|WAJIB Follow Author Sebelum Membaca|
---------------
Kisah seorang Presdir dingin dan cuek yang sama sekali tak pernah merasakan jatuh cinta seumur hidupnya.
Akan kah Presdir itu menemukan pasangan hidupnya?
#WARNING!
•Cerita Mengandung Humor Tinggi!
•Mengandung Kata Kasar!
•Baca? Dijamin Bikin Ngakak:
•Gak suka? ngilang! gausah ninggalin jejak yang bikin Author Down!
-Start:30/10/20
-Finish:
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IncessCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.32
•Mobil•
“Sayang!”
“Hem?”
“Apa kau punya keraguan untuk menikah dengan ku?”Tanya Elang.
Dara menoleh menatap Elang yg sedang menyetir.“Kenapa Kak El bertanya seperti itu?”
“Aku hanya takut sayang, mana lagi kamu masih sangat muda!”
“Dara memang sedikit ragu!”Ujar Dara.
“Ragu kenapa sayang?”Tanya Elang, jantung pria itu kian berdetak lebih cepat.
“Emm,Dara hanya ragu dan takut..bagaimana kalau nanti Dara gak bisa jadi istri yang baik buat Kak El,terus nanti Kak El ninggalin Dara”
Elang tertawa mendengar perkataan Dara, pria itu sudah tak merasa gelisah sekarang.Sungguh alasan yang konyol.
“Ihh, kenapa Kak El tertawa? apa ada yg lucu?”Sebal Dara.
“Hahhaha,Mana mungkin aku meninggalkan mu sayang, dear,honey,bunny,Sweaty.Buang jauh jauh pikiran mu itu, karena itu tak akan pernah terjadi!”Kata Elang mengacak rambut Dara gemas dengan tangan kiri nya.
“Kak El serius?”Tanya Dara pelan seraya menahan tangan Elang agar tak mengacak rambut nya lagi.
“Serius sayang, sungguh hanya laki laki bodoh yg akan meninggalkan gadis seperti kamu!”
Dara hanya diam setelah mengangguki perkataan Elang tunangannya yg sebentar lagi akan berubah status menjadi suaminya.
Ok,Skip!
•Triya Boutique•
Tak butuh waktu yg lama untuk Elang dan Dara sampai dimana Butik tempat Sisca dan Cantika menunggu mereka berdua untuk fitting baju.
Elang segera turun dari kursi kemudi lalu berputar berniat membuka kan pintu mobil untuk Dara, gadis nya.Setelah pintu terbuka,Dara segera turun dari mobil.
Elang berjalan dengan sebelah tangan yg merangkul pinggang ramping Dara,gadis itu tak menolak sama sekali.Sungguh gadis manis yg sangat penurut.
“Hai sayang!”Sapa Cantika dan Sisca bersamaan lalu berdiri dari duduk nya.
“Hai juga Mami,Tante”Ujar Dara mencium tangan Sisca dan Cantika diikuti Elang.
“Dara,Elang..kenalin dia Tante Tia pemilik butik ini!”Ucap Sisca memperkenalkan seorang wanita paruh baya yg masih terlihat cantik disamping nya.
“Sore tante!”Sapa Dara sopan.
“Hai anak manis,Sore juga!”Ucap Tia tersenyum ramah.
“Apa dia calon suami mu?”Tanya Tia pada Dara seraya menunjuk Elang.
“Iya tante!”Kompak Dara dan Elang.
“Sangat serasi, ayo kita lihat dan pilih gaun nya dulu!”Ajak Tia.
“Ayo Lang,Dara!”Sahut Cantika.
Elang,Dara,Mami Sisca,Mama Cantika dan Tante Tia segera menuju lantai 2 untuk memilih gaun dan setelan jas yg akan mereka pakai nanti.Dibelakang mereka juga ada satu pegawai perempuan yg mengikuti langkah mereka sedari tadi.
>Skipp!
“Dara,kamu mau pulang bareng Mami?”Tanya Sisca menawarkan.
“Tidak usah tante,Aku mau mengajak Dara jalan-jalan sebentar!”Ujar Elang cepat.
“Iya mih,Dara pulang bareng Kak El aja!” Sahut Dara.
“Elang, jaga gadis imut baik baik ya.Jangan sampai lecet,kalau lecet habis kamu!”Celetuk Cantika.
Elang mendengus, sebenarnya anak Mama nya itu dia atau Dara? kenapa Elang merasa dirinya terkesan sebagai anak tiri? atau jangan jangan dia anak pungut? Huh!
“Ma! ,Jujur sama Elang.Sebenarnya aku Mama beli dimana? Panti Asuhan? Rumah sakit? atau Rumah singgah?”
“Atau jangan jangan Mama pungut aku dari jalanan? selokan? tong sampah?”Elang bertanya dengan nada kesal.
“Jangan ngawur kamu Lang,Mana ada Mama beli kamu di sana,,apa lagi cuma mungut!.Kamu itu mama beli dari pasar senen!”
Jleb banged yak?
_____♥_____
Sehabis jalan jalan berdua dengan Elang lalu diantar pulang, Dara segera menaiki tangga menuju ke kamar nya untuk membersihkan badan nya yg terasa lengket dan gerah.
Setelah mandi Dara segera keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaian di walk in closet milik nya,tapi gadis itu terkejut ketika membuka pintu kamar mandi dan melihat Darrel duduk di kursi gantung yg ada kamar nya.
“Kakak? ngapain?”Tanya Dara.
Darrel menggeleng gelengkan kepalanya.
“Kamu itu masih saja ceroboh,lain kali bawa pakaian mu ke kamar mandi juga.Bagaimana kalau ada orang lain yg melihat mu keluar dari kamar mandi dengan seperti ini? hanya berbalut handuk kecil,merah muda pula!
Dara mendelik.“Kenapa dengan warna nya? ini warna yg sangat imut Kak!”
“Ya ya ya,terserah kamu.Sekarang berpakaian lah,Kakak akan menunggu!”
Setelah berpakaian di walk in closet nya,Dara keluar dengan setelan pakaian berwarna pink atau merah muda.
“Sini Kakak bantu!”Ucap Darrel berdiri dari duduk nya ketika melihat Dara menyalakan hair dryer.
Dara mengangguk tersenyum.Darrel mulai mengeringkan rambut panjang Dara dengan perlahan sesekali memberi pijatan lembut di kulit kepala adik kesayangan nya itu.
“Kakak yg terbaik!”Ujar Dara tersenyum lebar.
“Shutt, jangan terlalu berlebihan.Nanti kepala kakak dipenggal sama Elang!”Ketus Darrel.
Memang benar, setiap Dara memuji dirinya secara berlebihan..sudah pasti Elang cemburu dan berakhir mengancam Darrel,hanya ancaman bercanda namun dengan mimik wajah serius.
“Ngga lah, kalau kepala Kakak dipenggal.Nanti Dara balik me-menggal kepala Kak El!”Ujar Dara tertawa pelan.
“Iya iya,”
“Ini rambut Dara mau diapain? biar Kakak bantu lagi!”
“Gini aja deh, udah malem juga!”
“Ngga ngga,Kakak kepang ya? ehh ngga di kuncir dua akan sangat imut,sini sini!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
_____♥_____
Bersambung!