI

.

.

.

Mansion de Santos

Di sisi lain kota, saat langit semakin gelap, suasana berbeda sepenuhnya. Mansion megah milik keluarga de Santos berdiri kokoh, dingin, dan penuh rahasia.

Langkah kaki berat menggema di lantai marmer.

Lorenzo— pria yang angkuh dan terkenal ditakuti oleh penghuni mansion tersebut, ia berjalan masuk tanpa menoleh pada siapa pun.

Matanya dingin.

Dan tanpa peringatan ia menghampiri mereka yang tengah berbincang senang di ruang tengah—

Brughh!

Tinju kerasnya menghantam wajah seseorang. Seorang pria bernama Matteo de Santos yang terhuyung ke samping, jatuh hampir tersungkur hingga sudut bibirnya berdarah.

“Apa—” ia menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. “Kau gila?!”

“Lorenzo!” Monica berdiri, wajahnya berubah tegang. “Apa yang kau lakukan?!” tegas wanita paruh baya itu menatap marah ke putra tirinya.

Adriana terdiam di sudut, sementara seorang wanita di samping Matteo mundur ketakutan.

Lorenzo tidak menjawab langsung.

Ia menatap Matteo dengan dingin. “Kau baru saja menyeret nama keluarga ini kembali ke daftar polisi.”

Matteo mengernyit dan berpaling kesal.

“Apa yang kau katakan?” kesal Monica seolah tak terima bila putra kandungnya dituduh tanpa alasan yang benar.

“Dia memperkosa seorang wanita, dan entah apa yang terjadi jika sampai wanita itu hamil kali ini.” tegas Loren yang menatap mereka dengan marah.

Mendengar itu, Monica, Adriana yang merupakan adik sepupunya Loren dan Matteo serta kekasih baru Matteo pun terkejut.

Ruangan itu seketika sunyi.

Wajah Matteo berubah. Monica menarik napas tajam, menoleh ke Matteo dan menatap tajam namun pria itu tak berani menatapnya balik. “Menjijikkan.” gumam Monica menahan emosi dan masih menatap elegan.

Sedangkan kekasih Matteo mulai menangis dan pergi, sementara Adriana hanya diam dan tak suka dengan sikap Matteo.

“Sekarang siapa yang buruk?” tanya Loren menatap remeh ke Monica yang selalu mengagumi anaknya itu.

“Itu hanya kesalahan, aku hanya terlalu mabuk dan— ”

“Diam saja, Matteo.” kata Monica pelan namun tegas.

Wanita berambut pendek keriting gantung itu menatap Lorenzo dengan angkuh dan dagu terangkat. “Jika kau menganggap de Santos penting, maka kau yang bertanggung jawab atas kasus ini, Loren.”

Lorenzo tersenyum tipis mendengarnya. Dingin. Nyaris mengejek.

“Untuk kesalahan dia kali ini?”

“Dia adikmu.”

“Dia bukan apa-apa bagiku.”

Nada Lorenzo tetap rendah, namun setiap katanya seperti pisau. Ia berjalan maju dan tepat berdiri di depan Monica yang angkuh.

“Jangan melewati batas mu, begitu juga aku.” kata Loren membuat Monica tetap berhati-hati hingga berulang kali menarik nafas dan mencoba melindungi reputasi anaknya yang akan menjadi pemimpin perusahaan de Santos.

“Nama keluarga ini lebih penting dari egomu, Loren? dan kau tidak ingin ayahmu terpuruk dalam nama buruknya bukan.”

Lorenzo menatapnya lama. Lalu berkata pelan— “Bukan nama keluarga yang kotor… tapi orang-orang di dalamnya.”

Monica terdiam untuk sesaat.

Lorenzo melangkah lebih dekat, menatapnya lurus. “Kalau bukan karena ayahku,” suaranya berubah lebih dingin, “aku sudah membunuh kalian semua sejak lama.”

Sunyi.

Tidak ada yang berani berbicara.

Bahkan Monica… hanya mampu menahan napas, menelan amarahnya sendiri.

Dan Lorenzo pergi, meninggalkan ruangan itu dengan aura yang lebih gelap dari sebelumnya.

“Jika kau menolak...” Monica menarik nafas dalam-dalam. “Kau tahu konsekuensi nya.” kata Monica yang berhasil membuat Loren berhenti sejenak tanpa berbalik, lalu kembali berjalan pergi tak peduli.

Terlihat wajah Monica yang nampak kebingungan dan cemas, hingga ia menatap Matteo dengan marah dan kesal.

Sementara Loren yang berjalan keluar, dia masih kesal. “Cari wanita itu.” pintanya kepada anak buahnya yang setia.

Tatapannya tajam, lalu ia tersenyum kecil dan menunduk sembari berkacak pinggang mengingat perkataan Monica.

...***...

Beberapa hari kemudian. Kamar Aria dipenuhi keheningan yang menyesakkan.

Di tangannya, selembar kertas hasil pemeriksaan sudah tertera jelas.

Tangannya gemetar, tatapannya kosong saat melihat hasil yang tak dia inginkan. Hasilnya masih sama, yaitu positif. Tentu saja Aria marah hingga ia tak segan terus mencelakai dirinya terutama anak yang dia kandung.

Ia tak segan memukuli perutnya yang masih kecil dan meminum-minuman berbahaya, namun bayi itu masih kuat.

“Aria... Sampai kapan kau melukai dirimu?” kata Nara dengan sedih melihat temannya itu duduk diam dengan wajah pucat.

“Aku tidak menginginkan anak ini.”

“Tapi, apa salah anak itu?”

Aria terdiam hingga matanya berkaca-kaca dan ia mulai menunduk dan mencoba tenang, lalu kembali menatap Nara dengan sedih. “Aku ingin sendiri.”

Tak ingin membuat Aria semakin emosi, wanita itu memilih pergi meninggalkannya di rumah yang sunyi.

Air mata Aria mulai menetes, namun kedua tangannya terkepal mengingat ucapan Nara soal anak yang dia kandung. “Katakan padaku. Aku harus bagaimana?” tanya Aria kepada anak yang dikandung nya.

Wanita bermata coklat itu ingin berteriak namun dia kembali tenang dan mengusap wajahnya sedikit kasar. Ingatan menjijikan itu selalu muncul, namun dia selalu menahannya.

Dengan sisa-sisa tenaganya, Aria memilih bersiap dan membuka toko rotinya siang ini, mencoba menghilangkan suasana hati dan pikiran buruknya.

Tepat di siang hari, ia membuka toko tersebut, sendirian. Terkadang ada beberapa pelanggan yang datang, Aria berhasil mengalihkan pikirannya namun hanya sesaat.

Sampai—

Cling!

“Selamat datang di toko roti legendaris...” ucapan Aria menggantung di udara tatkala dia melihat seorang pria bertubuh besar dan tinggi baru saja masuk, sementara beberapa pria lainnya menutup paksa pintu serta jendela-jendela di toko sana.

“Maaf, apa yang kalian lakukan? Hey!” tegas Aria menatap tajam dan mencoba menghampiri mereka yang menutupi pintu serta jendela.

Sampai dia menghampiri pria yang berdiri di dekat meja etalase kaca.

“Siapa kau? Siapa kalian? Kenapa menutup toko ku huh?”

Tentu, setelah mencoba menenangkan dirinya yang kalut dalam kesedihan, kini Aria harus bertemu dengan orang-orang asing lagi menyebalkan.

Pria itu menatap lekat wajah cantik Aria yang natural. Sementara Aria memperhatikan wajah tampan pria bermata silver yang seolah tak asing baginya.

“Aku datang untuk bertanggungjawab, atas apa yang terjadi padamu.”

Mendengar itu, Aria mencoba mencerna ucapan tersebut.

“Apa yang kau tahu? Aku tidak mengenalmu, pergilah sebelum aku berteriak.” ancam Aria.

Lorenzo masih diam memperhatikan toko tersebut, lalu berhenti menatap tepat wajah Aria yang nampak marah.

“Aku yang menghamili mu, dan aku datang untuk bertanggungjawab.”

Ucapan yang sangat enteng untuk dikatakan setelah apa yang terjadi.

Aria menyeringai tak percaya mendengar semua itu. Dia menatap pria bernama Lorenzo de Santis cukup lama hingga kedua matanya berkaca-kaca seolah dia tak bisa lagi menahan diri.

Dengan berani, Aria langsung mencengkram erat kemeja Lorenzo hingga mereka begitu dekat. “Jadi kau bajingan itu? Berani sekali kau menyentuh ku dan memperkosa ku HAH!” kesal Aria yang mulai marah hingga matanya berair.

Namun saat itu juga, salah satu anak buah Loren langsung menodongkan pistol tepat ke kening Aria. “Jaga ucapan mu.” tegas pria itu yang membuat Aria tersenyum remeh hingga melepaskan kemeja Loren dan mundur satu langkah.

“Jangan lakukan itu, aku ingin kalian semua keluar.” pinta Loren dengan tegas yang langsung dituruti oleh mereka, sehingga Aria yakin bahwa pria di depannya itu bukanlah sembarangan orang.

Dirasa sudah sepi, pria itu kembali menatap Aria yang masih menatapnya marah.

“Aku datang dengan niat yang baik, Nona Vance. Aku akan memberi kebutuhan mu selama mengandung anak itu dan aku akan memberimu fasilitas yang kau inginkan.” jelas Lorenzo sedikit berkerut alis.

Entah kenapa dia melakukan semua itu, namun yang pasti, dia hanya memenuhi janjinya pada sang ayah sebagai de Santis.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
masih nggak tega klo adriana metong thor
🌸UmmiMasPutro🌸
kapan bahagia nya Lorenzo dan aria
vnablu
Lorenzo semoga kamu sudah ada rencana yang matang untuk musuh-musuh mu itu biar kamu dan Aria selamat
Tiara Bella
sabar ya Aria memang begitu adanya....
Eci Rahmayati
kasiann sama " tersakiti oleh keadaan
Kinara Widya
Lorenzo sdh jujur...tp itu menyakitkan bagi Aria...persatukan mereka kak...
Kinara Widya
jangan2 vitorio sendiri yg merencanakan supaya Adriana celaka
Four.: ihhh kalau benar begitu kan jahat /Grimace/
total 1 replies
Tiara Bella
kirain Monica yg mati malah Adriana....
Tiara Bella: hbsnya orngnya nyebelin,ngeselin
total 2 replies
vnablu
thorrr apakah Adriana selamat nantiii emmm sedih deh cuma dia yg waras di antara mereka semua 😔
Four.: orang baik matinya cepet 😌
total 1 replies
vnablu
Andriana kasian banget nasib kamu punya ayah yang tidak perduli sama kamu dan punya bibi yang gila minta ampun... menyesal lah kau nanti Vitorio karena anak mu itu kecelakaan yang disengaja oleh Monica 😥😥
Four.: kasihan... kasihan... kasihan /Grimace/
total 1 replies
vnablu
ayoo double up thorrr
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
nahhh mulai ni nenek ini beraksi membuat kekacauan apa lagi rencana yang selanjutnya yang dia akan jalani....apa itu hasil tes DNA tentang siapa ayah biologis anak yg dikandung Aria
Four.: ho, oh
total 1 replies
Tiara Bella
ganggu aja Monica ini....
Four.: mungkin ini kemenangannya 😁
total 1 replies
Kinara Widya
semoga Aria dan Loren baik2 saja
Four.: semoga aja /Sweat/
total 1 replies
Tiara Bella
Monica Monica km percaya sm peramal trs ya....
Four.: soalnya dia gak percaya sama aku 😌
total 1 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
semoga kebalikan nya kan ramal it tdk semua benar😂
🌸UmmiMasPutro🌸: idih g lah yaw, perempuan licik kayak gitu g perlu di kasihani
total 4 replies
vnablu
aduhh firasat ku tidak enak nihh yaa thorr 😔😔
Four.: santai sajaaa hanya pemanasan kok /Chuckle//Grin/
total 1 replies
vnablu
aduhh aku takut kalau nanti Aria Lorenzo kenapa-napa dann anak yang dikandung juga .. mungkin Lorenzo atau Aria yang akan metong tapi mungkin anaknya akan menjadi pewaris De Santos sebenarnya 😥😥
Four.: hmmm mungkin aja /Sweat/
total 3 replies
sleepyhead
Gua pikir, mau di jedderrr langsung 🤭
Four.: jangan dong kasihan 😄
total 1 replies
vnablu
kasiann Matteo masihh dalam penjara tapi bagus jugaa dih biar berkurang satu pengacau.. dan Monica masih belum ada pergerakan ingin membuat rencana apa tapi Vitorio ini yg diam-diam ada sesuatu 😌😌🤔
Four.: ho,oh kan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!